Aqila gadis cantik berusia delapan belas tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan nya di negara Finlandia.
Malam itu untuk merayakan kelulusan nya, Aqila berhasil kabur dari penjagaan ketat para bodyguard milik kakak nya.
Tetapi siapa yang menyangka gadis itu malah kabur ke sebuah night club terkenal di kota tempat ia tinggal dan terjebak oleh sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan?
Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Sesuatu seperti apa yang akan menimpah dirinya? Atau mungkin sebuah jebakan?
Note:- Agar mengerti jalan cerita sebelumnya, disarankan membaca karya "Terjebak Cinta Om Mafia Possesive"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-24-
Matahari mulai terbit menyapa pagi hari yang cukup hangat ini. Saking hangat nya Aqila sampai tidak sadar bahwa saat ini ia tengah memeluk erat kepala Bram yang menempel di dadanya.
Sedangkan Bram? Pria itu tentu tersenyum penuh kemenangan di sela-sela dekapan hangat dan himpitan kenyal itu. Bram sangat menyukai ini bahkan sesekali bibirnya bergerak.
"Biarkan istri ku tidur lebih lama lagi tuhan, aku sangat menyukai kehangatan ini" Pinta Bram berdoa di dalam hati nya.
Namun sepertinya doa Bram tidak di kabulkan, buktinya saat ini Aqila mulai menggeliat dan sepertinya sebentar lagi gadis itu akan membuka mata nya.
"Astaga, kau sangat jahat padaku!" Bram langsung memejamkan begitu rapat matanya dan berpura-pura tidur.
Sedangkan Aqila? Kini gadis itu tengah melotot kaget dengan posisi Bram dan letak tangan nya yang memeluk kepala Bram.
"What the--!! Apa yang kamu lakukan Aqila!" Maki batin Aqila pada dirinya sendiri.
"Apa dia masih tidur? Bisa gawat jika ternyata dia sudah bangun. Dan pasti dia akan berharap lebih karena posisi seperti ini!"
Cukup lama Aqila terdiam memastikan bahwa Bram masih tertidur, hingga akhirnya perlahan ia mengangkat tangan nya dan menjauhkan tubuh nya dari Bram.
Bram menggeliat pelan dan menyamakan letak tidur nya, ia berakting dengan baik. Buktinya saat ini terdengar helaan napas lega Aqila.
"Huft, untung lah dia masih tidur" Gumam Aqila menatap intens wajah Bram.
Aqila langsung memutuskan tatapan nya begitu melihat kelopak mata Bram bergerak dan mulai terbuka.
"Sayang.." Panggil serak Bram seraya menguap.
Aqila berdehem dan mencoba menetralisir rasa gugup nya yang entah kenapa ia bisa gugup saat melihat tatapan sayu Bram.
Bram menarik pelan tangan Aqila hingga gadis itu terduduk di tepi kasur. "Good morning, sayang" Ujar Bram menaikkan kepalanya di atas pangkuan Aqila.
"Kak--"
"Morning kisa, baby girl" Sela cepat Bram sedikit memajukan bibir nya.
"Apaan sih, bangun kak. Aku mau mandi" Ucap malas Aqila.
"Morning kiss dulu"
"Gak mau, cepat bangun. Aku mau bantu Bibi di dapur"
Bram menggeleng pelan dan memeluk pinggang ramping istri nya.
"Kamu ratu, dan ratu tidak pantas berada di dapur. Tugas ratu hanya bersantai dan melayani suami" Ucap Bram kembali memejamkan matanya
"Tapi ratu mu ini butuh kebebasan, raja" Celetuk Aqila mengikuti nada bicara Bram.
Senyum terukir dibibir Bram kala mendengar ucapan Aqila, memang istri nya ini benar-benar menggemaskan.
"Raja tidak akan tenang jika ratu hidup bebas di dunia yang kejam ini" Jawab Bram menatap begitu intens netra hitam milik Aqila.
Cukup lama kedua nya saling bertatapan hingga akhirnya Aqila kembali memutuskan tatapan itu dengan decihan kesal nya.
"Cih, bilang saja kamu ingi mengekang ku dan mengurung ku disini"
"Tidak baby, buktinya kamu akan kuliah dan itu tanda nya kamu tidak di kurung 'kan?"
"Tapi aku di kekang"
"Di kekang gimana hmm?" Suara serak Bram kini telah berubah menjadi suara yang begitu lembut dan suara itu selalu menenangkan hati Aqila.
"Pasti nanti banyak bodyguard yang mengiringi ku, dan mengawasi ku" Tebak Aqila.
Memang jika dilihat-lihat selama beberapa minggu ini setelah ia mengenal Bram cukup dalam, seperti nya Bram sangat mirip dengan Grey bahkan mungkin lebih parah dari Grey-- Kakak ipar nya.
"Oh itu tentu sudah pasti, mana mungkin raja membiarkan ratu nya keluar sendirian. Apalagi setelah kejadian kemarin, raja jadi tidak tenang" Sahut dramatis Bram.
"Haishh sudah lah cepat bangun, dan lebih baik kak Bram pergi ke kantor" Aqila sangat malas meladeni suami nya yang semakin menjadi-jadi.
"Aku masih ingin di rumah dan berikan morning kiss pada ku sekarang!" Titah tegas Bram pada ucapan terakhir nya.
"Tidak mau, aku tidak-- Mpphhtt"
Tolakan Aqila terpotong saat tiba-tiba Bram menarik tengkuk lehernya dan meraup rakus bibir tipis yang selalu menjadi canduu nya.
Tak butuh waktu lama, Bram kembali melepaskan nya walau dirasa sangat kurang. Tetapi ia langsung bangun dan berlari ke arah kamar mandi.
Menyisakan Aqila yang tengah mengeluarkan tanduk amarah di kepala nya akibat kelakuan Bram yang tiba-tiba menyerang bibir nya hingga terasa sangat berdenyut sakit akibat gigitan di akhirnya ciuman itu.
"Dasar om pedo! Mesum! Tidak tau malu!" Maki Aqila berteriak marah.
"I love you too, baby girl" Sahut Bram berteriak di dalam kamar mandi.
Mata Aqila melotot semakin lebar kala mendengar sahutan yang sangat tidak masuk akal itu, bisa-bisa nya Bram menyahut seperti itu?
"Dasar gila!" Maki Aqila terakhir kali nya sebelum meninggalkan kamar mereka.
...****************...
*Jangan lupa like nya🤗