NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 : Keluarga Miravale & Penyebab Kecelakan

...Happy Reading^^...

...💮...

"Tapi Mama berbeda?"

"Ya, karena Mama kita memang berbeda. Itulah sebabnya dia bisa menikah dengan Papa kita,"

"Tapi apa yang membuat dia bisa menikah dengan Papa kita?"

Berbagai spekulasi bermunculan dibenakku. Biasanya kasus seperti ini banyak terjadi dibeberapa novel yang pernah aku baca. Kasus seorang perempuan yang berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki kekuatan langka seperti penyembuhan, tapi dia tidak menjalani tradisi anak perempuan yang menjadi biarawati. Hanya satu penyebabnya.

Jangan bilang...

Aku menatap Asher yang sedari tadi diam saja. Apa dia menunggu aku mencerna situasi Mama?

"Apa Mama-"

Aku tidak bisa melanjutkan pertanyaanku.

"Iya, apa yang ada dipikiranmu itu benar!" ucap Asher dengan senyuman sendu.

"Mama memang memiliki kekuatan penyembuh, tapi kekuatan penyembuh itu tidak kuat untuk membuat dia bisa disebut Penyembuh bahkan menjadi Biarawati. Kekuatan penyembuh yang dikeluarkan dan bisa digunakan relatif kecil. Karena kekuatan Mama tidak bisa menyembuhkan penyakit berat atau luka yang terbuka lebar. Hanya sebatas membuat tubuh menjadi nyaman dan mudah digerakkan seperti yang aku lakukan padamu adik. Oleh karena itu, Mama tidak dijadikan Biarawati, karena dia tidak bisa masuk standar penyembuh."

Ekspresi Asher saat ini membuatku sedih, apalagi mengingat kelembutan dan kebaikan wanita itu padanya.

"Ya, walau Mama tidak seperti saudari dan sepupu perempuannya...setidaknya Mama bisa menikah dengan pria yang dia cintai yaitu Papa kita. Benar bukan?" ya setidaknya Countess Daisy bisa menemukan kebahagiaannya sendiri. Aku menganggukkan kepalaku untuk membenarkan ucapan Asher.

Asher tersenyum dan mengelus kepalaku dengan lembut. "Nanti salah satu Biarawati akan datang ke sini untuk mengobatimu,"

"Datang untuk mengobatiku?" Asher tersenyum dengan wajah tampannya.

"Iya, Beliau selalu datang ke sini kalau salah satu dari kita ada yang sakit." aku mulai mengerti arah ucapan Asher.

"Apa Biarawati ini salah satu Saudarinya Mama?" tanyaku. Asher mengangguk pelan.

"Lebih tepatnya, dia merupakan Kakak perempuan tertua di Keluarga Mama dan merupakan sosok keluarga yang sangat dekat dengan Mama, sebelum Mama menikah dengan Papa. Sampai sekarang, hubungan mereka masih terjalin baik dengan pertukaran surat yang masih berlangsung secara teratur. Setiap salah satu dari kita sakit, maka Mama akan mengirimkan surat dan memintanya untuk datang untuk menyembuhkan kita. Dan semenjak kamu tidak sadarkan diri beberapa hari yang lalu, Mama sudah mengirimkan pesan darurat agar beliau segera ke sini."

"Kalau begitu, kapan beliau akan datang?" tanyaku.

Asher tersenyum. "Tidak lama lagi."

...🌸...

Di sisi lain, sebuah kereta yang ditarik oleh dua kuda tengah berjalan pelan di tengah rumah penduduk. Di dalam kereta tersebut, ada seseorang wanita yang berpakaian jubah putih dengan tanda penyembuh di sekitar jubah putihnya tersebut. Dia duduk dengan anggun di dalam kereta yang membawanya ke tempat tujuannya.

...🌸...

Aku tiba-tiba saja teringat hal yang ingin kutanyakan.

"Kak Asher!" panggilku pada Asher yang senantiasa menatapku. Alis pemuda tampan itu terangkat satu, tangannya yang mengelus rambut berhenti.

"Boleh aku bertanya?"

"Tanyakan saja. Aza,"

"Aku masih belum tahu kenapa aku bisa tidak sadarkan diri beberapa hari yang lalu dan kenapa aku bisa kehilangan ingatan? Papa maupun Mama tidak pernah memberitahunya kalau mereka datang mengunjungiku dan aku sendiri selalu lupa ingin bertanya. Mumpung kamu ada di sini jadi aku bertanya saja padamu," jelasku sambil menatap wajah Asher yang mencerna pertanyaanku.

"Sebenarnya aku juga tidak tahu dengan jelas apa penyebab kecelakaanmu. Seingatku hari itu, kamu izin ingin mengunjungi salah satu temanmu di wilayah Selatan. Lalu di tengah jalan, kamu kecelakaan karena kereta kudamu terguling yang entah apa sebabnya dan hampir masuk jurang. Untung saja, kusir yang kamu bawa sangat berpengalaman dan kalian tidak sampai masuk ke jurang. Para Investigator juga bingung saat mencari penyebab kecelakaanmu. Kusir pun dengan jujur menjawab bahwa kedua kuda yang membawa kereta itu tiba-tiba seperti terpeleset dan membuat mereka oleng, lalu satu pelayan yang kamu bawa juga ternyata pingsan sebelum kecelakaan terjadi dan kamu sendiri hilang ingatan." jelas Asher.

Apa ini berkaitan dengan alur cerita pengkhianat seperti di novel-novel fantasi Kerajaan yang lain?

"Apa kusir itu berkata jujur, kak Asher? Bisa saja dia berbohong dan ingin mengkhianati keluarga kita dengan mencelakakan diriku?"

Asher menggelengkan kepalanya dengan lembut.

"Tidak Azalea, kusir itu sudah pasti jujur. Terlebih lagi, dia dan ayahnya sudah mengabdikan diri mereka sebagai kusir keluarga kita jauh sebelum kita lahir. Dia juga tidak mungkin berbohong karena para Investigator sudah memberikan ramuan kejujuran, di mana dia tidak akan bisa berbohong karena jika tidak...maka tubuhnya akan merasakan sengatan listrik yang menyakitkan. Terlebih lagi...aku menemukan fakta tidak satu pun surat dari temanmu yang memintamu datang ke tempat mereka pada hari itu,"

Aku tercengang mendengarnya. Mataku terbuka lebar karena terkejut.

Jangan bilang...

"Ya, tidak ada satu pun surat yang datang kepadamu hari itu. Aku berusaha berpikir positif mungkin merpati pos itu langsung mendarat ke jendela kamarmu, tapi tidak satu pun pelayan yang masuk ke kamarmu mengatakan ada surat yang datang. Aku berusaha terus berpikiran positif kepadamu dan mengenai ke mana perginya surat itu, aku berpikir surat itu dibakar atau terbakar sendirinya setelah sampai ke orang yang dituju dengan sihir. Tapi ada satu hal yang membuatku amat sangat curiga," tidak ada sorot mata kelembutan yang selalu dapat kulihat di mata pemuda yang menjadi kakaku di dunia ini.

"A-apa itu?"

"Aku sudah menelusuri jejak seluruh temanmu di kekaisaran ini, tapi kamu tidak memiliki satu pun teman di Wilayah Selatan. Entah ke mana dan pada siapa tujuanmu pergi ke Wilayah Selatan hari itu?"

Aku bungkam mendengar jawaban Asher.

Azalea Lorienfield berbohong? Dan ke mana dia pergi kalau dia tidak punya satu pun teman di Wilayah Selatan itu? Kenapa dia harus berbohong pada keluarganya sendiri?

Aku tidak mengerti.

Sebuah usapan lembut di kepalaku membuat aku menoleh pada si pemilik tangan.

"Tidak apa-apa, Adik. Aku tahu dirimu karena kita tumbuh bersama sebagai saudara. Apa pun yang kamu lakukan, kamu pasti memiliki alasan yang sangat kuat,"

"Dan yang harus kamu ketahui adalah, apapun yang terjadi...kakak akan selalu menyayangimu dan akan selalu ada dipihakmu, sekali pun orangtua kita tidak ada dipihakmu. Tapi kamu harus tahu, bahwa kakakmu ini akan selalu bersamamu." ucap Asher dengan hangat dan penuh cinta.

Tidak terasa, air mata mulai menetes di pelupuk mataku. Aku tersenyum, tapi sedetik itu pula terisak pelan terharu mendengar ucapan Asher Lorienfield. Sosok kakak dari Azalea Lorienfield yang mati muda di novel aslinya.

Mataku tertutup dengan isakan pelan keluar dari bibirku. Aku merasakan dekapan hangat mengelilingi tubuhku dan hatiku. Asher memelukku dengan merentangkan tangannya pada kepalaku, aku pun merasakan usapan ringan di atas kepalaku karena aku masih terbaring di kasurku sendiri.

Asher menempelkan kepalanya pada pucuk kepalaku dan berusaha menenangkan tangisanku.

Aku berjanji akan menyelamatkan laki-laki yang penuh kasih dan kelembutan ini.

Aku berjanji akan menyelamatkan kakak idaman para pembaca novel ini.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 23 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!