NovelToon NovelToon
Ingat Aku Meski Kau Lupa

Ingat Aku Meski Kau Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Rebirth For Love / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:895
Nilai: 5
Nama Author: jaaparr.

Hellowwww
Ini adalah novel pertama sayaa.
Semoga sukaa ya 😍🙏

Sinopsis:
Bercerita tentang dua pasangan yang bucin banget di sekolah. Namun, karena suatu hal menyebabkan hubungan mereka menjadi renggang hingga ada di pinggir jurang, bahkan setelah jatuh pun mereka masih dihadapkan pada ribuan masalah.
Masalah apa ya kira-kira?
Yuk dibaca langsung ajaa!

Donasi ke aku:
Saweria: parleti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jaaparr., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Awal Kisah Baru

Pov orang ke tiga.

Asha berjalan dengan langkah yang sempoyongan meninggalkan atap sekolah. Air matanya terus mengalir tanpa bisa ia hentikan.

Kakinya melangkah tanpa arah yang jelas, hanya ingin menjauh dari tempat itu. Menjauh dari Arsa yang baru saja mengakhiri semuanya.

"Ini semua salah gw... Semua gara-gara gw..." gumam Asha dengan suara yang tercekat.

Ia berjalan menuju toilet perempuan yang sepi. Begitu sampai di sana, ia langsung masuk ke salah satu bilik dan menutup pintunya.

Asha jatuh berlutut di lantai toilet. Tangannya menutup mulutnya sendiri, menahan agar tangisannya tidak terdengar keluar.

Tapi itu percuma. Isakan tangisnya tetap pecah begitu saja.

"Arsa... Kenapa... Kenapa harus seperti ini..." isak Asha dengan suara yang penuh kesedihan.

Semua kenangan mereka berdua terputar di kepalanya. Mulai dari saat pertama kali mereka jadian, sampai detik-detik terakhir sebelum kecelakaan itu terjadi.

"Andai aja... Andai aja waktu itu gw gak egois... Pasti sekarang kita masih bahagia..." sesal Asha sembari memukul lantai dengan tangannya.

🌷🌷🌷🌷

Sementara itu, di atap sekolah, Arsa masih berdiri mematung di tempat yang sama.

Ia menatap kosong ke arah pintu di mana Asha baru saja pergi. Dadanya terasa begitu sesak, seolah ada sesuatu yang mencengkeram jantungnya.

"Kenapa... Kenapa rasanya sakit banget ya..." gumam Arsa sembari memegang dadanya.

Ia duduk di lantai atap sembari memeluk lututnya sendiri. Matanya menatap kosong ke langit yang mulai berawan.

'Apa aku salah? Apa keputusanku ini benar?' batin Arsa dengan perasaan yang campur aduk.

Tapi sebelum ia sempat memikirkan lebih lanjut, kepalanya kembali terasa sakit.

"Argh..." erang Arsa pelan.

Dalam bayang-bayang penglihatannya, ia melihat sekilas wajah Asha yang tersenyum. Tapi kali ini lebih jelas dari sebelumnya.

"Aku akan selalu menunggu kamu, Arsa. Apapun yang terjadi" kata Asha di dalam bayangan itu.

Lalu semuanya hilang lagi, meninggalkan Arsa dengan rasa sakit yang semakin hebat.

🌷🌷🌷🌷

Bel pulang sekolah berbunyi. Asha keluar dari toilet dengan wajah yang sudah ia cuci berkali-kali.

Matanya masih sembab, tapi ia berusaha berjalan dengan tegak. Ia tidak mau terlihat lemah di hadapan orang lain.

"Sha!" panggil Cinta yang tiba-tiba muncul dari arah koridor.

Asha berhenti melangkah. Ia menatap Cinta dengan tatapan yang kosong.

Cinta yang melihat wajah Asha langsung tahu bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.

"Asha... Lo... Lo nangis?" tanya Cinta dengan nada khawatir sembari mendekat.

Asha menggeleng pelan. "Enggak kok. Cuma kemasukan debu aja."

"Jangan bohong sama gw, Sha. Gw tau kamu dari kecil" kata Cinta dengan nada yang lebih serius.

Asha terdiam. Bibirnya bergetar, menahan agar tidak menangis lagi.

"Arsa... Arsa putus sama gw, Cin..." ucap Asha akhirnya dengan suara yang nyaris berbisik.

Mata Cinta langsung membulat mendengar pengakuan Asha. "Apa?!"

"Dia bilang... Dia bilang dia gak bisa terus-terusan membohongi gw. Dia gak bisa maksa dirinya buat jatuh cinta lagi ke gw..."

Air mata Asha kembali jatuh.

"Dia bilang... Dia bilang gw berhak dapetin orang yang lebih baik. Orang yang bisa sayang sama gw sepenuh hati..."

Cinta langsung memeluk Asha dengan erat. "Asha... Maafin gw... Maafin gw yang gak bisa bantuin lo sama sekali..."

Asha menangis di pelukan Cinta. Kali ini ia tidak menahan lagi. Ia mengeluarkan semua rasa sakit yang selama ini ia pendam.

"Sakit Cin... Sakit banget... Rasanya kayak jantungku dicabut paksa..." isak Asha.

"Gw tau sayang... Gw tau..." hibur Cinta sembari mengelus punggung Asha.

Mereka berdua berdiri di koridor yang sudah mulai sepi. Tidak peduli dengan tatapan beberapa siswa yang melewati mereka.

🌷🌷🌷🌷

Malam harinya, Asha berbaring di kasurnya dengan mata yang menatap kosong ke langit-langit kamar.

Ia tidak menangis lagi. Air matanya seperti sudah habis.

Yang tersisa hanya rasa kosong yang begitu dalam di dadanya.

Kring...

Hp-nya berdering. Sebuah pesan dari Cinta.

Cinta

Sha, kamu udah makan belum? Jangan lupa makan ya. Jangan sampe sakit.

Asha menatap pesan itu tanpa berniat membalasnya. Ia menaruh hp-nya kembali ke atas meja.

Matanya melirik ke foto Arsa yang masih tertempel di dinding kamarnya. Foto di mana mereka berdua tersenyum begitu bahagia.

Asha bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju foto itu. Tangannya menyentuh wajah Arsa di foto dengan lembut.

"Arsa... Aku gak bisa nyerah begitu aja..." bisik Asha dengan suara yang pelan.

"Kamu bilang aku harus ngelepas kamu. Tapi gimana caranya? Gimana caranya aku ngelepas orang yang udah jadi bagian dari hidup aku?"

Asha melepas foto itu dari dinding dan memeluknya dengan erat.

"Aku janji... Aku janji gak akan nyerah. Meskipun kamu udah nyerah sama hubungan kita, aku gak akan."

Tekad itu terucap dari bibir Asha. Meskipun hatinya hancur, meskipun Arsa sudah mengakhiri semuanya, Asha belum siap untuk menyerah.

Karena bagi Asha, Arsa adalah segalanya.

🌷🌷🌷🌷

Keesokan harinya, Asha datang ke sekolah dengan wajah yang terlihat lebih baik dari kemarin.

Ia sudah memutuskan untuk tidak akan menangis lagi. Ia harus kuat. Ia harus berjuang.

Saat berjalan di koridor, matanya menangkap sosok Arsa yang berdiri di depan kelas sembari membaca buku.

Jantung Asha berdegup kencang melihat Arsa. Rasanya ingin berlari dan memeluk cowok itu. Tapi ia tahan.

Asha berjalan melewati Arsa dengan langkah yang tenang. Seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara mereka.

Arsa yang merasakan kehadiran Asha langsung mengangkat kepalanya. Mata mereka bertemu untuk sesaat.

Tapi Asha cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan masuk ke kelas.

Arsa terdiam di tempatnya. Ada perasaan aneh yang ia rasakan melihat Asha bersikap seperti itu.

'Kenapa... Kenapa aku malah merasa gak enak ya...' batin Arsa dengan perasaan bingung.

🌷🌷🌷🌷

Saat jam pelajaran dimulai, Asha berusaha fokus mendengarkan penjelasan guru. Ia tidak mau pikirannya dipenuhi oleh Arsa lagi.

Tapi matanya sesekali melirik ke arah Arsa yang duduk tidak jauh darinya.

Arsa terlihat begitu fokus membaca buku. Wajahnya terlihat lelah, tapi tetap tampan di mata Asha.

'Arsa... Aku kangen kamu...' batin Asha dengan perasaan yang sesak.

Tapi ia segera menggeleng, mengusir pikiran itu dari kepalanya.

'Tidak. Aku harus kuat. Aku gak boleh lemah' tegasnya dalam hati.

Saat istirahat pertama, Cinta menghampiri Asha dengan membawa dua kotak bekal.

"Ayo makan bareng, sayangku. Gw udah bawain bekal buat kamu juga loh" ajak Cinta dengan senyuman.

Asha tersenyum tipis. "Makasih Cin. Kamu baik banget."

Mereka berdua lalu makan bersama di kelas. Sesekali Cinta bercerita tentang hal-hal lucu untuk menghibur Asha.

Asha tertawa kecil mendengar cerita Cinta. Meskipun hatinya masih sakit, tapi setidaknya ia masih bisa tersenyum.

Di sisi lain, Arsa yang melihat Asha tertawa bersama Cinta merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

'Kenapa dia bisa ketawa kayak gitu? Emang dia udah move on dari aku?' batin Arsa dengan perasaan yang tidak karuan.

Tapi ia segera menggeleng. 'Kenapa aku mikirin dia lagi sih? Bukankah aku yang minta putus?'

Arsa mencoba fokus membaca bukunya lagi. Tapi pikirannya terus saja melayang ke Asha.

🌷🌷🌷🌷

Saat jam pulang sekolah, Asha berjalan menuju parkiran dengan langkah yang tenang.

Ia sudah hampir sampai di motornya ketika tiba-tiba seseorang memanggilnya.

"Permisi, kamu Sarah Ashalova bukan?"

Asha berbalik dan melihat seorang gadis berambut pendek berdiri di belakangnya dengan senyuman ramah.

Gadis itu berkulit putih, tingginya rata-rata, dan memiliki wajah yang anggun.

"Iya, aku Asha. Kamu siapa ya?" tanya Asha dengan nada sopan.

Gadis itu mengulurkan tangannya. "Aku Alea Raya. Aku murid pindahan baru. Senang berkenalan denganmu."

Asha menjabat tangan Raya dengan senyuman tipis. "Oh, murid pindahan. Pindah dari mana?"

"Dari kota yang jauh. Aku baru masuk minggu depan sih, tapi hari ini aku kesini buat ngurus administrasi" jelas Raya dengan ramah.

"Oh gitu. Selamat datang ya di SMA Negeri Dua Nusadipa" ucap Asha dengan senyuman yang dipaksakan.

Entah mengapa, ada perasaan aneh yang Asha rasakan ketika bertemu dengan gadis bernama Raya ini.

Tapi ia tidak tau apa perasaan itu.

"Makasih. Eh, boleh aku minta nomor WA kamu? Siapa tau nanti aku butuh tanya-tanya tentang sekolah" pinta Raya dengan nada yang sopan.

Asha mengangguk. "Boleh kok."

Mereka bertukar nomor WA. Setelah itu, Raya pamit untuk pulang.

"Sampai ketemu lagi ya, Asha!" pamit Raya dengan senyuman lebar.

"Iya, hati-hati di jalan" balas Asha.

Asha menatap punggung Raya yang menjauh dengan perasaan yang aneh.

'Ada apa ya dengan perasaanku ini? Kenapa aku merasa gak nyaman...' batin Asha dengan bingung.

Tapi ia segera menggeleng dan menaiki motornya untuk pulang ke rumah.

Yang tidak ia ketahui adalah...

Kedatangan Raya akan mengubah segalanya.

TO BE CONTINUED

🌷🌷🌷🌷🌷

Wah wah wah, ada murid pindahan baru nih namanya Raya! 👀

Asha akhirnya memutuskan untuk tetap berjuang meskipun Arsa udah putus sama dia. Tapi kenapa Arsa malah merasa gak enak ya liat Asha ketawa bareng Cinta? 🤔

Dan siapa sih sebenernya Raya ini? Kenapa Asha merasa gak nyaman pas ketemu dia?

Penasaran kan kelanjutannya? Yuk stay tune terus dan jangan lupa follow ig author!

Follow ig author ya!

@Jaaparr.

1
Maya Lara Faderik
sangat penasay..
tapi bikin Asha sungguh movie on Thor kalau bersama arsa itu menyakitkan jangan sia siakan airmataku ,..bahagiakan asha bersama orang lain juga supaya arsa merasakan kesakitan dan air mataku
jaaparr: Siapp kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!