NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Langkah Kirana terasa lebih cepat dari biasanya ketika ia menyusuri jalan kecil menuju warung makan milik Dina yang terletak tak jauh dari kantor kecamatan. Matahari belum terlalu tinggi, tapi panasnya sudah menyengat kulit. Keringat tipis membasahi pelipisnya, entah karena cuaca atau karena perasaan tak menentu yang sejak tadi menggerogoti dadanya.

Pesan Dina pagi tadi terngiang kembali di kepalanya.

[Ki, ke warung sebentar, ya. Ada hal penting yang harus aku omongin. Penting banget.]

Tidak ada emotikon. Tidak ada candaan seperti biasanya. Hanya kalimat singkat yang membuat Kirana gelisah sepanjang perjalanan.

Begitu sampai, Kirana melihat Dina berdiri di balik etalase, sedang menyusun piring-piring bersih. Senyum lebar langsung terbit di wajah wanita itu ketika melihat Kirana datang.

Kirana yang sudah mengenal Dina bertahun-tahun bisa menangkap sesuatu yang berbeda di balik senyum itu. Ada ketegangan yang disembunyikan.

Di salah satu sudut warung, Meli duduk dengan kedua tangan terlipat di atas meja. Wajahnya serius, matanya sembap seperti kurang tidur.

“Kirana,” sapa Dina hangat. “Duduk sini, ya.”

Dina menarik kursi, lalu meletakkan tiga gelas teh tawar di atas meja. Suara kursi yang bergeser dan beradu dengan lantai terdengar nyaring di telinga Kirana, membuat jantungnya berdegup lebih kencang.

“Kita bicara di sini saja,” kata Dina pelan. “Mumpung belum banyak pembeli.”

Kirana mengangguk, lalu duduk. Tangannya reflek menggenggam tali tas kain yang selalu ia bawa ke mana-mana. Ia menatap Dina dan Meli bergantian.

Meli menarik napas panjang. Tatapannya kosong sejenak, lalu kembali fokus pada Kirana.

“Mungkin,” ucap Meli akhirnya, suaranya terdengar berat dan tatapannya nanar, “apa yang akan kita bicarakan ini kurang menyenangkan buat kamu, Ki.”

Dada Kirana langsung terasa mengencang.

“Tapi,” sambung Dina cepat, seolah ingin menopang, “kita merasa kamu harus tahu.”

Dina mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Kirana erat. Hangat, tapi gemetar. Seolah Dina yang justru membutuhkan kekuatan.

“Memangnya ada apa?” tanya Kirana. Nada suaranya terdengar tenang, namun hatinya mulai berdebar tak karuan.

Dina dan Meli saling pandang. Ada keraguan yang nyata di antara mereka. Sebuah keraguan yang biasanya muncul sebelum seseorang menyampaikan kabar buruk.

Akhirnya, Dina mengangguk kecil ke arah Meli.

Meli menelan ludah.

“Beberapa waktu lalu, aku pergi ke mal. Sendirian, karena cuma mau cari sandal.”

Kirana diam, menunggu.

“Di sana aku lihat Mas Rafka.”

Jantung Kirana seolah berhenti berdetak sesaat. Sesak dan berat itu yang kini dia rasakan.

“Dia enggak sendiri,” lanjut Meli lirih. “Dia sama kakakmu.”

Udara di sekitar Kirana terasa menipis. Suara di warung mendadak menjauh, seolah ia berada di dalam ruang hampa.

“Mereka jalan bareng,” sambung Meli. “Bukan seperti ipar.”

Meli menunduk, matanya berkaca-kaca,

“Ki, mereka bergandengan tangan. Kadang Mas Rafka merangkul bahu kakakmu. Dan Mbak Kinanti kelihatan nyaman melakukan itu sama suamimu.”

Kirana mematung. Bibirnya terbuka sedikit, tapi tak ada suara yang keluar. Tangannya yang digenggam Dina terasa dingin.

“Sepertinya ....” lanjut Dina ikut menimpali, matanya berkaca-kaca, “mereka berselingkuh, Ki.”

Kalimat itu seperti palu godam yang menghantam dada Kirana. Air matanya jatuh tanpa aba-aba. Satu tetes. Lalu dua. Lalu mengalir deras.

“Aku juga sering lihat mereka naik motor bareng,” tambah Dina, suaranya nyaris berbisik. “Kinanti memeluk Mas Rafka erat banget. Seperti orang yang punya hubungan khusus.”

Air mata Kirana jatuh begitu saja. Padahal dia merasa sudah lelah menangis beberapa hari yang lalu. Namun, kini cairan bening itu kembali bercucuran karena sesuatu yang tidak dia sangka. Tangannya gemetar, napasnya tersengal.

“Aku yakin mereka sudah mengkhianati kamu,” kata Meli, nada suaranya tegas, marah, tapi juga penuh kepedihan.

“Ki,” Dina menekan tangan Kirana lebih erat. “Kamu jangan jatuh terpuruk. Kamu enggak pantas nangisin orang-orang yang tega nusuk kamu dari belakang.”

Kirana menggeleng pelan. Dadanya terasa nyeri, seperti ada tangan tak terlihat yang meremas jantungnya kuat-kuat.

“Sudah dua minggu ini ....” ucap Kirana dengan suara yang tercekat, “aku tahu.”

Dina dan Meli langsung menatapnya kaget.

“Apa?” seru mereka hampir bersamaan.

“Awalnya aku cuma curiga,” lanjut Kirana lirih. “Hal-hal kecil. Pesan masuk. Waktu yang berubah. Kebohongan kecil yang berulang.”

Kirana mengusap air matanya kasar. “Lalu aku cari tahu. Pelan-pelan. Dan yang aku temukan ....” ucap dia suaranya nyaris hilang, “… hubungan mereka bukan sekadar ipar.”

Meli menutup mulutnya dengan tangan. Dina menggelengkan kepala, tak percaya.

“Gila!” gumam Meli. “Terus kamu diam saja?”

“Bukan diam,” bantah Kirana. “Aku cuma belum punya bukti kuat. Bukti yang enggak bisa mereka patahkan.”

Kirana menatap meja kosong di depannya. “Kalian tahu sendiri Mbak Kinanti seperti apa. Pintar bicara. Pintar memutarbalikkan keadaan. Mas Rafka pun sekarang pandai berbohong.”

Dina menghela napas panjang. “Sial. Jadi kamu sendirian nanggung semua ini.”

Meli mengepalkan tangan. “Kita mata-matai saja mereka. Bergantian. Aku siap.”

Kirana tersenyum pahit. “Aku sudah pernah melakukan itu.”

Istrinya Rafka menegakkan punggung, seolah mengumpulkan sisa tenaga. “Tapi aku enggak bisa mengikuti dan mengawasi mereka seharian. Aku masih harus urus Gita. Belum lagi orang tua dan mertua yang sering datang, minta dimasakan ini-itu. Seolah aku enggak punya pekerjaan.”

Meli dan Dina terdiam. Wajah mereka mencerminkan kemarahan sekaligus iba.

“Selama ini,” lanjut Kirana, “orang-orang lihat rumah tanggaku baik-baik saja. Harmonis. Enggak ada yang tahu kalau aku tidur sambil nangis hampir tiap malam.”

Dina mengusap punggung tangan Kirana perlahan.

“Kalau nanti,” tanya Dina hati-hati, “kamu sudah dapat bukti yang enggak bisa mereka bantah, apa yang akan kamu lakukan?”

Kirana mengangkat wajahnya. Matanya merah, tapi sorotnya mulai tegas.

“Aku ingin berpisah.”

Meli menarik napas tajam.

“Tapi ....” Kirana terdiam sejenak, suaranya melemah, “aku mikirin Gita.”

Kirana tersenyum getir. “Dia dekat banget sama papanya. Dunia dia itu Mas Rafka. Kalau kami berpisah aku enggak tahu bagaimana menjelaskan ke anak sekecil itu kenapa orang tuanya berpisah.”

Dina paham dengan perasaan itu karena dia juga bertahan dengan rumah tangganya karena anak. Dia tidak tega melihat anak-anaknya terluka akan perceraian kedua orang tuanya. Dia berpikir mungkin setelah anak-anaknya mengerti, baru dia akan memilih perpisahan.

“Aku juga bertahan karena anak,” ucap Dina lirih. “Kadang kita lupa bahagia, asal anak-anak kita merasa utuh.”

Meli menatap Kirana penuh empati. “Apa kamu dan Mas Rafka sering bertengkar sekarang?”

“Enggak,” jawab Kirana singkat. “Paling cuma diam-diaman. Dia lebih sering main sama Gita. Seolah menutup rasa bersalah.”

Meli menghela napas. “Aku lihat Gita anak yang cerdas dan mudah memahami sesuatu. Mungkin dengan memberi pengertian kepadanya, dia enggak akan marah jika kamu memilih perceraian, Ki,” kata Meli lagi.

Kirana terdiam lama. Selain kebahagiaan Gita, dia juga memikirkan kesehatan mental anak semata wayangnya itu.

Di benaknya terbayang wajah Gita yang tertawa lepas saat digendong ayahnya. Terbayang Ara—keponakannya—yang mungkin kelak akan dipanggil “adik” oleh Rafka. Terbayang dirinya berdiri di kejauhan, menatap kebahagiaan yang bukan lagi miliknya. Air matanya kembali jatuh.

“Yang paling aku takuti,” ucap Kirana nyaris berbisik, “bukan kehilangan suami.”

Kirana menutup mata, air matanya mengalir di pipinya yang mulus.

“Tapi melihat Rafka jadi ayah untuk anak lain, sementara Gita hanya bisa menatap dari kejauhan.”

Dina dan Meli saling pandang. Tak ada lagi kata yang bisa menjadi penghibur.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!