NovelToon NovelToon
Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri

Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.

Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.

Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.

Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.

Mereka salah.

Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.

Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Mencuri Otoritas Langit

...Bab 16: Mencuri Otoritas Langit...

Petir ungu itu bukan sekadar energi murni. Ia adalah manifestasi dari kehendak dunia yang mencoba menghapus virus bernama Han Xuan.

Saat sambaran pertama menghantam tubuhnya, seluruh saraf di tubuh Han Xuan terasa seperti ditarik keluar dan direndam dalam cairan logam mendidih.

Suara dentuman yang dihasilkan bukan lagi suara fisik, melainkan suara retakan pada tatanan realitas.

Han Xuan berdiri di tengah kawah yang membara. Rambut putihnya berkibar liar, diselimuti oleh percikan listrik ungu yang mencoba mengoyak kulitnya dari dalam.

Namun, alih-alih hancur, lubang hitam di dadanya justru berputar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hukum Devour miliknya sedang dipaksa bekerja melampaui batas absolutnya.

"Makan... aku harus makan..." geram Han Xuan. Suaranya sudah kehilangan nada manusiawi, digantikan oleh gema purba yang membuat Mo Shura yang tergeletak di kejauhan merinding ketakutan.

Han Xuan tidak menyerap petir itu ke dalam meridiannya. Ia langsung mengarahkannya ke dalam inti jiwanya.

Ia menggunakan panas dari hukuman Langit untuk melelehkan semua residu energi kotor yang ia ambil dari klan Han dan para pendosa di Pasar Abu. Ia sedang melakukan pemurnian melalui penghancuran.

Setiap kali petir menyambar, Han Xuan merasa kehilangan bagian dari kemanusiaannya. Setelah warna, rasa, tekstur, dan penciuman, kini ia kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi rasa takut. Pikirannya menjadi sangat jernih, sedingin ruang hampa di antara bintang-bintang.

Mo Shura menatap dengan mata terbelalak. Ia melihat sosok Han Xuan mulai berubah. Kulitnya yang tadinya transparan kini mulai memancarkan cahaya ungu redup di bawah bayangan hitam yang pekat.

"Dia benar-benar melakukannya..." bisik Mo Shura. "Dia sedang menggunakan Tribulasi sebagai tungku tempa."

Tiba-tiba, Han Xuan mengangkat kepalanya ke arah langit yang memerah. Ia melompat ke udara, menantang sambaran petir berikutnya dengan tangan kosong. Saat petir itu menyentuh telapak tangannya, Han Xuan tidak hanya menahannya, ia mencengkeram petir itu dan menariknya masuk ke dalam mulutnya.

KRAAAKKK!

Gelombang kejut ungu menyapu seluruh Pasar Abu, meratakan sisa-sisa bangunan yang masih berdiri. Di tengah udara, sebuah bola energi gelap dan ungu terbentuk, membungkus tubuh Han Xuan dalam kepompong transendensi.

Di dalam kepompong itu, Han Xuan mengalami evolusi eksistensi. Tulang-tulangnya yang tadinya putih kini menjadi hitam obsidian dengan ukiran petir ungu di permukaannya. Meridiannya yang pecah menyatu kembali, namun bukan lagi sebagai saluran Qi, melainkan sebagai jalur Hukum yang murni.

[Realm: Tahap Core Condensation - Tingkat 1 (Sempurna)]

[Status Baru: Void-Thundering Sovereign Body]

Kepompong itu pecah dengan suara yang mirip dengan kaca yang hancur. Han Xuan mendarat di tanah dengan keanggunan seorang dewa predator. Ia tidak lagi memancarkan aura yang menekan, namun keberadaannya sendiri terasa seperti beban bagi dunia di sekitarnya.

Langit di atasnya mendadak sunyi. Petir ungu menghilang, seolah-olah Langit pun merasa ngeri melihat apa yang baru saja lahir dari murkanya.

Han Xuan menoleh ke arah Mo Shura. Gerakannya kini begitu efisien hingga tidak ada udara yang bergeser.

"Mo Shura" ucap Han Xuan. Suaranya kini sangat tenang, namun mengandung otoritas yang membuat Mo Shura tanpa sadar ingin bersujud. "Kau bilang aku akan tenggelam. Tapi lihatlah, aku baru saja meminum air dari badai itu."

Mo Shura menatap kaki Han Xuan. Pemuda itu tidak lagi memiliki bayangan di tanah. Namun, seluruh area di radius sepuluh meter di sekitar Han Xuan adalah bayangannya sendiri.

"Kau bukan lagi Han Xuan dari klan Han" ucap Mo Shura dengan nada lemas. "Kau adalah sesuatu yang seharusnya tidak ada dalam catatan mana pun."

"Aku adalah variabel yang tidak bisa dihitung" sahut Han Xuan.

Ia berjalan melewati Mo Shura menuju bibir lembah di mana Sumur Kekosongan berada. Sekarang, setelah ia memiliki kekuatan Core Condensation yang ditempa oleh petir Langit, segel-segel di sekitar sumur itu terlihat seperti mainan anak-anak di matanya.

Namun, saat ia sampai di tepi lembah, ia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti sejenak.

Di dalam Sumur Kekosongan yang seharusnya gelap, muncul ribuan titik cahaya perak yang menyerupai mata. Dan di tengah-tengah mata itu, sebuah suara yang sangat familiar memanggil namanya.

"Han Xuan... kau datang terlalu lambat..."

Itu adalah suara Xiao Mei. Namun, itu bukan Xiao Mei yang ia kenal. Suara itu mengandung kesedihan ribuan tahun dan kekuasaan yang bisa meruntuhkan benua.

Han Xuan menyipitkan matanya yang kini berwarna ungu tua di bagian pupil. Ia menyadari bahwa perjalanannya ke Wilayah Barat ini bukan hanya karena keinginannya sendiri, melainkan ada tarikan takdir yang lebih besar yang sedang menunggunya di dasar sumur tersebut.

Apakah Xiao Mei adalah kunci dari kehidupan masa lalunya, ataukah dia adalah umpan terakhir yang disiapkan oleh musuh lama Han Xuan dari seribu tahun yang lalu?

Han Xuan melangkah maju, menjatuhkan dirinya ke dalam kegelapan Sumur Kekosongan tanpa keraguan sedikit pun.

"Jika ini adalah jebakan" gumam Han Xuan sebelum ditelan kegelapan. "Maka aku akan memakan si penjebaknya juga."

<>Cerita Bersambung

1
johanes ronald
idenya bagus sekali, dia ahli perang yg aesungguhnya
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasihh 🔥😄
total 1 replies
johanes ronald
balonku ada 5 ya? 🤣🤣🤣
cimownim
waah bagus ka ceritanya😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih kak🔥 jadi semangat nih😄
total 1 replies
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
btw bisa kali Like sama Koment🔥
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
Inspirasi Novel Dari > Reverend Insanity (Fang Yuan), The Villain Of Destiny (Gu Change), Myst, Might, Mayhem / Legend Of Heavenly Chaos Demon (Cheon Ma), ada lagi tapi malas nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!