NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kebangkitan yang naga tiran

​Malam-malam di Istana Naga kini menjadi saksi dari sebuah proses pemulihan yang di luar nalar manusia biasa. Di tengah keheningan kamar yang masih menyisakan aroma samar besi dari darah, Kaisar Jian Feng duduk bersila di atas ranjangnya. Ia tidak lagi terbaring lemah. Dengan dada yang masih terbebat perban, ia memejamkan mata, memusatkan seluruh energi Qi atau tenaga dalamnya untuk menyembuhkan jaringan tubuh yang rusak akibat serangan sihir hitam Kaelen.

​Mei Lin duduk di sudut ruangan, memperhatikan dalam diam. Ia melihat uap tipis berwarna kemerahan mulai keluar dari pori-pori kulit Jian Feng. Suhu di dalam ruangan itu meningkat drastis, membuat keringat dingin mengucur di pelipis Mei Lin. Setiap kali Jian Feng menghela napas, terdengar getaran rendah yang membuat barang-barang porselen di atas meja sedikit bergetar. Sang Kaisar sedang bertarung melawan maut di dalam tubuhnya sendiri, memaksa sel-selnya untuk tumbuh kembali dengan kecepatan yang menakutkan.

​Seminggu berlalu dalam rutinitas yang menyesakkan itu. Mei Lin tidak pernah diizinkan keluar dari kamar. Ia adalah pelayan, perawat, sekaligus saksi bisu kebangkitan kembali sang monster.

​Pada fajar hari ketujuh, Jian Feng membuka matanya. Sorot matanya tidak lagi redup atau lemah; matanya menyala dengan ketajaman yang sanggup mengintimidasi siapa pun. Ia berdiri dengan perlahan, lalu dengan satu gerakan kasar, ia merobek seluruh perban yang melilit dadanya. Mei Lin terkesiap hingga menutup mulutnya. Luka menganga yang seminggu lalu terlihat begitu fatal, kini hanya menyisakan garis merah tipis yang samar, seolah-olah cedera itu tidak pernah terjadi.

​Jian Feng meregangkan otot-ototnya, dan suara gemeretak tulang terdengar seperti guntur kecil. "Kaelen berpikir dia bisa menjatuhkanku dengan trik murahannya," gumamnya dengan suara yang kembali berat dan berwibawa.

​Suasana hati Jian Feng berubah drastis. Jika sebelumnya ia dipenuhi amarah yang meledak-ledak dan tak terkendali, kini ia tampak jauh lebih tenang, namun ketenangan itu jauh lebih mematikan. Ia telah mendapatkan kembali fokusnya. Kabut emosi yang membuatnya membantai pelayan secara sembarangan telah sirna, digantikan oleh pemikiran strategis yang dingin.

​"Panggil Penasihat Han dan para jenderal tertinggi," perintah Jian Feng kepada penjaga di luar pintu tanpa menoleh. "Sampaikan bahwa sang Kaisar telah kembali. Kita akan segera memulai persiapan perang terakhir untuk meratakan Hutan Kegelapan."

​Mei Lin mendekat dengan ragu, membawakan jubah kebesaran sang Kaisar. Saat ia menyampirkan kain sutra berat itu ke bahu Jian Feng, tangan kuat sang Kaisar tiba-tiba menangkap jemari Mei Lin. Kali ini, cengkeramannya tidak menyakitkan, namun sangat tegas.

​"Kau lihat, Mei Lin? Aku tidak akan pernah mati sebelum aku memiliki segalanya, termasuk kesetiaanmu yang sepenuhnya," ucap Jian Feng sambil menatap pantulan mereka di cermin besar.

​Sepanjang hari itu, Mei Lin dipaksa berdiri di samping singgasana saat Jian Feng memimpin rapat besar. Di atas meja peta yang luas, Jian Feng menunjuk titik-titik pertahanan Kaelen dengan presisi yang menakutkan. Ia merencanakan taktik pengepungan, penggunaan panah api untuk membakar kabut hitam, dan pengerahan pasukan garis depan yang tak akan menyisakan satu pun pohon berdiri di wilayah Kaelen.

​Mei Lin melihat perubahan ini dengan ngeri. Jian Feng yang fokus adalah Jian Feng yang tak terkalahkan. Rencana perang berjalan sangat lancar, logistik dipersiapkan dengan efisien, dan moral para prajurit kembali membubung tinggi melihat pemimpin mereka pulih dengan ajaib.

​Meski Jian Feng memperlakukannya dengan lebih "lembut" sejak kepulihan itu—selalu memastikan Mei Lin mendapatkan makanan terbaik dan pakaian terindah—Mei Lin tahu bahwa ini hanyalah bagian dari taktik Jian Feng untuk menguncinya lebih dalam. Ia bukan lagi sekadar pelayan; ia telah menjadi simbol kemenangan bagi Jian Feng. Selama perang besar ini direncanakan, Mei Lin menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa lari lagi, karena sang naga kini telah benar-benar terbangun dan siap menghanguskan siapa pun yang mencoba memisahkan mereka.

bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!