Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
Setelah puas membeli sepatu, Alberto, Jane, Darren, dan Karren pergi ke toko elektronik. Darren langsung semangat. Alberto meminta manager toko menyiapakan laptop dengan kwalitas paling bagus di tokonya. Dan langsung membungkusnya untuk Darren. Darren terlihat senang.
Darren: Thankyou Daddy!!
Alberto memeluk Darren kilas dan mengusap kepala Darren. Jane hanya mengembangkan senyuman saat melihat mereka.
Mereka melanjutkan jalan jalan ke toko baju langganan Keluaraga Edden. Suasana di Mall cukup ramai. Lagi lagi suasana yang sama seperti sebelumnya. Semua mata memandang. Alberto dan keluaraga nya langsung di layani saat manager mengenali Alberto.
Manager: selamat datang Tuan Edden.
Alberto: Hallo, tolong tunjukan baju baju terbaru milik kalian untuk istri dan anak anakku.
Manager memanggil 3 pelayan untuk melayani Jane, Darren dan Karren. Dan untuk Alberto manager toko itu sendiri yang melayani.
Alberto: (berbisik di telinga Jane) pilihlah mana yang kau suka sayang. Nanti saat kau coba aku akan melihat.
Jane: oke..
Jane dan pelayan berjalan berkeliling. Sedang Karren sudah pergi semenjak pelayan melayaninya. Karren terlihat sibuk memilih. Darren terlihat hanya menggeleng saat pelayan melayaninya. Aku dari jauh tersenyum melihat anak anakku.
Manager: Tuan, apa yang anda butuhkan??
Alberto: kau sudah tau ukuran ku kan, bungkus aku semua yang terbaru.
Manager: baik tuan, ada lagi yang tuan inginkan??
Alberto: dimana aku bisa dapatkan gaun pernikahan??
Manager: Tuan tidak perlu repot mencari, kami juga menyediakan nya. Ada di ruang ujung.
Alberto: siapakan beberapa pasang untukku dan istriku. aku akan kesana. Aku menunggu istri dan anak anakku memilih pakaian mereka dulu.
Manager: baik tuan Edden. (Pergi)
Alberto menghampiri Karren.
Alberto: bagaimana sayang?? Kau suka??
Karren: suka sekali papi, aku mencintai mu papi..(memeluk Alberto)
Alberto: gadis kecil papi sayang. Papi juga mencintaimu ( melepas pelukan dan mencium kilas kening Karren) kalau sudah pilih kau bisa mencobanya di ruang ganti. Papi akan tunggu di ruang tunggu, oke?
Karren: oke(tersenyum lucu)
Alberto: tolong awasi anakku.
Pelayan: baik tuan, saya mengerti.
Alberto berjalan menghampiri Darren, belum ada baju yang dipilih oleh Darren.
Alberto: Bawakan beberapa yang terbaru dan bawa ke ruang ganti(berbicara pada pelayan)
Pelayan: baik Tuan.
Alberto: Darren, ikut papi ke ruang ganti saja jika tidak mau memilih. Pelayan akan bawakan beberapa pasang ke ruang ganti untuk dicoba.
Darren: papi duluan saja, aku mau menemani Karren. Nanti kita akan keruang ganti bersama.
Alberto: baiklah. Kalian jaga diri dan hati hati. Jangan keluar dari toko. Oke??
Darrrn: oke papi.
Alberto: jaga anakku. Jangan ijinkan orang asing mendekat atau mereka keluar dari toko.(menekankan kata katanya)
Pelayan: baik tuan, saya mengerti.
Alberto pergi mencari Jane. Dari jauh melihat Jane tersenyum cantik seketika Alberto langsung mengembangkan senyumnya sendiri. Langkahnya mendekati Jane.
Jane: sayang, kau sudah pilih bajumu,??
Alberto: sudah disiapkan di ruang ganti, kau sudah pilih pakaianmu??
Jane: sudah. Ayo kita coba sekarang.
Pelayan: saya akan bawakan ke ruang ganti baju baju anda Nyonya.
Jane : baik, terimaksih.
Alberto dan Jane berjalan bersama menuju ruang ganti. Jane merangkul lengan Alberto.
Jane: anak anak?
Alberto: Karren masih memelilih. Dan Darren menjaga Karren.
Jane: haha(tertawa) Jangan kaget jika dia membeli banyak gaun.
Alberto: meski aku harus membeli satu mall ini untuk anak anakku aku tidak akan keberatan.
Jane: kau memang papi yang sempurana sayang.
Alberto: bukan hanya papi sempurna. aku juga suami idaman bukan??(tersenyum tampan)
Jane: jangan tersenyum seperti itu di tempat umum, senyummu hanya milikku.
Alberto: semua milikku adalah milikmu sayang.
Jane: kata katamu sungguh manis Alberto. Bagaimana bisa aku tidak menyukaimu. Kau sungguh menggoda.
Alberto sampai di ruang ganti yang biasa di pakai keluarga Edden. Alberto meminta pelayan pergi. Jane mulai mencoba pakaian pilihannya. Begitu juga dengan Alberto.
Jane: sayang, bagaiman menurutmu.
Alberto: kau ingin bertemu pria mana memakai ini? (Kesal)
*menggunakan dress ketat dengan dada terbuka, Jane terlihat sangat Sexy dan Hot*
Jane: aku akan pakai ini hanya untukmu. Ayolah, boleh ya.. aku menginginkan gaun ini(mendekati Alberto)
Alberto: hmm.. boleh, tapi ada syarat.
Jane langsung menjinjit dan merangkul leher Alberto, dengan mesra Jane mencium bibir Alberto. Alberto memeluk pinggang Jane dan membalas ciuman Jane. Mereka saling berciuman mesra. Tiba tiba pintu terbuka. Dengan cepat Jane dan Alberto saling melepas ciuman mereka.
Ternyata Karren dan Darren masuk diikuti pelayan. Pelayan meletakkan baju pilihan Darren dan Karren, lalu pergi meninggalkan ruangan. Darren dan Karren mencoba baju mereka.
Alberto dan Jane saling menatap dan tersenyum. Mereka sepeti pasangan muda yang sedang kasmaran.
Setelah puas berbelanja mereka mencari makan. Barang barang yang mereka beli semua akan di kirim ke rumah keluarga Edden. Jadi tidak perlu repot.
Karren: pi, aku lapar..
Alberto: ayo kita cari makan\(tersenyum\)
Alberto berpapasan dengan pemilik mall di perjalan. Alberto melihat 5 orang asing di belakang pemilik mall. Alberto tidak menyapa dan hanya melihat, pemilik mall juga tidak menyapa hanya mengkode dengan tatapan. Darren dan Karren juga melihat hal yang aneh.
Alberto mengenal baik pemilik mall. Dan hari ini mereka memang sengaja tidak saling menyapa. Pemilik mall sudah mengkode kalau dirinya dalam masalah.
Alberto menghentikan langkahnya.
Jane: ada apa sayang?
Alberto: aku mau menghubungi boby untuk urusan kaantor. Kalian duluan saja.
Jane: ah.. baiklah, nanti aku hubungi jika aku sudah dapatkan tempat makannya.
\(Pergi meninggalkan Alberto dan berjalan menggandeng tangan anak anaknya\)
Darren dan Karren saling menatap.
Karren: mami aku mau roti bakar, kita makan di cafe itu saja.
Darren: iya mami, aku mau minum vanila latte.
Jane: baik, mami akan turuti kalian.
Jane dan si kembar masuk dalam cafe. Suasana cafe nyaman dan aman menurut Darren dan Karren bagi maminya. Darren mengirim pesan pada papinya.
\[Pi, papi dimana? Kami akan membantu. Kami akan cari informasi tentang mereka\]
\(Kirim\)
~~
Daddy
\[Papi berada jauh beberapa blok dari ruang informasi. Ruang informasi sudah di ambil alih. Kalian jangan gegabah! Kita bertemu di pusat informasi di lantai dasar 10 menit lagi. Papi akan kirim asisten papi untuk menjaga mami. Kalian tunggu asisten papi baru datang temui papi. Jangan tinggalkan mami sendiri. Ok?\]
~~
Ok papi. Siap lakasanakan perintah!
\(Kirim\)
~~
Darren: K Siaga.
Karren: Ok!
Jane: hei, kalian bicara apa? Siaga apa?
Darren: siaga menjaga mami.
Karren: iya mami. Kami akan menjaga mami.
Karren mengirim pesan pada Alexander.
\[Paman, tolong kirim peralatanku. Di Mall XX ada beberapa orang jahat yang menggagu pemilik Mall. Kami akan dalam misi penting!\]
\(Kirim\)
~~
Paman Alex
\[Baik, paman akan segera datang\]
~~
\[Terimkasih paman❤\]
\(Kirim\)
~~
Paman Alex
\[Tunggu paman datang, jangan ambil tindakan berbahaya❤\]
~~
\*Alex datang keinggris dan menetap dimarkas yang ada di inggris, alex datang untuk ikut acara pemakanan opa Darren dan Karren\*
♡♡♡♡
CAFE
Boby menemukan keberadaan Darren. Darren mengirim lokasi pada Boby.
Boby: Hallo.
Jane: Boby, Alberto kemana??
Boby: kami sudah ada janji bertemu disini nyonya. Tuan masih membeli kue di bawah untuk Nona kecil dan tuan muda.
Karren: ah, aku akan menemui papi dan memilih kue.
Darren: aku juga ikut, mami kami turun dulu. Mami disini dengan paman ya.
Karren: paman, jaga mami dulu ya. Kami akan segera kembali.
Karren dan Darren segera berlari meningglakan cafe. Karren mendapat panggilan dari Alex.
Karren: Hallo paman?
Alex: paman ada di parkiran bawah tanah, kalian kemarilah. Paman kirim
Lokasinya pada ponselmu.
Karren: baik, aku akan datang.
\(Memutus panggilan\) ayo Dao kita ambil perlengakap kita
Darren dan Karren berlari, mereka menggunakan Lift untuk turun ke parkiran bawah tanah. Pintu Lift terbuka, Darren dan Karren lansung keluar dari Lift dan msncari mobil Alex. Mereka melihat dan mendekati mobil dengan hati hati dan waspada.
Karren mengetuk kaca mobil perlahan. Pintu mobil terbuka, Darren dan Karren lansung masuk dan menutup kembali pintu mobil. Mereka langsung memasang rompi anti peluru dan mengganti sepatu mereka. Karren mengikat rambutnya erkor kuda agar bebas bergerak. Karren memasang sarung tangan khususnya. Begitu juga Darren. Mereka memasang alat komunikasi di telinga dan alat pelacak pada diri mereka masing masing.
Darren menggunakan laptop yang ada di mobil, meretas kamera pengawas mall. Agar bebas bergerak, karena anggota teget sudah menguasai sistem keamanan.
Karren membuka tasnya dan memadang perlengkapan di dalamnya. karren memasukan dua pisau, jarum racun dan serbuk gatal dalam sepatunya. Sepatu Karren di desain khusus untuk pekerjaanya. Dan dua pistol di pinggangnya. Karren siap.
Ponsel Derren berdering, panggilan dari Alberto. Darren sedang sibuk, Karren mengangkat panggilan.
Karren: Hallo pi.
Alberto: kalian dimana? Papi di pusat informasi di lantai dasar.
Karren: kami di parkiran bawah tanah, papi kemarilah aku akan kirimkan lokasi \(memutus panggilan\)
Karren mengirim lokasi pada Alberto.
Tak lama Alberto datang dan masuk ke dalam mobil.
Karren: papi pakailah ini\(memeberikan rompi anti peluru\)
Alberto: \(kaget melihat penampilan Karren,menerima rompi dan tersenyum\) terimakasih sayang, papi hampir tak mengenalimu.
Karren: hahaha\(tertawa\) aku kelihatan lebih dewasa dengan penampilan seperti ini?? Oh ya papi, yang didepan itu namanya paman Alex.
Alberto memalingkan wajah. Alex memiringkan topinya menutupi wajah sampingnya.
Alberto: \(membuka topi\) Alexsander Audrew. Jangan sembunyikan dirimu lagi.
Alex: lama tidak berjumpa kawan lama \(memalingkan wajahnya\)
Karren: kalian saling mengenal??
Alberto: dia senior papi saat di agen rahasia. Kau yang melatih anak anakku??
Alex: ya, pada awalnya aku tidak tau jika mereka anakmu. Sampai saat kita bicarakan misi mutiara hitam. Si tampan minta data pemilik asli, saat aku serahkan si tampan berkata jika Sanjaya Dan Edden adalah opa opa mereka.
Alberto: thanks, kau jaga anak anakku lex.
Alex: kau jangan sungkan, aku juga menganggap mereka seperti anak anakku.
Alberto: baik, ayo kita mengulang kejadian 20 tahun silam lex.
Alex: siap!! Catik, beri paman rompi juga.
Alberto dan Alex bersiap, Darren masih sibuk meretas sedari tadi pandangannya tak berpaling.
Darren: yes!! Berhasil. \(Merasa puas\)
Alberto: apa yang kau lakukan??
Darren: aku sudah menguasai jaringan mall, kita bisa melihat mereka.\(menunjukan rekaman kamera pengawas di mall\)
Alberto: lihat kamera di salam ruang presdir. Apa yang terjadi?
Darren: baik, Darren mencari dan menemuka\(Darren memperlibatkan pada papinya\)
Alberto melihat, dan msngamati beberapa kali tangannya bergerak menekan keyboard.
Alberto: baik, kita bagi tugas saja. Karena yang di dalam ruang presdir hanya 2 orang Darren dan Karren masuk selamatkan paman Grey. Papi akan pancing penjaga penjaga di depan pintu. Dan kau lex, urus mereka yang ada di ruang informasi dan beri informasi pada seluruh staf dan pengunnung mall. Oke??
Darren,Karren: oke!!
Alex: siap!!
Alberto: Go.. \(memerintah\)
Alberto membuka pintu mobil, mereka semua turun. Mereka bergerak naik dalam lift. Mereka sudah tidak takut lagi karena kamera pengawas sudah di retas, jadi jaringan mall sudah pasti kacau.
Pintu lift terbuka, merka langsung keluar dan berpencar. Alberto dan anak anak ke kanan, Alex ke kiri. Alberto memberi kode dengan tangan agar anak anak berhenti dan tetap tinggal. Alberto bergerak dan berlari, penjaga penjaga melihat dan berlari mengejar Alberto.
Alberto: D,K Mmasuk!! \(Memerintah\)
Darren,Karren: siap!! \(Berlari mendekati ruangan\)
Di depan ruangan, Darren mencoba membuka pintu, tapi tidak bisa. Pintu dikunci.
Karren: minggirlah, \(karren mundur beberapa langkah dan berlari, dengan sekuat tenaga mendobrak pintu\)
Pintu terbuka, 2 orang penjaga kaget.
"Hei nak, ini bukan tempat kalian, kalian mencari siapa?"
Darren: kami datang ingin menolong paman.
"Hahaha.. anak anak mau menolong bagaimana hah??"
Kedua orang itu menyerang Darren dan Karren, mereka bertarung. Darren tidak semahir Karren jadi sempat beberapa kali tidak mampu menghindari pukulan.
Karren mempercepat gerakannya dan membuat musuhnya tersungkur. Karren menendang kepala musuh Darren saat ingin memukul wajah Darren.
Karren: beraninya kau sentuh wajah pangaranku?? \(Kesal\)
Darren: thankyou!! \(Tersenyum\)
Karren: kau harus berlatih denganku setiap hari pangeran. Jika begini bagaimana bisa kelak kau melindungi wanitamu??
"Kalian anak anak dari mana??"
"Siapa yang mengirim kalian?"
"Kalian bukan anak anak biasa"
Karren: itu tidak penting kami dari mana, asalkan paman jahat berikan paman Grey pada kami, maka kalian hanya akan di tangkap polisi tanpa menahan rasa sakit karena pukulanku.
"Cih.. anak kecil mau macam macam dengan kami yang sudah dewasa??"
Karren: D selamatkan paman Grey, mereka berdua aku yang urus. \(Memberi pistol dari belakang, agar penjaha didepan mereka tidak tahu\) kau jaga dirimu baik baik.. saat mereka mendekat, kau cepatlah gunakan kesempatan menolong paman Grey.\(berbisik\)
Darren:\(menggenggam erat pistol\) baik, maaf K aku tak bisa membantu.\(berbisik\)
"Ada kalian berbisik?"
"Kalian rindu papa dan mama kalian?"
Karren: ayolah paman, permainan paman terlalu mudah bagi kami.
Penjahat itu menyerang, Karren langsung maju mwnghadapi. Karren bertarung melawan dua orang. Darren mengendap dengan cepat membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Grey. Grey membuka perekat dimulutnya.
Darren: paman Grey, aku dan adikku datang menyelamatkanmu. Ayo paman kita keluar.
Darren membawa Grey berjalan cepat keluar.
"Tawanan di bawa kabur, ayo cepat bereskan anak ini"
Mereka menyerang bertubi tubi, karren berhasil menghindar. Karren naik ke atas meja dan menendang dada salah satu musuh hingga tersungkur.
Penjahat yang satu menahan kaki Karren saat menendang dan memukul kaki Karren kuat.
Karren: aaaahhh.. \(berteriak\)
Karren menahan rasa sakit, sakit sekali di lututnya.
Karren mencoba membuat pertahanan.
Karren memutar badan dan menendang wajah penjahat dengan kaki yang satunya. sehigga Karren tersungkur ke lantai setekah menendang. Karren perlahan berdiri menahan rasa sakit di kakinya. badannya gemetaran.
"Akan nakal, jangan harap bisa bertemu papa dan mama mu lagi"
Penjahat menyerang lagi. Penjahat mendekap Karren dari belakang, Karren tak bisa bergerak.
"hahaha.. kau mau apa sekarang gadis kecil?"
Karren: sial karena lututku sakit, gerakanku melambat, aku harus bisa melarikan diri\(dalam hati\)
Karren menaikan kakinya dan mengambil pisau disepatunya dengan cepat menusuk paha penjahan yang mendekapnya.
Dengan cepat Karren memukul leher samping penjahat yang ada dibelakangnya sehingga tersungkur.
"ahhh sakiit" \(penjahat mengerang\)
Karren menendang kaki penjahat yang didepannya sehingga berlutut dan memukul tengkuk penjahat itu dengan sikunya. penjahat itu tersungkur dilantai. Karren terenggah engah. Lututnya terasa sakit sekali. Dia berjalan perlahan menyeret kaki kanannya. Karren kesulitan berjalan.
\(Selamat Membaca😉\)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja