NovelToon NovelToon
Rencana Gagal Mati

Rencana Gagal Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mantan / Komedi
Popularitas:449
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Tokoh utama nya adalah pria bernama Reza (30 tahun) .Dia bukan Pahlawan, dia bukan orang kaya ,dia cuma pria yang merasa hidupnya sudah tamat karena hutang, patah hati, Dan Rasa bosan.

dia memutuskan untuk pergi secara terencana .dia sudah menjual semua barang nya , menulis surat perpisahan yang puitis, dan sudah memilih Gedung paling tinggi. tapi setiap kali ia mencoba selalu ada hal konyol yang menggagal kan nya , misalnya pas mau lompat tiba tiba ada kurir paket salah alamat yang maksa dia tanda tangan. Pas mau minum obat, eh ternyata obatnya kedaluwarsa dan cuma bikin dia mulas-mulas di toilet seharian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

selat Sunda

Ekspansi ke Sumatera bukan sekadar menyeberangi selat, tapi menantang "hukum laut" yang telah mengakar puluhan tahun. Di pelabuhan Merak dan Bakauheni, kejujuran Reza akan diuji oleh sistem yang lebih tua dari usianya sendiri: mafia pelabuhan.

Truk-truk dengan logo Koperasi kurir Jujur

(K.KJ) berderet rapi di dermaga eksekutif Merak. Cahaya lampu pelabuhan memantul di permukaan air yang gelap, menciptakan suasana mencekam yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang mencari nafkah di atas aspal dan ombak.

Reza berdiri di tepi dermaga, memandangi kapal feri yang sedang melakukan bongkar muat. Di sampingnya, Aris berdiri tegak dengan mata yang terus waspada memindai setiap pergerakan orang-orang berbaju lusuh yang berkumpul di sudut-sudut gelap pelabuhan.

"Ini wilayah mereka, Mas," bisik Aris. "Di sini, surat tugas pemerintah hanya dianggap kertas toilet jika kita tidak memberikan 'salam tempel' pada kelompok yang mengatur antrean kapal."

Reza mengangguk. Ia sudah mendengar desas-desus tentang Kelompok Naga Hitam , organisasi bayangan yang menguasai jalur distribusi logistik dari Jawa ke Sumatera. Setiap truk yang ingin masuk kapal lebih cepat harus membayar biaya tambahan yang tidak resmi. Jika menolak, ban akan ditusuk, kaca pecah, atau truk "tidak sengaja" tertinggal kapal berhari-hari.

"Kita tidak akan bayar satu rupiah pun di luar tiket resmi," kata Reza tegas. "Kalau kita mulai membayar di sini, seluruh rantai distribusi kita di Sumatera akan kotor."

Tiba-tiba, seorang pria bertubuh gempal dengan banyak kalung perak di lehernya mendekat. Di belakangnya, empat orang anak buahnya mengikuti dengan wajah yang tidak ramah. Namanya adalah Bang Guntur, penguasa dermaga malam itu.

"Woi, Bos Kecil," sapa Guntur dengan tawa yang serak. "Saya dengar koperasi kalian ini sangat 'suci'. Tidak mau berbagi rezeki dengan anak-anak pelabuhan?"

Reza menatap Guntur tanpa gentar. "Kami berbagi rezeki lewat sistem, Bang. Semua kurir kami dapat asuransi dan gaji layak. Kami tidak punya anggaran untuk pungli."

Guntur meludah ke laut. "Pungli itu istilah orang kantoran. Di sini, itu namanya uang keamanan. Kalau tidak bayar, saya tidak bisa jamin truk-truk mengkilapmu ini bisa sampai ke Bakauheni dalam keadaan utuh Mungkin mesinnya tiba-tiba mogok di tengah laut?"

Aris maju satu langkah, tapi Reza menahannya. Reza mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah aplikasi siaran langsung (Live) yang sudah ditonton oleh ribuan pengikut K.KJ dan beberapa jurnalis logistik.

"Bang Guntur, saat ini ada lima ribu orang yang melihat wajah Abang," kata Reza sambil mengarahkan kamera ponselnya. "K.KJ adalah mitra resmi pemerintah. Setiap keterlambatan yang terjadi malam ini akan langsung dilaporkan ke kementerian. Jika truk kami diganggu, itu bukan hanya urusan saya dengan Abang, tapi urusan negara dengan kelompok Abang."

Guntur tertegun. Ia terbiasa dengan ancaman fisik atau sogokan uang, tapi ia tidak siap menghadapi kekuatan transparansi digital. Di era media sosial, bayangan tempat mereka bersembunyi mulai diterangi oleh cahaya layar ponsel.

"Kau pikir kau hebat dengan main HP begitu?" geram Guntur, meski suaranya sedikit goyah.

"Saya tidak hebat, Bang. Saya hanya orang yang sudah pernah kehilangan segalanya, termasuk rasa takut saya untuk mati. Jadi, jangan coba-coba mengancam orang yang sudah tidak punya beban," balas Reza dengan nada sedingin es.

Ketegangan memuncak saat petugas pelabuhan yang resmi mendekat, merasa terawasi oleh kamera Reza. Mereka segera mengarahkan truk-truk K.KJ untuk masuk ke dalam lambung kapal feri tanpa ada hambatan. Guntur hanya bisa menatap dengan dendam saat truk-truk itu melaju melewati gerbang dermaga.

Di atas dek kapal yang mulai bergerak menjauhi Merak, Reza menghirup udara laut yang asin. Angin kencang menerpa wajahnya.

"Langkah yang berani, Mas," kata Aris. "Tapi Guntur punya jaringan di seberang. Bakauheni akan lebih keras."

"Aku tahu, Aris. Tapi kita sudah mulai. Kita tidak bisa berhenti hanya karena ada ombak kecil," jawab Reza.

Perjalanan menyeberangi selat itu memberikan Reza waktu untuk merenung Ia teringat Anya dan Fajar yang ia tinggalkan di Bogor. Dulu, ia lari dari masalah. Sekarang, ia justru mengejar masalah untuk menyelesaikannya.

Tiba-tiba, ponsel Reza bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk: 'Selamat menyeberang, Reza. Tapi ingat, laut punya cara sendiri untuk menenggelamkan mereka yang terlalu jujur. Salam dari Lampung.'

Reza menunjukkan pesan itu pada Aris. Aris hanya mengangguk pelan. "Itu kode. Mereka akan menyabotase jalan lintas Sumatera. "

Reza tidak takut. Ia justru tersenyum. Ia meraba gelang benang kuning di pergelangan tangannya yang kini sudah kusam tapi tetap kuat.

"Aris, siapkan tim cadangan di Bakauheni. Kita tidak akan lewat jalan lintas utama. Kita akan lewat jalur perkebunan rakyat. Kita tunjukkan pada mereka bahwa kurir kita bukan cuma sopir, tapi petarung."

Kapal feri itu pun bersandar di Bakauheni saat fajar mulai menyingsing. Tanah Sumatera menyapa mereka dengan tantangan baru. Reza menyadari bahwa ekspansi ini bukan soal bisnis, tapi tentang membersihkan "urat nadi" negeri ini dari parasit yang sudah terlalu lama menghisapnya.

1
oratakasinama
kek pernah baca di novel sebelah 🤣🤭
Kal Ktria: kak? mna , spil dong
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!