NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi

Namira berdandan secantik mungkin untuk mengantarkan putranya menemui ayahnya. Dengan dress bermotif bunga dipadukan dengan kalung kecil berbandul hurup J dia begitu percaya diri.Senyum tidak pernah luntur dari bibirnya, lipstik berwarna merah dia usapkan di bibir sedikit tebal miliknya.

Sedari pagi dia sudah mengatakan kepada para maid yang bertugas di dapur untuk membuatkan makan siang yang akan dia bawa ke kantor suaminya.

Mungkin saja Jeon bisa berubah pikiran saat melihat dia berpenampilan menarik saat menemui suaminya.Setelah berpikir cukup keras dia tidak ingin mengalah begitu saja,toh semuanya belum diputuskan.Entah mengapa hakim belum juga mengetukkan palu pengadilan.

"Mommy...Evan sudah siap"

Putranya begitu tampan dengan kaus berwarna biru langit dipadukan dengan celana jeans pendek membuat bocah itu semakin menggemaskan.

"Nanti kita tidur bersama Daddy lagi bertiga.."

"Benalkah mommy"

"Huum.. nanti pulang kantor kita naik mobil Daddy"

Namira segera menggandeng putranya untuk segera menaiki mobil merah miliknya. Dia sengaja menyetir mobilnya sendiri tanpa sopir karena mungkin saja Jeon akan mengantarkan mereka pulang.Bukankah boleh berharap demikian.

Mereka pun sampai di kantor Jeon Respati setelah menempuh jarak sekitar tiga puluh menit karena jalanan yang sangat macet. Evan sudah tak sabar ingin bertemu ayahnya, dengan gumaman kecil dia menggandeng tangan ibunya dengan di ayun ke depan dan belakang.

Para karyawan yang melihat ibu dan anak itu, langsung bangun dari tempat duduk mereka dan membungkukan badan mereka tanda hormat karena Namira adalah istri dari bos besar mereka. Namira hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan Jeon.

Setelah keluar dari lift, Namira dan Evan langsung bertemu dengan sekretaris pribadi Jeon.

"Selamat siang Nyonya.."Pria muda bernama Daniel itu menundukkan kepalanya dan menyapa Namira.

"Siang Niel,apa Jeon ada..?"

"Ada Nyonya,tapi tuan sedang tidak bisa di ganggu"

Sebelum Namira sempat bertanya lebih lanjut, putranya sudah lebih dulu masuk ke ruangan Jeon.Namira terkejut dan langsung mengejar Evan karena dia berpikir suaminya sedang mengadakan rapat di ruangan pribadinya.

Ketika masuk ke ruangan Jeon,Namira tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Jeon sedang memangku tubuh Emily.

"Daddy.."teriak Evan seperti tak perduli dengan keadaan sekitar.

Emily turun dari pangkuan Jeon dan merapikan kemejanya yang sedikit berantakan.Sepertinya mereka baru saja bercumbu karena bibir gadis itu sedikit membengkak.

"Haii son,ada apa ke kantor Daddy..?"Jeon berjalan mendekati bocah itu dan langsung menggendongnya.

"Bukankah sudah saya katakan,biar saya yang akan menjemputnya"ucapan itu tertuju pada Namira yang masih diam di tempatnya.

"Evan sudah tak sabar ingin bertemu denganmu.."

Emily hanya diam duduk bersandar di kursi milik Jeon.Dia memainkan ponsel kekasihnya dan tidak ingin ikut campur dengan obrolan mereka.

"Aku membawa bekal makan siang"Namira menyimpan kotak bekalnya di atas meja."Evan juga belum makan"ucapnya lagi.

"Sayang sekali,saya sudah makan dengan Emily"

"Daddy, Evan lapal"Rengek putranya yang masih berada di gendongan.

"Makanlah..ajak mommy buat makan, Daddy akan menyelesaikan pekerjaan Daddy dulu.. oke"

Evan mengangguk dan segera turun dari gendongan ayahnya.Namira segera membuka kotak bekal miliknya, hatinya kembali hancur menyaksikan betapa Jeon benar-benar sudah tak ingin melihat dirinya lagi.Pria itu tersenyum begitu lembut pada Emily yang sekarang sedang duduk manis di kursi kerja miliknya.

Sedangkan pria itu bersusah payah untuk menggeser kursi lain untuk dia duduki.Namira juga melihat sepatu gadis itu teronggok begitu saja dibawah meja dan dia yakin seratus persen kaki gadis itu ada di pangkuan Jeon Respati.

Namira hanya menyuapi putranya tanpa berniat untuk ikut makan.Rasanya dia sudah tidak berselera lagi untuk makan. Semuanya tidak sesuai dengan apa yang dia pikirkan.

"Geli sayang..."Rengek Emily terdengar di rungu Namira.Jeon terkekeh mendengar rengekan gadis itu.

"Perlengkapan Evan sudah kamu bawa?"tanya Jeon tanpa menatap Namira.

"Belum.."ujar Namira datar.

Jeon menaikkan alisnya tanda tidak suka dengan jawaban mantan istrinya.

"Kamu mengantarkan Evan kemari tanpa membawa perlengkapannya.Dia mau menginap dirumah saya"Jeon menatap tajam pada Namira.

"Daddy...apa benal Daddy yang akan menginap di lumah,kita akan pulang belsama"

"Siapa yang bilang begitu sayang..?"tanya Jeon pada putranya.

"Mommy.. mommy bilang kita beltiga akan tidul belsama lagi"

Wajah Namira terlihat pucat saat mendengar ocehan putranya.Evan tidak salah,dia lah yang salah karena sudah berharap terlalu jauh.

Emily menatap Namira dan tersenyum miring pada wanita itu.Dia juga menatap kalung yang dipakai oleh wanita itu, Namira menutup sedikit bagian atas dress-nya karena dia sangat malu untuk kesekian kalinya.

"Surat perceraian kita besok akan sampai di rumahmu, setelah ini jangan berkata yang tidak-tidak pada putraku"

"Aku akan mengambil perlengkapan Evan"ucap Namira setelah selesai menyuapi.

"Tidak perlu,biar nanti Emily yang membelinya, silahkan keluar jika sudah tidak ada lagi yang perlu di katakan "

Mata Namira memerah mendengar semua ucapan Jeon,benar...dia hanya bermimpi terlalu jauh.

"Sayang.. mommy pulang dulu ya, nanti jika ingin pulang telpon saja mommy"

"Iya mommy.."

Namira menciumi wajah putranya,dadanya terasa sesak harus meninggalkan putranya dengan mantan suami dan kekasih barunya.Bukankah begitu menyedihkan hidupnya..

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!