NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 24

Albiru melepaskan pelukan Dafrina dengan kasar hingga terlepas, sangat muak dia menghadapi Dafrina seperti itu. “Sebenarnya mau kamu apa? Jangan memancing emosiku terus, Dafrina.” Albiru membentak.

“Aku hanya ingin melepaskan rindu padamu, Bi. Jujur, aku belum bisa melupakan kamu.”

“Sudahlah jangan banyak drama lagi, aku muak. Keluar dari mobilku.”

“Itu sangat kejam, Bi.”

“Aku gak peduli.” Albiru membuka pintu mobil lalu keluar dari sana, dia membuka pintu mobil di dekat Dafrina dan menarik tangan wanita itu hingga keluar dari mobilnya.

“Kamu ini kejam ya, dulu kamu gak begini sama aku,” protes Dafrina sembari memegangi tangannya yang memerah karena dicengkeram kuat oleh Albiru.

“Aku bukan yang dulu lagi, sana pergi dan jangan tunjukkan wajahmu lagi padaku.” Albiru kembali memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan Dafrina seorang diri. Dafrina menghentakkan kaki dengan kuat karena merasa kesal diperlakukan buruk oleh Albiru.

Sore harinya, Albiru pulang dengan wajah sedikit lelah dan di tangannya menenteng beberapa makanan yang sengaja dia beli untuk Alisha. Baru akan menaiki tangga, Dhevi memanggilnya dan meminta untuk bicara berdua di dapur. Albiru mengikuti mertuanya itu, sesampainya di dapur, Dhevi celingak-celinguk melihat sekeliling untuk memastikan kalau Alisha tidak ada.

“Ada apa, Bun?” tanya Albiru heran.

“Kamu ada hubungan apa sama Dafrina?” Albiru sedikit tersentak.

“Alisha cerita sama Bunda?”

“Tidak, Alisha tidak cerita apapun. Jawab saja pertanyaan Bunda, Bi.” Albiru melihat wajah Dhevi mulai tegang dan itu membuatnya merasa diinterogasi, jantung Albiru ikut berdetak cepat.

“Dia mantan aku saat sekolah dulu, Bun. Sejak bersama Alisha, aku tidak ada hubungan apapun lagi dengan dia. Terlebih saat dia pindah keluar negeri.” Albiru menceritakan sejujur-jujurnya.

“Kamu lihat ini,” kata Dhevi lalu memberikan ponsel Alisha pada Albiru, Albiru melihat ada pesan dari nomor baru yang ternyata itu adalah Dafrina. Pria itu membelalakkan matanya melihat foto yang dikirimkan oleh Dafrina. Segera Albiru hapus pesan itu dan blokir nomor Dafrina.

“Apa Alisha sudah melihat pesan ini, Bun?”

“Belum. Dia dari tadi merasa pusing dan tidak mau melihat ponsel, kebetulan tadi saat pesan itu masuk, Bunda yang dia minta untuk memeriksa. Apa kalian memiliki hubungan lebih?”

“Dia hanya menjebak aku saja, Bun. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Dafrina.” Albiru menceritakan detail pertemuannya dengan Dafrina saat di kafe ketika makan, Dhevi hanya bisa geleng-geleng kepala karena dia paham betul bagaimana sikap Dafrina.

“Ada baiknya kamu menjaga diri dari dia, Bi. Bisa saja nanti Dafrina akan mengulangi hal ini atau bahkan membuat hal lebih nekat untuk menghancurkan hubungan kamu dan Alisha. Ingat! Istrimu sedang hamil dan perasaannya sangat sensitif.” Albiru mengangguk kecil.

“Maaf Bun, aku benar-benar tidak tau kalau dia akan berbuat begitu. Lain kali aku akan lebih berhati-hati lagi, sekarang Alisha sedang apa?”

“Bunda percaya sama kamu, Bi. Dia udah tidur dari tadi, mungkin sudah bangun, kamu temui saja dia.” Dhevi menepuk pelan lengan Albiru lalu memberikan senyum ramahnya.

“Aku ke atas dulu ya, Bun.” Albiru sedikit berlari menuju ke dalam kamarnya.

Saat pintu terbuka, Alisha sudah duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya sendiri. Albiru mencium kepala istrinya lalu lanjut ke pipi. “Wangi sekali, abis mandi?” puji Albiru yang dibalas senyuman oleh Alisha.

“Iya nih, dari tadi aku belum mandi, lepek.”

“Aku bawain makanan kesukaan kamu, makan dulu yuk.”

“Kamu mandi aja dulu, Bi. Nanti kita bisa makan  bersama.”

“Oke.” Albiru meraih handuknya dan berjalan ke dalam kamar mandi, di dalam sana, Albiru bernapas lega melihat reaksi Alisha yang menyambutnya dengan ceria. Jika pesan itu dilihat oleh istrinya, bisa saja mereka bertengkar dan berdebat panjang dan Albiru akan kesulitan untuk membujuk istrinya itu.

Albiru membuka seluruh pakaiannya dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Rasanya begitu segar dan ringan. Albiru mulai mencemaskan tindakan Dafrina selanjutnya, sangat tahu dia perangai nekat Dafrina selama ini.

***

Sore di hari Minggu, Albiru mengajak Alisha keluar, mereka memilih taman tempat untuk melepas penat dan lelah. Alisha terlihat sangat menikmati udara sore yang cerah itu, Albiru menggenggam setia tangan istrinya. “Kamu katanya tadi mau siomay, mau aku belikan sekarang?” tawar Albiru.

“Nanti aja lah pas kita mau pulang, aku lagi gak mau ngemil sekarang.”

“Ya udah, mau nikmatin suasana aja?” Alisha mengangguk dan memeluk lengan Albiru erat, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Albiru dengan manja.

Sedang asyik berduaan, Dafrina datang mendekati mereka berdua yang mana mood Alisha langsung memburuk saat Dafrina menyapa dengan senyuman ramah.

Sama seperti Alisha, Albiru juga mendengus kesal melihat Dafrina kini berdiri di hadapannya.

“Mau apa lagi sih kamu ini? Kayaknya hobi banget ya ngintilin orang,” sengit Alisha yang menunjukkan raut wajah tak suka.

“Santai aja kali, Sha. Ini tempat umum dan aku bebas dong mau ke sini.”

“Iya tau kalo ini tempat umum, tapi gak perlu juga nyamperin kami. Keliatan banget sih capernya.” Dafrina menggertakkan gerahamnya lalu mengepalkan kedua tangan, hal itu bisa dilihat oleh Albiru.

“Apa yang dikatakan istriku benar, Dafrina. Ada baiknya kamu gak usah sok-sok an nyapa kami karena kami berdua tidak sudi melihat kamu. Harusnya kamu cukup sadar diri dan tau malu.” Dafrina membulatkan matanya mendengar kata-kata tajam dari Albiru, sangat sakit hatinya ketika yang bicara adalah Albiru.

“Bi, kamu lupa ya, kalau kita dulu sempat punya hubungan. Kenapa kamu jadi sekejam ini sih sama aku?” Albiru berdiri menatap Dafrina dengan tatapan tajam.

“Jangan bahas masa lalu lagi karena aku tidak peduli. Kamu pikir aku gak tau niat busukmu itu hm.” Albiru mengepalkan tangannya, sangat ingin dia menampar wajah wanita itu.

”Aku gak akan berhenti membahas masa lalu kita. Sampai kapanpun akan terus aku bahas dan aku pastikan untuk mengambil kamu lagi dari Alisha. Karena kamu itu milik aku, Bi. Aku yang pantas untuk kamu, bukan dia.” Dafrina menunjuk Alisha penuh emosi dan langsung saja satu tamparan melayang ke wajah Dafrina.

Dafrina dan Alisha cukup kaget dengan sikap Albiru yang sangat tiba-tiba. Dafrina memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan tersebut.

“Jangan cobakan keras kepalamu itu padaku, kau sangat tau kalau aku sudah emosi bagaimana kan? Jangan sampai aku melakukan hal lebih buruk lagi padamu. Harusnya kau malu dan tau diri untuk tidak mendekat lagi padaku. Paham.” Albiru menekankan sambil menunjuk wajah Dafrina, mata Albiru juga menyiratkan emosi yang tertahan.

“Kamu bakalan nyesal, Bi.”

“Aku gak akan pernah menyesal karena jauh darimu. Kau sangat tidak berharga bagiku, Dafrina. Buktinya saja, kau pergi kala itu dan aku tidak terpuruk sama sekali.”

“Aku yakin kalau kau masih mencintai aku, Bi.” Alisha yang muak langsung menarik bahu Dafrina lalu melayangkan tamparan juga hingga Dafrina terhuyung ke samping.

“Kau rendahan sekali, Dafrina. Kalau masih punya malu, harusnya kau tidak mengungkapkan cinta pada suami orang.” Alisha mengatakan dengan penuh amarah dan nada meremehkan.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!