"Rania apa yang kamu lakukan di kamar berdua'an dengan papa kamu" teriak Ririn.
"ini tidak seperti yang bunda pikiran. om haikal yang memaksa aku masuk kamar bunda" Rania ketakutan.
"bohong itu sayang, anakmu ini yang goda mas" haikal memfitnah Rania.
plak
"kurang ajar kamu Rania.. berani banget goda suami bunda.. mending sekarang kamu pergi dari sini!! biar kamu tinggal dengan ayahmu saja" Rania di usir sama Ririn dari rumah nya.
Rania azura rinjani, gadis 16 tahun yang harus menjalani hidup sengsara semenjak kedua orang tuanya memilih berpisah dan mempunyai keluarga baru.
Rania dia abaikan oleh kedua orang tuanya dan lebih perhatian dengan keluarga barunya.. baik rumah ayah maupun bunda nya seperti neraka baginya.
"Tuhan gue harus kemana ini.. pulang ke rumah ayah gue pasti di siksa habis-habisan sama istri baru ayah.. menetap di sini pun tidak aman karena suami bunda yang bajingan itu pasti kembali melecehkan gue" Rania menangis di kamar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 15
"Mbok mana sarapan untuk aku dan mama, masak cuma nasi dan telor ceplok saja" kata jihan.
"Ya memang itu non jihan.. Non Rania menyuruh kami menyiapkan ini saja untuk kalian" jawab mbok darmi.
"Astaga bik mana bisa kami makanan orang miskin seperti ini sih.. Masakin aku dan mama yang seperti biasa" suruh jihan.
"Lo siapa! Berani banget merintah mereka masak lagi.. Makan yang ada di meja aja lo dan mama lo itu" Rania baru masuk ke ruang makan.
"Lo aja yang makan, kan lo biasa hidup susah. Jadi lo yang cocok makan ini" ketus jihan.
"Seharusnya lo bersyukur masih bisa makan. Lo di sini cuma numpang jadi harus sadar diri dong".
Sinta memegang perutnya menahan lapar. Dia tidak sudi makanan yang ada di atas meja sekarang ini. Padahal anak di dalam kandungan nya butuh nutrisi.
" sudah lah tante sinta, makan aja yang ada.. Tante dan jihan harus belajar hidup susah mulai dari sekarang. Tante gak kasihan dengan anak yang ada di dalam kandungan nya itu ".
Raihan baru tiba di ruang makan. Dia melihat hanya nasi dan telor ceplok yang ada di sana. Dia juga heran kenapa mbok darmi dan yang lainnya tidak masak seperti biasanya.
"Ayah lihat, baru sehari Rania ada di rumah ini sudah berbuat sesuka hati nya.. Masak dia cuma nyuruh mbok darmi cuma goreng telur ceplok doang" adu jihan.
"Betul itu mas.. Kamu harus beri Rania hukuman. Anak kita butuh nutrisi yang banyak supaya pas lahir sehat tapi dia malah seperti ini" lanjut jihan.
"Yakin itu anak bokap ku tante?? ".
Deggg!!!
Sinta menegang, dia baru ingat Rania sudah tahu kalau anak yang dia kandung itu bukan anak Raihan melainkan orang lain.. Sinta tidak menjawab.
"Sudah lah jangan berdebat, makan apa yang ada aja. Mbok buatkan saya kopi" Raihan duduk di tempat nya. Makan dengan telur ceplok pun tidak masalah baginya.
Mbok darmi pun membuatkan Raihan kopi tapi cuma Raihan. Rania melarang semua pelayan untuk melayani jihan dan sinta mulai dari hari ini.. Apapun yang ingin mereka lakukan harus sendiri.
"Anak ini benar-benar ingin balas dendam seperti nya. Terserah apapun yang dia mau perbuat pada ku dan yang lainya.. Rasa sakit yang ku perbuat tidak sebanding dengan ini" batin Raihan.
Jihan pamit untuk berangkat sekolah, moodnya benar-benar hancur karena tidak memakai mobil ke sekolah.. Dia kembali masuk kedalam untuk memarahi Rania.
"Rania lo sengaja tidak mengizinkan supir anterin gue sekolah.. Lo mau apa sih sebenernya" marah jihan..
"Itu kan mobil gue jadi lo gak berhak memakai mulai hari ini.. Semua yang ada di rumah ini lo dan mama lo tidak boleh menggunakan nya tanpa seizin gue" ucap Rania.
"Terus gue harus pakai apa sekolah Rania.. Masak harus jalan kaki sihh! Itu tidak mungkin seorang jihan jalan kaki".
"Ya terserah lo lah.. Itu bukan urusan gue".
Jihan keluar dari rumah dengan sangat marah, dia terpaksa memesan taksi online untuk berangkat sekolah.. naik angkot! Jihan tidak sudi karena tidak biasa.
"hahaha, Nona ini baru sehari loh tapi saudara dan ibu tiri lo sudah stress, gimana hari-hari selanjutnya gue tidak bisa bayangkan.. bokap Nona juga tidak membela mereka loh" Nina tertawa.
"ini masih permulaan kak Nina bukan balas dendam yang sesungguh dan tentang ayah mungkin dalam hati nya dia mengumpat juga" .
"mungkin dia menyesal telah mengalihkan semua asetnya untuk Nona kalau dia tahu endingnya seperti sekarang ini".
"ayok kita kembali ke mansion, sebentar lagi aku juga harus sekolah" ajak Rania sama Nina..
********
"Maaf buk kartun nya tidak bisa di gunakan apakah ada kartu yang lain" tanya kasir sama sinta.
"Coba yang ini mbak" sinta menyerahkan kartu yang satu nya lagi.
"Ini juga tidak bisa di gunakan buk" kasir itu kembar memberi tahu sinta.
"Biar aku aja sayang yang bayar" ucap surya.
Mereka baru aja selesai makan siang di salah satu restoran. Pikiran sinta buntu karena kenapa kedua kartu nya tidak bisa di gunakan.
"Apa anak sialan itu yang memblokir semua kartu ku.. Sial kalau begini aku tidak bisa belanja sepuas hati.. Percuma ngadu sama mas Raihan. Dia juga tidak akan bisa berbuat apa-apa".
Surya melihat sinta seperti banyak pikiran, dari tadi dia melamun terus dan tidak mendengar surya bicara apa.
"Sayang sebenarnya apa yang terjadi sih? Kok kartu mu tidak bisa di gunakan" tanya surya.
"Aku dalam masalah besar mas, semua rencana yang ku susun dari awal hancur berantakan.. Tidak ada angin tidak ada hujan si Raihan yang bodoh itu mengalihkan semua asetnya sama Rania tanpa sepengetahuan ku" cerita sinta.
"Kapan itu terjadi.. Bukan kan selama ini Raihan selalu ada di dalam jangkauan mu kok sampai kecolongan seperti ini".
" aku juga tidak tahu kapan dia bertemu pengacaranya.. Aku baru tahu setelah Rania kembali ke rumah.. Sialnya mas Raihan tidak menyangkalnya sama sekali tentang hal itu " lanjut sinta.
"Baru berapa hari kembali hidup ku dan jihan di buat tidak enak mas, anak itu melakukan apapun yang dia mau.. Aku tidak terima Rania yang jadi pewaris mas Raihan".
"Kamu tenang saja sayang meskipun kamu dan anak kita tidak mendapatkan apa-apa kan masih ada aku yang bikin hidup mu bahagia".
"Tidak bisa dong mas surya.. Mas Raihan lebih kaya dari kamu" ketus sinta.
Bukan hanya kartu sinta, kartu jihan juga tidak bisa di gunakan. Jihan sangat malu karena tidak jadi membeli tas impian nya di mall.
Jihan langsung menghubungi sang mama untuk menanyakan kenapa kartu nya tidak bisa di gunakan.
"Mah kiriman aku uang 100 juta dong. Aku lagi di mall ini mau beli tas tapi saat mau bayar kartu ku tidak bisa di gunakan ini".
"Mama tidak punya uang jihan.. Kamu pulang aja gak usah keluyuran di mall" suruh sinta.
"Mana mungkin mama gak punya uang. Bukan nya ayah memberikan mama 2 kartu.. Ayok mah! Jihan mau beli tas impian jihan" rengek jihan.
"Gimana mama mau kirimin kamu uang jihan! Kartu mama pun tidak bisa di gunakan sama seperti kamu".
" what kok bisa!! Ini pasti ulah Rania. Awas aja sampai di rumah aku bikin perhitungan dengan nya"jihan begitu marah.
Rania benar-benar bikin hidup ibu dan anak itu menderita, semua fasilitas mewah mereka Rania cabut, ayah pun di buat tidak berani berkutik . cukup menatap ayahnya dengan tajam Raihan langsung kikuk..
agar jelas Ng ada sangkut pautnya lagi.
thanks teh 💪❤️