NovelToon NovelToon
CINTA MATI BERDARAH

CINTA MATI BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romantis / Mafia / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MIMPI BURUK

Lingga mencoba memahami perasaan Riko kepada adiknya. Cerita sesama pria bisa lebih dipahami. Meskipun Lingga tidak menyukai Riko karena ikut adil menyakiti adiknya, namun ia menyadari jika Riko berbeda dari Juan.

Lingga lebih menyukai Riko daripada Juan. Entah kenapa pembawaan Riko begitu tenang.

Beberapa saat berduaan didalam ruangan VIP cafe tersebut, Tito datang sambil membawa sebuah map.

"Silahkan Pak Lingga tanda tangan dulu baru Riko" ujarnya.

Lingga dan Riko pun mengikuti intruksi itu. Jadilah kesepakatan diantara kedua pria tersebut.

Karena hari semakin malam, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Lingga izin pamit. Sedangkan Tito dan Riko pun tinggal.

"Hmmm rencanamu memang jos, bro" puji Tito.

Riko tidak menjawab hanya tersenyum smirk lalu meminum minumannya.

"Juan memang brengsek! Tapi kamu juga tidak lebih brengsek sebenarnya dari pria itu karena merusak sebuah rumah tangga" lanjut Tito.

"Aku melakukannya demi Maya. Dia hanya milikku dan tidak ada yang bisa memilikinya selain aku" sahut Riko.

"Ckckckkk, dasar lu ya Ko, cinta mati membawa kelicikan darimu. Tapi aku sangat menyayangkan Maya kehilangan calon bayinya karena rencanamu itu. Kasian dia" ujar Tito.

Riko meletakkan gelasnya diatas meja lalu menatap Tito sendu.

"Hmm, aku benar benar tidak mempertimbangkan hal itu. Aku tidak mengira kondisi kandungan Maya lemah. Lagipula bukan aku yang membuatnya keguguran, suaminya sendiri yang menghajarnya" bela Riko untuk dirinya sendiri.

Tito menghela nafas panjang, lalu menyeruput minumannya.

"Sama saja. Alasan Juan mengamuk parah seperti itu karena kamu tiba tiba muncul didepan mereka. Kamu sangat sembrono. Kamu tau sendiri kalau Juan itu pecandu drugs dan emosinya tidak stabil. Kamu menyulut api yang berkobar" ujarnya.

"Itu masalahnya. Masalahku hanya tidak ingin Maya tinggal bersamanya. Kamu tau kenapa aku masih menyimpan fakta ini dari Maya?" tanya Riko dan Tito menggeleng.

"Karena aku tidak ingin merusak nama seseorang seperti pengecut yang suka mengadu. Biarkan Maya sendiri yang tau siapa Juan sebenarnya jika dia peduli. Jika tidak ya sudahlah, aku pun tidak masalah dengan kecanduannya saat Maya sudah bercerai darinya" jelas Riko.

"Terserah padamu ajalah. Pokoknya setelah perceraian Maya, aku boleh melamar adikmu ya. Aku udah menuruti semua rencana mu demi mendapatkan restumu loh" ucap Tito.

"Iya aku kan udah janji. Tenang saja, aku mempercayakan adikku kepadamu, To. Tapi sekali saja membuat Rika menangis karenamu, aku tak segan segan menghajarmu sampek gak sadarkan diri, inget itu" sahut Riko.

"Hahaha iya iya calon kakak ipar. Tenang, Rika juga mencintai ku kok, cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan" sindir Tito.

"Oh mau nyindir ceritanya" ujar Riko.

"Tidak tidak...aku hanya asal ngomong, jangan marah" canda Tito.

Mereka berdua pun tertawa bersama.

Di tempat lain, lebih tepatnya di rumah sakit, Maya menemani Erlan sedangkan Ayu dibawa pulang oleh Hania untuk beristirahat.

Maya tidak bisa tidur. Otaknya sedang memikirkan rencana perceraiannya dengan Juan. Besok ia harus bertemu dengan Tito untuk segera mengurus dokumen perceraiannya. Lingga juga melarangnya untuk bertemu Juan sampai proses cerai berjalan.

Ponselnya masih tidak ia aktifkan kembali setelah menelpon Riko tadi pagi. Entah ada panggilan atau pesan dari Juan tidak.

Lalu dijam 1 pagi, Maya memutuskan untuk menghirup udara malam. Ia keluar kamar ayahnya.

Saat berjalan di lorong rumah sakit kelas VVIP, Ia melihat seseorang yang berada di ujung lorong sambil menatap taman.

Dari punggungnya, Maya sudah bisa menduga siapa pria itu. Semakin dekat pun aroma tubuh pria itu ia kenali.

"Mas..Mas Juan.." panggilnya dan pria itu menoleh lalu tersenyum kepada Maya.

"Hai, apa kabar? Kenapa kamu keluar malam malam begini?" tanya pria itu yang ternyata memang benar Juan, suami Maya.

"Hmmm..aku tidak bisa tidur" jawab Maya. Tidak ada rasa takut melihat Juan, suami yang sudah melakukan kekerasan padanya malah merasa bersalah kepada pria itu.

"Bisakah kita berbicara sebelum kita benar benar bercerai?" tanya Juan dan membuat Maya terkejut.

"Jangan terkejut seperti itu. Aku sudah meneleponmu sejak pagi ini hingga siang tapi ponselmu tidak aktif. Lalu ayahku mendapatkan panggilan dari Daddi Erlan untuk mengurus perceraian kita. Dan melarang ku bertemu dengan mu" lanjutnya.

"Oh begitu. Jika memang Mas Juan sudah tau hal itu, dan setuju untuk kita bercerai, aku menerimanya" ujar Maya dengan mata berkaca kaca.

"Ayo kita berbicara disana" ucap Juan sambil menujuk kursi yang ada di tepi taman dan Maya mengangguk.

Mereka berdua pun duduk bersebelahan dengan menjaga jarak.

"Sebelumnya, aku ingin minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu, May. Aku sangat salah, pria brengsek, dan sangat sangat bajingan untukmu" ujar Juan sebagai pembuka.

"Aku sudah memperlakukan mu sangat buruk dengan berbagai alasan tidak jelas. Aku salah dan sekarang waktunya untuk melepaskanmu agar kamu bahagia" sahut pria itu.

Maya tak menjawab sambil memandang wajah Juan.

"Jangan diam saja, katakan sesuatu" minta Juan.

Maya berlinang air mata. Dirinya tidak tau apa yang ia inginkan. Berpisah dari Juan atau tidak?

"Jika kamu mengatakan tidak ingin bercerai dariku sekali saja, aku tidak akan setuju untuk menceraikan mu. Aku akan berubah" ujar Juan.

Deg!

Semakin diporak porandakan hati Maya dengan ucapan sang suami barusan.

Maya tak bisa berkata apa apa.

Tapi tiba tiba ada suara lantang berteriak diantara mereka.

"CERAIKAN DIA!!"

Otomatis Maya dan Juan menoleh kesumber suara.

"CERAIKAN DIA, MAYA!!"

teriakan yang berbeda dari 2 pria yang berbeda.

Tiba tiba muncul Riko disampingnya dan membisikkan sesuatu.

"Suamimu ini sudah tidak layak untukmu, ceraikan dia atau aku akan membunuhnya"

Deg!

Maya kaget dan langsung berdiri lalu menoleh kearah Riko.

"APA APAAN KAMU HAH?" teriak Maya.

"Aku hanya ingin menolongmu dari sifat manipulatif suamimu itu Maya" sahut Riko santai.

Lalu kemudian, Maya merasakan tubuhnya dipeluk dari belakang oleh sang suami.

"Mas.." lirih Maya sambil menatap wajah suaminya dari samping.

"Kamu tidak bisa memaksa wanita untuk mencintaimu, Riko" ujar Juan.

"Hahahaha...aku tidak memaksa Maya untuk mencintai mu, tapi memaksanya untuk menceraikan pria bajingan seperti mu" balas Riko.

Kedua pria yang berteriak tadi datang mendekat. Seorang pria tua berpakaian pasien dan pria berkemeja.

"Dad...Kak" lirih Maya kebingungan.

"CERAIKAN DIA, MAYA" ucap Erlan penuh penekanan.

"Ya, turuti kata daddi dan kamu bisa bahagia" tambah Lingga.

"Coba lihat mereka semua sayang. Mereka berusaha memisahkanku darimu" ucap Juan.

"Katakan 1 kali saja jika kamu tidak ingin bercerai dariku, aku akan membawamu lari dari sini" lanjutnya.

Maya kebingungan.

Tapi tiba tiba Ayu datang sambil membawa bayi. Ibunya berjalan kearah Riko dan memberikan bayi itu.

"Ini anak kita, Maya. Apakah kamu rela meninggalkan kita demi pria penyiksamu itu?" ujar Riko.

Semakin tidak masuk akal aja batin Maya saat ini.

Juan langsung merubah ekspresi penuh cinta dan kelembutannya tadi dengan amarah.

Ia mendorong tubuh Maya hingga jatuh di tanah.

"SIALAAAN!!! TERNYATA KAMU SUDAH SELINGKUH DI BELAKANGKU HINGGA PUNYA ANAK DENGAN PRIA LAIN!" teriak Juan.

"Ti...tidak...aku tidak punya anak...bayi itu bukan anakku...kamu tau jika aku baru saja kehilangan anak kita, Mas. Bagaimana..bagaimana aku bisa punya bayi?" bantah Maya.

PLAK!!!

Lagi lagi pipi Maya merasakan tamparan dari sang suami.

"KUPIKIR KAMU MENCINTAI KU, TERNYATA KAMU MENCINTAI PRIA MISKIN INI YA!" seru Juan lagi penuh penekan.

"Tidak...tidak...aku tidak mencintai dia...Mas..maafkan akuu..." ujar Maya sambil memegang pergelangan kaki Juan seperti memohon namun malah ditendang.

"BAJINGAN!!!" teriak Riko lalu memberikan bayi yang ia gendong pada Ayu kembali dan langsung menghajar Juan ditempat.

Lingga dan Erlan serta Ayu hanya terlihat mematung tidak berniat menolong perkelahian antara Riko dan Juan.

Tiba tiba Maya sudah muak dengan semua ini lalu berteriak "STOOOOOP"!!! dan tak lama kemudian Maya terbangun dari tidurnya.

Nafasnya tersenggal senggal, keringatnya bercucuran.

"Sayang...kamu kenapaa?" ucap Ayu yang ternyata sudah berada di ruangan rawat suaminya.

Maya menoleh ke jendela dan langit sudah terang.

"Aku tidak apa apa..mom..hanya saja mimpiku sangat buruk" lirih Maya lalu pandangannya kearah brankar sang daddi tapi kosong.

"Kemana daddi, mom? Daddi gapapa kan?" tanyanya langsung khawatir.

Ayu tersenyum.

"Daddi lagi jalan jalan sama Hania, Isabel, dan Baim. Ini tadi pagi pagi mommi dijemput mereka untuk datang kesini. Melihatmu lelap tertidur, kami tidak ingin membangunkan mu" jelasnya.

Maya bernafas lega.

Ayu pun duduk disamping putrinya itu.

"Mulai hari ini, mommi ingin kamu bahagia, May. Masa lalu ada untuk menjadi pembelajaran. Setelah urusanmu disini selesai, mommi ingin kamu bahagia di London, kota impianmu untuk berkarir dan menempuh pendidikan. Kamu masih muda, masih cocok sekali mengejar apa yang kamu inginkan" ucap Ayu.

"Hmmm..iya mom. Sepertinya aku memang harus pergi dari sini untuk sementara" sahut Maya.

Ayu memeluk putrinya.

"Apapun yang terjadi, kami semua akan bersama kamu sayang. Jika sayang dan cinta, tidak mungkin menyakiti secara fisik tanpa ampun. Ingat kata mommi yaa. Sekali melakukan KDRT, seorang suami sudah lepas tanggung jawab dan tidak pantas dipertahankan" pesannya.

Maya mengangguk dalam pelukan sang ibu.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
SariRani: Diusahakaan 😁🙏🏻 2-3 episode sehari hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!