NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 - SERPIHAN MASA LALU

TIGA MINGGU KEMUDIAN - DOJO PAK DHARMA

Akselia melatih sekelompok perempuan muda, kelas bela diri khusus untuk pemberdayaan perempuan yang Pak Dharma buka sebulan lalu. Di hadapannya, lima perempuan dengan latar belakang berbeda, ada mahasiswi, ibu rumah tangga, pekerja kantoran, semua ingin belajar melindungi diri.

"Ingat," kata Akselia sambil memperbaiki stance salah satu murid, "kekuatan bukan dari ukuran tubuh. Tapi dari teknik dan kepercayaan diri. Kalian tidak perlu jadi yang terkuat cukup jadi yang paling siap."

Murid-muridnya mengangguk, mata berbinar. Akselia tersenyum, ini pertama kalinya dalam setahun dia merasa berguna tanpa harus menghancurkan siapa pun.

Setelah kelas selesai, Sari menghampirinya dengan handuk.

"Kamu bagus jadi instruktur," puji Sari. "Murid-murid suka caramu mengajar. Tidak terlalu keras tapi tegas."

"Terima kasih." Akselia menyeka keringat. "Rasanya seperti kembali ke rumah. Ke tempat aku seharusnya berada."

"Pak Dharma senang kamu kembali. Dia bilang dojo ini tidak lengkap tanpa Akselia Kinanti."

Akselia menatap ring tempat dia dulu berlatih, bertanding, dan menang berkali-kali. Tempat yang dia tinggalkan karena rasa bersalah atas kematian Kinan.

"Sari," panggilnya pelan. "Aku boleh tanya sesuatu?"

"Tentu."

"Kamu pikir... orang yang pernah lari dari masalah bisa benar-benar kembali? Atau dia cuma pura-pura?"

Sari menatapnya dengan tatapan mengerti. "Kamu bicara soal dirimu sendiri?"

Akselia mengangguk.

"Dengar, Akselia. Semua orang pernah lari. Itu wajar. Yang penting bukan berapa lama kamu lari, tapi apakah kamu akhirnya punya keberanian untuk kembali dan hadapi." Sari meletakkan tangan di bahu Akselia. "Dan kamu sudah kembali. Itu sudah cukup bukti bahwa kamu tidak lari lagi."

***

SIANG HARI - KANTOR MAHENDRA GROUP

Akselia masih bekerja sebagai pengawal Arjuna, tapi sekarang lebih sebagai teman dan partner bisnis daripada sekadar pegawai. Arjuna mempercayakan lebih banyak tanggung jawab padanya, bahkan meminta pendapat Akselia untuk keputusan strategis.

"Proyek Singapura yang Kevin sabotase dulu, aku dapat tawaran lagi," kata Arjuna sambil menunjukkan dokumen. "Tapi kali ini dari klien berbeda. Tertarik bantu aku review?"

Akselia membaca dokumen itu dengan seksama. "Angkanya masuk akal. Tapi kita harus pastikan tidak ada koneksi dengan Pratama Corporation untuk menghindari konflik kepentingan selama kasus Kevin masih berjalan."

"Setuju." Arjuna mengambil dokumen itu kembali. "Kamu semakin tajam dalam bisnis. Pernah pikir untuk buka usaha sendiri?"

Akselia tertawa kecil. "Saya masih belajar, Pak. Belum siap jadi bos sendiri."

"Kamu lebih siap dari yang kamu kira." Arjuna tersenyum. "Tapi aku senang kamu masih di sini. Setidaknya sampai kamu benar-benar tahu mau apa."

Ponsel Akselia bergetar. Pesan dari nomor tidak dikenal.

"Akselia, ini Bella. Aku tahu kamu mungkin benci aku. Tapi aku butuh bicara denganmu. Tentang Kevin. Please."

Akselia menatap pesan itu dengan perasaan campur aduk. Bella... selingkuhan Kevin. Perempuan yang sama seperti Akselia dulu dipakai, dibohongi, dibuang.

"Ada apa?" tanya Arjuna, menyadari perubahan ekspresi Akselia.

"Bella mau ketemu. Selingkuhan Kevin."

"Kamu mau temui?"

Akselia terdiam. Bagian darinya ingin abaikan. Tapi bagian lain, bagian yang sudah belajar memaafkan... merasa Bella mungkin butuh bantuan.

"Saya akan temui," putusnya. "Mungkin dia butuh seseorang yang mengerti."

***

SORE HARI - KAFE KECIL DI SUDUT KOTA

Bella duduk di meja pojok dengan mata bengkak, jelas habis menangis berkali-kali. Perempuan cantik berusia dua puluh tahunan dengan rambut panjang bergelombang, wajah yang biasa tersenyum di majalah fashion sekarang terlihat hancur.

Akselia duduk di hadapannya. "Halo, Bella."

Bella mengangkat kepala, matanya melebar melihat Akselia. "Kamu... kamu yang perempuan itu. Yang Kevin..."

"Ya. Aku Akselia. Mantan pacar Kevin yang dia buang setahun lalu."

Bella menatapnya dengan tatapan bersalah. "Aku... aku tidak tahu, Kevin bilang dia tidak punya siapa-siapa sebelum aku..."

"Kevin pembohong ulung. Aku tahu." Akselia memesan kopi. "Jadi, kamu mau bicara apa?"

Bella menarik napas bergetar. "Kevin... dia ditangkap polisi. Dan sejak itu, dia tidak hubungi aku sama sekali. Seperti aku tidak pernah ada."

Akselia tidak terkejut. Tipikal Kevin.

"Dan aku baru tahu..." Bella mengeluarkan ponselnya, menunjukkan artikel berita, "...selama dengan aku, dia juga masih bertunangan dengan Karina. Dan ternyata, dia juga kejar kamu. Aku... aku cuma salah satu dari sekian banyak perempuan."

Air matanya jatuh lagi.

Akselia merasakan empati yang mengejutkan. Setahun lalu, dia di posisi yang sama. Hancur. Merasa dikhianati. Merasa bodoh.

"Bella, dengar," kata Akselia pelan tapi tegas. "Kevin memang bajingan. Dia pakai kita semua. Tapi yang penting sekarang, kamu tidak hancur karena dia."

"Tapi aku mencintainya!" Bella terisak. "Aku pikir dia juga mencintaiku..."

"Dia tidak mencintai siapa pun selain dirinya sendiri." Akselia meraih tangan Bella, sentuhan lembut penuh pengertian. "Dan kamu layak lebih dari pria seperti dia. Kamu masih muda, cantik, punya karir. Jangan biarkan satu pria brengsek hancurkan semuanya."

Bella menatapnya dengan mata berair. "Tapi bagaimana caranya move on? Bagaimana caranya tidak sakit lagi?"

"Tidak ada cara cepat." Akselia tersenyum pahit. "Aku butuh setahun, dan aku hampir hancurkan diriku sendiri di prosesnya. Tapi yang aku pelajari, kamu tidak bisa move on kalau kamu masih mencari kebahagiaan dari orang lain. Kamu harus temukan dari dirimu sendiri."

Bella mengangguk perlahan, menyeka air matanya. "Terima kasih. Terima kasih sudah tidak benci aku."

"Aku tidak punya alasan benci kamu. Kita sama-sama korban." Akselia berdiri. "Tapi sekarang, kita tidak perlu jadi korban lagi. Kita bisa jadi penyintas."

Bella tersenyum tipis... senyum pertamanya sejak pertemuan dimulai.

Setelah meninggalkan kafe, Akselia berjalan di trotoar dengan perasaan aneh. Dia baru saja menghibur perempuan yang dulu mungkin dia benci. Dan anehnya, itu membuat dia merasa lebih baik.

***

MALAM HARI - MAKAM UMUM

Akselia berdiri di depan nisan sederhana dengan nama: Aksana Kinanti Putri - 2001-2024.

Dia membawa bunga lili putih, bunga favorit adiknya.

"Hai, Aksana," bisiknya sambil meletakkan bunga di depan nisan. "Maaf baru datang lagi. Aku... aku sibuk dengan banyak hal."

Angin malam berhembus pelan, seolah jawaban dari Aksana.

"Aku minta maaf," lanjut Akselia, suaranya bergetar. "Maaf karena tidak jaga kamu malam itu. Maaf karena kamu harus pulang sendirian. Maaf karena... karena kamu mati dan aku yang hidup."

Air mata mengalir di pipinya, air mata yang sudah ditahan terlalu lama.

"Setahun ini aku jadi orang yang buruk, Aksana. Aku penuh amarah. Aku mau balas dendam. Aku hampir hancurkan orang lain dan diriku sendiri." Akselia berlutut, menyentuh nisan. "Tapi aku harap, aku harap kamu tidak kecewa sama aku. Karena sekarang... aku coba jadi lebih baik. Aku coba jadi kakak yang kamu banggakan."

Dia diam lama, membiarkan angin malam mengeringkan air matanya.

"Aku akan terus hidup untukmu, Kinan. Aku akan jadi orang yang baik. Aku janji."

Di kejauhan, Pak Dharma berdiri di bawah pohon, mengamati muridnya yang akhirnya bisa melepaskan beban terberatnya.

Dia tersenyum... senyum seorang guru yang bangga melihat muridnya akhirnya menemukan kedamaian.

***

TENGAH MALAM - KAMAR KOS BELAKANG DOJO

Akselia berbaring di kasur, menatap langit-langit untuk terakhir kalinya dengan perasaan berat.

Tapi kali ini bukan berat karena amarah atau dendam.

Berat karena dia akhirnya melepaskan semuanya.

Kevin. Karina. Bella. Bahkan Kinan.

Dia melepaskan semua hantu masa lalu yang menghantuinya setahun ini.

Dan sekarang dia bebas.

Benar-benar bebas.

Ponselnya bergetar. Pesan dari nomor yang sudah dia hapus tapi masih hafal, Kevin.

[Aku tidak minta dibalas. Aku cuma mau bilang, terima kasih. Terima kasih sudah memaafkan aku meski aku tidak layak. Aku sedang hadapi konsekuensi perbuatanku. Dan aku terima semua itu. Semoga kamu bahagia, Akselia. Kamu layak bahagia.]

Akselia menatap pesan itu lama.

Lalu tersenyum tipis.

Dia tidak membalas.

Tidak perlu.

Karena Kevin... akhirnya bukan lagi bagian dari hidupnya.

Dia menghapus pesan itu, mematikan ponsel, dan menutup mata.

Tidur dengan damai.

Untuk pertama kalinya dalam setahun.

Sangat damai, tanpa bayangan masa lalu.

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!