NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Gerobak Soto

Cinta Di Balik Gerobak Soto

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Berondong
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Setelah diselamatkan dari penculikan maut oleh Pratama, seorang penjual soto sederhana, Luna justru terjebak fitnah warga yang memaksa mereka menikah. Situasi kian pelik karena Pratama masih terikat pernikahan dengan Juwita, istri materialistis yang tanpa ragu "menjual" suaminya seharga Rp50 juta sebagai syarat cerai.
​Demi menolong pria yang telah menyelamatkan nyawanya, Luna membayar mahar tersebut dan memilih menyembunyikan identitas aslinya sebagai putri tunggal seorang CEO kaya raya. Ia rela hidup dalam kesederhanaan dan mengaku hanya sebagai guru TK biasa. Di tengah rasa bersalah Pratama yang berjanji akan bekerja keras membalas kebaikannya, ia tidak menyadari bahwa istri barunya memiliki kuasa untuk membalikkan nasib mereka dalam sekejap mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Lampu-lampu di lantai teratas gedung Jati Grup masih berpijar terang, kontras dengan langit Jakarta yang sudah menghitam pekat.

Di dalam ruang kerja yang elegan, Luna masih terpaku di depan layar laptop, jemarinya menari lincah membalas rentetan email dari klien penting.

"Hoaamm... ngantuk sekali aku," gumam Luna.

Luna melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya yang menunjukkan pukul sepuluh malam.

Sejak hubungan asmaranya kandas karena pengkhianatan kekasihnya Noah yang berselingkuh.

Luna seolah kehilangan rem dan melampiaskan seluruh patah hatinya dengan menenggelamkan diri dalam pekerjaan di Jati Grup, perusahaan raksasa milik Papanya.

Rasa kantuk yang kian menjalar akhirnya membuat Luna menyerah.

Ia menutup laptopnya dengan gerakan pasti. Saat melangkah keluar, ia berpapasan dengan Arini, sekretaris setianya yang juga belum pulang.

"Arini, mobilku masih di bengkel, kan?" tanya Luna sambil merapikan tasnya.

"Iya, Bu. Estimasi baru selesai besok siang," jawab Arini sopan.

Luna terdiam sejenak, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.

"Kalau begitu, aku pinjam motormu saja. Ini uang untuk kamu pulang naik taksi."

Arini terbelalak, menatap kunci motornya dan uang di tangan Luna bergantian.

"Tapi, Bu? Ini sudah larut malam. Bahaya kalau Ibu naik motor sendirian."

Luna tersenyum tipis, mencoba menenangkan sekretarisnya.

"Tidak apa-apa, Arini. Saya hanya mau menghirup udara segar dulu sebelum pulang. Lagipula, aku sedang butuh angin malam untuk menjernihkan pikiran."

Tanpa menunggu debat lebih lama, Luna mengambil kunci motor dari meja Arini.

Segera ia menuju ke parkiran motor yang ada di bawah basement.

Luna melajukan motor matic milik Arini membelah jalanan kota.

Helm half-face yang ia kenakan membiarkan angin malam menerpa wajahnya, memberikan sensasi dingin yang sedikit mengobati penat di kepalanya.

Sesekali ia menarik napas dalam, menikmati udara malam yang lebih tenang dibanding kemacetan siang hari.

Luna tidak menyadari sebuah mobil hitam dengan kaca gelap telah membuntutinya sejak keluar dari gerbang gedung.

Saat memasuki area jalanan yang mulai sepi dan minim penerangan, mobil itu tiba-tiba menambah kecepatan.

Mesinnya menderu keras sebelum akhirnya memepet motor Luna dengan kasar.

"Aargh!!" Luna menjerit saat stang motornya tersenggol bodi mobil.

Keseimbangannya hilang seketika, membuat motornya terseret di aspal dan ia terjatuh dengan posisi kaki tertindih kendaraan.

Seorang lelaki bertubuh tegap dengan masker hitam menutupi wajahnya turun dari mobil.

Di tangannya, ia memegang sebuah sapu tangan yang sudah dibasahi cairan bius.

Ia melangkah cepat, berniat membungkam Luna yang masih merintih kesakitan.

"Tolong! Tolong!" teriak Luna dengan sisa tenaganya.

Ia membelalakkan matanya saat melihat sosok misterius itu mendekat.

Tiba-tiba, sebuah motor bebek tua melintas dan langsung berhenti mendadak.

Pengendaranya, seorang pria dengan jaket yang sudah agak kusam, langsung melompat turun.

"Woyy!!! Kalian ngapain!!!" teriak lelaki itu dengan suara menggelegar.

Melihat ada saksi mata yang datang, nyali penculik itu menciut.

Ia segera berbalik arah, masuk ke dalam mobil, dan memacu kendaraannya pergi meninggalkan kepulan asap knalpot.

Lelaki penyelamat itu segera menghampiri Luna yang tertindih motor.

 Dengan sigap, ia mengangkat motor yang menindih kaki Luna.

"Aduh, pelan-pelan, Mas," ringis Luna sambil memegangi kakinya yang terluka.

"Maaf, Mbak. Sini, saya bantu berdiri," ucap lelaki itu lembut.

Setelah memastikan Luna bisa berdiri meski agak pincang, ia menghela napas lega.

"Mbak tidak apa-apa? Perlu saya antar ke rumah sakit?"

Luna menggeleng pelan, meski jantungnya masih berdegup kencang karena syok.

"Tidak apa-apa. Terima kasih banyak, Mas. Kalau tidak ada Mas, saya tidak tahu apa yang terjadi tadi."

Lelaki itu tersenyum tulus, guratan wajahnya tampak jujur dan sederhana.

"Sudah kewajiban saya, Mbak. Iya mbak, perkenalkan saya Pratama."

Luna menatap wajah penyelamatnya sejenak, merasakan ketenangan yang aneh dari pria asing ini.

"Saya Luna."

Pratama melihat kaki Luna yang terluka dan berdarah.

"Mbak mari ke rumah saya dulu. Kaki mbak terluka seperti itu. Nanti saya antar Pulang,"

Luna menatap wajah Pratama dengan perasaan yang bimbang.

Ada sisa trauma di matanya, khawatir jika pria di depannya ini hanyalah serigala berbulu domba lainnya.

"Mbak, saya bukan orang jahat. Rumah saya di sana, dekat sini," ucap Pratama seolah bisa membaca pikiran Luna.

Melihat ketulusan di mata Pratama, Luna akhirnya mengangguk.

Pratama menuntun motor Arini yang sedikit lecet, sementara Luna berjalan pincang di sampingnya memasuki gang sempit yang gelap.

Tak berselang lama mereka sampai di sebuah bangunan kecil yang sangat sederhana.

"Duduk dulu, Mbak," ujar Pratama sopan.

Luna duduk di kursi kayu yang sudah tua sambil matanya menyapu sekeliling rumah.

Ia melihat atap rumah yang beberapa bagiannya bolong menunjukkan sisa air hujan, serta sebuah televisi jadul yang tertutup debu.

Kontras sekali dengan apartemen mewahnya yang serba otomatis.

Pratama kembali dengan segelas air dan kotak P3K.

"Diminum dulu, Mbak. Maaf cuma air putih."

"Iya, Mas. Tidak apa-apa," jawab Luna tulus.

Pratama kemudian berjongkok di depan Luna, bersiap mengobati luka di kaki wanita itu.

"Ditahan ya, Mbak. Pasti perih sebentar."

Luna menganggukkan kepalanya sambil menutup matanya.

"Ahh! Sakit, Mas, perih," ringis Luna saat cairan antiseptik menyentuh kulitnya.

BRAAAK!!

Pintu depan didobrak kasar oleh lelaki yang berbadan besar.

Pak Wandi, warga setempat yang memang sudah lama membenci Pratama, muncul dengan wajah penuh amarah.

"Dasar tukang mesum! Berani zina kamu sekarang?! Sudah punya istri masih berani bawa perempuan malam ke rumah!" teriak Pak Wandi menggelegar.

Dalam sekejap, Pak RT dan Pak RW menyusul masuk, diikuti kerumunan warga yang penasaran.

Di belakang mereka, muncul Juwita, istri Pratama, dengan wajah dingin.

"Wah, hebat ya, Mas. Aku keluar sebentar kamu sudah enak-enakan sama wanita jalang ini," sindir Juwita pedas.

"Juwita, ini tidak seperti yang kamu lihat! Aku menolong Mbak Luna yang mau diculik, kakinya terluka!" ucap Pratama sambil membela diri sambil menunjuk luka Luna.

Luna yang terkejut mencoba meluruskan semuanya.

"Sepertinya kalian salah paham. Saya Luna, saya putri—"

"Halah! Jangan dengarkan dia! Ayo arak mereka, bakar saja mereka!" potong Pak Wandi, memicu provokasi warga.

Pak RT mencoba menenangkan massa yanh mulai terprovokasi oleh Pak Wandi .

"Sudah, sudah! Sepertinya kalian harus menikah malam ini juga untuk menebus dosa ini."

Wajah Pratama pucat pasi saat mendengar kata pernikahan.

"Tidak, Pak! Saya masih mencintai Juwita,"

Mendengar perkataan dari suaminya, Juwita justru tertawa terbahak-bahak.

Tawanya terdengar sangat merendahkan. "Mas, kebetulan nih ya, malam ini kita bercerai saja. Kamu itu sudah miskin, belagu, pakai acara sewa wanita malam segala."

Kemudian Juwita berjalan ke arah Luna yang sedang menatapnya.

"Kalau mau menikah dengan suamiku, kamu harus bayar lima puluh juta!"

Pratama terperangah ketika mendengar perkataan dari istrinya.

"Kamu tega jual suamimu sendiri, Juwita?"

"Kamu itu miskin, Mas! Cuma penjual soto gerobakan. Lima puluh juta jauh lebih berguna daripada kamu!"

Luna yang sejak tadi diam, merasa darahnya mendidih melihat pria baik di depannya dipermalukan sedemikian rupa.

Ia membuka tasnya yang tampak biasa namun berisi aset yang tak terbayangkan oleh orang-orang di sana.

Kebetulan, ia baru saja mencairkan dana darurat sore tadi.

"Ini lima puluh juta. Tunai."

Semua orang terdiam termasuk Juwita saat Luna memegang uang lima puluh juta.

Pratama menatap Luna dengan pandangan tak percaya.

"Mbak, jangan. Itu uang tabungan, Mbak."

"Tidak apa-apa,.Mas. Uang bisa dicari lagi."

Juwita meminta agar suaminya lekas menjatuhkan talak.

"Baiklah kalau itu mau kamu, Juwita. Malam ini, aku jatuhkan talak satu untukmu, Juwita binti Mahmud," ucap Pratama dengan suara bergetar namun tegas.

Juwita menyambar uang itu tanpa rasa bersalah dan segera pergi meninggalkan rumah tersebut.

1
tiara
itu pingsan kaget apa karena hamil ya🤭🤭🤭
awesome moment
pratama tu org dgn banyak potensi tp tersembunyi dalam kekisminan
Nabila Nabil
itu pingsan karna papa jati mau dipanggil opa dan arini dipanggil oma.... 🤣🤣
awesome moment
kpm tertangkap tu mokondo 2 ekor
awesome moment
lambe turah g punya obyek julid lg n
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
semoga Dirga dan Noah lekas tertangkap ya,agar papa Jati cepat menikah
my name is pho: iya kak
total 1 replies
tiara
pa Wandi ga bisa lagi gangguin Pratama tuh, hilang juga pemasukan ya kasian deh tukang nyinyir
my name is pho: 🤭🤭 hehe
total 1 replies
awesome moment
smg luna g kaget klo arini dan papa jati jujur.
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Setiawan
kog aneh yah ?? bukannya td pratama lg di jln pulang br bs nolongin luna ?? itu kesian amat mtr bebek tua nya di tggl di jln 🤭🤭🤭
awesome moment
whoah...sama2 virgin ternyata
awesome moment
smg pratam slain kejujuran punya kecerdasan bisnis yg keyen. biar g njomplang bgts sm luna
awesome moment
udh terhura dluan
awesome moment
dih...juwita tu perempuan model p c
awesome moment
👍👍👍luna panggil arini, mama dunk😄😄😄
tiara
wah ternyata Arini menjalin hubungan dengan papa Jati toh, seru nih nantinya
Nabila Nabil
ini nanti ceritanya Luna yg gantian manggil bu ke arini🤣🤣🤣🤣🤣 kocak sih... 🤣🤣🤣
deepey
saling support ya kk. 💪💪
deepey
paginya gulingnya sdh pindah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!