NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:127.6k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Makan Malam Neraka

​"Total bersih masuk rekening... satu koma dua miliar rupiah."

​Elena menutup aplikasi mobile banking dengan senyum puas. Angka itu jauh lebih cantik daripada wajah Kairo yang sedang marah. Dalam dua jam, dia mengubah tumpukan barang tak berguna menjadi modal likuid.

​"Kerja bagus, Mina. Kamu berbakat jadi admin," puji Elena sambil melempar ponsel ke kasur.

​Mina masih gemetar memegang ring light, wajahnya pucat pasi. "Nyonya... nekat sekali. Itu jam kesayangan Tuan. Dia bisa..."

​"Bisa apa? Marah? Biarkan saja," potong Elena santai, meregangkan tubuh Sora yang lemah. "Yang penting uang masuk. Transaksi sah. Tuanmu tidak bisa membatalkan hukum jual beli."

​Tok. Tok. Tok.

​Ketukan tegas berirama terdengar. Mina melonjak. "Itu Pak Reza!"

​"Masuk," perintah Elena, sibuk menggulung lengan kemeja putih kebesaran milik Kairo yang dicurinya dari lemari.

​Pintu terbuka. Reza, asisten setia Kairo, masuk dengan setelan rapi. Matanya memancarkan ketidaksetujuan melihat kamar yang berantakan seperti kapal pecah.

​"Selamat malam, Nyonya."

​"Malam, Reza. Mau beli tas? Stok habis," sahut Elena sarkas.

​Reza berdehem. "Tuan Kairo menunggu di ruang makan. Beliau memerintahkan Nyonya turun sekarang juga."

​Elena mengangkat alis. "Kupikir dia kenyang makan gengsi."

​"Tuan bersikeras. Jika Nyonya tidak turun dalam lima menit, beliau akan menyeret Nyonya sendiri," Reza menyampaikan pesan barbar itu dengan nada sopan. "Dan pesan Tuan: pakai pakaian yang pantas."

​Elena mendengus tertawa. Dia menatap pantulannya di cermin: rambut dikuncir asal, tanpa makeup, kemeja pria kedodoran, dan celana pendek rumahan. Jauh dari standar "pakaian pantas" Sora yang biasanya gaun malam lengkap.

​"Baiklah. Bilang aku turun."

​Reza menatap horor. "Memakai baju itu?"

​"Kenapa? Ini Armani. Punya bosmu juga," jawab Elena santai, melangkah keluar. "Orang lapar tidak butuh gaun malam."

​Elena menuruni tangga pualam dengan kaki telanjang. Aroma steak wagyu tercium, membuat perut Sora yang biasa diet ketat berbunyi nyaring.

​Di ujung ruang makan luas, Kairo duduk di kursi utama. Kaos polo hitam mencetak otot, segelas wine di tangan. Suasana dingin mencekam. Pelayan menunduk takut.

​Kairo tidak menoleh. Dia memotong daging dengan gerakan tenang namun mengintimidasi. Pisau perak beradu piring porselen. Ting.

​Elena menarik kursi di ujung meja berlawanan. Sreeet. Bunyi gesekan memecah sunyi.

​Kairo berhenti. Dia mengangkat wajah, tatapannya terkunci pada kemeja yang dipakai Elena. Kemeja favoritnya yang hilang.

​"Kau..." suara Kairo rendah berbahaya. "Tidak punya baju lain? Lemarimu penuh gaun seharga mobil, dan kau turun pakai kemejaku?"

​Elena menuang air sendiri. "Gaun itu ribet, susah napas. Kemeja ini nyaman. Tenang saja, belum kujual di live streaming tadi."

​Rahang Kairo mengetat. Dia membanting pisau pelan.

​"Kau benar-benar menguji kesabaranku, Sora," desisnya. "Kau jual jam tanganku. Kau jadikan rumah ini pasar loak. Kau permalukan aku di depan tujuh puluh ribu orang. Dan sekarang kau duduk santai?"

​"Aku tidak mempermalukanmu. Aku rebranding," koreksi Elena sambil memotong daging presisi. "Tema live-nya 'Istri Mandiri'. Netizen suka narasi bangkit. Citra perusahaanmu terbantu, orang pikir istri CEO merakyat karena mendaur ulang barang bekas."

​"Merakyat?" Kairo tertawa sinis. "Menjual Rolex lima puluh juta itu merakyat?"

​"Itu steal deal. Pembelinya pasti orang kaya pelit butuh status," sindir Elena, menyuap daging. "Enak. Medium rare. Kokinya boleh naik gaji."

​Kairo menatap tak percaya. Wanita ini makan dengan lahap, menganggap kemarahannya angin lalu.

​"Aku yang beli," kata Kairo tiba-tiba.

​Elena berhenti mengunyah. "Apa?"

​"Semua barang sampahmu. Aku suruh orang memborongnya," Kairo menatap tajam, mencari reaksi malu. "Uang yang kau banggakan itu uangku juga. Kau cuma mindahin uang dari kantong kiriku ke kananmu."

​Elena menelan daging, minum pelan, lalu tersenyum miring.

​"Oh, jadi akun 'SultanGabut007' itu kamu?" Elena terkekeh. "Makasih, Pak Bos. Pelanggan setia. Lain kali transfer langsung saja, nggak usah lewat e-commerce, kena potongan admin. Sayang, kan?"

​Wajah Kairo memerah padam. Serangannya berbalik jadi lelucon. Dia seperti meninju kapas.

​Kairo hendak membalas, tapi suara TV berita bisnis mengalihkan perhatiannya.

​"...IHSG melemah. Saham Diwantara Group (DWTR) turun 5,4% menyusul rumor kegagalan akuisisi lahan..."

​Suasana meja makan membeku. Kairo mengepalkan tangan. Berita itu sumber sakit kepalanya seharian.

​Dia melirik Elena, menunggu komentar bodoh soal warna merah di layar. Tapi Elena meletakkan garpu, matanya menyipit tajam membaca data di layar TV.

​"Lima koma empat persen," gumam Elena pelan namun jelas. "Padahal fundamental bagus. Penurunan ini tidak wajar kalau cuma karena rumor."

​Kairo mendengus remeh. "Apa yang kau tahu soal saham, Sora? Habiskan makanmu."

​"Bukan rumor yang bikin jatuh," lanjut Elena, mengabaikan perintahnya. Suaranya penuh otoritas. "Ini sentimen negatif karena cash flow operasional. Investor melihat laporan kuartal lalu. Rasio utang jangka pendekmu terlalu tinggi."

​Gerakan tangan Kairo mati total. Pisau menggantung di udara. Dia menatap Elena dengan kening berkerut dalam.

​"Darimana kau dengar istilah itu?"

​Elena menoleh, tatapannya berubah serius. Aura istri manja lenyap, digantikan aura "Hiu Betina".

​"Kairo, kamu terlalu agresif ekspansi ke properti residensial. Kamu pakai dana jangka pendek untuk proyek jangka panjang. Itu maturity mismatch. Bahaya. Suku bunga naik, beban bunga bengkak, profit tergerus. Investor kabur."

​Kairo terdiam, mulutnya sedikit terbuka. Jantungnya berdegup kencang karena kaget. Itu analisis yang sama persis dengan Direktur Keuangannya di rapat tertutup tadi siang! Analisis rahasia!

​"Sora..." suara Kairo tercekat. "Siapa yang memberitahumu? Reza? Kau menguping teleponku?"

​"Menguping?" Elena tertawa kecil, mengambil brokoli. "Datanya ada di layar, Kairo. Di running text. Debt to Equity Ratio Diwantara naik jadi 2,5 kali. Itu lampu kuning."

​Elena menunjuk layar TV dengan garpu.

​"Dan satu lagi. Berhenti memaksakan proyek 'Green Light City' di Cikarang. Pembebasan lahan macet sengketa warga, tapi kamu buang uang untuk PR stunt seolah lancar. Pasar tahu kamu bohong. Makanya sahammu dihukum."

​Kairo mematung. Dia merasa ditelanjangi. Bagaimana mungkin Sora tahu detail Debt to Equity Ratio dan sengketa Cikarang?

​"Kau..." Kairo menelan ludah kering. Dia menatap Elena seperti melihat makhluk asing. "Kau bukan Sora."

​Elena tersenyum misterius. Dia menyeka mulut, berdiri, dan berjalan pelan mengitari meja panjang itu.

​Kairo tak bergerak, matanya mengikuti setiap langkah Elena.

​Elena berhenti tepat di samping kursi Kairo. Dia membungkuk, mendekatkan wajah ke telinga suaminya. Aroma sampo mawar bercampur feromon dominan menguar.

​"Aku memang bukan Sora yang dulu. Sora yang itu sudah mati di bathtub tadi pagi."

​Bisikan Elena halus namun setajam silet.

​"Kalau mau sahammu hijau besok pagi, jual aset non-produktif di sektor retail yang merugi itu. Cut loss sekarang. Lalu umumkan buyback saham dengan sisa kas. Itu akan mengembalikan kepercayaan pasar."

​Elena menarik wajahnya, menepuk bahu Kairo pelan seolah menepuk anak magang.

​"Selamat makan, Suamiku. Pikirkan saranku. Itu konsultasi gratis. Kalau besok-besok, bayarnya mahal."

​Elena melenggang keluar ruang makan, meninggalkan Kairo yang masih duduk mematung dengan garpu di udara dan mulut terkunci rapat.

1
Aar Arnadi
makasih kk karya yg sangat bagus bngt 4 jempol buat kk👍👍👍👍
Savana Liora: sama2 makasih ya kak. 🙏
total 1 replies
cinta semu
🤣🤣jejak u tertinggal di cctv Elena
Ma Em
Akhirnya Elena alias Sora hdp bahagia bersama suami dan anak2 nya .
Savana Liora: iya. syukurlah
total 1 replies
tutiana
otw
tutiana
❤️❤️❤️
aliifa afida
astaga... kairo versi sachet gini amat yaaa🤣🤣🤣
@Resh@
ayolah😍😍😃
@Resh@
waw seru keknya nya ni gasss👏👏
Savana Liora: mantap. yuk
total 1 replies
@Resh@
sumpah ngikik aku wkwkw lucu banget keluarga habagia aku sukA🤣😍😍😍😍
Sulis Wati
kolaborasi ini, nanti anaknya cewe, kaya bapaknya
Udhlah,, senggol bacokl🤣🤣
Sulis Wati
wkwkwkwkwk menyala ga tuhh elvarooo🤣🤣🤣🤣💪💪💪
Sita Sakira
wahhh ditunggu kisah elvano thor😍
Savana Liora: sudah ada satu bab ya. yuk ramai kan
total 1 replies
Harnita
barusan genre reinkarnasi saya suka
Savana Liora: makasih kk
total 1 replies
aliifa afida
horor bacanya thor... ngeriii...
Talita Rafifah artanti
Luar biasa bagus ceritanya, menghibur dan menarik untuk baca
Savana Liora: makasih kk
total 1 replies
E H Mukti
Cewe emg multitasking kairo🤣🤣🤣
E H Mukti
Kerennnn😍😍😍😍😍😍😍
E H Mukti
Hajar elena 🤣🤣🤣👌
lin sya
si Viktor sudah end,bakal ada musuh lgi yg muncul gk ya?
msih nunggu dimna elena alias sora mengungkapkan jati dirinya ke kairo, dripd trus berbohong yg ada nnti kairo kecewa, gk buruk jg klo jujur kairo kan bucin psti bsa nerima apa adanya 💪
@Resh@
keren banget puas banget tu si aki2 menggelepar🤣🤣🤣🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!