NovelToon NovelToon
From Turis To Will You Marry Me

From Turis To Will You Marry Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ws. Glo

David Mendoza adalah pria paling menakutkan dan problematik di Sao Paulo, Brazil. Selain karena ia seorang Chief Executive Officer (CEO) perusahaan minyak dan gas terbesar kedua di negara itu, David merupakan ketua kartel kelas kakap. Sehingga membuatnya amat diwaspadai, baik di dunia bawah tanah maupun dalam pergulatan bisnis. Tidak ada yang berani menyentuhnya.
Sampai pada suatu hari, Laila Cakrawala yang merupakan seorang turis asal Indonesia, membuatnya terpana. Sejak saat itu, David terobsesi untuk mendapatkan Laila yang ternyata sudah menikah.
Tetapi, hubungan rumit itu jelas mendapat banyak tantangan, baik soal perasaan maupun alur kehidupan mereka, meski sekalipun David berhasil memenangkan Laila.

Akankah keduanya berakhir bahagia? Atau malah, sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ws. Glo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Episode 4) Pria paling problematik di Sao Paulo

Pada siang hari yang begitu terik tepatnya didalam kamar hotel tempat mereka menghabiskan waktu, Laila nampak tertunduk gemetar dengan wajah pucat di hadapan Bella dan Aini.

Bagaimana tidak? Sebuah kenyataan mencengangkan, membuat bulu kuduknya meremang.

Beberapa waktu sebelumnya, semua tampak baik-baik saja. Sampai ketika Bella memegang kartu nama pemberian Laila dari seorang investor sekaligus malaikat penyelamatnya, segalanya berubah.

"Ini berbahaya, Laila. Pria yang akan menjadi investor di perusahaanku ini bukan orang biasa. Melainkan David Mendoza." Ujar Bella, bergidik ketakutan.

"Memang dia siapa, Bu CEO?" tanya Laila.

Bella meneguk salivanya kasar karena tegang. Lalu kemudian mengatakan, "sebelum membangun kantor cabang perusahaan di Brazil, aku terlebih dahulu mencari-tahu tentang Sao Paulo."

"Dibalik sektor perekonomiannya yang maju, Sao Paulo adalah tempat para kartel dan gangster. Ada banyak organisasi bawah tanah di wilayah ini. Meski begitu, hanya ada satu nama yang patut diwaspadai. Dialah David Mendoza," tutur Bella.

"Apa kami boleh tahu, siapa dia sebenarnya Bu CEO?" timpa Aini, penasaran.

Bella menghembus nafasnya berat. "David Mendoza merupakan CEO Olav David Mendoza (ODM) Company. Perusahaan minyak dan gas terbesar kedua di Brazil. Ia termasuk salah satu dari seratus pria terkaya di dunia. Tetapi, tidak sedikit orang yang tahu bahwa dia adalah ketua kartel tingkat tinggi. Tidak ada yang berani menyentuhnya. Bahkan polisi sekalipun."

Bella melanjutkan, "ada banyak rumor gelap yang melekat pada pria itu. Selain karena pemilik organisasi bawah tanah paling kejam di Sao Paulo, David adalah penyebab kematian paman kandungannya sendiri. Dia pembunuh berdarah dingin. Kemudian, masih banyak lagi isu-isu miring lainnya. Diantaranya, dia seorang penggila wanita. Pria yang hobby berfoya-foya dan bermain judi. Sifatnya juga angkuh, dingin dan tidak kenal ampun bagi siapapun yang menyinggungnya. Itulah mengapa, dia dijuluki sebagai pria problematik di Brazil."

Laila membelalakkan mata. Dia akhirnya tersadar, telah berurusan dengan orang yang salah.

"Lalu, apa yang mesti saya lakukan Bu CEO? Hari ini, saya akan ke rumahnya untuk menyerahkan surat kontrak perjanjian kerjasama, sekaligus mengambil uang pinjaman buat operasi suami saya." Tanya Laila, tertunduk takut.

Tappp.

"Mau bagaimana lagi, kita sudah tidak dapat menghindar. Aku menyarankanmu untuk menjaga sikap. Jangan sampai membuatnya tersinggung. Karena itu, bisa membahayakan nyawamu. Ini demi nama baik perusahaan dan juga keselamatan suamimu," jawab Bella menepak kedua bahu Laila.

Hingga momen itu pun tiba. Saat dimana Laila terjebak dalam belenggu David Mendoza.

Bruuum.

Sebuah taxi berhenti di depan kediaman bergaya eropa klasik yang terlihat sangat megah bagaikan istana kerajaan. Laila keluar dari dalam kendaraan itu, mengamati rumah yang hampir mirip dengan gedung tersebut, seraya berusaha mengontrol ketakutannya.

"Haaah," Laila mengambil nafas. "Tidak kusangka, aku kini berada di rumah orang yang paling berkuasa di Sao Paulo."

Laila lantas meneguhkan hatinya, "jangan khawatir. Semua pasti akan baik-baik saja."

Ia lalu melangkahkan kakinya dengan gemulai namun sedikit canggung. Di depan gerbang, dua pengawal bertampang seram menyapanya.

"Ada urusan apa, nona?"

Seraya menyodorkan kartu nama David, Laila mengatakan, "saya ingin bertemu tuan David Mendoza."

Setelah memastikan keaslian kartu nama tersebut, kedua pengawal itu langsung membuka gerbang masuk.

Laila disambut oleh kemewahan yang tidak pernah ia temukan di Indonesia. Rumah dengan tema warna hitam dan emas itu, nampak elegan. Menyatu padu bersama tanaman-tanaman hias, yang tertata rapi di halaman. Adapula air mancur, yang dibawahnya terdapat ikan-ikan mahal.

Laila lanjut mengedarkan pandangan. Ia mendapati ada bagasi disana yang dijejeri oleh mobil dan motor berkilauan, hampir tidak terhitung jumlahnya.

Sejenak, Laila kagum. Namun ketika ia tiba-tiba sudah sampai depan pintu, semua menjadi semu.

Leo, asisten pribadi David bertunduk sambil membuka pintu. "Silahkan masuk, nona."

Cekritttt.

Laila melongok. Melihat ada David sudah terduduk di ruang tamu. Seolah sedang menunggu kedatangannya. Pria itu nampak tersenyum. Tetapi tidak mampu menutupi kenyataan bahwa dia bukan sang malaikat penyelamat, seperti yang semula Laila duga.

"Selamat datang, Laila." Sapa David.

Laila terlihat menciutkan langkahnya. Sikap canggungnya membuat David terperangah.

"Ada apa dengannya?" batin David, mengerutkan kening.

"Se... selamat sore tuan," ucap Laila meringkukkan badan lebih sopan dari sebelum-sebelumnya. Dengan kikuk, ia lantas terduduk. Bibir kering dan wajah pucatnya sudah menjelaskan kepada David, bahwa wanita itu pasti telah mengetahui identitas aslinya.

David menyeringai, "kau tidak seperti biasanya nona. Ah maksudku, nyonya Laila. Hari ini kau tampak lesu dan... sedikit takut."

Deggg.

Laila tersentak. "Ti--tidak apa-apa, tuan. Saya hanya tidak enak badan."

David menaikkan sebelah alisnya. Seringainya masih terpatri diujung bibirnya. "Sedang tidak enak badan kah... Atau sudah tau semua tentang siapa David Mendoza?"

Deggg.

Detak jantung Laila seakan berhenti memompa. Terlebih kala memandangi David yang kelihatan memancarkan aura seram, Laila enggan berbicara. Reaksi itu pun menjawab dugaan David.

David mengangguk, "ternyata begitu. Akhirnya, kau tau juga siapa aku."

Laila mencoba mengumpulkan keberaniannya yang tersisa. Ia teringat akan nasehat Bella yang mengatakan bahwa tidak boleh sampai menyinggungnya. Ditambah, hanya dia satu-satunya yang dapat meminjamkan uang sebesar lima ratus rupiah secara lapang dada.

Karena itulah, demi tujuannya Laila mengulurkan berkas kontrak perjanjian kerjasama perusahaan dan David selaku investor, ke meja panjang itu seraya menyampaikan, "anda tinggal tandatangan di bagian sini saja, tuan." Laila menghunjuk kolom kosong yang diatasnya tertera nama David Mendoza.

David mengambil selembaran itu. Membacanya sebentar, lalu tidak lama kemudian merentangkan tandatangannya yang indah.

Srakk... Srak... Srak.

David melempar selembaran itu ke meja. "Sudah selesai."

Laila memungut berkas penting tersebut. Mengangkat kepalanya perlahan, menatap David yang sedang memandanginya dalam-dalam.

"Ada apa, Laila?" tanya David, masih menyengir.

"Itu, saya juga mau mengambil uang pinjaman yang kemarin tuan," balas Laila dengan canggung.

"Oh, benar juga. Tapi kau belum lupa kan, kalau pinjaman tersebut ada syaratnya." David mengingatkan.

"Iya, tuan. Kira-kira apa syaratnya?" sahut Laila, menggigit bibirnya.

Srappp.

David membentangkan sebuah dokumen dengan map berwarna hijau. "Bacalah."

Laila mengambil dokumen aneh itu. Membaca isinya lalu mendadak membuntangkan mata.

Deggg!!

"Apa ini? Su--surat kontrak nikah?" tanya Laila dengan nada yang tinggi, karena terkejut.

David hanya melebarkan senyum liciknya. Sehingga mau dia bicara atau tidak pun, Laila sudah tau jawabannya. Bahwa pria itu adalah seseorang yang akan melakukan apapun demi keinginannya. Dan Laila, merupakan objek tersebut. Dialah target David.

"Loh? Kemarin, kau berkata mau mengabulkan syarat apapun asal aku dapat meminjamkan uang untuk biaya operasi suamimu. Kenapa sekarang malah komplain? Masih kurang kah, syaratnya?" sembur David. Ia sungguh pria yang licik.

Mendung pun terlihat mengepul di langit-langit Sao Paulo. Seolah menggambarkan perasaan Laila yang tampak abu-abu.

"Kenapa harus pernikahan syaratnya? Anda kan tau sendiri, kalau saya sudah punya suami." Laila berusaha bernegosiasi.

Tetapi David bukan tipe orang yang bisa diajak bicara baik-baik. Ia lantas berkata, "sebab hanya itu satu-satunya hal yang terlintas di pikiranku. Yaitu menikah denganmu. Tidak ada yang lain."

Deggh.

Laila menatap sendu selembaran kertas yang merupakan kontrak perjanjian pernikahannya dengan David Mendoza itu. Seseorang yang tanpa sengaja, ia dekati demi tujuan bisnis. Pria kejam dan licik yang semestinya tidak ia ajak bicara, pada malam pesta Black Hot Party.

"Kenapa melamun? Apa kau ragu?" David yang terduduk angkuh itu, bertanya dengan melebarkan senyum dinginnya seraya menopang dagu. Seketika menyengat hati Laila yang berkecamuk.

"Setelah menandatangi perjanjian itu, biaya operasi suamimu akan langsung kau terima, nyonya Laila. Tenang saja, aku takkan menipumu. Karena aku adalah David Mendoza." Jelas David, menyeringai.

"Kau... hanya perlu berpura-pura menjadi istriku dan tinggal bersamaku selama setahun. Kau juga harus tahu, bahwa tidak semua orang dapat memberikan syarat yang semudah ini, untuk uang pinjaman sebesar lima ratus juta rupiah," imbuhnya merogoh kocek jasnya. Mengeluarkan kotak kecil yang telah ia miliki dari jauh-jauh hari. Sebuah kotak cincin, warisan mendiang ibunya.

David membuka kotak cincin itu. Meletakkannya dihadapan Laila lalu melantunkan, "so... Will You Marry Me?"

Laila termangu. David tentu tidak puas dengan reaksi itu. Ia pun berkata seraya hendak menarik surat kontrak pernikahan tersebut, "namun kalau kau ragu, aku..."

Tapppp.

Tiba-tiba, Laila merenggut kontrak itu. Tanpa basa-basi, ia lantas mendaratkan tandatangannya.

Tidak dapat dipungkiri, David seketima mengembangkan senyumnya yang mengibarkan bendera kemenangan.

"Aku sudah menyetujui pernikahan ini. Sekarang, mana uangnya." Ucap Laila, mengulurkan tangan.

Bukannya memberi apa yang diinginkan Laila, David dengan liciknya malah meminta, "sebelum itu, bagaimana dengan satu ciuman terlebih dahulu? Toh kita sudah menjadi pasangan suami-istri."

Deggg.

Laila membelalakkan mata. Ada kemarahan, keterkejutan dan sedikit penyesalan yang membentang dalam dada. Andai hari itu pria yang dia ganggu bukanlah David Mendoza, mungkin jalan hidupnya bisa saja berbeda.

Sementara perasaan David berbanding terbalik. Wanita yang semula dikiranya turis asing dan sudah merenggut hatinya sejak pandangan pertama, akhirnya telah sah menjadi istrinya.

Dengan gagah berani, ia beranjak untuk mendekati Laila yang hampir menangis karena takut dibohongi. Lalu tanpa izin, David mendaratkan satu kecupan manis yang sudah beberapa hari ia tahan, ke pipi mulus Laila.

Chupppp.

"Te Amo, Laila." Lirih David dengan tatap mata yang sayu disertai senyum teduh.

Kecupan itu, menyengat hati Laila. Terasa menggelikan dan asing. Namun ada kehangatan yang terselip. Ia cuma diam mematung. Beribu kata yang bersemayam di kerongkongan, juga mendadak ogah untuk keluar.

David Mendoza, pria gagah yang tengah berlutut dihadapannya itu, sontak meraih tangannya. Menyelipkan cincin berlian tersebut ke jari manis Laila.

"Ternyata muat. Aku sempat mengira, jikalau cincin ibuku ini akan longgar di jemari-jemarimu yang mungil," bisik David lalu kemudian mencium tangan Laila dengan lembut.

Laila ternganga. Gejolak di hatinya menggebu-gebu. Menduga, sepertinya lelaki itu sudah gila.

"Kau gila," ujar Laila dengan spontan.

"Itu bukan gila Laila, tapi cinta." Jawaban yang cukup singkat namun lugas. Membuat Laila tak dapat lagi berkata-kata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!