NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance / Tamat
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2. SI KEMBAR

Ruang kerja CEO Morelli Corporation kembali sunyi setelah Theodore Morelli berdiri cukup lama di depan jendela kaca setinggi langit-langit.

Los Angeles terhampar di bawah sana; megah, sibuk, penuh ambisi. Kota yang sama yang telah ia taklukkan sejak usia dua puluh lima tahun. Kota yang menyebut namanya dengan kekaguman sekaligus ketakutan.

Namun di balik kaca itu, di balik jas mahal dan tatapan dingin yang baru saja mengoyak ruang rapat, Theodore hanyalah seorang kakak yang begitu lembut dan penuh kasih sayang.

Dan tak ada satu pun orang di gedung ini yang tahu itu, kecuali dua manusia yang sedang berlari kencang menuju ruangannya.

"THEOOOOOOO!"

Suara nyaring itu terdengar bahkan sebelum pintu terbuka.

BRAK!

Pintu ruang CEO terbuka tanpa ketukan.

Theo yang sedang meneguk air mineral refleks menoleh, dan seluruh ketegangan di bahunya luruh seketika saat melihat siapa yang datang.

Dua sosok muda berdiri di ambang pintu.

Yang pertama, seorang pria berusia dua puluh dua tahun dengan rambut hitam sedikit bergelombang, senyum lebar penuh percaya diri, dan aura santai khas anak emas keluarga. Kaos putih, jaket bomber hitam, celana jeans robek halus. Tatapannya cerdas, tajam, tapi penuh humor; Leonel Morelli.

Yang kedua, gadis seusianya, dengan rambut panjang sebahu diikat setengah, mata besar penuh ekspresi, dan mulut yang tampaknya tidak pernah kehabisan kata. Ia mengenakan hoodie oversized warna krem dan sneakers putih. Energinya ... seperti badai kecil; Luciana Morelli.

Adik kembar kesayangan Theo.

"Astaga, kantor kakakku ini selalu dingin dan kaku!" Lucy langsung melangkah masuk tanpa izin, menaruh paper bag besar di meja Theo. "AC-nya dingin, auranya dingin, orang-orangnya juga dingin. tidak heran mereka semua kelihatan stres!"

Theo tersenyum mendengar celotehan sang adik. Senyum yang tidak pernah ia pakai di ruang rapat.

"Lucy, kau bisa terdesak jika bicara seperti itu," tegur Theo lembut.

Leo menyeringai. "Jika dia sampai tersedak itu karena keributan yang dia lakukan sendiri."

"Hei!" Lucy memukul lengan kembarannya. "Berani sekali kau menyumpahiku tersedak secara tidak langsung."

Theo tertawa kecil, tawa pelan, tulus.

Jika ada karyawan yang melihat Theo sekarang, mereka mungkin tidak akan percaya bahwa pria ini adalah sosok yang membuat kepala divisi hampir pingsan beberapa jam lalu.

"Kenapa kalian ke sini? Bukankah kalian ingin mengunjungi Auntie Poppy?" tanya Theo sambil merapikan lengan kemejanya.

Lucy langsung menunjuk paper bag. "Mama."

Leo mengangguk. "Suruhan."

Theo menghela napas panjang, lalu tersenyum pasrah. "Tentu saja."

Lucy membuka isi tas dengan dramatis. "Makan siang. Mama bilang kau pasti lupa makan karena kerja. Dan Mama juga bilang-" ia mencondongkan tubuh, menurunkan suara dengan ekspresi konspiratif, "-kalau kakak sulungku ini akan murka besar hari ini soal projeknya."

Leo mengerutkan dahi. "Murka? Theo?"

Lucy menoleh cepat. "Kau tidak dengar gosipnya? Satu lantai trauma, katanya."

Theo mengangkat alis, pura-pura bingung padahal sudah tahu masalahnya, karena Theo yang membuat satu perusahaan memanas di rapat hari ini.

"Gosip dari mana?" tanya Theo menahan senyum.

"Lift!" Lucy menjawab cepat. "Dua karyawan hampir pingsan pas melihat aku masuk. Mereka bisik-bisik seperti lihat monster lewat. Aku sempat mendengar mereka membicarakan Theo yang mengamuk saat rapat dengan para petinggi perusahaan pagi ini."

Leo tertawa. "Mustahil. Kakak kita ini terlalu sempurna buat marah. Mereka hanya berlebihan jika ditegur, dianggap Theo murka. Theo tidak pernah marah sampai membuat orang takut."

Theo menatap adiknya dengan tatapan hangat. Tentu saja kedua adiknya ini tidak akan pernah Theo biarkan melihat dirinya marah hingga memaki. Karena Theo ingin menjadi teladan yang baik untuk dua adik kesayangannya ini. "Leo benar. Aku hanya ... tegas."

Lucy menyipitkan mata. "Benarkah?"

Theo menggeleng sambil membuka kotak makan. Aroma masakan rumah langsung memenuhi ruangan.

"Terima kasih. Sampaikan ke Mama," kata Theo tulus.

"Sudah kusampaikan bahkan sebelum kau mengatakannya. Karena aku tahu kau pasti akan mengatakannya," kata Lucy penuh kebanggaan.

Theo tersenyum lebar melihat kelakuan adik perempuannya satu ini.

Leo menyandarkan diri di sofa. "Apa yang terjadi, Theo? Tadi aku juga sempat mendengar banyak desas-desus soal rapat pagi ini di lobi tadi."

Theo menghela napas. Kali ini bukan napas marah, melainkan napas lelah karena harus mengingat lagi masalah besar yang terjadi pada perusahaan sekarang.

"Proyek AI bocor. Rancangan internal kita diduplikat oleh perusahaan lawan," jawab Theo.

Ekspresi Leo berubah serius. "Helix?"

Theo mengangguk.

Lucy terdiam, hal langka. Karena bagaimana pun Lucy tahu kondisi mana yang harus dibuat bercanda dan tidak.

"Itu serius," ujar Leo. "Keamanan internal?"

"Sedang diselidiki," jawab Theo. "Tapi alasan mereka ... tidak logis. Bilang kalau ini kesalahan sistem tapi projek bisa diduplikat perusahaan lawan."

Leo berpikir sejenak. "Mungkin kau harus bicara dengan Papa tentang ini. Papa selalu punya jalan keluar jika soal bisnis tersudutkan."

Theo tersenyum kecil. "Kupikir juga begitu."

"Ah, para petinggi akan pingsan sungguhan jika Papa sampai datang ke ruang rapat nanti," ucap Lucy membayangkan atmosfer ketika ayahnya yang tegas dan galak itu mengurusi kesalahan ini.

"Aku bisa membayangkan mereka akan gemetar takut bahkan ketika Papa baru masuk di lobi," kata Leo dengan seringainya.

Lucy bersedekap. "Biarkan saja, itu salah mereka karena tidak mengerjakan pekerjaan dengan baik."

Theo hanya tersenyum.

Leo menatap kakaknya lekat-lekat. “Kau tidak sendirian, Theo. Papa juga bilang, jika kau ada masalah kau harus langsung bilang pada Papa."

Theo mengangguk pelan.

Lalu Lucy mendekat, menatap kemeja kakaknya.

"Ngomong-ngomong," kata Lucy curiga, "kenapa bajumu kotor?"

Theo menunduk melihat kemejanya. Noda kopi cokelat masih terlihat samar di bagian depan.

"Oh. Office girl menumpahkan kopi saat rapat," jawab Theo ringan.

"Bagaimana bisa?!" Lucy berseru. "Dia dipecat?"

Theo mengangkat kepala. "Tidak. Tadi juga salahku karena tidak bisa mengontrol diri saat rapat dan menyenggolnya."

Lucy dan Leo serempak menoleh.

"Tidak?" Lucy menyipitkan mata. "Kakakku yang perfeksionis ini tidak memecat orang?"

Theo tersenyum tipis. "Tidak semua kesalahan harus dihukum. Terutama kesalahan yang seharusnya bisa dihindari."

Lucy terdiam, lalu tersenyum miring. "Wah."

Leo menyilangkan tangan. "Siapa namanya?"

Theo berhenti sejenak. "Celina Dawson."

Lucy memiringkan kepala. "Nama yang cantik."

Theo menatap adiknya sekilas, seolah tahu isi kepala adiknya ini. "Lucy."

"Apa?" Lucy terkekeh. "Aku hanya komentar."

Setelahnya, mereka makan bersama, dipenuhi obrolan ringan, canda Lucy yang tidak berhenti, Leo yang menimpali dengan sarkasme santai, dan Theo yang menikmati setiap detiknya.

Karena hanya di momen seperti inilah Theo bisa melepas topengnya.

Ia bukan raja ekonomi.

Bukan The Perfect Man.

Bukan CEO yang ditakuti.

Ia hanya Theodore, kakak si kembar.

Hingga ....

Tok. Tok.

Pintu diketuk pelan.

Aiden masuk dengan wajah tegang.

"Maaf mengganggu. Tapi ada masalah besar," beritahu Aiden.

Ekspresi Theo langsung berubah.

"Ada apa?" tanya Theo singkat.

Aiden menatap Leo dan Lucy sejenak, lalu kembali ke Theo. "Print out laporan keuangan internal yang ingin diserahkan ... hilang."

Lucy membelalak. "Hilang?"

Aiden mengangguk. "Dan karyawan yang bertanggung jawab soal print out itu menuduh seorang office girl bernama Celina Dawson yang membuangnya ke tempat sampah."

Ruangan membeku ketika mendengar nama itu kembali muncul.

Theo berdiri perlahan.

Tatapan hangat sebelumnya seketika menghilang.

Digantikan oleh dingin yang mematikan.

"Bawa aku ke sana," kata Theo pelan.

Dan untuk pertama kalinya sejak pagi itu ... nama Celina Dawson kembali muncul, bukan sebagai kebetulan.

Melainkan pusat badai yang membawa Theo terjebak di dalamnya.

1
Alfia Amira
setiap baca helix dynamic nih aq suka keinget produk semen 😂😂😂
Archiemorarty: Lahh...iya juga ya 🤣
total 1 replies
neni espede
thor, bikin selamat Theo, please!!!
Archiemorarty: Hahahaha...🤭
total 1 replies
neni espede
thoooor kereeeeen, lanjuuut
Archiemorarty: Silahkan dilanjut bacanya kak 🤭
total 1 replies
vede rumboirusi
karyanya sangat bagus
keren 👍👍
Naya En-lish
/Heart/
Alfia Amira
dari awal bingung "kacamata hitam" ini masak di dalam ruangan pakai kacamata hitam ??? ini bingkai nya warna hitam atau apa ?? 😁😁
Ir
Theo, Zane setelah keluar dari Nevada saran Oma kalian latihan lagi kemampuan kalian, dari segi senjata, bela diri sampai ke strategi, mungkin kedepan nya ga ada black mantis tapi siapa tau kelompok lain, Red velvet mungkin 😁😁
Ir: lahh pantas ko ga update², sesuai prediksi kisah nya kaya Rosetta sama Leonard belum nikah dah tamat 🤣
total 5 replies
Ir
bentar Arthur ini anaknya Dante kan, bukan anak Elias Spencer kan? ko marga nya Spencer agak ngelag dikit aku, ga tau kapan nikah nya tau² udah punya istri aja
Archiemorarty: Hahahaha....tadinya pasti nau ada hubungannya sama Black Mantis lagi ...tapi mikir dulu deh, berat kali itu bakal cerita 🙄
total 3 replies
Ir
kan kan black mantis ini bikin kerjaan aja dah, morelli harus renovasi gedung kan karna plafon nya jebol, nambah²in kerjaan aja
Archiemorarty: Aku juga mikir gitu woyyy....haeus renov 🤣
total 1 replies
Ir
NEVADA lagi muak aku sumpah, sudah ku bilang kan kemarin minjam rudal iran pada kaga percaya ikhhh
Archiemorarty: Hahahaha....sama othor pun dah muak 🤣
total 1 replies
Ir
tapi bener sih anak² pengusaha kaya Theo, Zane apa lagi ortu mereka memiliki kelompok mafia itu harus di latih sejak dini seharusnya, baik dalam bela diri atau memegang senjata, meskipun ga ada kelompok black mantis, tapi dunia bisnis itu selalu ada kecurangan, kalo hukum negara ga bisa adil maka kita bisa menggunakan hukum kita sendiri, intinya untuk melindungi keluarga dan orang² terkasih
Archiemorarty: Nah ini, alasan Phantom dibuat. karena hukum pemerintah banyak cacat, lebih lebih malah yang jadi penjahat berkedok hukum 🙄
total 3 replies
Ir
nah gini lohh maksud nya bikin cerita tuh, meski kisah black mantis udah pernah di tulis di buku sebelum nya ga ada salah nya di cerita kan ulang, selain pembaca lama ga mudah lupa juga membuat pembaca baru itu tau
" owh ini toh kisah black mantis "
kan kadang ada rider baru yg belum nemu buku lama, nemunya langsung buku sekuel buku sebelum nya, mau baca buku lama dulu nanti pasti ketinggalan cerita yg sekarang, jujur aku rider yang begitu, selesai kan cerita baru setelah tamat untuk lebih paham baru cari buku pertama nya, kadang ada penulis yang pembaca baru penasaran kan
" kalo penasaran sama cerita masa lalu baca aja yg judul nya bla bla "
haisss jujur kadang sebel aku 😁😁
Archiemorarty: harus ngulang kan jadinya bacanya lalau gitu 🙄
total 3 replies
Ir
ini Lucas masih masih trauma ga yaa kalo misal ada penyergapan lagi, apa lagi bapak Rion sama Dante udah pada Sepuh, jalan udah pake tongkat pasti, encok, rematik, asam urat, asam lambung, udah pada nemplok semua, megang senjata pun udah pasti geter²
HAHAHAHA 🤣🤣🤣
ketawa dulu sebelum di ajak perang 🥴🥴
Archiemorarty: Masih dia itu..😂
total 1 replies
tuti raniati
Luar biasa
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Jelita S
yeah udah tamat z thor,,, terimakasih thor atas ceritamu yg seru ini
Archiemorarty: Terima kasih kembali udah baca ceritanya daei awal kak 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
keren banget thoor
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya dari awal sampai akhir kak 🥰
total 1 replies
Reni Setia
udah tamat pas sesuai judulnya
makasih author untuk karya novelnya
mimief
yah..selesai
Thor eiden belum ketemu jodohnya
apalagi Cedric
piye toh🤣🤣

but anyway
terimakasih atas cerita indah nya 😍
mimief
ga cocok casing kyk gitu tapi kebucinan🤣🤣😜
shinta
sepertinya masih ada extra part, soalnya masih ada permintaan Up.... (ngarep)😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!