NovelToon NovelToon
The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

The CEO'S Only Cure: Married To The Untouchable

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Anak Yang Berpenyakit / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Bagi Arkanza Malik, sentuhan wanita adalah racun yang mematikan. CEO dingin ini mengidap penyakit aneh yang membuatnya sesak napas dan kulitnya terbakar setiap kali kulitnya bersentuhan dengan lawan jenis. Namun, sebuah insiden di lorong hotel mengubah segalanya.
Aira, gadis miskin yang kabur dari kejaran rentenir setelah menghantam kepala pria yang ingin melecehkannya, tanpa sengaja jatuh ke pelukan Arkanza. Bibir mereka bertemu dalam kegelapan. Arkanza yang seharusnya mati karena alergi, justru merasakan napasnya kembali. Gadis kumal ini adalah satu-satunya penawar racunnya!
"Aku sudah melunasi hutang ayahmu. Sebagai gantinya, kau harus menjadi istriku dan biarkan aku menyentuhmu kapan pun aku membutuhkannya."
Aira terjebak. Menjadi "obat hidup" bagi CEO kejam yang tidak punya hati. Di antara kontrak miliaran rupiah dan intrik perebutan harta, mampukah Aira bertahan tanpa harus menyerahkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Distorsi Kebenaran

Arkanza menatap tajam ke layar laptop. Suara Syarif Malik dalam rekaman itu terdengar sangat licik, menceritakan tentang mobil sedan hitam milik Arkanza yang digunakan dalam tragedi 15 tahun lalu.

Aira gemetar hebat. "Mobil itu... Arkan, jadi kau—"

"Tunggu, Aira. Ada yang tidak beres," potong Arkanza, matanya menyipit. "Ibu bilang... Riana menyelamatkannya. Riana menabrakkan mobilnya ke mobil Ibu untuk menahan laju jatuh ke jurang. Jika mobilku yang digunakan untuk membunuh, lalu di mana mobil itu sekarang?"

Arkanza segera memutar ulang rekaman itu dan menyadari sesuatu. Ada suara distorsi kecil, seperti editan digital yang sangat halus.

"Alan! Apa kau yakin ini rekaman asli?" tanya Arkanza dengan nada mendesak.

Alan tertunduk. "Itu yang dikirimkan ke liontin itu, Tuan. Tapi... saya ada di sana malam itu. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Syarif memang membawa mobil hitam Anda, tapi Riana... Riana tidak ditabrak. Riana justru yang mengejar mobil itu."

Aira menatap ayahnya dengan bingung. "Maksud Ayah?"

"Syarif menggunakan mobil Arkanza untuk menyabotase mobil Ibu Arkanza," Alan menjelaskan dengan suara serak. "Syarif ingin jika ada saksi, mereka akan mengira Arkanza-lah yang melakukan sabotase itu karena mobilnya ada di lokasi. Tapi Riana tahu rencana itu. Riana mengejar mereka menggunakan mobil lain. Saat mobil Ibu Arkanza blong remnya, Riana mengorbankan dirinya... dia menabrakkan mobilnya sebagai bantalan agar mobil Nyonya Santi tidak langsung meledak di dasar jurang."

Arkanza menghela napas panjang, rasa sesak di dadanya sedikit berkurang namun amarahnya pada Edward Sterling semakin memuncak. "Jadi Edward mengirim rekaman yang sudah diedit ini agar kau membenciku, Aira. Dia ingin kau percaya bahwa aku adalah pembunuh ibumu, padahal ibumu adalah pahlawan yang dikhianati oleh ayahku."

Aira jatuh terduduk di kursi. "Dia sangat kejam... dia memutarbalikkan pengorbanan Ibu hanya untuk menghancurkan kita."

Arkanza berlutut di depan Aira, menggenggam tangannya erat. "Edward Sterling ingin kita saling mencakar di sini, sementara dia duduk manis di London. Dia ingin kau merasa bahwa setiap sentuhanku adalah dosa. Tapi kenyataannya adalah... kita berdua adalah korban dari ambisi gila dua pria tua itu."

"Maafkan aku, Arkan... aku hampir saja mempercayainya," isak Aira.

Arkanza menarik Aira ke dalam pelukannya, kali ini dengan kelembutan yang luar biasa. "Jangan minta maaf. Siapa pun akan hancur mendengar rekaman itu. Tapi sekarang kita tahu... musuh kita bukan hanya masa lalu, tapi pria yang sedang menunggu kita di London."

Di Dalam Jet Pribadi – Di Atas Samudera Hindia

Suasana kabin VIP sangat tenang, hanya deru mesin pesawat yang terdengar. Aira tertidur di pundak Arkanza karena kelelahan emosional. Arkanza sendiri tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan bagaimana cara melindungi Aira di wilayah kekuasaan Sterling.

Arkanza berdiri menuju dapur pesawat untuk mengambil air minum. Namun, saat ia melewati tirai pembatas kru, ia melihat seorang pria yang tidak ia kenali sedang menyuntikkan sesuatu ke dalam botol minuman miliknya.

"Siapa kau? Di mana kru asliku?" tanya Arkanza dingin.

Pria itu berbalik. Ia mengenakan seragam kru, tapi tatapan matanya tajam dan terlatih. Di tangannya ada sebuah pisau bedah kecil. "Tuan Edward mengirim salam. Beliau bilang, perjalanan jauh bisa sangat membosankan... jadi beliau ingin Anda 'istirahat' lebih awal."

"Edward benar-benar tidak sabar," Arkanza menyeringai, melepaskan kancing mansetnya. "Dia mengirim pembunuh amatir ke dalam pesawatku?"

"Amatir?" Pria itu menerjang maju dengan kecepatan luar biasa.

Pertarungan jarak pendek pecah di lorong sempit pesawat. Arkanza, meskipun seorang CEO, telah dilatih bela diri sejak kecil untuk melindungi dirinya sendiri. Namun, pria ini menggunakan teknik kotor. Ia menyemprotkan cairan dari botol kecil ke arah wajah Arkanza.

"Ugh!" Arkanza terbatuk. Seketika, kulitnya terasa terbakar. Bintik-bintik merah muncul dalam hitungan detik. Cairan itu adalah alergen konsentrasi tinggi yang dirancang khusus untuk memicu penyakit Arkanza secara instan dan fatal.

Arkanza jatuh berlutut, napasnya mulai terputus-putus. Jantungnya berdegup kencang seolah ingin melompat keluar.

"Arkan?!" Aira terbangun karena suara gaduh dan berlari ke dapur. Ia menjerit melihat suaminya kejang di lantai dengan kulit yang memerah hebat.

Pembunuh itu berbalik ke arah Aira, mengangkat pisau bedahnya. "Nona Sterling... atau harus kupanggil Aira? Tuan Edward bilang Anda harus ikut pulang ke London, hidup atau mati."

Aira melihat botol air yang tumpah dan kondisi Arkanza. Ia tahu tidak ada waktu untuk takut. Aira meraih sebuah botol wine berat dari rak dan tanpa ragu menghantamkannya ke kepala pria itu dari belakang.

PRANG!

Pria itu tersungkur pingsan. Aira segera menghampiri Arkanza.

"Arkan! Lihat aku! Bernapas, Arkan!" Aira memeluk Arkanza, mencoba melakukan apa yang biasa ia lakukan. Namun kali ini bintik merahnya tidak memudar secepat biasanya. "Kenapa tidak berhasil?! Arkan, bangun!"

Arkanza mencengkeram tangan Aira, matanya mulai memutih. "A-Aira... tas... saku jas... suntikan..."

Aira dengan panik merogoh saku jas Arkanza dan menemukan sebuah EpiPen darurat. Dengan tangan gemetar, ia menyuntikkannya ke paha Arkanza.

Beberapa menit kemudian, napas Arkanza mulai stabil, meskipun tubuhnya masih sangat lemah. Ia bersandar di dada Aira, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

"Kau... kau menyelamatkanku lagi," bisik Arkanza parau.

Aira memeluknya erat, air mata menetes di dahi Arkanza. "Jangan pernah tinggalkan aku, Arkan. Aku tidak peduli dengan warisan atau London. Aku hanya ingin kau selamat."

Arkanza menatap pria yang pingsan itu, lalu menatap Aira dengan tatapan posesif yang kembali membara. "Pria ini akan menceritakan semuanya saat kita mendarat. Dan Edward Sterling... dia baru saja membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya. Dia mencoba membunuhku di depan istriku."

...****************...

Pesawat mulai berguncang hebat. Pilot berteriak melalui interkom, "Tuan Arkanza! Sistem navigasi kita disabotase dari jarak jauh! Kita kehilangan ketinggian dengan cepat!"

​Arkanza memeluk Aira erat. "Edward ingin kita jatuh ke laut, sama seperti dia menjatuhkan ibumu ke jurang. Tapi dia lupa... aku bukan Syarif, dan kau bukan wanita lemah!"

1
Ms. R
Ka ceritanya sangat menarik, saya suka. tapi nama2nya bikin gak mood baca, ini seperti cerita mafia Eropa tapi namanya indo banget, maaf ka gak enak dibaca nya
Ariska Kamisa: hehe maaf ya kak kalo kurang memuaskan🙏
latarnya emang di indo, tapi plot twist nya aira emang keturunan mafia, ibunya kabur ke indo.
total 1 replies
Suginah Ana
critanya bagus menegangkan q suka
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
emang agak tsunder sih arkan 🤣
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
ini dnamakan keluar mulut buaya masuk mulut harimau🤣 dua² ngeri
umie chaby_ba
seru nih ... penasaran akhirnya gimana ? apa penyakitnya Arkan akan sembuh atau selamanya akan bergantung pada Aira . /Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!