Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Uhuk..."
"Uhuk..."
"Uhuk..."
Bobby terbatuk-batuk sampai napasnya sangat terasa sesak. Dia menghela napas saat melihat ada noda darah pada tisu yang dia gunakan untuk menutup mulutnya.
Saat ini dia sedang berada di kantor. Namun, dia nampak tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya, akibat rasa sakit yang sedang dia derita.
Tatapan matanya kosong, saat sebuah pertanyaan muncul di dalam benaknya. Jadi seperti ini rasanya sakit-sakitan? Rasanya begitu menyakitkan dan tak berdaya.
Hal tersebut membuatnya teringat dengan kesalahannya pada mendiang istri pertamanya di masa lalu.
Dulu, dia tega mengkhianati Maya karena waktu itu sering sakit-sakitan, sudah tidak mampu melayaninya lagi. Sehingga dia tergoda oleh Vera yang selalu berpenampilan seksi.
Dan kini, dia mulai merasakan perhatian Vera sudah tidak sama lagi. Vera lebih sering menghabiskan waktu di luar, jalan-jalan bersama sedang teman sosialitanya. Begitu pula dengan Pram, dia sibuk dengan pekerjaannya.
Di depannya, perlakuan mereka memang sangat baik dan menghormatinya sebagai kepala keluarga. Tapi terkadang dia merasa hidupnya sangat kesepian. Sampai dia berpikir, andai saja waktu bisa diputar, dia akan lebih memperhatikan kesehatan Maya dan akan memperjuangkan kesembuhannya, mungkin saja Maya memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama lagi.
Dan menyadari bahwa kematian Maya memang ada andil darinya. Maya jatuh pingsan gara-gara bertengkar dengannya, bahkan dia mendorong tubuh wanita yang sudah tak berdaya itu. Yang lebih kejam lagi, dia membiarkan Maya tak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama hingga akhirnya wanita itu berhenti bernapas.
Secara tidak langsung, dia adalah orang yang menyebabkan Maya meninggal dunia. Semua itu dia lakukan karena takut Maya mengambil kembali semua aset kekayaannya.
Bukan hanya sebagai suami yang kejam untuk mendiang istrinya. Dia juga telah menjadi ayah yang sangat brengsek dan tidak bertanggung jawab. Demi mempertahankan keluarga barunya, dia tega meninggalkan Raka sendirian di kota Sagara.
Dan sekarang setelah dia mulai sakit-sakitan seperti ini, dia sangat menyesali semua perbuatannya di masa lalu.
Bobby menitikkan air mata, dia teringat pada saat dia berada di dalam mobil, melihat bayangan Raka di kaca spion yang sedang berlari mengejar kendaraannya. Anak berusia delapan tahun itu menangis terisak-isak sambil memohon agar tidak ditinggalkan.
"Raka, maafkan Papa!"
"Sungguh! Maafkan Papa!"
Bobby menangis terisak-isak membayangkan Raka yang hidup sendirian di jalanan kota yang sangat asing untuknya. Mungkin saja saat itu Raka sangat kelaparan, kedinginan, bahkan kehujanan karena tidak ada tempat untuk berlindung. Dia telah membuat putra kandungnya sendiri hidup menderita.
Dia benar-benar tidak tahu bagaimana nasib anak kandungnya sekarang.
Tok...
Tok...
Tok...
Saat mendengar suara ketukan pintu, Bobby langsung menghapus air matanya dengan cepat. Dia segera mempersilahkan orang itu untuk masuk. "Masuk!"
Saat melihat Asisten Chicko masuk ke dalam ruangannya, Bobby segera bertanya, "Bagaimana? Apa ada kabar tentang Raka?"
Asisten Chicko menggelengkan kepala. "Belum, Tuan. Ada tiga kemungkinan mengapa putra Anda sulit ditemukan. Mungkin saja putra Anda telah pindah ke tempat yang jauh, atau sudah meninggal, atau mungkin... sudah berganti identitas."
Bobby hanya menghela napas dalam-dalam. Wajahnya terlihat sangat frustasi karena belum juga bisa menemukan jejak putra kandungnya.
Ternyata, tanpa sepengetahuan istri dan anak tirinya, dia diam-diam mencari keberadaan putra kandungnya itu. Sangat berharap Raka bisa memaafkan semua kesalahannya.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...