Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.
"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.
Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.
Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Palsu
Prang!
Direbut lalu dilemparkannya ponsel keluaran terbaru milik Billy. Lemparan yang terlalu keras membuat ponsel tersebut luluh lantah. Tetapi si pemilik ponsel justru bertepuk tangan.
"Usaha yang bagus bro," ledek Billy.
"Tetapi tenang saja, gue sudah punya file cadangan kok di email gue," tambahnya sembari melipat dua tangannya didada.
Justin berdiri dari duduknya, berkacak pinggang dihadapan Billy. Mengeluarkan tatapan tajam seolah ingin membunuhnya sekarang juga.
"Katakan mau Lo apa?" tanya Justin dengan suara bariton.
"Beneran Lo mau tau keinginan gue?" tanya Billy balik sembari menutup telinganya. Suara bariton Justin berhasil membuat gendang telinganya berdengung.
"Katakan!" ucap Justin singkat.
"Putuskan hubungan kerjasama perusahaan ternama dengan perusahaan Lo!" jawab Billy.
"Jangan halangi perusahaan milik keluarga gue untuk berkembang."
"Kurangi jumlah produksi perusahaan Lo. Agar produksi perusahaan gue yang meningkat."
Dan masih banyak lagi permintaan yang disebutkan oleh Billy. Hanya sekedar informasi saja, Billy dan Justin bersaing dibidang bisnis. Dikarenakan perusahaan keluarga mereka merupakan musuh bebuyutan. Sudah sejak lama dua perusahaan itu saling serang dan tidak pernah akur.
"Bagaimana?" tanya Billy.
Bahkan masalah perusahaan itu masih terbawa sampai saat ini. Entah generasi keberapa, yang jelas perusahaan milik Keluarga Gerald selalu berada didepan. Lebih cepat berkembang pesat daripada perusahaan keluarganya Billy. Mungkin itu yang membuat dendam Billy tak berkesudahan.
"Oh jadi Lo masih menyimpan dendam perusahaan," kini giliran Justin yang tersenyum meledek.
"Kenapa harus bawa-bawa masalah pribadi," bentaknya dengan nada suara bariton lagi.
"Memang nggak ada cara lain apa? Balas dendam boleh tetapi dengan cara yang sportif dong!" lanjutnya.
Billy pria yang sok berani menantang Justin secara terang-terangan itu masih duduk santai. Menikmati setiap perkataan dan umpatan dari sang musuh.
"Nggak usah banyak alasan. Tinggal jawab IYA atau TIDAK?" Billy memastikan.
"Gue bisa saja langsung menyebarkan video tersebut di media sosial. Dan semua masyarakat di negara ini tahu sifat asli dari CEO Perusahaan MIU," ancamnya.
Rupanya Justin tidak takut dengan ancaman dari Billy. Justru senyuman lebar dia keluarkan untuk merendahkan Billy. Matanya menangkap sesosok perempuan dibalik pintu ruangan. Sedari tadi perempuan itu berada disana dan mengintip apa yang terjadi didalamnya.
"Erika masuklah kesini!" perintah Justin.
Perempuan itu adalah Erika yang datang karena memenuhi perintah Oma Yen untuk mengantarkan makan siang. Perlahan perempuan cantik itu masuk kedalam ruangan itu. Meskipun sedikit ragu dan takut.
"Kesinilah sayang!" ucap Justin.
Pria itu melangkah menghampiri Erika. Dan langsung saja Justin memeluk mesra Erika. Tak lupa mengecup keningnya sekilas.
"Bawa makan siang ya?" tanya Justin basa-basi.
"I-iya," jawab Erika.
Terus saja Justin menampilkan kemesraan mereka dihadapan Billy. Setelah mengecup kening, Justin merangkul bahu Erika.
"Oh iya Billy. Sampai lupa gue," ucap Justin mengalihkan pandangannya kearah Billy.
"Kenalkan ini istri gue. Erika," lanjutnya mengenalkan Erika kepada Billy.
Erika menundukkan kepalanya seolah menyapa Billy.
"Orang yang Lo kira perempuan malam.itu. Dia itu istri gue. Waktu itu emang kita lagi dugem bareng." Justin merangkai cerita palsu.
"Pas gue ambil mobil, Erika nunggu gue dipinggir jalan. Tiba-tiba ada pria breng$3k yang gangguin dia."
"Langsung saja gue pukulin itu pria. Eh malahan istri gue yang syok dan pingsan."
"Makanya jangan buruk sangka dulu," pungkas Justin berceloteh.
##
Bagus juga Justin merangkai kisah. jangan-jangan dia juga author. Lalu bagaimana respon Billy ya tahu kalau Erika adalah istri Justin.
Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
biarkan aja Erika diculik...
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
cocok sama jastin...
Erika yg bodoh...