NovelToon NovelToon
Melihatmu Dalam Kabut

Melihatmu Dalam Kabut

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

tentang dia yang samar keberadaannya tapi pasti tentang rasa cintanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: GARIS PELARIAN DI ATAS ASPAL

Manchester tertinggal di belakang sebagai gumpalan cahaya jingga yang memudar di spion tengah mobil Elara. Pukul dua pagi, jalan tol M6 menuju utara tampak seperti pita hitam tak berujung yang membelah kegelapan Inggris. Di dalam kabin mobil, suasananya begitu tegang hingga suara gesekan ban pada aspal pun terasa seperti teriakan. Elara mencengkeram kemudi dengan buku-buku jari yang memutih, sementara matanya sesekali melirik ke arah Arlo yang duduk di sampingnya.

Arlo tampak sangat rapuh. Ia mengenakan tudung jaketnya, mencoba menyembunyikan wajahnya dari bayangan lampu jalan yang melintas cepat. Sejak mereka menemukan amplop dari Marcus di bawah pintu apartemen, Arlo tidak mengucapkan satu patah kata pun. Ia hanya memegang sebuah tas ransel kecil di pangkuannya seolah-olah itu adalah satu-satunya hal yang menjaganya tetap berpijak di bumi.

"Dia masih di sana, El," suara Jamie memecah keheningan dari kursi belakang. Jamie terus menoleh ke belakang, menatap lampu depan sebuah mobil sedan hitam yang menjaga jarak sekitar seratus meter di belakang mereka sejak mereka keluar dari Northern Quarter.

"Kau yakin itu dia?" tanya Elara, suaranya parau karena kecemasan yang menumpuk.

"Mobil itu tidak mendahului meski jalur kanan kosong. Dan setiap kali kau menambah kecepatan, dia ikut menambah kecepatan. Itu Marcus, atau orang suruhannya," jawab Jamie dengan nada geram. "Bajingan itu benar-benar tidak memberi kita ruang untuk bernapas."

Elara menekan pedal gas lebih dalam. Mesin mobil menderu protes, namun ia butuh jarak. Ia merasa seolah-olah mereka sedang dikejar oleh hantu yang memiliki pengacara dan kontrak rekaman. Marcus bukan hanya sekadar mantan manajer; dia adalah personifikasi dari masa lalu yang ingin mengurung Arlo kembali dalam komoditas rasa sakit.

"Arlo," panggil Elara lembut, mencoba menarik pria itu dari lamunannya. "Kita akan ke Lake District. Pondok Bibi Sarah di Grasmere. Tempat itu terpencil. Tidak ada sinyal yang bagus, tidak ada tetangga. Kita bisa berpikir di sana."

Arlo perlahan menoleh. Cahaya bulan yang masuk melalui jendela mobil menyinari matanya yang tampak seperti kaca retak. "Dia menginginkan buku itu, El. Dia tahu aku tidak pernah menghancurkannya."

"Buku apa, Ar?" Elara mengernyit.

Arlo merogoh ranselnya dan mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dengan sampul kulit yang sudah mengelupas dan sebagian tepinya hangus terkena api mercusuar. "Catatan teknis. Selama sepuluh tahun, aku tidak hanya menulis lirik. Aku meneliti tentang frekuensi resonansi... tentang bagaimana suara tertentu bisa memicu trauma atau memori secara paksa di otak manusia. Marcus melihat drafnya sepuluh tahun lalu. Dia menyebutnya 'Senjata Emosi'."

Elara merasa darahnya membeku. "Maksudmu, lagu 'About You' itu..."

"Lagu itu adalah bentuk ringannya, El. Eksperimen yang paling 'indah'. Tapi di dalam buku ini, ada formula yang lebih gelap. Marcus tidak ingin memproduksi musik. Dia ingin memproduksi ketergantungan. Dia ingin lagu-lagu yang membuat orang tidak bisa berhenti mendengarnya karena secara biologis otak mereka dipaksa untuk merespons."

Kini Elara mengerti mengapa Marcus begitu gigih. Ini bukan soal royalti lagu indie yang viral. Ini soal paten atas sebuah penemuan yang berbahaya. Arlo, dalam kegilaannya karena kehilangan Elara, telah menciptakan sesuatu yang melampaui seni, dan kini predator industri ingin memanennya.

"Kita tidak boleh membiarkan dia menyentuh buku itu," kata Elara tegas.

Tiba-tiba, mobil di belakang mereka menyalakan lampu jauh secara berulang-ulang, menyilaukan mata Elara melalui spion. Jamie mengumpat keras.

"Dia mulai bermain-main!" seru Jamie.

"Pegang erat-erat!" Elara membanting setir ke arah pintu keluar darurat menuju jalan pedesaan yang sempit dan berkelok-kelok. Ia mematikan lampu depan mobilnya selama beberapa detik—sebuah tindakan nekat di tengah kegelapan total—hanya untuk mengecoh pengejarnya di tikungan tajam.

Mobil mereka berguncang hebat saat melintasi jalanan berbatu yang dikelilingi oleh pepohonan tua yang menjulang seperti raksasa hitam. Arlo mencengkeram pegangan pintu, napasnya memburu. Untuk sesaat, adrenalin mengalahkan traumanya.

"Di sana! Belok kiri ke arah hutan!" instruksi Arlo tiba-tiba, suaranya kembali memiliki otoritas.

Elara mengikuti insting Arlo. Mereka masuk ke jalan setapak yang hampir tertutup semak belukar. Elara mematikan mesin dan lampu sepenuhnya. Mereka duduk dalam kegelapan yang pekat, hanya ditemani suara napas mereka yang terengah-engah dan suara detak mesin mobil yang mendingin.

Beberapa detik kemudian, lampu mobil sedan hitam itu melintas di jalan utama di atas mereka, melaju kencang ke arah yang salah. Mereka berhasil lolos. Untuk sementara.

Jamie menyandarkan kepalanya ke jok mobil, mendesah lega. "Gila. El, kau mengemudi seperti orang kesurupan."

Elara tidak menjawab. Ia menyandarkan kepalanya ke kemudi, merasakan tangannya yang gemetar hebat. Ia menoleh ke arah Arlo. Pria itu menatapnya, dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu kembali, Arlo mengulurkan tangan dan membelai pipi Elara dengan lembut.

"Terima kasih sudah melompat bersamaku lagi, El," bisik Arlo.

"Kita belum mendarat, Arlo," jawab Elara sambil memegang tangan pria itu. "Kita baru saja mulai terjun."

Bab ini berakhir dengan mobil mereka yang perlahan keluar dari persembunyian, merayap menembus kabut pagi Lake District menuju pondok yang dijanjikan. Mereka tahu, Marcus tidak akan menyerah hanya karena satu tikungan yang terlewat. Garis pelarian ini masih sangat panjang.

1
Fadhil Asyraf
makasih kak
PanggilsajaKanjengRatu
Keren banget🔥
Aku suka gaya tulisan seperti ini. Cara kamu ngedeskripsiin tiap bait suasana, benda dan waktu, bikin aku bener-bener masuk ke dalam diri El. Sukses selalu thor, semangat ⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!