dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
begitu jauh perjalanan nya beberapa kali harus ganti kendaraan mulai dari speedboat lalu naik angkot ke stasiun, kemudian naik kereta malam berhenti di stasiun berikutnya menjelang fajar setelah itu mereka naik angkot lagi menuju desa tempat pemberhentian pertama kemudian lanjut lagi naik ojek katanya desa nya akan mereka tuju jalan nya hanya bisa dilakuin oleh kendaraan bermotor atau kuda saja, seperti pedalaman setelah sampai ke desa terakhir yang mereka lewatin baru lah berjalan kaki menuju rumah yang ada kebun mereka.
ini adalah perjalanan pertama yang melelahkan.untuk Rana, sekarang dia jadi bisa bersyukur dan tidak sedih lagi putri nya tidak ikut serta, coba kalo ikut pasti sangat melelahkan bagi sofia yang baru berusia dua tahun tersebut
" aduh bang berapa lama lagi kita sampai kok jauh bener" keluh Rana karena merasa tak sampai sampai.
" sedikit lagi" jawab Aska sambil terkekeh geli melihat istri nya cemberut, lalu Aska menyeka.keringat didahi Sang istri
" hemm...kasian nya istri abang sampe keringat liut gini"
" masih jauh gak bang"
"dikit lagi, kalo gitu kita istirahat dulu yuk, sini duduk di batang pohon roboh ini" jawab Aska sambil menarik tangan istri nya,.
setelah beberapa saat kemudian
" gimana udah ilang belum cape nya, kita jalan lagi yuk" ajak Aska
" ayok bang, udah mendingan, gak sabar pengen cepet sampe rumah"
lalu beberapa langkah mereka pun sampai, eh........ternyata tempat mereka istirahat tepat di belakang rumah mereka, saking lelahnya sampe sampe Rana tidak memperhatikan sekeliling saat dia tahu itu, saking kesal nya Rana sampe menjerit histeris marah pada Aska, merasa di permain kan padahal Aska bermaksud baik karna khawatir istri nya keliatan sangat leleh, makan nya dia ajak istri nya duduk dulu di pohon roboh itu, salah nya di mana coba!
" abang kenapa gak bilang sih kalau sudah sampai, kenapa gak istirahat di rumah malah ngajak duduk di situ coba ..ih?" kata Rana sambil menghentakan kaki
" Aska justru terkekeh saja
" ya udah ayo masuk gak usah marah "
udah lapar ini yuk istirahat makan siang dulu"
kebetulan mereka tadi diatasin mampir dulu ke rumah makan membeli nasi bungkus dan beberapa botol air mineral
kebetulan rumah nya panggung jadi sebelum masuk mereka naik tangga dulu,setelah masuk mata Rana berkeliling melihat keadaan rumah ada satu kamar dan ruang tamu di satu kan dengan ruang keluarga jadi terlihat luas, kemudian dia menoleh kebawah rupa nya dapur nya ada di bagian bawah jadi dia jika mau masak harus menuruni tangga lagi tapi tidak terlalu tinggi
" unik juga rumah nya ya bang walau cuma dari papan, aku suka" kata Rana tanpa melihat Aska
sedangkan Aska sibuk membuka bungkusan nasi
" sini sayang makan dulu, nanti aja liat liat nya, kalo udah makan bisa lansung istirahat tidur siang"
lalu Rana pun menurut, kemudian duduk lesehan di tikar yang Aska bentangkan , memang seperti itu keadaan nya tak ada kursi mau pun sofa.
setelah makan siang Rana duduk sebentar selonjoran.karan kaki nya terasa pegal
" mau abang pijitin kaki nya?" , tawar Aska
" tidak bang, abang juga pasti capek"
walaupun Rana bilang tidak usaha tapi Aska tetap memijit kali Rana, karena sesayang itu Aska pada istri nya, apalagi melihat Rana seperti tidak keberatan diajak hidup sederhana disana.
sambil memijit kaki Rana Aska bertanya
" dek kamu tidak menyesal kan ikut abang tinggal disini?"
" tidak bang , asalkan itu sama abang, kita berjuang bersama demi masa depan kita"
memdengar jawaban Rana mata Aska berkaca kaca , Aska terharu sekali bahwa istri nya mau berjuang bersama, kemudian Aska memeluk Rana dengan erat,
" terimakasih ya sayang?"
" iya bang"
tak lama kemudian saking lelah nya Rana tertidur saat masih dipijit oleh suami nya kemudian Aska pun ikut tertidur sambil memeluk Rana .
semangat