NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Anak Kembar / Teen School/College / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:835.5k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season 2 dari Novel "Anak Genius Milik Sang Milliarder"

Rachel dan Ronand telah beranjak remaja, kini usianya sudah menginjak 17 tahun. Rachel yang tak ingin selalu dibandingkan dengan kejeniusan Ronand, memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai saudara dan orang kaya.

Semua siswa di sekolahnya, tidak ada yang mengetahui jika Rachel dan Ronand adalah saudara kembar. Justru mereka dirumorkan sebagai pasangan kekasih karena beberapa kali terlihat dekat.

Akankah keduanya berhasil menyembunyikan identitas mereka sampai lulus sekolah? Atau semua rencana itu gagal, seiring dengan kisah percintaan mereka yang terjadi di sekolah itu?

Temukan jawabannya hanya di NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-Gara Achel

"Gara-gara Achel nih, aku jadi dikeroyok sama teman-temannya. Punya sahabat satu di negara ini, nggak ada benarnya itu otaknya. Dari dulu nggak berubah,"

"Untung berhasil kabur. Kalau ketangkap, bisa jadi ayam geprek." gumam Susan yang kini merapikan seragam sekolahnya setelah berhasil lari dari kejaran penggemar couple goals Rachel dan Ronand.

Tak disangka oleh Susan, bahwa ada yang berpikiran bahwa Ronand dan Rachel pacaran. Bahkan sebelum Rachel datang, ia sudah mendengar semua itu. Ia sudah memberitahu dengan mengelak jika mereka berpacaran. Namun anehnya, mereka tak percaya dengan ucapannya.

"Apa yang dibuat sama si Rachel dan Ronand di sekolahnya itu? Kok bisa semua orang menyangka mereka berpacaran? Aneh sekali. Sepertinya ada yang berusaha mereka sembunyikan," gerutunya sambil menghela nafasnya kasar.

"Hapus itu keringat di dahimu, Nona." Ada sebuah sapu tangan di sodorkan di depan wajah Susan. Hal itu membuat Susan yang sedang menggerutu sangat terkejut. Bahkan ia langsung menatap ke arah sang pemberi sapu tangan itu.

"Ah... Iya, terimakasih." Susan menerima sapu tangan itu dan mengusapkannya pelan pada dahinya yang berkeringat.

"Jangan menggerutu di jalanan. Lihat depan, kanan, dan kiri. Fokus, khawatirnya ada kejahatan yang mengintai." peringat seorang remaja dengan menggunakan kemeja biru dan kemudian melangkahkan kakinya pergi.

"Siapa namamu Kakak sapu tangan?" seru Susan yang ingin tahu nama dari pemberi sapu tangan itu. Namun jaraknya sudah lumayan jauh sehingga kemungkinan laki-laki itu tak mendengarnya.

"Walaupun mukanya datar dan kaya ketus gitu, tapi dia perhatian sama sekitar."

"Ah... Andai Abang Ronand juga begitu. Pasti aku udah jingkrak-jingkrak kesenangan," ucap Susan yang berharap jika sosok laki-laki yang memberikannya sapu tangan ini adalah Ronand.

Eh...

"Kakak, Mas, Bapak... Ini sapu tangannya aku kembalikan kemana?" teriak Susan saat menyadari kalau dia bukannya malah tanya nama namun harus dikembalikan kemana sapu tangan ini.

"Wah... Nggak dengar dia. Tapi arahnya ke tempat olimpiade. Apa dia panitianya? Nggak mungkin sih, orang masih muda gitu. Juga kayanya seumuran denganku," gumamnya saat melihat kemana arah jalan dari pemuda itu.

"Biarlah. Nanti kalau ketemu lagi, aku kembalikan. Aku cuci dulu," lanjutnya yang kemudian memilih pulang ke rumah.

Rasanya Susan menikmati perjalanannya kali ini. Kembali ke tanah kelahirannya dengan perubahan kota yang sangat terasa. Jalanan macet, asap kendaraan, dan debu jalan semua menjadi satu. Berbeda dengan negara yang ia tinggali selama beberapa tahun terakhir.

"Tapi aku lebih nyaman di sini. Punya teman dan keluarga yang baik juga tidak egois," gumam Susan sambil memejamkan matanya. Ia sungguh merasakan kelegaan setelah kembali ke negaranya ini.

***

"Sorry... Aku telat,"

Huh... Huh...

Seorang pemuda dengan nafas terengah-engah karena sehabis berlari berhenti di depan Rachel dan Ronand. Dia adalah Gema yang berlari dari jalan besar ke gedung tempat olimpiade dilaksanakan karena motornya mogok. Malas mencari dan pesan ojek, akhirnya dia memilih berlari.

Gempa...

Mana ada gempa?

Mana? Ayo lari,

Hindari gedung dan bangunan,

Plakkk...

"Udah dibilang jangan panggil aku gempa di tempat umum. Jadi pada panik kan? Kasihan lho mereka," omel Gema pada Rachel yang hanya cengengesan tanpa rasa bersalah.

Padahal semua orang sudah berhamburan keluar gedung karena seruan Rachel itu. Namun kepanikan itu hanya sebentar saat Ronand meminta tolong Pak Bekti untuk konfirmasi bahwa tidak ada gempa. Hal itu membuat semua orang yang berlarian sangat kesal.

Huuu...

Bikin panik orang aja,

Bencana jangan buat bercandaan,

Siapa juga yang menjadikannya candaan? Orang benar dia namanya gempa kok,

"Abang, ayo pulang. Achel malu nih," Rachel langsung menyembunyikan wajahnya di balik punggung Ronand. Apalagi melihat tatapan semua orang yang mengarah padanya.

"Makanya jangan iseng jadi orang. Nyawa lho ini. Kasihan pada panik dan lari-larian. Kalau sampai ada yang jatuh, kan bahaya." tegur Ronand pada kembarannya itu.

"Ayo pulang," rengeknya pada sang kembaran. Ia tak mau terus disudutkan.

"Lho... Udah selesai olimpiadenya?" tanya Gema yang bingung dengan ajakan Rachel pada Ronand.

"Udah. Kamunya aja yang telat. Kemarin udah tak bilang buat ikutan datang pagi kan? Ini mah udah siang," omel Rachel membuat Gema hanya bisa menghela nafasnya pelan.

Gema menatap Ronand untuk meminta pertolongan. Apapun alasannya, pasti ia akan disalahkan oleh Rachel. Padahal ia juga tak bisa datang pagi karena harus bekerja, menggantikan Ronand. Bahkan ia saja hari ini sampai membolos sekolah untuk hadir dalam meeting penting.

"Gema gantikan Abang buat meeting penting. Ini biar duitnya ngalir terus ke rekening kamu," bisik Ronand pada Rachel. Ia tak mau ada orang mendengar bahwa ia sudah bekerja dan mempunyai asisten.

"Oke deh. Asal duit ngalir ke rekeningnya Rachel mah, semua aman." ucap Rachel dengan pelan.

Pada ngomongin apa mereka? Kok pada bisik-bisik,

Onty, Uncle... Mika kok ditindalin sih?

Ini Unclenya Achel,

Unclena Mika,

Achel...

Mika...

Achel...

Huaaaa...

Cengeng...

***

"Kamu culik dan bawa perempuan ini dalam waktu 24 jam. Aku mau dia sudah ada di sini paling lambat besok," ucap seseorang yang tengah menyuruh orang untuk menculik seorang perempuan sambil menyerahkan selembar foto.

"Keluarganya aman kan?" tanya orang yang disuruh menculik.

"Aman. Dia dari kalangan orang biasa. Walaupun kemarin sempat dijemput mobil mewah, tapi itu cuma sewaan aja." ucapnya dengan yakin.

Penculik itu tak mau ambil resiko untuk menculik seseorang yang keluarganya punya pengaruh besar. Yang ada mereka malah dalam bahaya. Bayarannya tak seberapa, namun akibatnya sangat besar.

"Bagus. Sepertinya ini perempuan lemah dan manja. Jadi mudah saja, 30 juta untuk menculik perempuan ini." ucap penculik itu yang setelah memikirkan bayaran yang pantas untuk penculikan ini.

"Oke, deal."

"Tapi kalau kalian gagal, harus kembalikan itu bayarannya." ucap seseorang itu.

"Ya nggak bisa dong. Paling enggak, kasih kita uang makan dan bensin." ucap penculik itu tak terima.

"Baiklah. Aku transfer sekarang,"

Ting...

Bunyi notifikasi masuk dari ponsel penculik itu membuat mereka tersenyum bahagia. Seseorang yang menculik itu sudah membayangkan jika dendamnya akan terbalaskan. Padahal belum tentu juga jika rencananya akan berhasil.

"Tapi hati-hati dengan pacarnya. Sepertinya pacarnya itu jago bela diri. Jadi pastikan kalian menculiknya saat sendiri," ucap seseorang itu memberikan peringatan.

"Dan satu hal, jika kalian tertangkap jangan pernah bawa-bawa namaku." lanjutnya.

"Siap... Asalkan bayaran sesuai," ucap penculik itu. Setelah semua deal, seseorang itu segera pergi dari sarang penculik dengan tersenyum penuh kemenangan.

"Dasar belagu. Aku pastikan kamu hancur dan semua orang menjauhimu," gumam seseorang itu yang kemudian masuk ke dalam mobil mewahnya.

1
Anita Juwita
/Good/
ceuceu
selalu setia menunggu kisah si kembar/Drool/
Penulis Eli: sabar.. InsyaAllah minggu" depan 😬
total 1 replies
falea sezi
oalah jd Janice ini cucu nya trs mika ini cicitnya martha
Penulis Eli: iya, janice itu cucunya Oma martha. kalau mika, cicitnya 😊
total 1 replies
falea sezi
muka ini cucu nya martha apa cicit
Juli Restiarini
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭
ParyaTi Cnil
makasih thor udah dilanjut episode 2🙏👍
Jelita
ahhhh,, gk sabarrr nunggu crta barunya..
Joe JV BITREXGO
👍👍👍👍👍🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
Maryam Renhoran
Alhamdulillah,,,,happy ending,,,
Mksih yaa Thor uda sajikan bacaan yg luar biasa, sllu penasaran di stiap episode n tertawa sendiri tengah malam, sampe subuhnya trlambat...😍🙏
Sativa Kyu
👍👍👍
Aniza
semua ny aja thooor disatuin ceritany satu judul aja
black secret
okeee, aku kumpulin point dulu👍🏻
Evy
setia menungguuuu...🥰
Elin Lina
ok kak othooorr.., di tunggu ya cerita barunya si kembar
Memyr 67
𝗁𝗆𝗆𝗆𝗁 𝖺𝗅𝗏𝖺 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗅𝗏𝖺 𝗒𝗀 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗀𝗀𝗎𝗄. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖾𝗌 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂. 𝖽𝖺𝗁 𝖺𝗁. 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒 𝗍𝗁𝗈𝗋
Penulis Eli: terimakasih sudah mampir 🙏
maaf kalau masih banyak typo dan ceritanya kurang sempurna 😊
total 1 replies
Memyr 67
𝗄𝖾𝖼𝗂𝖺𝗇𝗇𝖺 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝖽𝗎𝗅𝗂𝖺𝗇 😄😄
Atze Atze
mulut besar mu ... Rachel... otaknya begoooo
Atze Atze
huh di bentak segitu aja takut..si Rachel.. bego
Sri Mulyani Yani
lanjutkan ceritanya jadi satu aja Thor biar seru
Penulis Eli: siap, bulan depan ya kaj 🙏🙈
total 1 replies
Atze Atze
kenapa diam saja mamanya Niko...tendang...pukul kepalanya..cakar wajah mantan suaminya...bego banget...jadi wanita kok lemah...kan punya tangan dan kaki..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!