NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika
Popularitas:80.4k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Siang itu Kirana duduk di ruang tamu dengan ponsel di tangan. Jarinya sedikit gemetar ketika menekan layar, bukan karena gugup, melainkan karena harapan yang terlalu rapuh untuk diucapkan dengan lantang.

Dia mengunggah foto rice bowl buatannya ke grup kuliner desa dan beberapa grup WhatsApp ibu-ibu. Foto sederhana yang nasi putih hangat, ayam bakar bumbu kecap, telur balado, tempe goreng, sambal merah, dan lalapan. Tidak estetik, tidak mewah. Tapi jujur. Sejujur niat Kirana yang hanya ingin bertahan hidup.

Beberapa menit pertama tidak ada respons. Kirana meletakkan ponsel, lalu berdiri mondar-mandir kecil di dapur. Tangannya otomatis merapikan meja, mengelap kompor, lalu berhenti di depan jendela.

“Kalau hari ini tidak laku, tidak apa-apa,” gumamnya pelan, seolah meyakinkan diri sendiri.

Belum selesai kalimat itu mengendap di hati, layar ponselnya menyala.

[Ki, bisa pesan 10 porsi ayam bakar dan antarkan ke puskesmas?]

Kirana menutup mulutnya refleks. Matanya membulat, napasnya tertahan sesaat.

“Ya Tuhan ....” bisik Kirana lirih.

Itu pesan dari tetangganya yang bekerja di puskesmas. Dia memesan sepuluh porsi.

Dengan tangan bergetar, Kirana membalas cepat.

[Bisa, Bu. Siap saya antar jam berapa?]

Belum sempat ia menarik napas lega, pesan lain masuk.

[Kirana, aku pesan 5 porsi. Nanti aku ambil satu jam lagi.]

[Mbak Kirana, bisa pesan 2 porsi?]

[Mama Gita, aku ingin beli 3 porsi.]

Ponsel itu hampir terjatuh dari tangannya. Air mata Kirana menetes begitu saja. Bukan tangis histeris, bukan pula isak keras. Hanya air mata hangat yang jatuh ke punggung tangannya, membawa rasa syukur yang selama ini terpendam.

“Terima kasih ....” ucap Kirana lirih, entah pada siapa.

Wanita itu mengusap wajah cepat, lalu bergegas ke dapur. Tidak ada waktu untuk larut. Hari ini dapurnya bukan sekadar tempat memasak, sekarang tempat ini adalah medan perjuangan baginya mencari uang.

Kirana bekerja tanpa henti. Menanak nasi, membakar ayam, merebus telur, menumis bumbu. Keringat membasahi pelipisnya, punggungnya terasa pegal, tapi hatinya hangat. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia merasa berguna. Merasa berdiri dengan kakinya sendiri.

Harga rice bowl itu ia tentukan dengan penuh perhitungan. Sepuluh ribu untuk menu sederhana, lima belas ribu untuk yang lengkap. Dia tahu kondisi ekonomi orang-orang di sekitarnya. Dia tidak ingin mencari untung besar. Yang dia inginkan hanya cukup.

Cukup untuk bertahan. Cukup untuk dirinya dan anaknya. Cukup untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Rafka.

Dengan sepeda tuanya, Kirana mengantar pesanan satu per satu. Jalan desa yang panas tidak ia hiraukan. Napasnya tersengal, tangannya pegal, tetapi senyumnya tidak pudar. Setiap ucapan terima kasih dari pembeli seperti suntikan kekuatan.

“Masakannya enak, Ki.”

“Nasinya pas.”

“Sambalnya bikin nagih.”

Kalimat-kalimat sederhana itu membuat dadanya sesak oleh bahagia yang hampir ia lupakan rasanya.

Hari-hari berikutnya berlalu cepat. Pesanan semakin banyak. Review demi review masuk di media sosial. Nama Kirana mulai dikenal, bukan sebagai istri Rafka, bukan sebagai adik Kinanti, melainkan sebagai perempuan yang jago masak.

Meski begitu, Kirana tidak pernah melupakan tugas rumah. Dia tetap bangun pagi, menyiapkan sarapan, mengurus suami-anak, membersihkan rumah. Bedanya, sekarang semua dilakukan dengan tubuh lelah dan hati yang penuh luka.

Rafka memperhatikan itu dari jauh. Dia melihat istrinya sibuk di dapur, jarang duduk, jarang mengajaknya bicara.

Kirana tidak lagi menanyai jam pulangnya, tidak lagi menyiapkan kopi dengan tatapan hangat dan manja. Semua terasa datar.

Entah kenapa, itu membuat Rafka kesal.

Bukan karena Kirana berjualan, tapi karena dia merasa diabaikan.

“Kenapa sih kamu sekarang sibuk terus?” keluh Rafka suatu malam.

Kirana hanya menoleh sekilas. “Aku kerja.”

Jawaban singkat itu menusuk ego Rafka. Dulu, Kirana akan menjelaskan panjang lebar. Sekarang tidak.

“Sayang, kamu cari uang untuk apa, sih?” tanya Rafka lirih.

“Ya, ingin saja punya banyak uang,” jawab Kirana.

Di pabrik, Rafka melamun di kantin. Sendoknya berhenti di udara. Di depannya, Rudi memperhatikannya dengan dahi berkerut.

“Kamu kenapa?” tanya Rudi. “Dari tadi bengong.”

“Istriku sekarang berubah, seperti bukan dirinya yang aku kenal,” jawab Rafka akhirnya.

“Berubah gimana?” Rudi sampai mengerutkan keningnya.

“Dia sekarang dingin dan sibuk dengan kegiatan barunya. Seperti tidak butuh aku.”

Rudi mendengus pelan. “Kamu yakin itu tanpa sebab?”

Rafka terdiam.

“Orang tidak akan berubah tiba-tiba, Fa,” lanjut Rudi. “Pasti ada sebabnya. Misal terlalu sering disakiti.”

Ucapan itu membuat jantung Rafka berdetak lebih cepat. Karena dia merasa itu benar adanya.

“Apa karena kurang uang bulanan?” Rudi menebak. “Sementara kamu sering jajan di luar?”

Rafka menggeleng cepat. “Aku cukup kasih uang sama dia.”

“Tapi kamu jujur enggak?” Rudi menatapnya tajam. “Insting istri itu kuat. Apalagi kalau suaminya mulai menyembunyikan sesuatu.”

Rafka tertawa kecil, memaksakan diri. “Aku dan Kirana selalu terbuka.”

Kalimat itu terasa hambar di telinganya sendiri. Karena dia tahu itu bohong.

Ponselnya kini selalu terkunci. Notifikasi Kinanti ia sembunyikan. Jadwalnya penuh kebohongan kecil yang disusun rapi.

“Sekarang lagi marak perselingkuhan,” ujar Rudi pelan. “Suami itu harus jaga diri. Sekali istri terluka, rumah tidak akan pernah sama.”

Kata-kata itu menghantam Rafka tanpa ampun.

“Apa Kirana tahu perselingkuhan aku dengan Kinanti?” batin Rafka.

Untuk sesaat, ada niat di hatinya untuk menjauh. Mengurangi pertemuan dengan Kinanti. Dia akan memperbaiki rumah tangganya.

Namun, niat itu runtuh begitu ia mengingat wajah Kinanti. Godaannya itu terlalu kuat. Alih-alih menjauh, Rafka justru semakin sering bersama Kinanti. Menjemput, makan siang bersama, menghabiskan waktu di sela-sela jam kerja. Setiap tawa Kinanti, setiap sentuhan kecilnya, membuat Rafka lupa bahwa di rumah ada istri yang sedang belajar berdiri sendiri.

Di sisi lain, Kirana pulang dengan tubuh lelah. Tubuhnya berkeringat, pakaiannya mau sinar matahari. Tetapi ketika melihat Gita menyambutnya dengan senyum, semua rasa capek itu terasa pantas.

Kirana duduk di lantai ruang tengah, menghitung uang hasil jualan hari itu. Tidak banyak, tetapi itu uangnya.

“Aku bisa,” bisik Kirana pada diri sendiri.

Saat ini Kirana merasa senang. Dia sedang membangun kekuatan untuk tidak lagi takut kehilangan suami. Sementara, Rafka takut kehilangan kenyamanan di rumah.

***

Jika ada typo, kasih tahu, ya. Ngetik berulang kali karena terhapus. Ngetiknya sampai ketiduran terus.

1
Sunaryati
Keputusan kamu sudah benar tidak menikahi Kinanti, untuk menjaga perasaan putrimu Gita, Rafka.Jika kau sadar salah taubatlah. Berika uang gono- gini untuk Kinara, sebagai ganti tabungan yang kau habiskan untuk menuruti hawa nafsu bejatmu. Berikan nafkah putrimu, segara rutin
Ila Latifah
emak kirana juga aneh sih. apakah kirana anak tiri?
Ma Em
Semangat Kirana semoga usaha Kirana makin sukses , Kirana dan Gita selalu bahagia .
Naufal Affiq
lanjut kak
Dew666
💎🍭
Rahma Inayah
betapa egois nya bu Maya SDH jls2 Kinanti yg slah merusak.rumh tangga adiknya tp ttp aja Kirana yg di benci padhl satu rahim bukan ank tiri or angkat tp kasih syg kentara berbeda
tutiana
semangat kirana 💪🏻💪🏻💪🏻
tutiana
nah,,, karmanya enak to kinanti, selamat menikmati
Asyatun 1
lanjut
tutiana
ya ampun Thor pengen ngaplok mulutnya kinanti deh
Nanik Arifin
marahmu salah alamat, Maya... hrsnya yg kau usir, kau buang dr keluarga itu Kinanti, bukan Kinara. yg mencoreng nama keluarga, yg jd pelakor itu Kinanti. semua hancur Krn ulah Kinanti. mengapa org lain yg dituding & Kinanti ttp disayang". anda waras ?? kalian emg keluarga problematik
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Tri Lestari Endah
semangat kirana 💪
semoga kirana mendapat kebahagian kembali dgn pasangan hidup yg baru 😍 🙏
🌸Santi Suki🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ita rahmawati
aku bner² curiga nih kalo si kirana bukan anaknya mereka,,tp ya emang ada juga sih ortu yg kyk gtu sm anak kandungnya sekalipun,,pilih kasih dlm segala hal kepada sesama anaknya 🤦‍♀️
🌸Santi Suki🌸: 😁😁😁🤭🤭🤭
total 1 replies
Mawar
sabar kirana pasti dibalik cobaan ini pasti akan ada hikmahnya.
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Noor hidayati
orang tua yang sangat aneh mereka,lebih mementingkan kinanti,biarkan saja kirana,suatu saat kedua orang tuamu pasti membutuhkanmu,karena kinanti ga bakalan mau mengurusi mereka kalau sudah jompo
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Mawar
kok ada ya org tua kek gitu, kasihan x nasibmu kirana padahal km gk salah apa2.
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
tutiana
harus sabaaaarrrrrrrr ngikutin kisah kirana ini
🌸Santi Suki🌸: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂
ada ya ortu model bgitu, siapa yg salah siapa pula yg kena getah'y, sabar ya kir semoga kmu mndapatkn kebahagiaan dimasa depanmu
🌸Santi Suki🌸: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Sugiharti Rusli
semoga kamu dan Gita terus maju lha Ki menatap masa depan dengan segala keterbatasan yang ada dengan sikap optimis dan tidak lagi menengok ke belakang,,,
🌸Santi Suki🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Sugiharti Rusli
dan Kirana sepertinya dia sudah 'dibuang' keluarganya karena dianggap telah membuat anak kesayangan mereka terpuruk,,,
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!