Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.
Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?
Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Persatu Kebenaran Terbongkar
"Setiap hukum tabur tuai itu nyata, lambat Laun akan ketahuan juga." Ucap Zhuang we dengan nada tenang.
Sejujurnya Zhuang we tidak terima jika apa yang di katakan sahabat nya ialah benar, dia akan membalas nya apabila benar Ying San mengambil jasa nya yang seharusnya menjadi milik nya yaitu menikahi pujaan hati nya yang ia cintai dengan diam itu.
Setelah itu Zhuang we pun terdiam sesungguhnya ia berharap bahwa kebenaran akan terungkap.
.
Saat ini Ying San sudah tiba di kediaman nya yang mana ia di sambut dengan suka cita oleh Lin Shen dan juga Selir Ran tak terkecuali ialah putri kesayangan Ying San yaitu Ying Ru.
"Selamat datang kembali ayah." Ucap Ying Ru dengan senyum lebar nya.
Ying San pun memberikan sekotak hadiah buat Ying Ru yang isi nya ialah kalung giok permata dengan kualitas terbaik di ibu kota, Ying San tak segan-segan mengeluarkan banyak uang hanya untuk putri kesayangan nya.
Lin Shen yang melihat itu pun merasakan perasaan sedih, walaupun ia tau ia kerap mengacuhkan Ying Zu tapi ia sangat begitu menyayangi Ying Zu, saat ini dirinya hanya sendirian tanpa Ying Zu di sisi nya tak seperti selir Ran yang selalu mendapatkan kasih sayang dan pujian dari Ying San karena sudah melahirkan putri untuk nya seperti Ying Ru.
Ying San tanpa menoleh ke arah Lin Shen langsung merangkul pundak selir Ran di hadapan nya.
Hati Lin Shen terasa sakit melihat nya, suami nya hanya peduli pada seorang selir dari pada dirinya yang seorang istri sah kediaman Ying.
Setiap kali Lin Shen berusaha mencari perhatian Ying San, ia hanya mendapatkan perkataan yang menyakitkan hati.
Sesampainya di ruang keluarga Ying San pun bertanya.
"Ku dengar anak itu sudah pulang, Lin Shen, dimana Ying Zu.?" Tanya Ying San yang saat ini pandangan nya mengarah pada Lin Shen yang duduk tak jauh dari nya.
"Benarkah Zu'er sudah pulang,? Tapi kenapa ia tak ada di kediaman ini.?" Tanya Lin Shen balik.
Ying San pun mengerutkan dahinya penuh tanya.
"Aku bertanya kenapa kau balik nanya.?" Ujar Ying San sedikit kesal.
"Maaf Tuan, aku tidak mengerti apa yang kau katakan, sebab aku tidak mendapatkan kabar bahwa Zu'er pulang." Ucap Lin Shen jujur.
Lin Shen di larang memanggil Ying san dengan kata lao gong sebab panggilan itu hanya boleh di ucapkan oleh selir kesayangan nya.
"Dasar tidak berguna, anak tidak tau diri itu semakin hari semakin semena-mena dan tidak tau aturan." Ucap Ying San memukul kursi nya.
"Kenapa Ying San selalu membela selir dan putri nya,? Kenapa dia tidak pernah membela ku dan juga putriku,? Kenapa sifat Ying San berubah , dulu ia sangat menyayangi ku ketika dia tau aku hamil bayi perempuan, tapi setelah aku melahirkan Zu'er sikapnya sangat berubah drastis, bukan kah anak perempuan adalah keinginan nya.?" Batin Lin Shen berkecamuk.
"Dia juga putri mu tuan, kenapa kau pilih kasih.?" Ucap Lin Shen menatap tajam Ying San.
Sejenak Ying San terpaku oleh tatapan tajam Lin Shen.
"Kau_ ah sudah aku lelah." Ucap Ying San lalu berlalu dari hadapan orang-orang yang berada di sana.
Selir Ran pun menoleh ke arah Lin Shen.
"Lin Shen, kau jangan terlalu berharap besar pada suamiku, sebab ia hanya mencintai ku bukan mencintai mu, otak kecil mu itu apakah tak mengerti sesuatu Hem haha." Ucap selir Ran berbicara dengan nada mengejek sambil tertawa congkak.
Selir Ran pun berjalan dengan menggenggam tangan putri kesayangan nya, buah cinta nya dengan Ying San ketika berada di perbatasan dengan menghabiskan malam panas berdua tanpa sepengetahuan istri sah kediaman Ying yaitu Lin Shen.
.
Malam hari nya entah kenapa Lin Shen ingin sekali bersantai di taman seorang diri, dia pun berjalan tanpa di temani oleh pelayan setia nya sebab pelayan nya itu sedang sakit dan malam ini izin tidak melayani Lin Shen, dan di sini lah Lin Shen berada di taman bunga yang ia tanam sendiri sejak awal mula memasuki kediaman Ying.
Ketika sedang asik bersantai, Lin Shen tak sengaja mendengar seseorang yang berbicara dari nada yang ia dengar itu adalah suara suami nya Ying San.
Dengan senyum yang merekah mengira Ying San menyusul nya ke taman, Lin Shen pun berdiri hendak menemui suami nya, setelah berada tak jauh dari suami nya Lin Shen yang hendak memanggil suami nya pun tak jadi sebab saat itu Ying San tidak sendiri, ada selir Ran di samping nya.
Lin Shen hanya berdiri terpaku tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kala mendengar ucapan Ying San yang meruntuhkan segenap jiwa nya.
"Suami ku, kapan kau akan menceraikan lin Shen itu, aku sudah muak menjadi selir rendahan yang selalu di pandang rendah orang-orang." Ucap manja selir Ran.
"Bersabarlah sayang ku sebentar lagi, ketika aku sudah mendapatkan posisi jenderal itu, Lin Shen akan segera aku ceraikan, karena wanita itu sudah tidak berguna bagi ku." Ucap Ying San.
"Lalu bagaimana dengan Ying Zu itu.?" Tanya selir Ran.
"Dia juga sama tidak berguna nya, tanpa dia ternyata aku tak lama lagi akan di angkat menjadi jenderal, sia sia aku menukar bayi Permaisuri Xin nie dengan bayi ku yang sudah tiada akibat kecerobohan Lin Shen itu." Ucap Ying San dengan kesal.
"Dasar Lin Shen bodoh, bahkan ia tak sadar bahwa wajah Ying Zu lebih dominan mirip sama kaisar dan permaisuri, wanita tidak punya keturunan itu tak layak di pertahankan suami ku." Ucap selir Ran dengan senyum penuh kemenangan.
"Lin Shen memang bodoh, bahkan ia sampai tak mengenali penyelamat nya yang sesungguhnya, saat itu memang aku yang menggendong nya membawa nya ke tabib istana, tapi bukan aku yang menyelamatkan nyawa nya ketika tenggelam, tapi ia dengan penuh percaya diri langsung melamar ku di kediaman Ying, aku pikir ia bisa jadi batu loncatan merebut posisi jenderal oleh sebab itu aku tak menolak sama sekali di nikahkan dengan nya." Ucap Ying San tertawa puas.
"Tapi aku jadi korban nya suami ku, aku bahkan harus menyaksikan kalian menikah, saat itu hati ku sangat sakit." Ucap selir Ran mengingat dirinya menyaksikan pernikahan Ying San dan Lin shen dulu sehingga membuat nya menangis siang malam.
"Tenang lah sayang, tak lama lagi kau akan menjadi nyonya Ying satu-satunya, hanya kau yang aku cintai." Ucap Ying San.
Lalu terjadi perbuatan tak senonoh di taman tersebut, dengan pakaian yang sudah berantakan, Ying San dan selir Ran pun berpindah menuju kamar mereka yang tak jauh dari area taman.
Kediaman Lin Shen dan selir Ran saling berhadapan, dengan bangunan yang lebih besar kediaman Lin Shen di banding selir Ran.
Bersambung.
jadi ga sabar.....
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪