NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

menceritakan perjalanan waktu saka,yang berusaha mengubah masa depan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 Partitur Sunyi di Dimensi Bayangan

Bandung tetap berdenyut seperti biasa, namun bagi Saka, kota ini kini terasa seperti film bisu. Sebagai The Ghost Guard, ia berada di sana, tetapi frekuensi keberadaannya bergeser beberapa milidetik dari realitas primer. Ia bisa melihat orang-orang, namun mereka hanya melewatinya seperti melewati udara kosong. Ia tidak lagi butuh makan atau tidur, namun ia butuh "jangkar" agar jiwanya tidak benar-benar menguap ke dalam kehampaan.

Saka berdiri di koridor SMA Garuda, tepat di samping Anita yang sedang membereskan buku di lokernya. Ia melihat wajah Anita yang tampak bingung, jarinya berulang kali menyentuh kertas bertuliskan "Jalan Braga, 10 September".

"Aku di sini, Nit," bisik Saka. Suaranya hanya berupa semilir angin di telinga Anita.

Anita tersentak, menoleh ke sekeliling dengan cepat. "Siapa itu?" gumamnya. Meskipun ia tidak bisa melihat Saka, energi Perpustakaan Hidup di dalam darahnya memberikan sensitivitas luar biasa. Anita bisa merasakan "berat" udara yang berbeda di dekatnya.

Tugas pertama Saka sebagai hantu muncul lebih cepat dari perkiraannya. Di sudut perpustakaan sekolah, ia melihat getaran udara yang tidak wajar. Sesosok makhluk kecil menyerupai gumpalan tinta dengan ratusan mata mikroskopis—seorang Void Scavenger (Pencuri Kekosongan)—sedang mencoba masuk ke dalam tas Anita. Makhluk ini adalah parasit kelas rendah yang memakan sisa-sisa energi Alexandria yang tertinggal pada benda-benda milik Anita.

Saka mencoba mencengkeram makhluk itu, namun tangannya tembus. Sebagai hantu, ia tidak bisa menyentuh apa pun yang memiliki massa fisik di dunia nyata secara langsung.

"Sial," umpat Saka. "Aku harus menggunakan frekuensi yang sama."

Saka memejamkan mata, memusatkan Tinta Keabadian dalam aliran darah bayangannya. Ia melakukan Phasing—menyelaraskan molekul jiwanya dengan energi parasit tersebut. Seketika, tangan Saka menjadi padat di dimensi bayangan. Ia mencengkeram makhluk itu dan meremasnya hingga pecah menjadi butiran cahaya hitam.

Namun, tindakan itu menciptakan riak energi yang besar. Anita, yang berada dua meter darinya, tiba-tiba jatuh berlutut sambil memegangi kepalanya.

"Ahhh! Sakit!" teriak Anita.

Saka panik. Ia menyadari bahwa setiap kali ia bertarung di dimensi bayangan dekat Anita, pengetahuan Alexandria di otak Anita akan bereaksi secara kasar. Anita adalah antena bagi kekuatannya, namun antena itu belum memiliki perlindungan.

Malam harinya, Saka memutuskan untuk melakukan tindakan nekat. Ia menyusup ke kamar Anita melalui jendela yang terbuka. Ia melihat Anita sedang tertidur gelisah, memegang erat arloji saku perak pemberian Saka (yang kini dianggapnya sebagai benda antik tanpa asal-usul).

Saka tidak bisa bicara padanya, tapi ia bisa menggunakan Dream-Walking.

Ia menyentuh dahi Anita dengan jari peraknya. Seketika, kesadaran mereka bertemu di sebuah ruang mimpi yang menyerupai taman di Jalan Braga yang penuh dengan bunga melati putih.

"Saka?" Anita terperangah melihat sosok pemuda itu berdiri di depannya. Di dalam mimpi, Anita bisa melihatnya dengan jelas. "Kamu... kamu benar-benar nyata? Kamu bukan sekadar bayangan?"

"Nit, dengarkan aku baik-baik," Saka memegang kedua bahu Anita. "Waktu kita terbatas di sini. Kamu dalam bahaya. Pengetahuan yang aku titipkan di dalam dirimu adalah magnet bagi makhluk-makhluk yang lebih mengerikan dari yang pernah kamu bayangkan. Aku adalah pelindungmu, tapi aku tidak bisa menyentuh dunia nyata. Aku butuh kamu menjadi Penerjemahku."

"Penerjemah? Apa maksudnya?"

"Aku akan melatihmu untuk melihat apa yang aku lihat. Aku akan melatihmu untuk menggunakan energi Alexandria bukan sebagai beban, tapi sebagai senjata. Kita akan menjadi satu tim: Aku yang bertarung di bayangan, dan kamu yang mengunci mereka di dunia nyata."

Saka mulai mengajari Anita teknik Synchronized Breathing. Ia menunjukkan bagaimana cara mengalirkan energi perak dari jantung ke ujung jari. Di dalam mimpi itu, mereka berlatih selama berjam-jam, namun di dunia nyata, hanya beberapa detik berlalu.

Tiba-tiba, taman mimpi itu retak. Sesosok bayangan besar dengan jubah compang-camping muncul di cakrawala mimpi. Itu adalah The Collector, entitas tingkat tinggi dari Zona Nol yang bertugas mengumpulkan artefak-artefak yang melanggar hukum alam.

"Pencuri... berikan kembali pengetahuan itu..." suara The Collector merobek kedamaian mimpi mereka.

"Bangun, Nit! Bangun sekarang!" teriak Saka.

Anita terbangun di kamarnya dengan napas tersengal. Keringat membasahi dahi. Namun, kali ini ada yang berbeda. Ketika ia melihat ke sudut ruangan yang gelap, ia tidak lagi melihat kegelapan biasa. Ia melihat sesosok hantu jubah compang-camping sedang berdiri di sana. Dan di samping hantu itu, ia melihat siluet perak seorang pemuda yang sangat ia cintai.

Anita berdiri, mengarahkan tangannya ke arah The Collector. Sebuah simbol kuno Alexandria bersinar di telapak tangannya.

"Keluar dari kamarku," ucap Anita dengan suara yang berwibawa, persis seperti suara Saka saat di Alexandria.

Sebuah gelombang energi perak menghantam The Collector, melempar entitas itu keluar melalui dinding dimensi. Saka, di dimensi bayangan, segera mengejarnya dan memberikan pukulan penutup yang menghancurkan entitas tersebut menjadi debu kosmis.

Setelah pertarungan selesai, suasana kamar kembali tenang. Anita menatap ke arah siluet perak Saka. Ia tidak bisa menyentuhnya, tapi ia bisa melihat matanya.

"Kita mulai sekarang, kan?" tanya Anita.

Saka mengangguk. Ia menuliskan sebuah kalimat di udara yang hanya bisa dibaca oleh Anita: "Sampai detik terakhir, aku tidak akan membiarkanmu terluka."

Kini, duet maut antara Sang Hantu dan Sang Perpustakaan Hidup telah lahir. Bandung mungkin tampak tenang, namun di balik lapisan udaranya, sebuah perang besar untuk menjaga memori dunia baru saja dimulai.

1
Fadhil Asyraf
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!