NovelToon NovelToon
Sinyal Dari Lantai 4.5

Sinyal Dari Lantai 4.5

Status: tamat
Genre:Fantasi / Misteri / Action / Tamat
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Di dunia ini, semua gedung tinggi secara hukum tidak boleh memiliki lantai 13 atau 4. Namun, seorang pemuda bernama Genta , seorang tukang servis lift yang punya insting tajam, menemukan bahwa lantai-lantai yang "hilang" itu sebenarnya ada secara fisik, tapi hanya bisa diakses dengan kode lift tertentu.

Lantai-lantai tersembunyi ini (Lantai 4.1, 4.2, dst.) adalah kantor pusat "Konsorsium Semesta "organisasi yang mengatur segala hal "kebetulan" di dunia. Mulai dari kenapa sandal jepit selalu hilang sebelah, sampai kenapa harga cabai naik tiba-tiba. Genta tidak sengaja terjebak di Lantai 4.5 dan membawa kabur sebuah "Remote Pengatur Sial".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jakarta Versi 2.0

BAB 22: SELAMAT DATANG DI JAKARTA VERSI 2.0

Genta merasa tubuhnya seperti ditarik melalui lubang sedotan yang sangat sempit sebelum akhirnya ia terhempas ke atas permukaan yang keras dan dingin. Telinganya berdenging hebat, dan aroma kabel terbakar memenuhi indra penciumannya. Saat ia membuka mata, ia tidak lagi berada di dasar laut yang gelap. Ia berada di tengah-tengah Bundaran HI, Jakarta.

Namun, ini bukan Jakarta yang ia kenal.

Langit di atasnya tidak berwarna biru atau kelabu, melainkan berwarna hijau gelap dengan barisan kode biner yang terus mengalir jatuh seperti hujan statis. Monumen Selamat Datang di tengah kolam tampak retak-retak, dan setiap kali Genta berkedip, monumen itu berubah bentuk menjadi tumpukan kubus piksel yang belum sempurna. Mobil-mobil di jalanan berhenti total, namun mereka tampak transparan, seolah-olah hanya bayangan dari benda yang pernah ada.

"Sarah? Aki? Kalian di mana?!" teriak Genta. Suaranya terdengar aneh, ada sedikit gema elektronik setiap kali ia berbicara.

Genta bangkit berdiri dan memeriksa tubuhnya. Ia masih memakai seragam teknisinya, tapi saat ia melihat tangannya, ia menyadari sesuatu yang mengerikan. Kulitnya terkadang bergetar dan memperlihatkan sirkuit cahaya di bawahnya. Di pergelangan tangannya, kini muncul sebuah angka yang melayang: [LATENCY: 40ms].

"Genta! Jangan bergerak!" suara Sarah terdengar dari udara kosong.

Tiba-tiba, ruang di samping Genta melengkung, dan Sarah muncul dari sebuah portal cahaya kecil. Penampilannya berubah drastis; ia mengenakan jubah peretas panjang yang bersinar dan matanya ditutupi oleh visor digital.

"Sarah? Apa yang terjadi? Kita mati?" tanya Genta panik.

"Lebih buruk dari itu, Genta," Sarah menarik Genta ke balik sebuah bus TransJakarta yang tampak 'glitchy'. "Tuas yang kamu tarik itu bukan tombol 'Off'. Itu adalah tombol 'Upload'. Kenji dan Konsorsium punya protokol darurat yang disebut 'The Great Migration'. Karena sistem fisik mereka di dasar laut terancam hancur, mereka memindahkan kesadaran seluruh manusia di bumi ke dalam server cadangan ini."

Genta menatap sekeliling dengan ngeri. "Maksudmu, semua orang di Jakarta... semua orang di dunia... sekarang ada di dalam komputer?"

"Tepatnya di dalam 'The Nexus', dimensi digital yang dikendalikan oleh sisa-sisa algoritma Konsorsium. Tapi karena proses upload-nya dipaksa, dunia ini tidak stabil. Lihat gedung-gedung itu," Sarah menunjuk ke arah gedung-gedung di Jalan Sudirman yang perlahan-lahan mulai terhapus dari bawah ke atas. "Dunia ini sedang mengalami 'Data Decay'. Jika kita tidak menemukan jalan keluar, kesadaran kita akan ikut terhapus bersama sampah data lainnya."

"Lalu di mana Aki? Dan di mana Kenji?"

"Aki terpisah saat proses sinkronisasi. Dia mungkin terlempar ke sektor lain, mungkin ke 'Jakarta Masa Lalu' atau 'Jakarta Masa Depan', karena memori dia sangat luas. Sedangkan Kenji... dia sekarang punya kekuatan penuh di sini. Di dunia ini, dia bukan lagi pengusaha, dia adalah Admin," jelas Sarah sambil terus memantau visor digitalnya.

Tiba-tiba, suara sirene yang sangat kencang bergema di seluruh kota. Suaranya bukan seperti sirene polisi, melainkan suara peringatan sistem komputer yang mengalami error. Dari arah langit, turun beberapa sosok yang terbang dengan jubah hitam panjang. Wajah mereka tidak ada, hanya digantikan oleh layar yang menampilkan tulisan [ERROR 404: ILLEGAL USER DETECTED].

"Itu adalah 'The Debuggers'," bisik Sarah sambil menarik tangan Genta. "Mereka adalah antibodi sistem yang bertugas menghapus user yang tidak memiliki sertifikat resmi. Dan karena kita masuk lewat jalur ilegal, kita adalah target utama mereka!"

"Saya teknisi, Sarah! Saya bukan virus!" protes Genta.

"Di mata sistem ini, kehendak bebas adalah virus, Genta!"

Para Debugger itu meluncur turun dengan kecepatan luar biasa. Mereka menembakkan laser berwarna merah yang setiap kali mengenai benda, benda tersebut langsung hilang menjadi kode yang hancur. Genta dan Sarah berlari sekuat tenaga menyusuri trotoar Sudirman yang mulai retak-retak digital.

Genta meraba sakunya, berharap menemukan obeng magnetiknya. Alat itu masih ada, tapi sekarang bentuknya berubah menjadi sebilah pedang cahaya pendek yang berdenyut sesuai dengan detak jantungnya.

"Gunakan alatmu, Genta! Di dunia ini, peralatan teknismu adalah senjata manipulasi data!" teriak Sarah.

Saat salah satu Debugger mendekat dan hendak menghunuskan tangannya ke arah Genta, Genta berbalik dan menghantamkan obeng cahayanya ke tanah.

"Akses Root: Defragment!" gumam Genta secara insting.

Gelombang cahaya putih keluar dari titik hantaman, membuat lantai aspal digital di depan Genta tersusun ulang secara paksa. Sang Debugger yang sedang meluncur tiba-tiba menabrak dinding kode yang muncul mendadak dan tubuhnya pecah menjadi ribuan fragmen data yang tidak berarti.

"Bagus! Kamu mulai paham cara kerja dunia ini!" Sarah menarik Genta masuk ke dalam stasiun MRT yang tampak gelap dan penuh dengan kabel-kabel bercahaya yang menjuntai. "Kita harus mencari 'The Backdoor', pintu keluar rahasia yang tidak diketahui oleh Konsorsium. Hanya dengan begitu kita bisa mengembalikan kesadaran semua orang ke tubuh fisik mereka sebelum server ini meledak."

Genta menatap ke dalam terowongan MRT yang gelap. Ia tahu, perjalanannya menuju Bab 40 baru saja dimulai. Dari dasar laut ke dunia digital, tantangannya bukan lagi soal mesin yang rusak, tapi soal bagaimana mempertahankan kemanusiaan di dunia yang hanya terdiri dari angka satu dan nol.

"Oke, Sarah," Genta menggenggam senjatanya erat-erat. "Tunjukkan jalannya. Kita punya sebuah dunia yang harus kita 'Restart' sekali lagi."

Di kejauhan, di atas Monas digital yang berpendar merah, sesosok bayangan raksasa memperhatikan mereka. Itu adalah Kenji, sang Admin Agung, yang tersenyum dingin. "Selamat datang di taman bermaiku, Genta. Di sini, aku adalah hukumnya."

1
Melissa McCarthy
mantap bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!