NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#35

Malam itu di ruang tengah mansion Storm, suasana yang seharusnya hangat karena kepulangan Luna dan Zayn berubah menjadi tegang. Di atas meja, brosur klinik fertilitas yang dibawa Hera menjadi pusat perhatian. Luna, yang kini sudah mulai terbiasa dengan perut buncitnya, menatap adiknya dengan tatapan tidak percaya sekaligus marah.

"Kau gila, Hera! Melakukan inseminasi buatan di usiamu yang masih sangat muda?" Luna meninggikan suaranya, tangannya memegang pinggangnya yang mulai pegal. "Kau punya segalanya. kecantikan, kecerdasan, kekayaan. Kenapa kau ingin menjadi ibu tunggal secara sengaja?"

Hera hanya bersandar santai di sofa, meski matanya memancarkan keras kepala yang luar biasa. "Justru karena aku punya segalanya, aku tidak butuh pria untuk melengkapi ku, Luna. Aku hanya ingin seorang anak. Seseorang yang murni milikku tanpa ada drama perebutan hak asuh atau pengkhianatan di masa depan."

Zayn, yang duduk di samping Luna, mencoba menengahi. Ia mengusap bahu istrinya agar tetap tenang sebelum menatap Hera dengan tatapan seorang kakak laki-laki. "Hera, dengar. Aku bukan bermaksud ikut campur dalam keputusan pribadimu. Tapi secara logika... daripada melakukan prosedur medis yang dingin seperti itu, kenapa tidak meminta kekasihmu saja? Maksudku, menjalin hubungan normal dan membangun keluarga."

Luna menyambar ucapan Zayn. "Dia tidak ingin pacaran, Zayn! Kau tidak tahu betapa keras kepalanya adikku ini. Dia bahkan bilang dia membenci konsep pernikahan. Baginya, komitmen adalah penjara."

Hera mendengus. "Pernikahan adalah lelucon yang berakhir dengan air mata. Aku sudah melihat cukup banyak drama untuk tahu bahwa pria tidak bisa dipercaya."

Tiba-tiba, sebuah nama yang selama ini ia kunci rapat di dasar hatinya muncul di permukaan lidahnya. "Ngomong-ngomong soal pria tidak berguna... bagaimana dengan temanmu itu, Arlo? Apa dia sudah punya kekasih?" tanya Hera, mencoba terdengar acuh tak acuh meski jantungnya berdegup sedikit lebih kencang.

Zayn mengernyitkan dahi, tampak berpikir sejenak. "Arlo? Seingat ku, selama kami berteman dan membangun bengkel bersama, dia tidak pernah punya pasangan. Dia pria yang aneh. Banyak gadis mengejarnya, tapi dia selalu bilang dia sedang menunggu hantu dari masa lalunya."

Deg.

Hera tertegun sejenak. Namun, sedetik kemudian ia tertawa sinis, tawa yang penuh dengan racun kebencian. "Tidak pernah punya pasangan? Jangan bercanda, Zayn. Bagaimana mungkin? Bukankah Arlo itu tipe pria yang mengganti pasangan semudah dia mengganti oli motornya? Dia itu predator."

Zayn menggelengkan kepala dengan mantap. "Aku serius, Hera. Arlo bahkan sering tidur di bengkel hanya untuk menghindari gadis-gadis yang mencarinya. Dia seolah mengunci dirinya sendiri."

Luna menatap Hera dengan curiga. "Kenapa tiba-tiba menanyakan Arlo? Kau mengenalnya?"

"Hanya tahu dia teman Zayn yang berisik," bohong Hera cepat. Ia kembali menatap brosur di depannya, mencoba mengalihkan rasa sesak yang tiba-tiba muncul mendengar Arlo menunggu. Pasti dia hanya berakting agar terlihat setia di depan Zayn, pikirnya jahat.

"Hera, pikirkan lagi. Setidaknya tunggu sampai keponakanmu lahir," bujuk Luna lembut.

"Keputusanku sudah bulat, Luna," Hera berdiri, mengambil brosur itu dan meremasnya pelan. "Aku akan melakukannya bulan depan. Aku sudah mengatur jadwal dengan Dr. Diana."

Hera melangkah menuju kamarnya tanpa menoleh lagi. Di dalam hatinya, ia sedang berperang. Ia merasa takut, tentu saja. Prosedur itu asing dan menakutkan bagi tubuhnya. Namun, rasa takut akan dikhianati jauh lebih besar daripada rasa takut akan jarum suntik rumah sakit.

Ia tidak tahu bahwa keamanannya justru sudah disabotase oleh pria yang ia anggap pengganti oli itu. Ia tidak tahu bahwa bulan depan, bukan benih dari tabung reaksi anonim yang akan masuk ke rahimnya, melainkan benih dari pria yang Zayn katakan "sedang menunggu hantu masa lalunya".

Hera menutup pintu kamarnya, bersandar di sana sambil memejamkan mata. "Lebih baik tidak punya suami, daripada punya suami yang suatu saat akan menatap wanita lain seperti caramu menatapku dulu, Arlo," bisiknya pada keheningan malam.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!