NovelToon NovelToon
Gadis Pilihan Untuk Sang Pewaris

Gadis Pilihan Untuk Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Nikah Kontrak / Pengasuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Tu es belle

Alena Prameswari gadis panti Asuhan yang di permalukan di depan umum di acara pernikahan oleh kekasih pujaan hati nya yang sudah 3 tahun menjalin hubungan dengannya.
Alena harus menelan pil pahit karna sang pengantin wanita yang seharusnya ia sendiri namun bukan melainkan sang Sahabat yang sudah ia anggap seperti keluarga.

Pengkhianatan yang terjadi membuat Alena kecewa dan merasa hidupnya nyaris mati hingga ia tak sanggup untuk tetap bertahan di negara sendiri. Alena bertekad ingin menjadi kaya raya dan membalas dendam untuk menghancur kan Rangga Dewanta beserta sahabat karib Alena

Kemudian di tengah kekalutan Alena memutuskan untuk menjadi TKW dan memulai hidup baru, namun ia malah terpilih sebagai pengasuh seorang anak konglomerat dengan gaji fantastis.

Sang Pewaris Benedict junction yang konon katanya Tempramental yang harus Alena asuh, akankah Alena sanggup?

Simak kisah nya!
Maaf jika ada Typo🙏🙏 selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tu es belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lebih Baik Jangan Kembali

Pandangannya fokus menatap bangunan sederhana lantai dua berwarna coklat terang dengan halaman di hiasi bunga bunga tertata rapi di sekitar jendela jendela ruangan juga Pagar yang termakan waktu terlihat dari karat di beberapa bagian besi atas dan bagian bawah sebelah roda yang menjadi kaki Pagar hitam di depannya

Rasa bersalah yang hadir dalam diri wanita muda nan cantik yang berdiri di depan Panti Asuhan tempat sahabat karib nya dulu.

Entah alasan apa wanita tersebut menyambangi hunian sederhana yang di hiasi tawa anak anak yang membuat mata tenang setiap kali melihat pemandangan indah nun menyegarkan itu.

Wanita Tua yang di sebut Ibu Panti melihat wanita yang berdiri di luar pagar dengan heran. Ada sedikit rasa kesal,marah serta kecewa dalam hati wanita Tua itu kala mengingat bagaimana terluka nya sang anak asuh akibat wanita muda di depannya ini

Pagar sudah ia geser. Namun tak ada suara dari kedua wanita beda usia yang sudah berhadap-hadap an sekarang

"Ada apa, kenapa tiba tiba kemari?" tanya Ibu Panti. Wanita muda itu nampak sedikit malu ,sungkan.

Wajahnya tergurat raut sedih seperti enggan menyampaikan niatnya.

"Masuklah. Jangan sungkan!" Nada bicara Ibu Panti jika didengar sekilas tak ada kesan dendam atau marah, tapi tidak bagi wanita muda yang merasa bersalah di depannya. Hati nya sedikit mencelos kala mendengar nada dingin Ibu yang dulu selalu tersenyum melihat ia dan sahabat nya setiap kali datang berkunjung

Mereka menuju ruang tamu sederhana yang berisi satu set meja kayu Jepara jaman dulu. Wanita muda itu masih melihat sekelilingnya, ada banyak foto foto yang tertempel di dinding. Bahkan foto nya juga masih di pajang dalam bingkai kayu sederhana yang terletak di meja dinding yang ada di dekatnya. Sungguh bertambah sudah rasa bersalah nya melihat bagaimana dirinya masih di anggap oleh orang orang yang sudah di kecewakannya.

Ibu Panti kembali dengan membawa tampan berisi segelas teh dan biskuit kering. Meletakkan di depan wanita muda berkelas di hadapannya.

"Silahkan ,minumlah. Hanya ini yang bisa Ibu sajikan" ujar Ibu Panti

Ia menatap suguhan sederhana di hadapannya, sungguh mengharukan, nyaris sudah satu setengah tahun sejak pernikahan nya.

Ini kali pertama dia datang mengunjungi Panti Asuhan sederhana ini, mata nya sedikit berembun

"Bu, terimakasih sudah menerima ku dengan baik" ucapnya.

Ibu Panti tersenyum mengangguk

"Selamat menikmati" Wanita tersebut mulai menyesap pelan teh nya.

Keheningan cukup lama mendera keduanya. Saat wanita muda nan cantik tersebut ingin berbicara seorang anak kecil kisaran usia 4 tahunan datang dari arah belakang dengan wajah mungil nya tersenyum menampilkan kedua lesung pipi nya

"Bu, Ibu! Ayya pulang,yihat Ayya dapat nilai celatus" kata kata nya belum sempurna

Panti Asuhan setiap dua pekan akan kedatangan tiga kali relawan yang bersedia mengajarkan anak anak untuk belajar menulis,membaca,berhitung, lalu di hari lain mereka juga akan belajar keagamaan dan olahraga serta akan ada sesi menampilkan ketrampilan masing masing. Gadis cantik tersebut baru saja pulang dan akan menunjukkan nilai nya lalu mendapat apresiasi dari Ibu Panti, kebahagiaan sederhana yang tidak bisa di lihat dari luar Panti

Ibu Panti tersenyum lembut meneduhkan,ia bertepuk tangan kecil menandakan kebahagiaan atas nilai yang di dapat gadis kecil didepannya

"Wah Alya pintar sekali. Ibu bangga, terimakasih sudah bekerja keras. Sekarang kembali lah dulu sebentar lagi Ibu akan berikan Alya hadiah setelah Tante nya pulang. Oke sayang!" Gadis itu mengangguk antusias mendengar kata hadiah ia berniat kembali kebelakang bersama teman teman dan relawan guru pengajar nya berkumpul

"Tunggu" ujar wanita yang di sebut Tante oleh Ibu Panti

Alya menghentikan langkah bahagia nya yang melompat lompat,kemudian berputar melihat kearah wanita cantik itu

"Ya tante panggil Ayya?" Ia mengangguk

"Kemarilah, Tante juga ingin memberikan hadiah untuk Alya karena sudah belajar dan mendapat nilai bagus"

Tentu saja seorang anak kecil akan kegirangan. Hal yang sangat menggembirakan jika seseorang mengapresiasi diri nya akan nilainya yang bagus. Ia melangkah dengan cepat, setelah di depan Ibu Panti ia meminta izin

"Ibu, Ayya bolehkan nelima hadiah dali Tante cantik?"

"Iya nak, Tante cantik ini senang Alya rajin belajar. Hargai pemberian orang lain dengan baik dan jangan lupa ucapkan Terimakasih ya sayang" jawab Ibu Panti

Alya melangkah mendekati wanita muda cantik itu ,si wanita sudah mengeluarkan Candy berukuran sedang dan sebuah Amplop berisi perlengkapan sekolah, seperti sebuah kebiasaan lama jika ia datang ke Panti Asuhan. Wanita itu memberikan dua hadiah yang membuat mata cantik Alya berbinar terang.

Ia berjingkrak kegirangan melihat Candy dan Amplop bening berisi pensil warna warni dan Buku mewarnai yang ada di dalam nya.

"Wah,Tante. Ini benelan kaci buat Alya?" ujarnya terkesima. Wanita itu menganggukkan pelan kepalanya, ia tersenyum dan mengelus lembut pipi gadis kecil menggemaskan di depannya

"Selamat ya Alya, Alya anak yang cantik,pinter dan ceria. Semoga Alya suka ya dan semakin rajin belajarnya"

"Telima Kasih Tante. Alya janji deh bakayan lajin belajal sama kakak gulu. Hadiah nya kelen" ia bahkan menyodorkan jari kelingkingnya yang kecil seakan membuat janji bahwa ia bersungguh sungguh dengan perkataannya ,tentu saja di sambut bahagia oleh wanita Cantik tersebut. Setelah berucap dengan nada lucu membuat wanita itu tersenyum geli gadis itu kembali ke belakang

Suasana terasa kembali canggung, wanita muda itu kembali menghadap Ibu Panti

"Bu, bagaimana kabar ibu? Maaf bu Jessica jarang kemari dan baru bisa berkunjung sekarang"

Ibu Panti tampak menarik napas pelan,bagaimanapun ia masih mengingat dengan jelas segala kebaikan Wanita muda di depannya

"Ibu baik baik saja. Bagaimana pernikahanmu, apakah baik baik saja?"

Jleb.... Pertanyaan yang membuat rasa bersalah nya kembali membumbung tinggi setelah beberapa saat lalu menurun karena kehadiran gadis mungil dan melihat senyum indah Ibu Panti .

Namun ternyata wanita Tua di depannya ini kembali membuat wajahnya merah karena malu bagai kepiting rebus

"Bu, maafkan saya bu. Jessica tidak bermaksud untuk melukai Alena" bukannya menjawab ia menyadarkan diri nya akan kesalahan fatal yang sudah hampir dua tahun berlalu

"Sudahlah, apa yang harus di maafkan. Alena juga sudah bahagia dengan suami nya, lelaki yang tidak memandang rendah latar belakang dirinya yang hanya anak Panti Asuhan"

Malu,tentu saja sangat malu.

Sekalipun dirinya tidak pernah merendah kan latar belakang Alena,tapi perkataan Rangga saat acara pernikahan kepada Alena cukup menjelaskan betapa rendah status sahabatnya di mata mereka

Jessica tertunduk dalam,tangannya saling menggenggam menghilangkan gemetar yang di rasakan dirinya

"Bu, Jessica minta maaf bu. Jessica kemari ingin menemui Alena,tapi seperti nya Alena belum kembali dari Eropa" akhir nya wanita muda putri konglomerat itu menyatakan niat kedatangannya

"Bu, benarkah Alena sudah menikah?"

"Sudah ,Ibu rasa kau juga sudah tau kan?"

Jessica meng iyakan

"Jessica melihat di postingan sosial media milik Alena"

"Bu, apakah Alena pernah kembali kemari?"

tanya Jessica, ia sungguh rindu sahabatnya. Tapi seperti nya kerinduannya tidak bersambut baik apalagi setelah mendengar perkataan Ibu Panti

"Aku berharap Alena tidak kembali kesini. Tempat yang sudah meninggalkan luka dan kecewa padanya. Bahagianya sudah ia temukan di sana"

Jessica tadinya berniat ingin meminta nomor Alena, karena tidak mungkin jika Ibu Panti tidak tahu tapi pupus sudah keinginannya

1
Zaichik Rania
berarti Aslan udah umur 38 sekarang
Partini Minok Nur Maesa
orang perancis namanya aslan putra yg bnr saja thor
Nurjannah Rajja
harusnya 38thn dong.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sang kakek TERLETAK di Rs harusnya kata yang pas itu BERADA DI RS thor
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sekarang saling menyalahkan dan merasa jadi korban.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... ternyata biang gulanya para Orang tua mereka yang maksain kehendak sampe merendahkan Alena tapi ujung²nya malah bukan bahagia yang anak²nya dapat malah penderitaan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau benarpun kamu ngelepas Alena karna ancaman ortumu harusnya jaga mulutmu agar ga nyakitin dia, kan bisa terus terang saja tanpa harus mempermalukan dia.

Thor kalau bisa kata DIRIMU di ganti pake kata KAMU lebih masuk dan cocok
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dulu kemana saja saat kamu menikung Alena Jessica tanpa berkata atau mebela dia sedikitpun saat di huina oleh si RangRang itu kamu malah menikmati kesakitan Alena saat kalian menghianatinya...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Apa Aku yang salah fokus ya, pak Oslan pulang dengan Brankarnya bukan kursi roda... bukannya sudah membaik makanya di bawa pulang.🤔🤔
membingungkan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor coba koreksi lagi tiap percakapan/obrolan antara pemeran satu dengan yang lainnya harus pake paragraf atau garis baru di jeda satu garis jangan di teruskan langsung di obrolan yang sama biar ga bingung yang baca.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diiihh... Alena ga tau apa² malah yang kena, tar giliran dia beneran pergi kamu sendiri yang ngemis² sama yang katanya Hanya seorang pembantu, sombongmu Aslan pengen di jedotin tuh kepala.😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk bisa Cembokur juga Aslan... memangnya kamu sudah beneran cinta sama Alena, katanya Alena bukan seleramu tapi kok isi hati pikiran dan mulutmu berkata beda.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
katanya kamu bukan perempuan mur4han Alena tapi justru dengan perlakuan Aslan saja kamu sudah punya niat manfaatkan dia untuk dendam mu pada mantan pacar dan sahabatmu.. terus apa bedanya kamu dengan mereka yang memanfaatkan kepintaranmu untuk keuntungan mereka.
pembalasan elegan itu bukan dengan memanfaatkan Alson untuk dendam mu tapi kalaupun dia beneran serius suka sama kamu, Alson pasti bisa bantu juga balas dendam mu dengan hidup bahagia dengan dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm kira² siapa pelakunya, kenapa dia bisa sampai bisa masuk kerumah Aslan bahkan memasang kamera di situ kalau bukan orang yang biasa masuk keluar rumah itu sendiri karna kalau orang luar ga mungkin juga gampang di biarkan masuk.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuhh siapa tuh Orang yang mengintai kegiatan Aslan sampe pasang kamera segala di area pribadi.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hari pertama ujian kamu lulus dari biang masalah Aslan, Alena moga saja tuh bayi besar ga ngamok² lagi.😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Ya ampuunn... kelakuan Aslan, emang ga malu apa. kayak anak kecil.😄🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau bisa Lebih di banyakin Dialognya Thor biar ga kaya membaca buku karna banyaknya cuma Narasi. 🙏
Khairul Azam
bagus tp kenapa aku merasa capek bacanya
Rui
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!