NovelToon NovelToon
Pesona Lukas Seorang Perwira

Pesona Lukas Seorang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penarikan Dipercepat

Korban yang terjebak dalam tambang sudah mulai di evakuasi, kebanyakan dari mereka mengalami infeksi saluran pernafasan dan alergi. Ada yang masih kuat dan tahan terhadap dua penyakit itu. Namun ada yang dalam kondisi parah.

Ada juga cedera tulang. Bahkan ada korban yang tertusuk struktur sisa - sisa besi runtuhan. Semua pasien ditangani oleh dokter terlatih dengan baik. Bahkan Joy di bantu dokter lainya melakukan operasi bagi yang luka parah. Korban yang meninggal juga banyak.

Pasukan yang baru datang bersama Kapten Lucas mereka khusus melakukan pengamanan bagi para pekerja evakuasi baik dari relawan maupun barsanas dan tentara, Sehingga dalam waktu satu hari ini semua korban bisa di temukan.

Meskipun hatinya sakit dokter Ruth Camelia, namun dia tetap bekerja profesional, sesuai dengan sumpahnya menjadi dokter maupun tentara.

Pukul dua siang, Joy berada di Aula duduk merenggangkan ototnya,  sambil mau menikmati makan siangnya yang tertunda. tim yang bertugas memasak telah menyiapkan baginya dan rekan - rekan, kebetulan dokter Joy Debora yang makan terakhir. Namun dia merasa bahwa badannya disentuh oleh tangan seseorang.

"Sudah makan??"

"Belum pengen disuap kamu." Joy tersenyum. Langsung dia menyuap Lucas dengan sendoknya dan makanan yang dia punya. Pengalaman pertama menikmati makanan sepiring berdua.

"Kalau ingat pertama bertemu kamu itu jutek amat."

"Itu metode perlindungan diri."

"Aku mau tanya sayang, tetapi kamu harus menjawab dengan jujur. Bisa???"

"Oke."

"Waktu kita bertemu pertama disini, ada perasaan ngak??"

"Ada, tetapi saya pendam." Lucas langsung menyubit hidung mancung Joy.

"Jual mahal."

"Tadikan sudah saya ngomong, semua itu bagian dari trik melindungi diri."

"Kalau aku rayu kamu sukakan pada saat itu???"

"Sedikit saja sukanya. Aku orangnya kan cuek."

"Iya sih." Ngak terasa makan siang mereka berdua habis. Lucas sangat senang sekali makan di suap oleh Joy

"Ihhh kapten Lucas manja banget. Makan di suapi oleh bu dokter. Jadi pengen juga deh." Mereka berdua diganggu oleh rekan - rekan medis yang di pimpin oleh Joy. Mereka baru  saja tiba di  aula, karena ada yang mau mereka evaluasi.

"Ngak bisa ya. Hanya aku saja yang boleh iya kan sayang???"

"Iya." Langsung gemuruh suara bersorak tenaga medis melihat kemesraan yang baru mereka saksikan. Lucas pamit karena dia tahu bahwa tim medis ini akan mengevaluasi kerja mereka.

"Sepertinya masa kerja kita disini di persingkat dokter???"

"Oooo ya. Tahu dari mana?"

"Teman di kementrian yang memberitahu."

"Jika kita di tarik, bagaimana kondisi pasien - pasien ini."

"Kita harus merawat mereka dengan baik. Agar pada saat di tinggalkan dengan dokternya tentara dia tidak terlalu repot."

Pasukan khusus dibawa pimpinan Kapten Lucas Abner Gosal masih terus siaga satu, mengingat kemarin mereka baru melakukan kontak senjata dengan pasukan pemberontak. Dan informasi yang didapati, bahwa ada orang yang mengerakkan dan mendanai mereka.

Keselamatan relawan medis PBB menjadi satu hal yang penting, apalagi info penyerangan itu langsung sampai ke mereka. Makanya dengan pesawat terbaik dan tercepat, pasukan elite khusus ini tiba dan langsung menyerang balik musuh pada hari kejadian. Gerakan cepat dilakukan oleh pasukan elite khusus itu. Makanya sampai sekarang mereka masih terus berjaga.

Visit pasien malam sementara dilakukan. Mereka memeriksa pasien mereka dengan baik. Setiap data diisi dari pagi, siang sampai malam. Agat data pasien tetap terkendali. Gempa - gempa susulan dengan skala kecil sudah tidak terjadi lagi.  Kerusakan terparah pada kampung ini hanya pada bangunan pertambangan. Dan sementara sedang di perbaiki.

Dan kelompok khusus yang di pimpin oleh Kapten Lucas sekarang sedang melakukan penyisiran ke hutan untuk menangkap pemberontak, setelah mendapat informasi bahwa mereka akan melakukan penyerangan kerumah warga. Penyerangan pasukan elite khusus dilakuka pada subuh membuat mereka tidak siap. Terdengar suara tembakan dan di markas serta perkampungan di jaga ketat oleh anggota tentara yang lain. Mereka yang tertangkap langsung dibawa oleh pesawat ke kota,baik yang luka mau pun yang meninggal di tempat. Disana sudah ada tim khusus yang mengintrogasi mereka dan mengobati mereka. Sedangkan anggota yang terluka di obati di kampung saja. Pukul sembilan pagi, misi dinyatakan selesai oleh Kapten Lucas.

Berita penarikan tim medis relawan resmi sudah, besok mereka sudah harus bersiap berangkat. Hal ini disampaikan oleh Lucas sendiri kepada dokter Joy Debora selaku ketua tim. Tentu saja mereka berlima belas merasa senang. Jadi daftar pasien dengan semua riwayat medisnya sudah disiapkan dan dokter Joy Debora dan akan menyerahkan langsung kepada dokter Ruth Camelia selaku dokter tentara yang di tugaskan disini. Dan sekali lagi, pusat layanan kesehatan di tempat ini dengan menggunakan puskesmas lama sudah di alih fungsikan menjadi milik tentara tetapi tetap di buka untuk umum.

Heli yang akan membawa mereka sudah siap, bahkan dari kejauhan terlihat beberapa warga yang mengetahui tenaga medis akan kembali sudah datang. Terlihat pasangan suami istri bapak dan mama Ayub datang membawa piring keramik besar dan diserahkan kepada dokter Joy Debora.

Bapak Ayub adalah orang asli di kampung ini yang merupakan pasien pertama Joy yang mengalami kecelakaan di perusahaan. Dia sudah sembuh dan pada saat bencana gempa dia, baru saja berganti jaga. Jadi tentu saja beliau aman.

Joy merasa senang karena dia bisa merasakan kasih sayang orangtua dari kedua sosok orang tua ini. Sebagai anak broken home, Joy menangis dia memeluk kedua orang tua itu.

"Bapak dan mama harus menjaga kesehatannya, jika sakit datang berobat."

"Siap anak dokter cantik."

"Terima kasih bapak dan mama. Ini pemberian mama dan bapak akan Joy simpan."

Lucas merasa haru melihat adegan ini. Dan tentu saja sedih karena tidak bisa bersama kekasihnya. Namun Lucas masih mempunyai kesempatan bersama Joy karena dengan ditemani Daniel mereka akan mengawal tim medis sampai ke kota. Disana sudah ada pesawat domestik yang siap mengantar mereka pulang.

Ruth merasa  senang, karena saingannya sudah tidak ada disini. Dia melihat Lucas sedang menikmati kopi seorang diri dan tentu saja dia tidak mau menyiakan kesempatan ini.

"Malam. Lagi ngapain??"

"Eh Ruth, baru selesai vidio call dengan Joy."

"Dokter Joy sudah tiba di Jakarta?"

"Sudah."

"Aku tahu kalau kamu itu punya banyak cewek, tetapi kamu harus tahu bahwa aku itu juga sayang sama kamu. Kita ini cocok."

" Kamu itu cantik, pasti banyak laki - laki yang suka sama kamu. Dan asal kamu tahu, masa orang mau tetap pertahankan kelakuan yang tidak baik." Lucas pun langsung meninggalkan Ruth sedirian. Daniel yang melihat itu merasa kasihan kepada temannya itu.

"Senang sakit hati lagi?"

"Hati - hati gue, yang sakit juga gue biarin aja. Kenapa kamu sibuk?" Daniel tersenyum mendengarnya.

"Gue itu kasihan sama lu."

Sebenarnya Daniel itu suka sama Ruth , namun Ruthnya sukanya kepada Lucas Perasaan ini dia pendam. Apalagi sekarang posisi mereka dalam dunia militer, sangat sulit bagi Daniel untuk mengapai hatinya. Karena pangkat mereka. Sebagai seorang bintara akan sangat sulit mencintai seorang perwira. Ingin hati memeluknya namun sangat sulit. Itu yang Daniel rasakan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!