Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.
Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.
"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.
"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.
Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?
100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : TDCDD
Area dewasa! Harap bijak dalam membaca 🌶️🌶️🌶️
...✨✨✨...
Finn kembali mencium bibir Giselle dengan liar, melu-matnya dalam-dalam. Tangannya bergerak bebas ke bawah untuk menyingkap dress yang dipakai oleh gadis itu.
Demi meyakinkan Finn tentang perasaannya, Giselle membalas ciuman Finn dan melingkarkan tangannya di lehernya. Finn terlihat sangat handal dalam berciuman, mungkin lelaki itu sudah sering melakukannya saat tinggal diluar negeri.
Ini adalah ciuman pertama Giselle dengan laki-laki yang bahkan baru dia kenal. Ciuman Finn sangat memabukkan hingga membuat Giselle melayang. Giselle tidak tahu saja jika ini juga yang pertama bagi Finn, tapi Finn tau bagaimana caranya memanjakan wanita diatas ranjang. Finn mulai mempraktekkan seperti apa yang pernah dia tonton di film biru.
Hasrat Finn semakin meroket naik, tangan liarnya menyentuh bagian sensitif yang terjepit diantara dua pangkal paha milik gadis itu. Giselle terkesiap kaget saat tangan Finn mulai mengelus sesuatu yang masih terbungkus kain segitiga berwarna merah.
"Ahhhh!!!" Giselle mendesah saat ciuman Finn turun ke leher, sementara dibawah sana begitu memanjakan.
Finn mengoda Giselle dengan memberikan gigitan kecil ditelinganya, mampu membuat Giselle merasakan desiran aneh dalam tubuhnya. Tangan Finn menurunkan dress yang dipakai Giselle sampai ke bawah dada, sejenak Finn berhenti untuk mengagumi dua benda kenyal yang masih terbungkus oleh bra berwarna merah itu. Giselle menggigit bibir bawahnya saat Finn terus menatap dadanya yang belum pernah terjamah itu, wajahnya merona malu.
"Finn... Sebut nama itu saat kamu mendesah nanti," bisik Finn ditelinga Giselle.
Finn kembali melu-mat bibir Giselle, tangannya bergerak bebas menyentuh gundukan yang masih terbungkus oleh kain. Tak henti-hentinya Giselle mendesah saat tangan kekar itu terus memberikan sentuhan di kulit tubuhnya.
Finn melepaskan pengait bra Giselle dan melepaskannya dari sana, dia memandang takjub dua gundukan yang kini terpampang jelas didepannya, sangat menggoda.
"Finn... Ahh... Ahhhh..." Giselle mendesah saat Finn mengulum puti-ngnya, sangat hangat dan merangsang. Sementara tangan kekarnya menelusup masuk ke dalam kain segitiga dan menyentuh sesuatu yang sudah sangat basah, dengan jari-jarinya Finn memainkan bagian paling sensitif dari tubuh gadis itu.
Giselle mulai menggila saat satu jari tangan Finn menerobos masuk ke dalam liangnya, tubuhnya bagai dialiri sengatan listrik.
Finn menatap wajah Giselle yang seperti sangat tersiksa karena ulahnya. Dia baru menyadarinya jika gadis itu sangat cantik, apalagi dalam keadaan tersiksa seperti sekarang, Finn sangat menyukainya.
Giselle mencapai pelepasan pertamanya, tubuhnya bergetar hebat. Finn membuka seluruh pakaiannya dan mengungkung kembali tubuh Giselle. Sesuatu yang keras menyentuh milik Giselle.
"Finn pelan-pelan," Giselle menahan dada Finn sebelum mereka memasuki permainan inti.
"Kenapa? Bukankah kamu sudah sering melakukannya?"
Finn mencium bibir Giselle kembali, sementara dibawa sana mulai menerobos masuk. Begitu sulit untuk masuk, seperti ada dinding penghalangnya.
"Tidak mungkinkan dia masih perawan?" batin Finn saat merasakan miliknya begitu kesulitan untuk masuk. Finn menggerakkan kembali senjatanya dan mendorongnya sedikit lebih kuat.
"Aakhh..."
Giselle menganga saat merasakan miliknya seperti robek, tangannya mencengkram kuat bahu Finn. Milik Finn telah terbenam sempurna didalam tubuhnya.
"Ahh... Ahhh..."
Keduanya menggeram nikmat. Finn mulai bergerak dengan tempo, bibirnya melumat bibir Giselle dengan penuh gai-rah, sementara tangannya sibuk memainkan dua gundukan milik Giselle.
Akal sehatnya sudah hilang, Finn mengerang nikmat saat miliknya seperti dimanjakan dibawah sana. Ternyata bercinta rasanya begitu nikmat. Padahal dulu Finn selalu menolak wanita-wanita yang mendekatinya, tapi kenapa dengan gadis ini berbeda? Kenapa tiba-tiba dia begitu berhasrat dan ingin menyentuhnya.
Dua minggu lagi Finn akan bertunangan dengan Selena, tapi malam ini dia malah melepas keperjakaannya dengan seorang wanita malam. Setelah ini Finn akan melupakan semuanya, dia harus kembali fokus dengan tujuan awalnya.
Finn tidak ingin menjadi lemah hanya karena seorang wanita. Lagipula yang sedang dia tiduri sekarang hanya seorang wanita malam yang sudah sering digilir oleh banyak pria hidung belang. Besok pagi dia hanya perlu membayar pada wanita itu karena dia sudah memakainya.
Finn mencabut miliknya dan mengeluarkan cairannya diluar. Finn tidak ingin membuat wanita itu sampai hamil, apalagi dia tidak memakai pengaman. Finn tidak pernah menyimpan barang-barang seperti itu karena dia memang belum pernah bercinta dengan wanita, Giselle adalah wanita pertama yang dia masuki.
💖
💖
💖
Finn membuka matanya dan melihat Giselle sudah tidak ada di ranjangnya, tadi pagi dia langsung tertidur pulas setelah mencapai pelepasan pertamanya.
Sekarang Finn harus mencari wanita itu untuk membayarnya karena dia sudah memakainya. Finn menyibak selimut yang menutupi tubuh bawahnya, dia dibuat terkejut saat melihat ada noda darah di sprei-nya. Bebagai pertanyaan mulai bermunculan di benak Finn.
"Bagaimana bisa ada noda darah?Jangan-jangan dia bukan wanita malam seperti yang aku tuduhkan. Apakah... aku orang pertama yang memasukinya?"
...✨✨✨...
finn udah ketagihan ya...
kk ku 3 orang pandai bela diri tapi gak pernah buat masalah😅