NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Arogansi Klan Lie

Satu bulan berlalu dalam sekejap. Di bawah bimbingan Yao Huang, Xiao Chen menghabiskan waktunya dengan bijaksana. Separuh waktunya ia gunakan untuk berkultivasi di Lembah Roh Angin, menstabilkan dan memadatkan kekuatannya di tingkat kelima. Separuh lainnya ia habiskan di perpustakaan klan, mempelajari informasi tentang Klan Lie, Klan Wang, dan para jenius mereka. Pengetahuan adalah senjata yang sama pentingnya dengan tinju.

Hari keberangkatan pun tiba. Di depan gerbang utama Klan Xiao, tiga sosok muda berdiri dengan punggung tegap. Xiao Chen sebagai pemimpin, Xiao Yanli yang pendiam, dan Xiao Long yang wajahnya dingin seperti es. Sejak kekalahannya, Xiao Long menjadi jauh lebih pendiam. Arogansinya yang terang-terangan telah lenyap, digantikan oleh kebencian dan keengganan yang tersembunyi jauh di matanya. Dia jarang berbicara dan menghindari kontak mata dengan Xiao Chen, menciptakan suasana yang canggung di dalam tim.

Tetua Agung akan memimpin kelompok kali ini, menunjukkan betapa seriusnya Klan Xiao memandang kompetisi ini.

"Ingat," kata Patriark Xiao Zhan kepada mereka bertiga, "Di pundak kalian tidak hanya ada kemuliaan pribadi, tetapi juga kehormatan seluruh Klan Xiao. Tunjukkan pada mereka kekuatan generasi baru kita!"

Dengan anggukan serempak, Kelompok Klan Xiao berangkat menaiki kereta kuda yang ditarik oleh Kuda Angin, binatang iblis yang terkenal karena kecepatannya. Tujuan mereka: Kota Batu Hitam, sebuah kota netral yang lebih besar, tempat Kompetisi Tiga Kota akan diadakan.

Perjalanan itu adalah yang pertama bagi Xiao Chen sebagai perwakilan resmi klan. Menatap pemandangan yang berlalu di luar jendela, dia merenungkan betapa hidupnya telah berubah dalam waktu kurang dari dua bulan. Dari sampah yang dicemooh, kini ia menjadi harapan klannya.

Setelah dua hari perjalanan, mereka akhirnya tiba di Kota Batu Hitam. Kota ini jauh lebih ramai dan makmur daripada Kota Awan Tersembunyi. Para kultivator dengan berbagai macam aura berjalan di jalanan yang lebar, dan toko-toko yang menjual artefak dan pil obat berjejer di mana-mana.

Saat mereka menuju penginapan yang telah ditentukan untuk para peserta, di sebuah persimpangan jalan yang ramai, kereta mereka berpapasan dengan delegasi lain. Rombongan ini mengenakan jubah berwarna merah api, dan spanduk mereka bergambar seekor singa yang mengaum. Itu adalah musuh bebuyutan mereka: Klan Lie.

Kedua rombongan berhenti. Tetua Agung turun dari kereta, begitu pula seorang tetua dari Klan Lie. Keduanya saling bertukar salam formal yang dingin dan penuh sindiran.

Di antara para pemuda Klan Lie, satu sosok melangkah maju. Dia mengenakan jubah merah menyala yang seolah memancarkan panas. Rambutnya yang hitam diikat ke belakang, menampakkan wajah tampan yang dihiasi senyum sombong. Auranya liar dan agresif, seperti api yang siap membakar segalanya. Dia adalah jenius nomor satu Klan Lie, Lie Huo.

Mata Lie Huo yang berapi-api menyapu delegasi Klan Xiao. Dia mendengus pada Xiao Yanli, lalu tersenyum mengejek pada Xiao Long.

"Hahaha, jadi ini sang jenius legendaris Klan Xiao? Kudengar belum lama ini kau diinjak-injak oleh sampah dari klanmu sendiri di depan umum. Sungguh memalukan," katanya dengan suara keras.

Wajah Xiao Long langsung memerah karena marah, tinjunya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Dia ingin membalas, tetapi rasa malunya membuatnya hanya bisa menggertakkan gigi.

Lie Huo tertawa melihat reaksinya, lalu tatapannya yang tajam akhirnya mendarat pada Xiao Chen yang tenang. Dia memandang Xiao Chen dari atas ke bawah, seolah sedang memeriksa barang.

"Oh, jadi kaulah tikus selokan yang beruntung itu?" seringainya. "Penampilanmu tidak ada yang istimewa. Klan Xiao benar-benar sudah jatuh jika harus mengirim orang rendahan sepertimu untuk bertarung."

Xiao Chen, yang selama ini diam, akhirnya mengangkat matanya. Dia tidak marah. Dia menatap Lie Huo dengan tatapan tenang, hampir malas.

"Setidaknya tikus ini tahu cara mengalahkan anjing penjaga yang berisik," jawab Xiao Chen datar. "Kita lihat saja besok di atas panggung, apakah anjing liar sepertimu hanya tahu cara menggonggong, atau kau juga bisa menggigit."

Seringai di wajah Lie Huo membeku, digantikan oleh kilatan buas di matanya. Suhu di sekitar mereka seolah naik beberapa derajat. "Kau cari mati!"

"Simpan energimu untuk arena besok!" bentak Tetua Klan Lie, menghentikannya.

Dengan tawa dingin, Rombongan Klan Lie melanjutkan perjalanan mereka. Namun, sebelum pergi, Lie Huo memberikan tatapan membunuh terakhir pada Xiao Chen, sebuah janji akan kekerasan yang akan datang.

Setelah mereka pergi, Tetua Agung menoleh ke arah Xiao Chen. "Anak itu, Lie Huo, kultivasinya berada di puncak tingkat kesembilan dan terkenal karena metodenya yang kejam. Jangan meremehkannya."

Xiao Chen mengangguk. Dia bisa merasakannya. Aura Lie Huo memang kuat, tetapi yang lebih berbahaya adalah niat membunuh yang tidak terselubung di matanya.

Malam itu, setelah mereka tiba di penginapan, Xiao Chen berdiri di dekat jendela, menatap lampu-lampu Kota Batu Hitam yang asing. Turnamen di klannya terasa seperti pertarungan untuk memulihkan harga diri. Tapi kompetisi ini berbeda. Ini adalah pertarungan untuk kehormatan.

Udara di kota ini terasa berat, dipenuhi oleh arogansi dan ambisi para jenius muda dari berbagai klan.

1
Margaretta Wongkar
Di sini Xiao Chen telah masuk ke ranah soul transformation.
Margaretta Wongkar
Ceritanya sih ok, keren menurutku tapi yang mengganggu itu kalau ceritanya ngak konsekuen. Misalnya tingkat kultivasi MC yang tidak sesuai dengan bab sebelumnya. Ada saat ranah kultivasi MC sudah soul transformation tapi di bab berikutnya kok jadi soul formation lagi.
Margaretta Wongkar: Ngak konsisten maksudnya, maaf typo😀
total 1 replies
Margaretta Wongkar
Bukannya Xiao Chen sudah ranah soul transformation ya, kok malah turun ke soul formation sih?
Amiera Syaqilla
purrfecto💕
Jack Syahputra
𝙭𝙞𝙖𝙤 𝘾𝙝𝙚𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙝𝙖𝙩𝙞 .. 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙖𝙘𝙪𝙣𝙖𝙣 𝙤𝙗𝙖𝙩. ☺
Jack Syahputra
😍
Jack Syahputra
𝙘𝙤𝙗𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙥𝙞𝙡 𝙣𝙮 𝙥𝙖𝙠𝙚 𝙊𝙢𝙥𝙧𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙈𝘽𝙂 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙥𝙞𝙡 𝙣𝙮 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝘿𝙚𝙬𝙖😄
Jack Syahputra
👍
NONA JANDA
mohon maaf untuk yang selalu berkomentar percuma ada guru kayak gini gini gini kenapa gininya lambat,,,
tolong ya di sini kita mengajarkan dari sampah yang tidak berguna dijadikan berguna sangat menakutkan untuk orang lain,, di sini gurunya sudah menekankan kalau dia berbeda dengan orang lain orang lain mudah untuk naik level tertentu segala macam dengan IQ yang dia serap dan sangat mudah untuk didapatkan orang lain,,, tapi di sini dia tidak menyerap EQ dalam hal seperti orang lain tapi dia menyerap inti dari binatang monster lainnya dan dia dijadikan IQ dia dan juga untuk diterobos jadi tolong kalian itu kalau nggak suka nggak jgn baca
guntur
Alur ceritanya terkadang tumpang tindih bikin bingung.
Dewa Raka jl
KOK ADA NAGA BERBULUBTOR🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
KASIAN MC NYA YG SELALU PINGSAN DAN EPILEPSI... DAN LEMAH, MALAH PERAN PENDUKUNG NYA YG BISA MENGALAHKAN DIA TANAH BESAR DI ATASNYA🤣🤣🤣
MEC NYA MALAH DI KALAHKAN SATU TANAH PENUH DI BAWAH NYA🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
AYO TOR KNPA NGK EPILEPSI MC NYA🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
AYO TORR
BUAT MC KEJANG"ATAU EPILEPSI BIAR SERU🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
kkoknaneh.... kapan MC menjadi kuat gitu, melawan tanah di atas nya, knapa ngk epilepsi lagi🤣🤣🤣 atau kejang " kehabisan qi🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
TORR KNAPA JUGA MC NYA NGK BERUSAHA MENGEMBALIKAN TANAHNYA KE PUNCAK NESTEL SOUL.... KOK KELIATAN NYA TANPA BEBAN KULTIfasi nya jatuh, dari puncak ke menengah😞😞😞
Dewa Raka jl
SEKALIAN AJA KEMBALI KE INTI EMAS TORR. TANGGUNG TURUN SATU BINTANG... ATAUBSETAPBPERTARUNGAN KECIL MC NYA STEP N KEJANG KEJANG🤣🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
😞😞😞
Dewa Raka jl
DIKIT"KEHABISAN TENAGA... NOVEL NYA ANEH🤣🤣🤣
ADA LAGI MC LAIN DIKIT "PINGSAN 🤣🤣🤣
Dewa Raka jl
ANEH TOR, DARI TIGA LV...
AWAL MENENGAH AKHIR...
KAN 3LAVE AJA DI TANAH INTI EMAS?
KNAPA DI TAMBAH"LAGI ISI PUNCAK... JADI MUBAZIR CERITA NYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!