Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Bab 34 – Binatang Iblis Tingkat Spiritual
Ada banyak kegunaan Rumput Kabut Ungu. Salah satunya adalah racun kuat terhadap binatang iblis jenis kera. Kera Peringkat Perak biasa tidak akan sanggup menahan racunnya. Di dunia ini, satu hal menaklukkan hal yang lainnya.
‘Arya hanya menggunakan satu anak panah untuk membunuh satu Kera Lengan Biru Raksasa?’
Semua orang saling memandang, sangat terkejut di dalam hati mereka.
Hanya Sarti Lanruo dan Lestari yang tau kalau Arya mengoleskan sejenis obat pada anak panah itu. Tapi meskipun begitu, sampai bisa membunuh Kera Lengan Biru Raksasa dengan mudah adalah hal yang luar biasa.
Melihat Arya membunuh seekor Kera Lengan Biru Raksasa dengan anak panah busur penembak, Rian berteriak pada kelompoknya, “Semuanya keluarkan busur penembak kalian!”
Orang-orang Rian mengeluarkan busur penembak mereka, mengerti bahwa mereka dapat menggunakan busur penembak untuk mengalahkan Kera Lengan Biru Raksasa.
Surya juga mengeluarkan sebuah busur penembak. Melihat busur penembak cantik di tangannya, dia merasa sakit dalam hatinya. Berdasarkan apa yang dia lihat, apakah Arya lebih kuat darinya dari segala aspek? Sejak munculnya Arya, dia merasa Lestari semakin jauh dari jangkauannya. Dan sekarang, Lestari sepenuhnya mengabaikan keberadaannya. Di sisi lain, dia melihat Arya dalam sebuah sinar baru. Ini membuatnya marah dengan iri hati dalam hatinya.
Hanya menembak dan membunuh Kera Lengan Biru Raksasa, apa susahnya itu?
Surya memasang panah pada busur penembak itu dan pelan-pelan merayap ke ujung tembok. Dia menunjuk busur penembaknya pada Kera Lengan Biru Raksasa dari jarak yang cukup jauh. Ekspresinya sangat serius dan fokus. Dia membidik pandangan di depannya pada Kera Lengan Biru Raksasa. Pada saat ini, semuanya menahan nafas. Mata mereka terfokus pada Surya, yang berada pada tepi tembok.
“Dengan target besar seperti Kera Lengan Biru Raksasa, memangnya seberapa susah untuk menembaknya?” kata Surya, menarik pelatuknya. Tepat ketika dia menarik pelatuk, tangannya sedikit bergetas, secara tidak sengaja.
sou Sebuah cahaya dingin menembus langit. bang Sesaat kemudian, anak panah itu menancap pada batang pohon sekitar lima sampai enam meter dari Kera Lengan Biru Raksasa.
Pada saat ini, wajah Surya sedikit berdenyut dan menjadi pucat karena pemandangan itu.
Melihat ini, ekspresi semua orang menjadi aneh. Mereka menahan keras tawa mereka. Jika mereka tertawa keluar, Surya pasti akan membuang jauh wajahnya. Semua orang tau kalau Surya ingin menantang Arya. Tapi… menantang itu hal biasa…. tapi apakah dia bisa tidak melucu?
Surya hampir gila. Dia jelas merasa kalau dia bisa mengenai targetnya, tapi kenapa anak panahnya meleset ketika dia menarik pelatuknya?
Melihat orang-orang di sekitarnya menahan tawa dengan keras, Surya merasa sangat malu. Dia juga melihat tawa samar-samar pada mata Lestari, ini adalah sebuah penghinaan!
‘Sialan! Aku tidak percaya aku tidak bisa mengenainya!’ Pikirnya.
Surya segera mengeluarkan sebuah anak panah kedua dan memasangnya pada busur penembak. Setelah tergesa-gesa mengisi ulang anak panah, dia segera membidik busur penembaknya pada Kera Lengan Biru Raksasa di kejauhan.
Sou!
Anak panah itu memotong melalui cahaya dingin di udara. Namun, setelah beberapa saat, anak panah itu tampaknya kehilangan tenaganya dan jatuh ke tanah. Surya tidak memasang anak panahnya dengan benar, itulah alasan anak panahnya jatuh setelah melewati jarak kecil.
Pada saat ini, semua orang tidak bisa tidak tertawa keras. Surya pada dasarnya tidak punya keahlian. Dia ingin meniru Arya membunuh Kera Lengan Biru Raksasa dengan anak panah, tapi hasilnya berlawanan dengan Arya. Apakah tujuan Surya disini adalah untuk melucu?
Rian menahan keras tawanya dan berjalan ke samping Surya. Dia menepuk pundaknya dan berkata, “Surya bro, lupakan saja. Kau tidak bisa bermain dengan benda ini.”
Wajah Surya berubah ungu. Tawa orang-orang disitu sangat menusuk telinganya. Kebenciannya pada Arya semakin besar. Ini adalah salah Arya yang membuatnya mempermalukan diri sendiri di depan semua orang ini!
Jika Arya tau pikiran Surya pada saat itu, dia pasti akan merasa sangat polos. Karena dia tidak melakukan apa-apa.
Surya saat ini menggengam busur penembaknya, tidak tau apakah dia harus menyimpannya atau tidak. Namun dia tidak bisa tidak merasa kalau dia menggali ke dalam tanah penuh rasa malu.
Di kehidupan sebelumnya, Surya sangat sombong dan sering menghina Arya secara ekstrim. Memikirkannya lagi, ujung mulut Arya pelan-pelan terangkat menjadi sebuah ejekan. Dia berkata dengan samar, “Hanya karena ada sesuatu yang bisa aku lakukan, itu tidak berarti kau juga BISA lakukan!”
Amarah Surya di dalam hatinya meledak setelah mendengar kata-kata Arya, dia berbalik untuk menghadap Arya dan berteriak, “Semua ini adalah salahmu, aku akan membunuhmu!”
Urat dapat terlihat pada wajah Surya. Dia mengangkat busur penembak ditangannya dan membidik pada Arya. Dia sudah dipenghujung kewarasannya. Sebagai seorang keturunan langsung Keluarga Karaton, Surya sangat bangga di dalam hatinya. Oleh karena itu, dia merasa menjadi gila akibat provokasi Arya.
pa Rian memukul busur penembak pergi dari tangan Surya dan berteriak, “Cukup!”
Surya mengangkat kepalanya dan melihat ekspresi dingin pada wajah Rian. Setelah melihatnya, roh Surya langsung terjatuh. Saat ini, semua orang berpihak pada Arya. Dia berputar lalu berjalan pergi penuh kebencian. Orang-orang bergosip, sambil melihat punggung Surya.
“Aku tidak menyangka Surya adalah orang seperti ini.”
“Ini bukan tingkah laku yang seharusnya dimiliki oleh seorang bangsawan.”
Tatapan Arya berubah dingin ketika dia mengingat bagaimana Keluarga Karaton melarikan diri pada kehidupan sebelumnya, dan tiap-tiap perbuatan Surya. Meskipun orang dan keluarga seperti itu dibasmi, Arya tidak akan merasa kasihan pada mereka.
Melihat punggung Surya, Lestari berjalan ke sebelah Arya dan berkata, “Arya, Surya terlihat menyedihkan.”
Mendengar kata-kata Lestari, Arya mengerut. Dia tidak berpikir kalau Lestari akan simpati pada Surya. Lestari terlalu berhati lembut, pada kehidupan sebelumnya, Lestari menyetujui pertunangan dengan Surya dibawah permohonannya yang tiada akhir. Tapi pada akhirnya, sebelum mereka menikah, Surya melarikan diri dari Kota Gemilang bersama orang seisi rumahnya. Dia adalah orang seperti itu, apa yang kita simpatikan.
Merasa panas di dalam hatinya, Arya menatap Lestari dan berkata dengan nada sebaliknya, “Kenapa kita harus kasihan padanya? Mulai dari sekarang, jangan berhubungan dengannya! Kalau tidak, jangan datang menemuiku lagi. Seorang bajingan seperti dia, meskipun dia mati, dia tidak akan layak!”
Mendengar cercaan itu, Lestari menjadi cemberut.
‘Kau bukan pacarku. Atas dasar apa kau melarangku berhubungan dengan orang lain?’ Meskipun dia berpikir seperti ini di dalam hatinya, dia tetap membuat keputusan untuk tidak berhubungan dengan Surya. Kalau tidak, ada kemungkinan nanti dia tidak bisa berteman dengan Arya. Perlahan-lahan, dia mulai merasa khawatir dengan pandangan Arya. Namun, dia tidak mengerti satu hal.
‘Kenapa Arya sangat membenci Surya? Apakah ada semacam dendam abadi diantara mereka berdua?’
Arya mendesah. Emosinya tadi sedikit teraduk. Oleh karena itu, nadanya sedikit kasar. Namun, tidak ada salahnya memperingati Lestari sedikit.
Orang-orang Rian mulai menghadai Kera Lengan Biru Raksasa dengan busur penembak, tapi mereka menyadari kalau anak panah mereka tidak bisa melakukan apa-apa terhadap mereka. Memang benar para Kera Lengan Biru Raksasa itu memiliki tubuh besar, tapi pergerakan mereka sangat lincah. Mereka menyadarinya setelah anak panah ditembakkan, para kera itu dapat segera menghindarinya, membuat anak panah mereka meleset.
Mereka sekarang menyadari seberapa ahlinya Arya.
Setelah menemukan satu kemampuan lain dari Arya, rasa cinta memenuhi mata Sarti Lanruo setiap kali dia melihat pada Arya. Dia sewaktu-waktu akan menunjukkan postur menggoda disamping Arya. Dia menunjukkan lekukannya yang wah, bukit menonjol dan lembah dalamnya.
Arya tidak bisa berkata apa-apa terhadap wanita ini. Dia bisa berubah kapan saja. Ketika dia berhadapan dengan orang lain, dia memasang tampak tidak peduli. Tapi ketika dia berhadapan dengan Arya, dia tampak sangat tertarik.
“Arya bro, kami harus merepotkanmu!” Rian mendesah. Dari semua orang di kelompok, hanya Arya yang bisa membunuh Kera Lengan Biru Raksasa itu.
“Mhm!” Jawab Arya mengangguk kecil.
Arya mulai menghabisi Kera Lengan Biru Raksasa di sepanjang jalan. Bidikannya sangat tepat sampai dia tidak pernah meleset sedikitpun. Keahlian memanahnya sudah mencapai puncak pada kehidupan sebelumnya. Meskipun kultivasinya baru Peringkat Perunggu 1-bintang, menghadapi binatang iblis peringkat perak biasa sudah lebih dari cukup.
Semua orang sangat terkesan dengan kemampuan memanah Arya. Meskipun bagi seorang ahli peringkat perak menghindari anak panah Arya tidak akan sulit. Tapi, tidak peduli bagaimana para Kera Lengan Biru Raksasa itu mencoba menghindar, anak panahnya tampak seperti sebuah bayangan yang mengejar dan mengikuti mereka.
Tanpa disadari, Arya telah menjadi anggota inti dari kelompok ini.
Ketika Arya dan kelompok mulai mendekat pada tujuan mereka, jumlah Kera Lengan Biru Raksasa tiba-tiba membengkak. Mereka berjumlah lebih dari dua puluh, semuanya mengawasi kelompok mereka.
“Roar!”
Sebuah raungan menulikan terdengar. Seluruh tanah mulai berguncang keras. Seolah gendang telinga mereka hancur oleh raungan itu, semua orang saling melihat satu sama lain.
“Itu adalah binatang iblis tingkat spiritual!” kata Arya merasa ngeri.
Binatang iblis biasa sama halnya dengan manusia. Mereka terbagi dalam Perunggu, Perak, Emas, Emas Hitam dan Peringkat Legenda. Namun, diantara level itu, masih ada tingkatan Biasa, Spiritual, dan Kekaisaran. Mari ambil Kera Lengan Biru Raksasa ini sebagai contoh. Yang biasa tidak akan bisa membentuk roh di dalam pikiran mereka. Namun, Kera Lengan Biru Raksasa dengan tingkat Spiritual sudah memiliki roh di dalam pikiran mereka. Dia juga memiliki kecerdasan seorang anak manusia berumur 10 tahun. Kekuatannya juga jauh lebih kuat dibanding Kera Lengan Biru Raksasa biasa. Sedangkan untuk tingkat Kekaisaran, roh di pikiran mereka akan berada dalam kondisi cair dan memiliki kemampuan untuk merubah bentuk fisik mereka menjadi bentuk manusia. Kekuatannya juga sangat mengerikan.
“Apa kekuatannya?” Wajah Rian berubah dan bertanya dengan nada terkejut.
“Peringkat Perak 5-bintang, hampir masuk ke Peringkat Emas!” Jawab Arya. Arya dapat menentukan kekuatannya hanya dari raungan Kera Lengan Biru Raksasa itu.
Alis Arya sedikit mengerut. Binatang iblis berlevel sama biasanya sedikit lebih kuat dari manusia, khususnya binatang iblis seperti Kera Lengan Biru Raksasa. Mereka sangat sulit untuk dihadapi, dan kekuatan asli Kera Lengan Biru Raksasa ini mungkin bisa menyaingi seorang ahli Peringkat Emas!
Dengan kekuatan Arya saat ini, menghadapi binatang iblis seperti itu terlalu sulit.
Sedangkan pada tim Rian, yang paling kuat hanya Peringkat Perak 3-bintang!
Peringkat Perak 5-bintang… mendengar itu, Rian juga mengerut. Dia tidak berpikir mereka akan bertemu dengan Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual disini, ditambah lagi, peringkat perak 5-bintang. Dia merasa ini akan sangat sulit diatasi. Masih ada banyak lagi Kera Lengan Biru Raksasa yang mengawasi mereka di sekitar. Jika sebuah pertarungan terjadi, bisa saja mereka semua terbunuh!
Roar!
Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu melompat ke atas tembok. Tatapannya sangat ganas dan memandangi kelompok Arya.
“Sini, ikut aku!” Teriak Arya lalu melompak ke hutan di samping mereka.
Semuanya memandang satu sama lain untuk beberapa saat kemudian segera mengikuti Arya, bersembunyi di hutan.
Melihat hal itu, Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual itu memukul-mukul dadanya dengan ganas dan menghentakkan kakinya. Raungan menusuk terdengar sekali lagi. Kelompok Kera Lengan Biru Raksasa biasa, seolah mendengar perintah dari Kera Lengan Biru Raksasa tingkat Spiritual, pergi ke arah kelompok Arya berada.
Memasuki hutan lebat tidak nyaman bagi Kera Lengan Biru Raksasa yang memiliki fisik yang besar.
“Formasi!” Rian berteriak dengan marah. Kelompok ahli peringkat perak segera memanfaatkan pohon besar di sekitar, membentuk sebuah formasi lingkaran, lalu mengeluarkan senjata mereka.
Sou Sou Sou!
Seekor Kera Lengan Biru Raksasa menyerbu, Arya mengangkat busur penembaknya dan sebuah anak panah terbang keluar.