Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian
Jodoh Titipan Bagian 24
Oleh Sept
Indonesia
"Abah ... gimana Taqi? Kok ummi gak bisa hubungi sama sekali!"
"Tunggu sampai besok, mungkin Taqi sangat sibuk."
"Sesibuk-sibuknya Taqi, dia tidak pernah nggak ngabarin, Bah."
Ummi kemudian mencari Nada di dalam kamarnya.
"Nad ... Nada."
Nada yang kala itu sedang menyusun lemari pakaiannya, menoleh ke sumber suara. Dilihatnya sang ibu mertua yang terlihat panik.
"Ada apa, Ummi?"
"Taqi ... kamu sudah dapat kabar apa belum dari Taqi?"
Nada mengerutkan dahi, pasalnya Taqi juga sama sekali tidak menghubungi dirinya. Toh selama ini mereka karang komunikasi lewat ponsel. Jadi, Nada sama sekali biasa saja. Meski dalam hati juga bertanya-tanya, ke mana suaminya itu.
Melihat Nada menggeleng, ummi tidak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya. Ia pun keluar sambil memanggil suaminya.
"Astaghfirullahaladzim ... Ke mana ini Taqi ... Abah .... Abah!"
"Iya, ummi."
"Hubungi sekretarisnya, atau siapa. Itu yang ngurus apartment di sana. Telpon Bah ... sekarang."
Bukannya menuruti apa kata istrinya. Abah malah menghela napas panjang.
"Bah ... telpon sekarang."
Abah malah menggeleng.
"Kalau Abah nggak mau. Biar ummi saya yang telpon."
Abah langsung mengambil ponsel yang ada di tangan istrinya itu.
"Ummi duduk dulu. Tenanglah, Abah sudah menghubungi pihak kepolisian di sana."
Ummi dan Nada saling menatap.
"Maksud Abah?"
Abah Yusuf sepertinya sudah menghubungi perusahaan dan juga apartment Taqi. Taqi ternyata tidak pernah sampai di sana. Tidak mau orang rumah khawatir, abah menyembunyikan kenyataan ini. Tapi karena sampai sekarang Taqi menghilang. Abah pun langsung menghubungi pihak yang berwajib.
***
Setelah mendengar keterangan abah Yusuf panjang lebar. Tangis ummi langsung pecah.
"Abah! Kita harus ke Malaysia sekarang. Taqi Kita ... Ya Allah ... ummi gak mau kehilangan anak lagi."
Melihat ummi yang terisak, Nada pun terdiam membatu. Ia juga merasakan rasa khawatir yang sama. Hanya saja ia belum bisa menangis seperti ummi. Rasa khawatir Nada jauh di bawah seorang ibu menangisi nasib anaknya. Meski ibu angkat, ummi sangat tulus pada Taqi.
Bagi ummi Taqi sudah seperti kakak Zain. Putranya sendiri. Apalagi Zain sudah pergi lebih dulu. Ummi pun jadi tambah sayang pada Taqi.
"Kalau Kita ke sana, bagaimana dengan Nada?" tanya abah Yusuf.
Nada langsung berkata, "Tidak apa-apa. Ummi serta Abah tidak usah cemas dengan Nada. Ada bibi ... kalian gak usah pikirin Nada."
Meski berat, akhirnya mereka semua memutuskan. Malam harinya mereka memesan dua ticket. Untuk abah dan juga ummi.. Sedangkan Nada akan tetap tinggal di sana. Karena Naqiyyah juga masih sangat kecil. Rasanya tidak bagus bila diajak ke mana-mana.
***
Di tempat berbeda, di negeri tetangga. Taqi terlihat lesu. Wajahnya yang masih tampan meski lusuh, menatap marah pada seorang pria yang memberikan suntikan padanya.
Taqi ingin berontak, tapi lama-lama tubuhnya terasa lemah. Pria itu perlahan menggigil kedingin. Tanpa selimut, Taqi berbaring dengan jendela kaca terbuka lebar.
Melihat hal itu, bos yang melihat dari rekaman di gawai yang ia pegang. Hanya tersenyum tipis. Pria yang kini sedang menikmati buaian para gadis cantik dan aduhai itu pun meminta anak buahnya untuk kembali memancing rivalnya keluar.
Akibat main-main dengan bisnisnya. Sekarang anaknya harus menganggung. Pelan tapi pasti, dia menikmati penyiksaan anak dari musuhnya.
***
Bandara International KL
Sebuah rombongan dengan pakaian santai khas hawai berjalan beriringan. Mereka berjalan dengan susunan yang rapi. Membiarkan pimpinan mereka tepat di tengah-tengah. Seolah, orang-orang itu adalah perisai bila terjadi bahaya yang mengancam.
Orang yang melihat, pasti mengira itu turis asing. Padahal, mereka adalah sekumpulan gembong pelaku bisnis gelap. Mereka berpakaian santai ala turis untuk mengelabuhi orang-orang. Agar tidak menjadi pusat perhatian.
Sedangkan di belakang mereka, sepasang pasutri berjalan dengan raut wajah yang masih gelisah sejak kemarin. Ya, abah Yusuf dan ummi sudah tiba di sana. Mereka ingin tahu kabar terkini Taqi yang sudah dinyatakan dalam pencarian orang hilang. BERSAMBUNG
Dinikahi Milyader sudah TAMAT
Suamiku Pria Tulen Sudah TAMAT
Dipaksa Menikah Sudah TAMAT
Pernikahan Tanpa Rasa sudah tamat
Menikahi Pria Cacat sudah Tamat
***
Sambil nunggu, cus ke yang sudah tamat ya. Makasih banyak supportnya.
Jangan lupa tekan tombol like ya. Matur suwun bestie.
jawab iya salah jawab tidak juga berat
😭😭😭