NovelToon NovelToon
ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Annida Rahman

Perjodohan yang terjadi tanpa di kehendaki oleh dua insan tersebut,
Wanita bernama Allin Wilton dan Arnold Gall, mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya,

Arnold Gall berusia 28 tahun tidak menyangka akan dijodohkan dengan karyawaannya sendiri Allin Wilton 24 tahun.



" tidak, dia karyawanku "

- Arnold Gall



" tidak, dia Boss ku "

- Allin Wilton

.
.
.
.
.

19 juli 2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Arnold membuka matanya, 30 menit saat dia merasakan Allin sudah tertidur, Arnold menatap Allin yang tertidur, bagaimana Arnold bisa tidur disaat dia juga menahan sesuatu dibawah sana

" aku rasa aku sudah gila, bagaimana mungkin aku bisa menahan ini disaat dia ada didepanku selama ini"

******

Allin terbangun dari tidur saat dia mendengar suara air dari kamar mandi, Allin duduk dari posisi berbaring dia menatap jam di atas nakas 07.00 , Allin berdiri dan berjalan kearah balkon , dia menarik tirai disana, matahari masih belum menampakkan dirinya, dia tidak tahu bila Arnold akan bangun secepat itu, dia pikir Arnold selalu bangun sedikit lebih siang karena mereka belum pernah tidur sekamar dirumah itu, Allin selalu bangun lebih awal untuk mandi dan sedikit membereskan rumah , lalu membuat sarapan, dia sudah biasa bangun lebih awal

Allin berbalik saat mendengar pintu kamar mandi terbuka

" Aaaaa...." Allin langsung menutup matanya menggunakan tangan, dia kaget saat berbalik Arnold keluar hanya menggunakan handuk saja, menampilkan tubuhnya yang sexy itu, Wajah Allin memerah saat mengingat itu, dia juga kembali ingat saat liburan di Jepang dia bahkan melihat lebih dari itu, Allin merinding mengingat kembali peristiwa itu

Arnold bersikap biasa saja dia berjalan dan duduk disisi ranjang sambil tangan terlipat didepan dada dengan mata menatap Allin

" ngapain kamu menutup mata? Kamu sudah pernah melihat tubuhku , tanpa terkecuali" kata Arnold menekankan kata terkecuali disana, Allin menurunkan tangannya dia mencoba bersikap tenang disana, dia menatap Arnold yang duduk dengan tenang sambil menatapnya

" aku hanya kaget saja"

" benarkah?" tanya Arnold tidak nyakin

" kenapa kamu memakai handukku? Tanya Allin kesal saat melihat Arnold dengan santainya menggunakan handuk Allin

" mau gimana lagi yang ada hanya handuk ini"

" kalau begitu kamu mandi dikamarmu saja"

" memamgmya kamu rela, tubuhku dilihat wanita lain?"

" kamu ini bicara apa sih? Seterah kamu mau apa, mau keluar rumah tanpa baju pun aku tidak perduli"

Arnold memasang wajah cemberut menatap Allin, Allin malas untuk berdebat dengan Arnold dia berjalan dan masuk kekamar mandi

******

Allin keluar dari kamar mandi dan masih mendapati Arnold duduk disisi ranjang masih dengan handuk di tubuhnya

" kenapa tidak pakai baju?" tanya Allin kesal melihat Arnold yang tidak juga keluar

" ambilkan baju dikamarku"

" ambil saja sendiri"

" Allin! Aku mau kerja cepat ambilkan"

" main perintah saja, memangnya aku ini apa?"

" istri itu harus nurut sama suami"

" memangnya aku istrimu ya?"

" kamu lebih baik cepat ambilkan bajuku, kalau tidak.."

" kalau tidak apa?"

Arnold berjalan mendekati Allin dengan tatapan intensnya, Allin mencoba untuk tidak terpengaruh dia juga membalas tatapan Arnold

Arnold berhenti didepan Allin jarak diantara mereka hanya 15 centi saja, tangan Arnold bergerak untuk melepas lilitan handuk yang dia pakai, tatapan Allin turun dan melihat yang dilakukan Arnold, jantung Allin berdebar melihat itu

" stop, berhenti disana" Arnold sudah melepaskan lilitan handuknya hanya tinggal dibuka saja, Allin akan kembali melihat benda itu

" aku akan pergi sekarang" Allin berlari keluar kamar dengan jantung yang masih berdebar

" dasar orang gila, dia mau aku cepat mati apa?"

Allin berhenti didepan kamar Arnold, dia menarik nafas panjang

Tok tok

Tidak ada jawaban dari dalam, Allin mencoba membuka pintu

" tidak dikunci"

Allin masuk dan memperhatikan isi kamar Arnold, tidak ada tanda- tanda wanita itu

" permisi" Allin mencoba bersikap sopan dia tidak mau nanti wanita itu akan marah- marah padanya

" Yura " tidak ada jawaban, Allin melangkah kan kakinya kearah lemari dan melihat yang mana yang akan dia berikan pada Arnold

Allin mengambil jas warna hitam dengan celana senada dan membawanya keluar

" kamu cuma membawa ini?"

" iya"

" kamu ini gimana ? Bagaimana mungkin aku langsung memakai jas saat tidak ada celana dalam"

" jadi maksudmu aku harus mengambilnya?"

" iyalah"

Allin tidak percaya dia harus mengambilkan celana dalam Arnold

" dasinya mana?" tanya Arnold setelah dia memakai jas nya

" ambil saja sendiri "

" cepat ambilkan"

Allin melirik sinis Arnold

" aku harus membuat sarapan"

" nanti saja, cepat ambilkan aku dasi"

Allin keluar dengan kesal dan kembali masuk kekamar Arnold

" ini"

" kenapa warna biru?"

" jadi maunya warna apa?"

" apa saja asal jangan warna biru"

" kalau begitu pergi dan pilih sendiri"

" sudah yang ini saja, sekarang pakaikan aku dasi"

" tanganmu ada pakai sendiri "

" tanganku sedang sedikit sakit"

" kalau begitu minta Yura memakaikannya"

Arnold terdiam dan menatap kesal Allin setelah mendengar itu

" mulutnya sangat kasar, harus dilembutkan dengan ciuman"

Arnold menarik Allin hingga menabrak tubuhnya

" apa yang...." mulut Allin langsung di bungkam Arnold dengan bibirnya ,

Allin hanya berdiam diri dia tidak memberontak sama sekali, dia ingin mendorong tubuh itu tapi tidak dia lakukan

Arnold menarik bibirnya dan menatap Allin yang juga menatapnya, Arnold tertawa dalam hati karena Allin hanya diam dengan pandangan polos

" sekarang mulutnya sudah lembut "

Allin tersadar dan memberi jarak antara mereka

" aku akan membuat sarapan" Allin langsung pergi dari sana dengan tingkah gugup, Arnold tersenyum menatap Allin yang berlalu pergi

" jadi seperti itu cara agar dia diam, menarik"

********

Allin mematung di meja makan dia masih berdiri sambil memperhatikan Yura yang sedang membuat sarapan , tidak ada yang berbicara duluan, jadi Allin hanya diam sambil berdiri sedangkan Yura terlihat sibuk dengan sarapannya

Arnold turun dan melihat Allin yang berdiri disisi meja, Arnold berjalan mendekati Allin dan berdiri disampingnya

" ada apa?"

Tanya Arnold disamping Allin, Allin melirik Arnold disampingnya, belum Allin menjawab, Yura lebih dulu berbicara

" kamu sudah bangun Arnold, sini aku membuat sarapan"

" kamu membuat sarapan ?"

" ya aku membuatkanya khusus untukmu"

Arnold menarik tangan Allin dan duduk di kursi, Yura menatap tidak suka Allin yang duduk disamping Arnold

Saat Arnold melihatnya, Yura tersenyum dan mengambilkan makanan untuk Arnold

" makanlah" Yura meletakkan makanan di depan Arnold , dan dia duduk dihadapan Arnold

" terima kasih "

Allin malas untuk memperhatikan wanita itu, Allin melihat arah dapur

" ya ampun dapur berantakan sekali"

" Allin" Arnold memanggil Allin yang melamun

" ya"

" makan"

" iya" Allin tidak berselera sebenarnya entah kenapa hanya melihat tatapan tidak suka Yura dia sudah kenyang

*******

Allin berdiri lebih dulu setelah dia menyelesaikan sarapannya dengan cepat

" aku pergi dulu" Allin mengambil tas di atas meja dan menyandangnya, tapi tangan Arnold menahan tangan Allin, Allin menatap Arnold dengan tatapan bertanya

" kamu pergi sama aku" Yura yang melihat Arnold memegang tangan Allin, menggenggam sendok di tangannya dengan erat

" aku akan pergi naik bis saja"

" tidak , ayo" Arnold berdiri dari kursi

" terima kasih sarapannya "

Yura berdiri dari kursinya, dia tidak mau Arnold meninggalkannya dirumah sendirian

" Arnold aku ikut kamu kekantor ya?" Allin dan Arnold menatap Yura

" aku bosan di rumah , masa kamu tega meninggalkanku dirumah sendirian" Arnold menatap Allin sejenak dan kembali menatap Yura

" baiklah "

" terima kasih Arnold , tunggu aku sebentar ya, aku mau ganti baju dulu"

Yura langsung naik keatas untuk berganti pakaian, Allin menatap tidak percaya wanita itu, Allin menatap arah dapur yang berantakan

" dia akan ikut kekantor , jadi siapa yang akan membereskan itu semua"

Allin menarik nafas panjang , dia tahu pasti dirinya yang akan membersihkan semua itu

" aku pergi duluan saja"

Allin berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Arnold , Arnold menatap Allin dengan kesal dan mengeratkan genggamannya

" nanti, kita tunggu Yura"

" kamu tunggu saja, aku mau pergi, lepas" Arnold menarik Allin merapat padanya dan berbalik memeluk pinggang Allin dari samping

" aku sudah hampir telat , semua ini karena mu"

Yura turun dan melihat Allin dan Arnold berdebat, Yura melangkah lebih cepat dan memeluk tangan Arnold yang bebas

" Ayo" Yura menarik tangan Arnold sehingga peluk kan Arnold dipinggang Allin terlepas, Arnold membalikkan kepalanya menatap Allin yang mengikutinya dari belakang

Yura langsung masuk di kursi depan penumpang, Arnold menatap Allin yang berdiam diri

" masuk "

" lebih baik aku pergi naik bis saja"

Arnold langsung menarik Allin dan membuka kan pintu mobil di bagian belakang penumpang

" masuk"

" Arnold "

Arnold langsung mengangkat Allin dan mendudukkannya di kursi belakang

" jangan keluar, awas kamu ya kalau keluar"

Arnold menutup pintu mobil dan berjalan kearah kemudi

********

Arnold melirik Allin dari kaca spion, Allin sibuk dengan ponselnya, tidak berapa lama terdengar bunyi panggilan telpon

" iya ada apa?" tanya Allin setelah dia mengangkat telponnya , Arnold langsung memelankan laju mobilnya dan memasang telinganya, dia penasaran siapa yang menelpon istrinya

" iya, nanti tunggu aku sampai dikantor saja"

" iya, dokumennya ada padaku" Allin melihat dokumen dipangkuannya

" iya kamu tenang saja"

Saat Allin sedang menelpon, Arnold mengerem mendadak dan membuat Allin tersungkur kedepan

" aduh......" Allin bangun dan memegang keningnya , sakit...tentu saja sakit...kepalanya terbentur .

" kamu tidak apa - apa?" tanya Arnold panik dia berbalik kearah belakang dan menarik Allin mendekat

" apa sakit?"

" tidak "

" coba aku lihat " Arnold menyentuh kening Allin yang terbentuk , kening Allin sedikit merah, dan itu ditempat yang sama saat Allin terbentur pintu kamat mandi waktu di Jepang

" maaf"

" tidak masalah" Arnold meniup kening Allin, Allin jadi berdebar merasakan sikap perhatian Arnold , Arnold mengusapnya pelan dan cup , Arnold mengecup kening Allin yang memerah, wajah Allin juga ikut memerah merasakan itu.

" apakah masih sakit?"

" tidak , sudah lebih baik" Allin menjauhkan dirinya dari Arnold , untuk kesehatan jantungnya

" Kate, aku baik- baik saja"

" iya hanya terbentur, saat supir bis mengerem mendadak"

Arnold menatap Allin kesal, karena Allin menyebutnya supir bis, tapi akhirnya dia tahu yang menelpon Allin adalah Kate, dia tadi terlalu fokus untuk mendengar pembicaraan Allin ditelpon tanpa Sadar didepan ada orang yang menyebrang jadilah Arnold mengerem mendadak

" Arnold cepat jalan, nanti kamu telat" Yura berbicara dengan nada tidak suka melihat Arnold sangat perduli pada Allin.

1
Sofyan Banjar Sofyan
Kecewa
Rosikh Nurhayati
2 jempol buat kamu thor
Rosikh Nurhayati
syuukaaa
Isna mansur
seru ceritanya..aku suka...semangat trs berkaryanya...
Devia Ratna
bagus
Dessy Yanta
tegasan deon dr pada arnold...😒😒gregetan
Atieks Syaiful Bahri
😉😉😉
choi yongah
mantap thor
aku suka.
sukses selalu
👍👍👍🌺🌹
choi yongah
bagus ceritanya
👍👍👍👍
4 jempol buatmu Thor
sukses selalu
semanhat
💪💪💪💪
choi yongah
lanjut...
choi yongah
hem........😍😍
choi yongah
ud sama2 senang tp g merasa
😍😍😍👍
choi yongah
menarik ceritanya
bikin pingin trs baca
lanjuut
Nuraini Enung
"memandangi wanita orang lain" 😂😂
Rini Haryati
keren ceritany😇😇😇😇😇👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
seru nya mereka dpt jodohnya instan semua👍👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
dapet pasangan juga Jose 👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Lucas gercep banget
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnnnn👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
posesifnya Arnold dan Arlan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!