Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.
Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.
Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.
Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.
Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.
Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Kini Nabila dibawa Reynaldo ke Istana Mahkota Perak kembali. "Kau bisa mengobati lukaku disini. Dan tempatmu bekerja, aku sudah meminta izin agar kau libur hari ini," ucap Reynaldo.
"Kau gila yahh! Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini.. Mengapa kau seenaknya saja bilang aku libur..!" cetus Nabila kesal.
"Aku tak suka penolakan!" jawab Reynaldo dengan nada datar.
"Dan aku tidak suka diatur!" teriak Nabila.
"Belajarlah berbalas budi – aku sudah membantumu, apa kau lupa itu?!" ucap Reynaldo.
"Ohh jadi begitu? Kau menolongku tidak ikhlas ya? Apa-apaan itu!"
"Aku ikhlas, tapi tadi kau bilang ingin mengobati luka ini!" tunjuk Reynaldo ke dahinya yang masih berdarah akibat perkelahian tadi.
"Tapii kau tidak harus membuat izin aku libur sialan!! Aku butuh uang untuk biaya akhir sekolah!" umpat Nabila sambil mengambil kotak P3K yang baru saja dibawa pelayan.
"Aku akan membayarmu ganti rugi!"
"Aku bukan pembantumu!!" jawab Nabila tak mau kalah.
"Kau cerewet sekali!" cetus Reynaldo.
"Kau menyebalkan sekali!" balas Nabila.
"Aahh...ahhh pelan-pelan dong!" ucap Reynaldo saat Nabila membersihkan luka di dahinya dengan sedikit kasar.
"Biarin aku kesal denganmu!!" ucap Nabila sambil memanyunkan bibirnya.
"Siapa namamu?" tanya Reynaldo singkat.
"Nabila Zahra Kusuma.." jawab Nabila pendek.
"Ohhh.."
"Kau siapa namamu!?" tanya Nabila balik.
"Reynaldo Wijaya Mahkota"
"Baiklah, aku akan memanggilmu Reynaldo.." ucap Nabila santai.
Reynaldo terkejut mendengarnya memanggil nama lengkapnya – hanya ada satu wanita yang pernah memanggilnya begitu, yaitu ibunya yang sudah meninggal.
"Kau bisa memanggilku Naldo saja.." ucap Reynaldo menimpali.
"Tidak! Aku akan tetap memanggilmu Reynaldo.. Oh yah, ini sudah selesai.., biarkan aku pergi, aku ingin bekerja.." ucap Nabila langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Haaii putraa Mamiii.." suara wanita muda terdengar dari pintu – dia berjalan menggandeng tangan pria paruh baya yang umurnya jauh lebih tua darinya.
"Ibu mu..?" bisik Nabila kepada Reynaldo.
"Tidak!!" jawab Reynaldo dengan tegas.
"Untuk apa kalian ke sini!?" ucap Reynaldo dengan nada dingin.
"Sayangg.. kami ini orang tuamu, kami ingin berkunjung.." ucap Alisha, istri muda Raden Wijaya.
Itulah alasan Reynaldo sangat membenci ayahnya – tidak lama setelah ibunya meninggal, ayahnya langsung menikahi wanita muda seperti Alisha.
"Kau bukan keluarga ini, jadi tutup mulut kosongmu!" ucap Reynaldo.
"Naldo!! Apa itu cara kamu berbicara pada mommymu!!" bentak Raden Wijaya kepada putranya.
"Diamlah! Sudah berapa kali aku bilang dia bukan mommyku!!" balas Reynaldo dengan suara keras.
Nabila yang melihatnya bingung dengan situasi keluarga itu.
"Tenangkan dirimu sayang," bisik Alisha kepada Raden Wijaya.
"Reynaldo, mommy membawakanmu seseorang," ucap Alisha sambil memanggil seorang wanita cantik yang berdiri di belakangnya. Wanita itu memang cantik, tapi riasannya cukup tebal – dia adalah Sophia Wijaya, putri tunggal keluarga Wijaya yang dijodohkan oleh Raden Wijaya untuk putranya. "Haii Reynaldo.." sapanya dengan nada lembut, tapi tetap diabaikan.
"Apa kau tak ingin menyapanya Naldo??" ucap Alisha.
"Tidak!! Pergilah dari istana ini!! Aku muak melihat kalian!!" ucap Reynaldo kini menarik tangan Nabila untuk pergi dari ruang tengah istana.
"Naldoo!! Hentikan!!" teriak Raden Wijaya.
Teriakan itu membuat Reynaldo berhenti bersama Nabila.
"Siapa wanita itu!!" ucap Raden Wijaya mengintip wajah Nabila dari atas ke bawah.
"Kau tak perlu tau!!" jawab Reynaldo.
"Ingat Naldo, kau tetap akan menikah dengan Sophia!" bentak Raden Wijaya.
"Dengarkan aku! Aku tak akan menikah dengan wanita itu, dan kau tidak punya hak campuri masa depanku!!" bentak Reynaldo keras.
"Baiklah! Daddy tidak akan memaksamu menikah dengan Sophia asal kau harus punya istri dalam waktu tiga hari!!" ucap Raden Wijaya.
"Baikkk!! Aku akan membawa istriku! Dan jangan pernah kembali lagi ke sini – kalian bukan siapa-siapa bagiku!!" ucap Reynaldo kesal sambil menggenggam tangan Nabila menuju kamar pribadinya.
"Pengawal, usir mereka keluar! Aku tidak ingin ada pengganggu di istana ini!!" teriak Reynaldo keras kepada para pengawalnya.
Kini Reynaldo membawa Nabila ke ruangan di lantai 3 – kamar khusus miliknya yang sangat mewah dan tenang. Itu adalah kamar utama, tempat Reynaldo tidur dengan ranjang kingsize yang luas.
Reynaldo menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
"Mengapa kau membawaku kemari! Aku ingin pulang Reynaldo!!" ucap Nabila kepada dia.
"Sudah kubilang, tetap disini – aku tidak menerima penolakan!!"
"Ahh bangsatt siapa kau mengatur diriku!!" teriak Nabila langsung bergegas ke pintu untuk keluar, tapi pintunya terkunci.
"Sejak kapan dia mengunci ruangan ini?" gumam Nabila dalam hati.
"Kau tidak akan bisa keluar!" ucap Reynaldo.
"Kauu gila yahh!! Aku ingin bekerja, kau malah mengunciku disini!"
"Aku akan membayarmu, diamlah!!"
"Kau kira aku apa, bajingann!!" umpat Nabila.
"Oke, aku akan melepaskanmu setelah kita membuat perjanjian!!"
"Apaaa?? Kau gilaaa!! Kau yang mengunciku, malah menyuruh buat perjanjian!! Tidakk, aku tidak mau!!" pekik Nabila.
"Yasudah kalau begitu, kau takkan pernah keluar dari ruangan ini!!" ucap Reynaldo sambil memejamkan mata.
"Reynaldo Wijaya Mahkota!!!!" teriak Nabila kencang.
Tapi Reynaldo mengabaikannya.
"Ahhhkkkk sialannn!!" umpat Nabila mendekat ke arah Reynaldo. Dia mengambil bantal dari sisi ranjang lalu memukul-mukulnya dengan bantal itu.
"Lepaskan aku cepaattt!! Ahhhkk bajingann lepasskan!" ucap Nabila sambil terus memukul.
"Ehh kauu... Tidakk tidakk akan!" ucap Reynaldo yang terus menghindar.
Seperti anak kecil, mereka berdua kini melompat-lompat di atas ranjang besar itu. Nabila terus melemparkan bantal ke arah Reynaldo.
"Lepaskan!! Ayoo lepasskan akuu, aku ingin keluarrr Reynaldo!!"
"Tidakkk! Aku tidak akan membiarkanmu keluar sampai kau mau setuju dengan perjanjianku!" ucap Reynaldo gigih.
Sudah kehabisan tenaga, akhirnya Nabila menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, diikuti oleh Reynaldo yang juga duduk di sampingnya.
"Kau memang gilaaaa!!" ucap Nabila.
"Setidaknya aku tidak barbar sepertimu!!" balas Reynaldo.
"Dengarkan aku Nabila! Aku akan membayarmu 2,5 juta dolar setiap bulan jika kau mau mengikuti perjanjian denganku!!" ucap Reynaldo.
"Aku ingin jadi apa!!?" ucap Nabila pasrah.
"Istri kontrak!! bagaimana?"
"Whattt! Tidakk aku tidak mau!!" ucap Nabila terkejut dengan permintaannya.
"Hayolahhhh hanya jadi istri kontrak saja, kau bebas melakukan apapun yang kau mau!!" ucap Reynaldo.
"Diam! Kau gilaaa – bahkan aku masih kelas terakhir SMA!!"
"Aku hanya menikahimu secara resmi saja! Tidak akan menyentuhmu sama sekali!!"
"Apaa?? menyentuh!! Dasar mesum!" ucap Nabila langsung menjauh dari Reynaldo.
"Aku tidak akan tertarik denganmu, kau masih sangat muda!!" ucap Reynaldo santai.
"Diam! Ini perjanjian bodohh!!" cetus Nabila.
"Ayolah Nabila! Aku hanya memintamu jadi istri kontrakku saja!! Aku malas kalau harus menikahi Sophia. Lagipula aku akan membayarmu 2,5 juta dolar setiap bulannya dan kau bebas berbuat apa saja!" ucap Reynaldo datar.
"Jangan langsung menolak!! Aku berikan waktu satu malam untuk kamu pikirkan baik-baik! Dan satu lagi – aku tak suka penolakan!!"
"Itu sama saja kau memaksaku, bangsat!!"
"Kalau begitu kita akan membuat perjanjian resmi di atas materai!! Hanya 6 bulan saja!! Setelah itu aku akan bayar kamu 120 juta dolar dan kau benar-benar bebas!!" ucap Reynaldo singkat, kemudian meninggalkan kamar itu. Pintu secara otomatis terkunci kembali.
"Reynaldo!! Kauu benar-benar gilaaa!!" teriak Nabila kencang.
Nabila kini duduk di atas ranjang milik Reynaldo.
"Tempat tidurnya nyaman juga ya," gumamnya dalam hati.
"Ada apa dengan keluarganya ya! Dia punya kehidupan yang sama kayakku – keluarga yang tidak jelas! Kelebihannya cuma punya banyak uang," guman Nabila dalam hati.
"Lama-lama bisa gilaaa aku!!! Reynaldo lepasskan aku woiii!!" teriaknya dari dalam ruangan. Keadaan dirinya benar-benar frustasi dengan permintaan Reynaldo.
"Sayang, kau tidak serius kan bilang itu sama Reynaldo??" ucap Alisha kepada Raden Wijaya.
"Aku serius..!" jawab Raden Wijaya singkat. "Tapi bagaimana dengan keluarga Wijaya!?"
"Tenanglah Alisha, Reynaldo tidak akan bisa menikah dalam waktu dekat – bagaimanapun dia masih mencintai Maya!" ucap Raden Wijaya.
"Ingat Sayangg, jangan sampai perjodohan ini gagal dengan keluarga Wijaya! Kasian Sophia.." ucap Alisha.
"Iya sayang.. tenanglah..!" ucap Raden Wijaya kepada istrinya.
Sudah hampir lima jam Nabila terkunci di kamar Reynaldo. Kini Reynaldo datang bersama beberapa pelayan membawa makanan. Saat sampai, mereka melihat Nabila sedang tertidur pulas di atas ranjang besar itu.
"Letakkan saja makanan itu di atas meja," ucap Reynaldo kepada para pelayan.
Setelah selesai, para pelayan pergi meninggalkan ruangan. Reynaldo mendekat ke arah Nabila yang tidur dengan wajah tenang – berbeda dengan saat dia terbangun yang selalu terlihat jutek dan cerewet.
Niatnya ingin membangunkan Nabila hilang. Dia memilih menunggu sampai dia terbangun, dan tidak lama kemudian Reynaldo juga tertidur di pinggir ranjang.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Nabila yang ingin ke kamar mandi akhirnya terbangun. Dia terkejut melihat Reynaldo tidur di sebelahnya.
"Aaaaaaaaaaaaaahhhkk!!" teriak Nabila kencang dan mundur jauh dari dia.
Reynaldo yang terbangun akibat teriakan itu langsung menatapnya tajam.
"Mengapa kau berteriak!!!?" ucap Reynaldo.
"Apa yang kau lakukan disini!! Mengapa kau tidur disini!!" teriak Nabila.
"Ini kamarku, jadi suka-suka ku!!" jawab Reynaldo datar.
"Tapiii kau tak boleh tidur saat ada wanita tidur disini!! Apa kau semesum itu!!" teriak Nabila.
"Bisa tidak kau berbicara tanpa teriak!! Kau merusak gendang telingaku Nabila!!" ucap Reynaldo kesal.
"Tidakkk!! Kau!! Kauuu membuat ku gilaaa!!" ucap Nabila.
"Kau sendiri yang membuatnya rumit!!"
"Sialann!! Aku ingin ke kamar mandi!! Kamar mandinya dimana!?" pekik Nabila kepada Reynaldo.
"Itu.. disana.." ucap Reynaldo menunjuk arah kamar mandi dalam kamar itu.
Dengan cepat Nabila langsung pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Reynaldo tanpa sepatah kata.