Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.
Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.
Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.
Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.
"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -
Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?
Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elgard dan Meriana
"Apa yang kau pikirkan Baby?"
Elgard menatap wine yang disodorkan di hadapannya.
"Tidak!" Elgard membantahnya dengan senyum tipis. Tidak mungkin dia mengatakan pada kekasihnya itu kalau dia bertemu Bianca beberapa hari yang lalu.
Kekasihnya pasti akan marah dan merasa cemburu karena dulu hubungan mereka sempat berakhir karena pertunangannya dengan Bianca.
"Sejak tadi kau terus saja melamun, apa ada pasien yang membuatmu terus memikirkannya sejak tadi?"
Elgard memang seorang dokter spesialis jantung di rumah sakit milik keluarganya sendiri. Selain itu, dia juga menjabat sebagai direktur rumah sakit.
"Tidak ada Honey!" Elgar mengacak rambut kekasihnya dengan gemas.
Dia adalah Meriana Alexander, seorang model papan atas yang telah menjadi kekasihnya sejak kuliah dulu. Dia juga wanita yang menjadi alasan kenapa dia tidak bisa menerima Bianca waktu itu.
Bianca sendiri tau kalau Elgard menjalin hubungan dengan Meriana, namun hubungan mereka harus berakhir setelah pertunangan dengan Bianca terjadi. Tapi begitu pertunangan itu batal, Elgard kembali mengejar Meriana, dan kini hubungan mereka masih bertahan sampai sekarang, sampai usia mereka hampir menginjak tiga puluh tahun.
"Oh ya, managerku bilang kalau pesta kejutan yang kau siapkan minggu lalu secara private itu sudah bocor ke media karena ternyata ada paparazi yang mengikuti dan berhasil mengambil gambar kita!"
"Biarkan saja, toh aku sejak dulu memang ingin kita terbuka soal hubungan kita, tapi kau yang selalu tidak mau!"
Meriana selalu menolak mempublikasikan hubungan mereka dengan alasan Meriana tidak mau dikenal banyak orang sebagai kekasih dari Elgard Rodriguez. Dia ingin orang-orang mengenalnya sebagai Meriana, model terkenal yang menjadi brand ambasador produk-produk ternama karena usahanya sendiri.
"Itu dulu Baby, kalau sekarang semua orang sudah tau siapa aku!"
"Jadi sekarang kau tidak menolak kalau aku mempublikasikan hubungan kita?"
"Tentu saja. Lagipula Ibumu sudah mendesak kita untuk segera menikah! Mungkin mengumumkan pertunangan segera resmi dulu lebih baik!"
"Baiklah kalau itu maumu!" Memang itu yang Elgard tunggu dari dulu. Meriana mau menjadi istrinya dan melepas pekerjaannya sebagai model.
"Tapi kau harus ingat, setelah kita menikah kau harus berhenti dari dunia modeling. Kau bisa mencari kesibukan lain asal jangan mempertontonkan tubuhmu itu di hadapan kamera. Aku tidak suka tubuhmu dilihat orang lain lagi!"
"Babe, kita sudah sepakat dari awal kalau hubungan kita tidak akan pernah mengganggu karirku. Kau tau sendiri menjadi model terkenal adalah impianku. Kita bisa menikah tanpa mengganggu pekerjaanku!"
"Lalu bagaimana urusan soal anak kalau kau terus mementingkan profesimu itu. Oke aku bisa memaklumimu kalau kau mau tetap bekerja. Tapi anak juga prioritas!"
"Kalau masalah anak, kita bicarakan nanti saja. Sampai saat ini aku bahkan belum berpikir untuk memiliki anak!"
"Sudahlah Meri, kita tidak akan pernah selesai membahas soal ini. Sering kali kita jadi bertengkar setelah karena masalah ini!" Elgard berdiri merapikan jasnya.
"Kalau sudah tau seperti itu, kenapa kau terus saja membahas soal pernikahan dan anak?!"
"Sudahlah, aku pergi dulu!" Elgard tak lupa mengecup bibir Meriana sebelum pergi dari apartemen kekasihnya itu.
Dia lebih memilih menghindar saat mereka sudah berdebat seperti tadi. Elgard tidak mau perdebatan mereka berbuntut pertengkaran karena Meriana memang tidak pernah suka dengan keinginan Elgard.
Saat Elgard keluar dari basement apartemen Kekasihnya itu, dia tak sengaja melihat seseorang yang ia kenal keluar dari lobi apartemen.
"Bianca? Kenapa dia ada di sini?" Gumam Elgard melihat Bianca yang berjalan kaki menjauh dari apartemen.
Entah apa yang Elgard lakukan, dia malah mengikuti Bianca dari jarak yang cukup jauh dengan mobilnya. Tapi dari posisi Elgard saat ini, dia masih bisa melihat Bianca anca yang berjalan pelan sembari menundukkan kepalanya. Penampilannya masih seperti saat ia menariknya dari ujung gedung.
Celana jeans dengan kemeja kebesaran dan juga sepatu cats. Rambutnya diikat dengan asal ke belakang hingga meninggalkan kesan sedikit berantakan.
Elgard heran karena Bianca sudah berjalan begitu jauh. Melewati beberapa halte bus namun Bianca masih terus berjalan. Wanita itu juga tidak berbuat menghentikan taksi sama sekali.
Tapi Elgard masih berpikir kalau mungkin saja Bianca ingin menuju ke stasiun bawah tanah untuk menuju ke apartemennya.
Bicara masalah apartemen Bianca, Elgard belum sempat melihatnya ke sana. Pekerjaannya cukup banyak beberapa hari ini, ditambah jadwal operasi membuatnya cukup sibuk. Namun tadi dia menyempatkan diri untuk menemui kekasihnya yang baru saja kembali dari luar negeri.
Bianca masuk ke dalam sebuah minimarket ketika sudah hampir tiba di apartemennya sebentar lagi. Dia ingin membeli sesuatu untuk mengganjal perutnya yang sudah terasa perih setelah bekerja membersihkan apartemen.
Tapi sayangnya, dia tidak bisa membeli makanan yang lebih mengenyangkan baginya karena tadi dia tidak menerima upah sama sekali. Uang gajinya dari membersihkan apartemen setiap minggu telah ia terima beberapa hari yang lalu untuk membayar sebagian tagihan rumah sakit.
Bianca mengambil satu cup mie instan dan juga satu kotak susu kecil. Mungkin itu bisa membuat perutnya sedikit tenang sampai besok pagi.
Dia menunggu antrian di belakang orang tanpa berani mengangkat wajahnya. Meski kasus korupsi Ayahnya sudah delapan tahun yang lalu, tapi trauma akan hujatan orang-orang yang mengenalinya masih begitu dalam. Bertemu banyak orang seolah menjadi ketakutan sendiri bagi Bianca. Dia takut kalau orang-orang akan kembali mengenalinya.
"Kabar kedekatan model papan atas Meriana Alexander dengan putra dari keluarga Rodriguez tanpaknya sudah bukan rahasia umum lagi. Beberapa waktu yang lalu, Elgard Rodriguez yang digadang-gadang sebagai kekasih dari Meriana itu tanpak memberikan kejutan ulang tahun untuk Meriana. Kabarnya, mereka juga akan melambungkan pertunangan tidak lama lagi!"
"Wah, mereka benar-benar pasanga yang cocok!"
"Benar, keduanya tanpak sangat sempurna!"
Bianca mendengar berita dari televisi itu, namun dia tak bereaksi sama sekali. Dia hanya diam bahkan tak menoleh sedikitpun ke arah televisi yang sedang menampilkan wajah dua orang yang menjadi topik utama dalam berita itu.
Tit...
Bianca menscan kode untuk membayar makanannya tadi. Tapi ternyata saldo yang miliknya tidak cukup.
Orang yang mengantri di belakang Bianca sudah berbisik-bisik membicarakan Bianca.
"Maaf, saya tidak jadi membelinya!" Bianca meletakkan kembali mie dan susu yang ia beli tadi di depan kasir. Dia ingin pergi dari sana dengan rasa malu dan juga miris pada dirinya sendiri karena sudah tidak mampu untuk sekedar membeli makanan seperti itu.
Tit...
Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan ponsel membayar milik Bianca tadi.
Bianca terkejut, apalagi melihat Elgard adalah orang yang telah membayar makanan miliknya.
"Ayo!!" Elgard menarik Bianca sembari membawa mie dan susu tadi keluar dari minimarket itu.
"Bukankah pria itu Elgard? Kenapa dia bisa ada di sini?"
"Woah, dia ternyata sangat tampan!"
"Tapi siapa wanita itu?!" Orang-orang di dalam minimarket masih membicarakan Elgard yang tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka.
"Lepaskan!" Bianca menghentakkan tangannya setelah menjauh dari minimarket. Dia juga langsung berbalik pergi meninggalkan pria tadi.
"Mau kemana Bee, ini milikmu. Bawalah!"
"Itu milik anda karena anda yang membayarnya!" Bianca terus berjalan menghindari Elgard.
"Tunggu Bee!" Elgard menghalangi jalan Bianca.
"Bawalah, kau pasti lapar!" Elgard menarik tangan Bianca untuk menerima mie dan susu tadi. Namun Bianca langsung menarik tangannya sehingga membuat keduanya jatuh.
"Maaf Tuan, saya tidak membutuhkannya lagi! Permisi!"
"Tunggu Bee! Bee!!" Elgard ingin mengejar Bianca namun dia mendapatkan panggilan darurat dari rumah sakit.
lanjut....
baguslah kamu sudah menceritakan kelakuan Meriana ke Elgard dengan jujur