NovelToon NovelToon
Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fajar Riyanti

Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.

Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.

"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.

"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.

Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?

100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : TDCDD

Sebuah rumah telah Tuan Andreas siapkan sebagai tempat tinggal yang baru untuk Giselle dan Bi Nilam, mulai hari ini mereka berdua harus berakting sebagai ibu dan anak kandung.

"Jangan terlihat canggung didepan calon besanmu nanti, bersikaplah normal dan sewajarnya. Panggil Giselle dengan sebutan nama saja," Tuan Andreas menatap Bi Nilam, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Dan satu hal lagi, ajari anak itu sopan santun. Jangan sampai dia membuat masalah malam ini, atau kesempatan untuk dia bebas sudah tidak akan ada lagi. Nasehati dia baik-baik, Nilam." sambungnya.

"Baik, Tuan. Saya akan memastikan Non Giselle tidak akan membuat masalah malam ini,"

"Bagus jika kamu paham, karena jika kamu gagal dalam mendidiknya, aku akan memastikan kamu keluar dari pekerjaanmu. Dan anak itu, dia akan terkurung di rumah pengasingan seumur hidupnya!"

Dua orang anak buah Tuan Andreas masuk, masing-masing membawa dua paperbag berukuran besar ditangannya. Mereka meletakkan paperbag-paperbag itu diatas meja.

"Sekarang bersiaplah, dua jam lagi akan ada yang datang untuk menjemput kalian kesini." Tuan Andreas meninggalkan ruangan tersebut, dia kembali masuk ke dalam mobilnya.

Bi Nilam mengambil paperbag-paperbag itu dan membawanya ke lantai dua. Didalam kamarnya Giselle tengah tidur tengkurap di atas ranjang barunya, dia tengah asyik memainkan ponselnya yang baru saja dikembalikan oleh papanya. Dengan begini dia bisa dengan bebas menghubungi Finn kapan saja.

"Non, sudah waktunya untuk bersiap-siap. Ayo Bibi bantuin dandan." Bi Nilam meletakkan paperbag diatas meja, lalu dia menghampiri Giselle ke sisi ranjang.

"Bibi siap-siap saja dulu, aku mau mandi dulu sebentar," Giselle masih enggan untuk meninggalkan ranjangnya, dia sedang menunggu balasan pesan dari Finn.

Bi Nilam menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa heran dengan sikap nona mudanya yang tidak seperti biasanya. Namun dia menganggapnya sebagai hal lumrah, mungkin saja gadis itu sedang bahagia karena akhirnya bisa keluar dari rumah pengasingan.

Bi Nilam keluar dari kamar Giselle dengan membawa satu paperbag yang berisikan pakaian untuknya yang harus dipakai malam ini.

Senyuman diwajah Giselle mengembang saat sebuah pesan balasan masuk dari Finn.

💌Giselle : [ Aku sudah tidak tinggal di rumah pengasingan, jadi malam ini kamu tidak perlu datang menemuiku kesana. ]

💌Finn : [ Baiklah, jadi dimana aku bisa menemuimu? ]

💌Giselle : [ Malam ini papaku mengajakku untuk bertemu dengan anak sahabatnya. Bisakah kamu datang juga kesana, Finn? ]

💌Finn : [ Oke, aku akan datang! ]

💌Giselle : [ Tapi aku tidak tahu dimana acara pertemuan itu akan diadakan, lalu bagaimana aku bisa memberitahumu? ]

💌Finn : [ Nanti aku akan memberimu kejutan. Sekarang pergi bersiaplah, berdandan yang cantik untukku. ]

Padahal hanya saling berbalas pesan saja, tapi rasanya sudah sebahagia ini. Giselle bergegas turun dari atas ranjangnya, dia membuka satu persatu paperbag diatas meja, mencocokkan satu persatu dress-dress itu ditubuhnya.

💙

💙

💙

Tuan Andreas memesan khusus ruangan VVIP disebuah restaurant untuk mempertemukan Glenn dan Giselle malam ini. Begitu masuk Tuan Andreas dan istrinya bertemu dengan Finn dan Selena yang kebetulan juga baru sampai.

"Selena, Finn, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Sonia.

"Finn mengajakku untuk makan malam, Ma. Mama dan Papa mau makan malam disini juga?" tanya Selena balik, padahal dia sudah tau maksud dan tujuan orang tuanya ada disana, yaitu untuk mempertemukan Glenn dan Giselle.

"Kalau begitu, kita makan malam bersama saja. Kebetulan Papa sudah memesan tempat disebelah sana," ajak Tuan Andreas, bagaimanapun dia tidak boleh membuat Finn curiga dengan menghindari makan malam bersama.

"Baiklah, saya setuju, Om."

Padahal Selena ingin menolak, tapi Finn malah lebih dulu menyetujui ajakan papanya. Hilanglah sudah kesempatannya untuk berduaan saja dengan Finn.

Diruangan VVIP, Tuan Hendra sudah menunggu bersama dengan Glenn, mereka juga belum lama datang. Tuan Andreas memperkenalkan Finn sebagai tunangan Selena sekaligus calon menantunya pada Tuan Hendra dan Glenn.

"Dimana mereka? Kenapa belum datang juga?" tanya Tuan Hendra, sudah hampir setengah jam mereka duduk-duduk disana namun Bi Nilam dan Giselle belum juga datang.

"Gadis itu sedikit pemalu, jadi dia butuh waktu lama untuk berdandan. Tunggulah sebentar lagi, mereka akan segera sampai," Tuan Andreas pun merasa bingung, padahal orang suruhannya sudah menjemputnya sejak tadi, tapi kenapa sampai sekarang dua wanita itu belum juga sampai.

Finn hanya tersenyum tipis mendengar obrolan itu, mereka tidak tahu saja bahwa gadis yang mereka sebut sedikit pemalu itu bahkan sudah pernah naik ke atas ranjangnya dan tidur dengannya.

Pintu ruangan dibuka, Bi Nilam datang dengan diantar seorang pelayan. Wanita itu nampak sangat gugup, namun dia berusaha untuk tetap bersikap tenang.

"Nilam, dimana putrimu? Kamu tidak datang kesini sendirian kan?" tanya Tuan Andreas, laki-laki itu menatap tajam pada Bi Nilam, jangan sampai malam ini Giselle mempermalukannya di hadapan Finn yang juga ada disana.

Bi Nilam menelan salivanya kasar sebelum menjawab, "Putri saya merasa sangat gugup, jadi dia meminta izin pergi ke toilet sebentar. Sebentar lagi dia juga akan datang, Tuan."

Tuan Andreas tertawa, "Kamu dengar sendiri kan Hendra, gadis itu sangat pemalu karena jarang keluar rumah. Ayo Nilam, silahkan duduk,"

Bi Nilam nampak ragu-ragu, seorang pelayan membatu menarikkan kursi untuk dia duduk. Sonia yang terpaksa harus duduk disamping Bi Nilam pun memasang wajah masam, jika bukan karena suaminya yang meminta, dia ogah duduk satu meja dengan seorang pelayan.

Beberapa kali Glenn menarik nafas panjang, tiba-tiba dia merasa sangat gugup saat akan bertemu dengan gadis yang akan dijodohkan dengannya. Walaupun sebenarnya Glenn merasa sangat heran, tumben sekali Papanya menjodohkannya dengan gadis dari kalangan biasa, secantik apakah gadis itu hingga Papanya menyetujui perjodohan ini?

Pintu ruangan kembali dibuka, kali ini Giselle yang datang dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Dress pendek berwarna biru muda dengan lengan sedikit terbuka membuat penampilannya sangat cantik malam ini. Rambutnya yang panjang dibuat sedikit bergelombang dan diikat sedikit bagian depannya kebelakang dengan pita.

High heels berwarna senada itu membawa kaki jenjangnya melangkah menuju ke arah meja makan dimana semua orang sudah menunggunya disana.

"Maaf karena sudah membuat kalian menunggu lama," Giselle menundukkan sedikit kepalanya, lalu dia menatap ke arah Finn dan Glenn yang tengah duduk mengapit Selena. Kedua pria itu tengah menatap kagum padanya.

"Jadi siapa yang akan dijodohkan denganku? Dia, atau dia?"

...✨✨✨...

1
Mrs.Riozelino Fernandez
candu...candu...
finn udah ketagihan ya...
Mrs.Riozelino Fernandez
pandai bela diri kan gak harus jadi orang jahat...
kk ku 3 orang pandai bela diri tapi gak pernah buat masalah😅
Mrs.Riozelino Fernandez
pasti orang orangnya Finn ini...
arsyila quinza amalia
semangat ngetik kaka
Zhu Yun💫: Siap kakak 🙏🥰
total 1 replies
arsyila quinza amalia
next
dewidewie
ehemmmm/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
dewidewie
terus pelayannya dibiarkan tak pakai apa apa atau gimana nih
Zhu Yun💫: Pakai daleman doang /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
dewidewie
persiapan yang matang/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
dewidewie
Beneran ntar nyesel lo Finn
dewidewie
dah dig dug der ya Finn
F.T Zira
ternyata nyalimu bagaikan kerupuk kadaluarsa🤧🤧🤧
F.T Zira
bakat main kuda kudaan maksudnyaaa.. ehhh🤣🤣😆😆
Zhu Yun💫: Ya emang itu yang dimaksud /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
F.T Zira
berani dong sayang.. apa sih yang gak buat cantikku ini.. eaaaaa😝😝💃💃💃
Zhu Yun💫: Yang penting ada imbalan ngadonnya ya /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
F.T Zira
dihh kang modus mulai beraksi.. sekertaris atau sekertaris😏😏
Zhu Yun💫: Biar bisa ngadon tiap hari /Joyful//Joyful/
total 1 replies
F.T Zira
Glenn seneng, tapi Finn kebakaran jenggot/Joyful//Joyful/
F.T Zira
selena seketika kalah saing/Joyful//Joyful/
arsyila quinza amalia
extra part ka
arsyila quinza amalia
next author
F.T Zira
aku berharap si aki keselek/Tongue//Tongue//Tongue/
Zhu Yun💫: Bara api menunggu 🔥🔥🔥🔥
F.T Zira: auto log in ke akhirat klo keselek dongkrak/Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
F.T Zira
pemalunya dikit doang kalo Giselle mah.. mana ada pemalu nyosor laki laki yg gak di kenak/Tongue//Tongue/
Zhu Yun💫: anak rumahan yang satu ini emang beda /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira: yg anak di depan aja kalah/Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!