NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *15

"Begitu ya?"

"Iy-- iya. Itu ... maksudnya ... anu-- "

"Baiklah. Kalau begitu aku paham. Mulai malam ini, kita akan tidur di satu kamar yang sama," ucap Bayu santai tanpa beban.

Sebaliknya, Rin yang meminta, eh ... dia yang malah merasa sedikit terbebani. Entahlah. Batinnya mulai banyak tingkah. Jantung sedikit berdetak lebih kuat dari yang biasa. Wajah malah sedikit bersemu. Padahal, hanya tidur bersama di satu ruang yang sama. Tak lebih dari itu.

Akhirnya, untuk yang pertama kali, Rin dan Bayu tidur di satu ranjang yang sama. Namun, masih dengan jarak yang cukup nyata untuk di lihat maupun di rasakan. Singkatnya, masih ada pembatas yang mereka buat.

Tidak ada obrolan sebelum tidur. Tidak pula ada sentuhan hangat. Mereka tidur setelah terdiam cukup lama. Maklum, ini adalah hal asing yang baru pertama kali mereka lakukan. Jadi, tentu saja masih butuh banyak penyesuaian.

Malam pertama bersama berlalu. Malam kedua, malam ketiga, malam kelima. Hingga satu minggu kemudian, semua sudah terasa biasa saja. Rasa asing itu sudah menghilang. Dua anak manusia sudah sangat akrab, meskipun begitu, untuk memulai sebuah hubungan yang lebih jauh, masih belum mereka lakukan.

"Bay, nanti makan siang, kamu gak perlu pulang lagi ya. Biar aku yang bawa ke sawah." Rin berucap saat mereka sarapan di meja makan.

Pria itu mengangguk pelan. "Baik. Kalo kamu ingin bawa makanannya ke sawah, itu juga lebih bagus sih. Jadinya, aku gak perlu pulang lagi deh siangnya."

"Hm ... oh iya, Rin. Stok makanan kita masih banyak?"

"Masih. Ku rasa, cukup kok untuk makan dua sampai tiga hari ke depan."

"Mm ... bagus deh. Soalnya, beberapa hari lagi udah waktunya panen. Jadi, mau sekalian bawa padi aja baru belanja ke desa kecamatan."

Mereka ngobrol hingga sarapan selesai. Setelahnya, Bayu pamit ke sawah. Sebelum pergi, dia meletakkan beberapa lembar uang ke atas meja. "Untuk belanja apapun yang kamu inginkan di warung nanti, Rin. Ah, jika masih kurang, kamu bisa ambil di dompet dalam lemari di kamar tidur kita."

Rin melihat uang itu sejenak. Lalu, mengalihkan pandangan ke arah Bayu. "Ini, banyak kok. Tentu saja cukup. Tunggu, mau beli apa aku sampai nggak cukup?"

Bayu membalas tatapan Rin.

"Apapun yang ingin kamu beli, terserah kamu. Yang penting, kamu suka."

Rin terdiam. Dia bingung sekaligus bahagia. Suami asing yang dulu dia pikir tidak tahu cara membuatnya bahagia, tapi kenyataannya benar-benar berbeda. Pria ini membuatnya merasa nyaman, tenang, juga senang.

Bukan soal uang yang Bayu berikan. Tapi, soal dirinya yang diratukan oleh pria tersebut. Di berikan perhatian yang cukup. Dianggap ada dengan sangat nyata. Itulah yang membuat Rin merasa sedikit beruntung dari pernikahan terpaksa yang sedang ia jalani.

"Bay. Terima kasih."

"Untuk?"

"Segalanya."

"Tidak perlu. Karena seharusnya, aku yang harus berterima kasih padamu. Karena kamu sudah memilih untuk tetap tinggal di dekat ku walau dengan semua hal asing yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya."

Ucapan itu semakin menghangatkan hati Rin. Ingin sekali rasanya Rin melompat ke dalam pelukan Bayu. Namun, perasaan itu Rin tahan. Dia masih merasa enggan untuk melakukan kontak fisik yang lebih dekat dengan pria tersebut.

...

Jam makan siang akhirnya tiba. Rin telah selesai menyiapkan makan siang untuk Bayu. Sudah pula dia masukkan ke dalam rantang apa yang telah dia masak kan tadi.

Dengan langkah ringan, Rin pergi ke sawah. Namun, langkah itu melambat saat melihat Bayu sedang bicara dengan seorang gadis di bawah pohon.

Keduanya terlihat sangat akrab. Rin terdiam sambil memperhatikan reaksi dari sang suami bersama wanita tersebut. Sesekali, mereka tertawa. Lalu, tangan gadis itu memukul bahu Bayu. Sontak, hati Rin langsung merasa dongkol akan hal tersebut.

'Kenapa aku kesal?' Rin bertanya pada dirinya sendiri.

"Perasaan ini .... " Rin tidak melanjutkan kata yang ingin dia ucapkan. Matanya terus memperhatikan Bayu dan gadis yang sedang berada di samping Bayu dengan seksama.

Beberapa saat kemudian, Bayu menyadari kehadiran Rin. Sontak, pria itu langsung bergegas bagun, lalu menjemput istrinya dengan bahagia.

"Rin."

"Kok malah diam di sini sih? Ayo!"

"Iy-- iya."

Rin enggan, tapi memilih untuk ikut melangkah. Bayu tidak membawanya ke pohon tempat di mana gadis yang bersamanya masih duduk dengan tenang. Bayu malah membawanya ke gubuk tempat mereka beristirahat biasanya.

Bayu memperlakukannya masih dengan perlakuan yang sama seperti sebelumnya. Masih hangat, dan terasa seperti tetap di ratu kan oleh pria tersebut.

"Wah, pasti enak ini makanannya." Bayu berucap sambil meraih rantang yang ada di tangan Rin.

"Mm ... Bayu."

"Iya?"

"Wanita yang itu .... "

Rin mengantungkan kalimatnya. Gadis yang ada di bawah pohon sekarang sudah beranjak mendekat ke arah mereka. Sedangkan Bayu, dia baru sadar kalau dia sebelumnya punya teman bicara yang ia tinggalkan begitu saja setelah kehadiran Rin.

"Ah, iya. Dia Mela. Aku hampir melupakannya."

"Bayu. Kamu tinggalkan aku ya. Kamu sungguh terlalu."

"Ah, Mel. Maaf."

"Oh, iya. Perkenalkan, ini istriku. Rin."

"Rin?" Mela malah mempertanyakan nama singkat yang baru saja Bayu ucapkan.

"Iya. Panggil saja, Rin. Nama lengkap istriku cukup panjang. Airin Calista."

Rin langsung menatap lekat wajah Bayu. Sedikit syok, namun perasaan hangat itu datang menyusup, mengiri semua relung hati. Bayu, pria yang baru bersama dengannya kurang dari tiga bulan itu ternyata sudah hafal nama lengkap yang ia punya. Padahal, hanya sekali dia ucapkan ketika mereka ijab kabul beberapa waktu yang lalu.

"Oh, Arin?"

"Iya."

"Mm ... Rin, kenalkan, dia Mela. Teman ku."

Rin langsung mengulur tangan. Sedangkan Mela, menyambutnya dengan enggan. Sejujurnya, hati Mela merasa tidak nyaman. Dunia Bayu langsung berubah setelah pria itu menikah.

Bayu dengan bangga memperkenalkan wanita yang bernama Rin yang baru ia kenali pada Mela yang sudah bersama dengannya sejak kecil. Mana Bayu langsung mengabaikan Mela saat melihat Rin.

"Rin." Rin berucap lembut saat tangan mereka bersatu.

"Melati." Mela berucap singkat.

"Mm ... kamu masak apa, Rin? Baunya enak nih."

"Masak seadanya aja seperti biasa."

"Kamu udah makan belum? Kalo belum, kita makan sama-sama ya."

"Belum sih."

"Ya sudah, ayo makan!"

Rin langsung melirik Mela yang masih terdiam di tempat dia berdiri sebelumnya. "Mm ... Mela. Mau makan sekalian? Ini cukup kok."

"Tidak. Terima kasih."

"Yu. Aku pulang sekarang," ucap Mela sambil beranjak pergi.

"Hm."

Setelah kepergian Mela, Rin masih menatap Bayu dengan tatapan lekat. Sejujurnya, ada banyak pertanyaan yang menghampiri pikiran Rin. Salah satunya, dia penasaran, kenapa wanita itu baru muncul sekarang? Padahal, dia sudah tinggal di sini hampir tiga bulan. Tapi, selama itu belum pernah bertemu dengan gadis tersebut.

1
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mela mw JD pelakor kah🤔
Rani: uhuk. kaka mu nggak jahat. tenang. tapi kadang, agak tegaan aja sih. 🤭
total 1 replies
Nur Haswina
namanya juga org suda menikah, masah iya mau berperilaku kayak bujangan padahal suda nikah ada2 aja si mela ini
Rani: Nah iya, si Bayu jelas mau jagain hati istrinya kan yah. walau pernikahan itu gak atas dasar cinta. tapi kan, Bayu menghargai Rin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!