Kevin Abraham Benecdit seorang CEO muda BENECDIT CORP terpaksa menikahi gadis asal Indonesia bernama Mira karena dendam pada kakak perempuan gadis itu yang bernama Thalia. Lantaran cinta nya ditolak oleh Thalia sehingga membuat Kevin sakit hati.
Mira Wijaya tidak pernah menyangka bahwa Kevin menikahinya hanya untuk balas dendam karena sang kakak yang telah menolak cinta Kevin.
Dengan terang-terangan Kevin selalu menyebut jijik apabila dekat dengan Mira.
Akankah Mira bertahan dengan pernikahannya dengan Kevin yang dipenuhi dendam dan derita? bahkan dia tidak bisa pergi dari Lelaki itu karena tidak mau melihat Thalia bersedih.
Mau tahu bagaimana caranya Mira membuat Kevin menjadi bucin? ikuti terus kisah Kevin dan Mira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semua Hanya Masa Lalu
Happy Reading 😚
Mira menatap tajam pada kedua orang dihadapannya itu. Siapa lagi kalau bukan Kenzo dan Lindsay.
Malam ini Kevin mengajak mereka bertemu di restoran xx untuk menyelesaikan masalah tentang chat itu. Entah kenapa juga Kenzo di undang. Hanya Kevin yang tahu.
Sebenarnya Mira sedikit malas bertemu dengan Lindsay, tapi dia juga ingin tahu motif apa dibalik semua rencana ini.
Kevin setia berada disamping Mira, tangannya tak pernah lepas dari pinggang Mira yang ramping itu. Matanya tajam menatap Kenzo, seakan memberitahukan pada karyawannya itu bahwa Mira hanya miliknya.
Kevin selalu dalam mode waspada meskipun semua orang tahu bahwa Mira memang miliknya, tapi entah kenapa Kevin merasa Kenzo adalah ancaman.
Bahkan dengan terang-terangan dia mengatakan mencintai Mira dan akan mengambilnya dari Kevin. Tentu saja hal itu adalah ancaman yang mengerikan bagi Kevin, apalagi dengan masalah yang ditimbulkan oleh Lindsay ini.
"Sekarang kamu jelaskan padaku Linds, kenapa dan ada motif apa kamu mengirimkan ku chat itu?" tanya Mira to the point.
Lindsay merasa agak gugup ketika melihat Kevin yang menatapnya tajam. Tapi kemudian dia tersenyum.
"Aku hanya ingin memberitahumu untuk lebih menjaga Kevin karena ya tentu saja banyak wanita diluar sana yang mengincarnya" jawab Lindsay.
"Aku rasa bukan hanya karena itu" ucap Mira.
"Sebenarnya ada apa ini?" Kenzo menyela.
"Diamlah dulu, biarkan Lindsay menjelaskan" Seru Kevin.
Kenzo mendengus tidak suka melihat Kevin yang sedari tadi terlihat menempel pada Mira.
Apakah mereka hanya pamer kemesraan saja. Batin Kenzo.
Kevin berganti menatap Lindsay, menjadikan wanita itu menghela nafas.
"Ehmm, baiklah aku akan mengatakan padamu Mira, kenapa aku sengaja mengirimkan chat itu, sebenarnya aku tidak mau Kevin menjaga jarak denganku, aku sudah terbiasa bersamanya. Bahkan aku tahu semua masalah Kevin karena Kevin selalu menceritakan semua masalahnya padaku, jujur aku tidak rela kalau Kevin membatasi jarak diantara kita" jawab Mira panjang lebar sesuai isi hatinya.
"Tapi setelah dia berhasil mendapatkanmu, bahkan mendapatkan balasan cinta darimu, dia benar-benar sudah berubah, manganggapku seperti karyawan yang lain, padahal aku dari dulu selalu yang spesial, tapi se..."
"Cukup Linds,!!" Kevin mengangkat tanganya menyuruh Lindsay untuk berhenti bicara.
"Aku tidak pernah men-spesialkan dirimu, mungkin karena kamu sekretaris ku jadi aku sudah terbiasa bersamamu, dan masalah menjaga jarak itu karena sekarang aku sudah menikah, jadi sangat wajar apabila aku tidak mengizinkan wanita lain menyentuhku, karena aku sangat menghargai istriku" ucap Kevin.
Mira hanya terdiam, kini dia sudah memahami apa isi hati Lindsay, hanya dengan mendengarkan penjelasan dan mimik wajah dari Lindsay dia sudah mengerti.
"Sebenarnya kamu itu hanya terobsesi pada Kevin dan terlalu takut untuk kehilangan nya, makanya kamu tidak mau Kevin menjaga jarak, tapi Linds, ketahuilah bahwa sekarang Kevin adalah suamiku, aku tidak ingin salah paham berkali-kali dengannya hanya karena sikapmu, sebaiknya kamu segera mencari kekasih agar kamu tahu bagaimana rasanya dihianati dan kekasihmu digoda wanita lain." ucap Mira.
"Tapi kita sudah sangat jauh berhubungan, bahkan Kevin menyukai semua yang ada pada tubuhku" ucap Lindsay berseringai.
"Hentikan omong kosongmu itu!!" seru Kevin menunjuk ke arah Lindsay.
Kenzo hanya menyimak pembicaraan yang menurutnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya.
"Tapi itu semua benar kan, bahkan kamu selalu mencium tempat favorit mu"
Braakkkk!!!!
Kevin menggebrak meja, hingga mengakibatkan semua pengunjung melihat ke arahnya.
"Sudahlah, itu semua hanya masa lalu, Kevin mengatakan bahwa kalian hanya melakukan making out, dan itupun dulu sebelum dia menikahiku, jadi aku tidak masalah selagi suamiku tidak mengulanginya lagi, baiklah cukup sudah penjelasannya, permisi" Mira bangkit dari duduknya.
Kevin yang melihat istrinya berdiri mengikutinya, Lindsay hanya menatap kepergian Kevin dan Mira dengan amarah tertahan.
"Sebenarnya untuk apa aku diundang kesini, padahal aku sama sekali tidak tahu apa yang kalian bicarakan, tidak ada hubungan nya denganku" Ucap Kenzo.
"Kevin hanya ingin memanasimu, lihat saja dia selalu menunjukan keromantisan-nya. Cih" jawab Lindsay yang kemudian ikut beranjak.
Bahkan mereka belum sempat memesan makanan sama sekali. Kenzo juga ikut pergi dari restoran itu.
Ya benar yang dikatakan Mira, Lindsay sepertinya sudah terobsesi dengan Kevin, sehingga dia melakukan hal konyol seperti itu.
Sedangkan disisi lain.
Kevin dan Mira sedang berada didalam mobil, Mira hanya terdiam menatap jendela. Sedangakan Kevin melirik istrinya mencuri pandang.
"Sayang, apa kamu marah?" tanya Kevin.
"Sedikit" jawab Mira singkat.
"Bukankah semua sudah jelas, Lindsay yang menginginkan ku, bukan aku sayang"
Mira menoleh ke arah Kevin kemudian melihat kedepan.
"Apa benar kamu menyukai semua yang ada pada tubuh sekretarismu itu!"
CEKIITTT ...
Kevin me-ngerem mobil mendadak, untung tidak ada kendaraan lain dibelakangnya.
"Sayang, jangan kamu percaya ucapan wanita bodoh itu, aku sama sekali tidak tertarik dengan tubuhnya, lagian bukankah semua itu hanya masa lalu, dan saat ini aku hanya menginginkamu istriku, aku mencintaimu sayang" ucap Kevin.
****
Ke esokan harinya ....
Kevin menghempas sebuah map di depannya.
"Mulai saat ini kamu dipindahkan ke kantor cabang yang berada dikota New York, jadi silahkan berkemas" ucap Kevin kepada Lindsay.
Tentu saja hal itu membuat Lindsay begitu terkejut.
"Ke .. kenapa aku dipindah ke New York?" tanya Lindsay gugup.
"Bukankah kamu sudah tahu jawabannya, aku sudah memperingatimu tapi kamu malah bertindak lebih jauh, seharusnya kamu tidak usah ikut campur atau mengusik istriku lagi" jawab Kevin.
Lindsay sangat tidak percaya kalau Kevin akan memindahkannya ke kantor cabang. Dia selalu mengira Kevin hanya menggertaknya, tapi sekarang Kevin memang sudah berubah.
"Baiklah, aku akan berkemas, terima kasih untuk semuanya Tuan Kevin, saya permisi" ucap Lindsay formal sambil membungkuk.
Setelah itu dia pergi dari ruangan Kevin dengan hati yang sangat sakit.
"Dasar wanita brengsek, gara-gara kamu Mira menghukumku, haduh Kevin kenapa kamu begitu bodoh soal wanita" gerutu Kevin.
Tok, tok, tok ...
Pintu ruangan Kevin diketuk.
Ceklek ...
Kevin mendongak melihat siapa yang berani datang dijam seperti ini.
"Hai adik ipar" seru seseorang yang masih seumuran dengan Kevin.
"Steven, wah wah ada gerangan apa kamu datang kesini?" tanya Kevin bangkit dari duduknya dan memeluk kakak iparnya itu.
"Aku hanya ingin melihat adik iparku ini, sepertinya kamu sedang ada masalah?" tanya Steven duduk di sofa.
"Apa yang kamu ketahui Steve?" tanya Kevin.
"Aku tahu kalau kamu sedang ribut dengan Mira" jawab Steven terkekeh.
Kevin menoleh ke arah suami dari Alea itu, dia mengerutkan kening. Apa Steven banyak mata-mata sehingga dia sampai tahu tentang dirinya dan juga Mira.
"Hei, jangan menatapku seperti itu, bukannya aku mau ikut campur tentang rumah tanggamu dan Mira, hanya saja tadi malam aku melihatmu di restoran xx bersama Mira dan dua orang lain." Ucap Steven.
"Huh, jadi begitu, aku kira kamu menyewa mata-mata untuk mengikutiku"
"Untuk apa aku melakukan hal semacam itu, aku kesini hanya ingin memberi saran padamu agar istrimu tidak marah lagi" ucap Steven.
"Saran apa?" tanya Kevin antusias.
"Apa kamu sudah punya rencana bulan madu bersama istrimu?"
Kevin menggeleng, dia memang tidak pernah memikirkan hal itu, akhir-akhir ini mereka baru saja baikan, mana mungkin bisa memikirkan untuk pergi bulan madu.
"Kalau begitu ajaklah Mira bulan madu, dia pasti merasa senang" ucap Steven.
"Benarkah hal itu bisa membuat Mira memaafkanku?" tanya Kevin masih belum percaya.
"Ck, kamu ini memang bukan pecinta sejati. Bawa dia bulan madu, aku siapkan pesawat pribadi dan ajak dia pulang ke Indonesia, di Bali tempat nya sungguh indah untuk bulan madu"
"Wah, ide yang bagus. Pasti Mira merasa senang kalau dia bertemu dengan orang tua dan keluarga nya" seru Kevin.
"Nah itu baru paham" ucap Steven.
"Terima kasih Steven, aku memang bukan pria romantis sepertimu, yang bisa membuat Alea selalu mencintaimu, tapi kini aku akan belajar menjadi pria yang romantis"
Kevin menjabat tangan Steven.
"Hei kita tidak bekerja sama kenapa harus jabat tangan seakan memperoleh kesepakatan yang bagus" ucap Steven terkekeh.
Kevin tertawa mendengar ucapan sang kakak ipar, dia memang harus belajar banyak dari suami kakak perempuannya itu.
Bersambung ....
💕💕💕
hai akak reader???
masih greget gak ceritanya kevin dan mira?
jangan lupa dukung terus othor ya,😍 lup lup buat akak reader😘😘😘
kerenn🔥🔥