NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:886.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkara liburan

"SMA kita akan adain reuni, liburan tiga hari di Bangkok!"

Gino berseru kencang dengan penuh semangat. Ia baru saja membaca grup whatsapp alumni sekolahnya, khususnya kelas mereka. Pandangannya berpindah-pindah dari Devan dan Agam yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Agam dengan data pasiennya, dan Devan dengan buku tebal matematikanya.

Gino menarik nafas panjang. Inilah yang dia alami karena bersahabat dengan dua laki-laki serius yang tampaknya lebih tertarik pada karya-karya ilmiah.

Gino menghentakkan tubuhnya ke sofa, masih menunggu reaksi dari kedua sahabatnya itu. Namun, seperti biasa, Agam hanya mengerjap pelan sambil mengetuk-ngetuk pena di atas berkas pasien, sementara Devan bahkan tidak mengangkat wajah dari bukunya.

"Bangkok, bro! Tiga hari! Reuni! Liburan! Kenapa kalian kayak patung lilin gitu sih?" Gino akhirnya meledak. Rasanya dia benar-benar salah memilih circle persahabatan.

Lihat? Dua laki-laki itu tetap tidak peduli.

"Mau pergi atau tidak?" ia akhirnya bertanya walau sudah tahu jawabannya.

"Tidak."

Tuh kan, bahkan jawaban mereka diucapkan secara bersamaan. Rasanya Gino ingin menendang keduanya. Ia menghembuskan nafas kasar, pandangannya tidak sengaja jatuh ke salah satu kamar yang berada tak jauh dari ruang santai apartemen Agam. Pintu kamar itu terbuka, tampak jelas Gauri yang tertidur manis di sana.

Gadis itu sudah hampir sebulan ini rajin bertemu dengan dia juga, karena mereka bertiga sering berkumpul semenjak dia dan Devan balik dari luar negeri. Tidak selalu, tapi sekali dua kali dalam seminggu pasti adalah. Dan Agam selalu bawa Gauri bersamanya.

Kalau bukan di apartemen Devan, mereka akan kumpul di apartemen Agam ini. Gauri juga selalu menempel pada Devan. Sampai Gino pun jadi dekat dengan gadis itu. Awalnya Gauri tidak suka sama dia, tapi sekarang gadis itu mulai menerima dia. Bisa di bilang mereka dekat sekarang. Sekalipun Gauri gak nempel kayak dia nempel sama Agam, Ares, terutama Devan.

Melihat Gauri, langsung muncul ide di kepala Gino.

Aku tahu bagaimana membuat dua orang gila ilmu itu mau ikut.

Gino tersenyum jahat lalu berdiri dan diam-diam mendatangi Gauri yang masih asyik ketiduran, seperti bayi tanpa dosa.

"Gauri ..." Gino memanggil nama gadis itu dengan pelan. Sangat pelan, takut ketahuan Devan atau Agam. Bisa-bisa dia di lempar nanti.

"Gauri maniss ..." Gino menepuk lembut pipi Gauri.

Tidak bangun juga. Gino berpikir keras, kemudian mengeluarkan mengeluarkan permen wangi rasa stroberi dari kantong hoodie-nya, Gauri suka stroberi, pasti suka permennya juga.

Gino menyeringai, mengangkat permen itu ke dekat hidung Gauri, lalu menggoyang-goyangkannya perlahan.

“Ayo bangun, nona kecil ..." bangun dulu sebentar," bisiknya.

Hidung Gauri bergerak sedikit. Gino hampir tertawa karena responsnya begitu cepat. Detik berikutnya, kelopak mata gadis itu membuka setengah, masih buram dan bingung. Ia menatap Gino dengan mata bulatnya yang bengkak karena baru bangun tidur.

"Gauri mau permen nggak? Rasa stroberi." ucap Gino pelan.

Gauri mengucek matanya, lalu bangun dari posisinya yang berbaring. Matanya terus menatap ke permen di tangan Gino.

"Mau?" tanya Gino lagi.

Gauri pun mengangguk. Gino tersenyum dan dengan cepat membukakan permen tersebut lalu memberikan isinya pada Gauri. Kantuk gadis itu sudah hilang sepenuhnya. Ia tampak menikmati permen pemberian Gino.

"Gauri," Gino mulai beraksi.

"Kak Gino pengen ajak Gauri ke tempat ini." ia menunjukkan salah satu gambar tempat wisata paling indah menurutnya yang ada di Bangkok dari hapenya.

"Di sini tempatnya indah banget. Gauri pasti seneng banget jalan-jalan ke sini. Ada toko cokelat sama toko roti yang enak banget juga. Mau ke sana nggak?"

"Mau!" angguk Gauri langsung.

"Kak Devan, kak Agam, Ares ikut juga?" pertanyaan itu yang di tunggu-tunggu oleh Gino.

"Kita harus nanya. Kalo mereka nggak pengen ikut, Gauri paksa mereka ya? Bilang kalo Gauri pengen banget liburan ke sana. Tuh, kak Devan sama kak Agamnya lagi di luar, kita paksa mereka yuk."

Gauri mengangguk lagi lalu turun dari kasur dan segera berlari keluar. Ia langsung duduk di samping Agam, memeluk lengan pria itu.

"Kakak, Gauri pengen ke liburan ke tempat yang ditunjukin sama kak Gino!"

Baik Agam maupun Devan yang tadinya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing langsung terbagi perhatiannya. Hanya Gauri memang yang mampu membuat perhatian keduanya teralihkan.

Gauri masih memeluk lengan Agam erat-erat, wajahnya penuh antusias, pipinya memerah karena semangat yang tiba-tiba meledak begitu saja. Agam menatapnya singkat, lalu menoleh ke arah Gino yang sudah berdiri di belakang Gauri dengan senyum yang terlalu polos untuk ukuran seseorang yang sedang berencana menipu dua sahabatnya.

"Liburan…?" Agam mengulang pelan,

"Ke Bangkok?"

"Iya!" Gauri mengangguk cepat, terlalu cepat sampai rambutnya bergoyang.

"Gauri mau ke toko cokelat. Sama… sama toko roti enak! Terus tempatnya indah banget! Kayak di foto!"

Mata Agam menyipit halus, jelas ia menganalisis situasi.

"Foto dari mana?"

"Dari Kak Gino!" seru Gauri bangga, seolah itu bukti sah dan kuat.

Agam dan Devan sama-sama menoleh ke Gino. Tatapan mereka dua-duanya tajam. Mereka langsung tahu Gini adalah si pembuat ulah yang menggunakan Gauri untuk tujuannya.

Gino tersenyum lebar.

Devan akhirnya menutup bukunya, menaruh bulpen di atas meja, dan menatap Gauri yang meraih tangannya juga.

"Kamu pengen banget?"

Gauri mengangguk lebih lembut kali ini, matanya berkilat penuh harapan.

Gino menjulurkan leher sedikit, ingin memastikan mimik dua sahabatnya. Mereka jelas mulai goyah.

Agam menghela napas.

"Gauri, Bangkok itu jauh. Capek. Kamu kuat?"

"Kuat!" jawab Gauri mantap.

Agam kemudian merapikan berkasnya, seolah mulai mempertimbangkan opsi yang sebelumnya ia tolak mentah-mentah.

"Kapan?"

"Reuni SMA tiga hari, akhir bulan ini," sahut Gino cepat sebelum Gauri keburu menjawab yang aneh-aneh.

Agam diam. Devan juga diam.

Tapi Gauri tiba-tiba menautkan kedua tangannya ke lengan Devan dan Agam bersamaan, menatap mereka dengan mata besar yang mematikan pertahanan siapa pun.

"Gauri mau ke sanaa... Mau ke sana ..."

Agam mengusap wajahnya.

"Gauri… kakak ada operasi besar akhir bulan ini. Gak bisa di tinggalin. Kita cari hari lain aja ya?'

"Nggak mau, mau ke sana!"

Rasanya Agam ingin menendang Gino. Tapi dia benar-benar ada operasi besar tanggal segitu. Dan dia tidak mungkin membiarkan Gauri pergi berdua dengan Gino, dia tidak percaya Gino bisa jaga adiknya dengan baik. Ares? Bisa. Tapi kalau Gauri tiba-tiba tantrum, susah dibujuknya kalau tidak ada dia. Pilihannya hanya satu,

Devan.

Agam menatap Devan. Dan Devan langsung tahu arti tatapan itu. Ia menghembuskan nafas panjang lalu berbicara.

"Baiklah, aku pergi. Gauri aku yang jaga."

Gauri langsung berseru senang, begitu pula Gino. Setidaknya satu di antara kedua sahabatnya ikut. Senyumnya segera hilang ketika mendapatkan tatapan mematikan dari Devan maupun Agam.

1
Linda Othman
😭
Neng Tuti
aah jd pengeen🤭
Neng Tuti
iih gauri mah kaya aku suka mainin burung🤭🤭
Neng Tuti
naha ari si diana bet panas da lain kabogoh mas devan manehna teh sok aneh aneh wae
Ayiek Sundoro
Setiap cerita yang bagus selalu ga rela ketika udah tamat
Semangat berkarya Mae, semoga makin banyak lagi kisah² bagus & seru yang diciptakan.
🥰🥰🥰💕💕💕
Siti Nurjanah
Luar biasa
Ayiek Sundoro
Devan pernah memberikan parfum pada wanita yang menolongnya dan wanita itu adlh mama Gauri 🤔🤔
Anonim
Gauri senang melihat Agam mulai bisa tersenyum lagi. Menurut Gauri, Agam cocok dengan Sari yang bisa bikin suasana hidup.

Gauri mau kasih kejutan romatis untuk Devan - sambil memberitahu kalau dirinya hamil.

Tak tahunya Devan menemukan test hasil tes kehamilan Gauri.

Agam, Gino, dan Sari mendekati mereka berdua. Ikut senang dan bahagia.

Gino kapan melepas masa jomblonya, kalau sebentar lagi giliran Agam dan Sari.

Kebahagiaan untuk Devan dan Gauri bertambah dengan kedatangan Papa Devan dan mama tirinya. Keluarga besar Agam datang bersama Ares.

Gino selalu paling heboh berseru Gauri hamil ketika ada yang bertanya ada apa.

Semua bahagia.

Terima kasih Author ceritanya bagus. Sehat selalu dan Berkat melimpah dariNya.
Anonim
Gauri mau jagung yang agak hangus, tidak boleh sama Devan.

Sari yang sejak tadi menunduk terkejut sampai tersedak ludah sendiri ketika Agam bertanya - kamu suka yang hangus juga.

Gino yang menjawab seperti menggoda Sari. Sari malu dan kesal dengan Gino.

Agam sepertinya juga ikut menggoda Sari.

Jagung sudah mateng, Devan memberikan jangung untuk istri tercinta.

Sari yang baru melihat keromantisan Devan untuk istrinya, kaget ketika Agam menyodorkan jagung bakar yang sudah matang.
Anonim
Sampai di rumah Devan dan Gauri, Gino menarik tangan Sari untuk di bawa ke taman belakang. Disambut teriakan Gauri menyebut nama Sari.

Ternyata Agam ada, sedang duduk di dekat bakaran jagung. Bersama Devan membakar jagung.

Gauri menarik Sari duduk di dekat bakaran. Menunggu suaminya dan Agam selesai membakar jagung.

Gino menikmati kekesalan Sari yang merasa dibohongi. Sambil merekam diam-diam.
Anonim
Gino ke rumah Sari mau di ajak ke rumah Gauri dan Devan yang akan BBQ an.

Gino punya rencana untuk mendekatkan Sari dan Agam. Sari selalu curhat sama Gino kalau suka Agam.

Gauri pasti senang Sari datang.

Sari menolak diajak Gino - malu kalau ada Agam. Padahal Sari ingin sekali bertemu Gauri.

Gino heran Sari malu sama Agam.

Sari menceritakan kejadian yang memalukan semalam.

Gino tertawa keras sampai Sari kesal. Sudah pernah dibilangin Gino, kalau mabuk jangan sampai mabuk di depan laki-laki yang kau sukai.

Sari akhirnya mau dipaksa ikut Gino yang mengatakan Agam gak ada, lagi sibuk operasi.
Gheya Giyani
babang Agam gmn ini Mae,,,
Anonim
Jadi Sari minum sama teman kantornya sehabis mendengar cerita dari Nino.

Jadi berakhir mabuk, ngoceh fakta dirinya yang menyukai Agam. Lalu konser di depan Agam - menyanyi, lalu ngoceh yang bikin Agam tertawa lebih keras.

Sari benar-benar tak sadar sampai tidur di atas batu.

Cinta Sari terhadap Agam - cinta terpendam.
Sari senang ketika melihat Agam bahagia. Ikut sedih ketika melihat Agam sedih.

Sari diantar Agam pulang ke rumahnya.

Agam merasa terhibur - oleh ulah Sari yang mabuk.
Anonim
Agam dalam perjalanan usai mengunjungi makam Irina - ketemu seorang perempuan yang sedang ngomel sambil menunjuk-nunjuk kucing yang duduk santai.

Agam ketawa melihat adegan itu walau tak tahu perempuan itu bicara apa pada kucing.

Agam menepikan mobil - pintu di buka, suara perempuan itu makin jelas. Baru tahu perempuan itu Sari.

Sari berteriak melengking suaranya sebut nama Agam. Sampai kucing kabur.

Melihat Sari berjalan sempoyongan ke arahnya, Agam tahu Sari mabuk.

Dalam kondisi mabuk, Sari jujur bicaranya di depan Agam. Ada kata-kata yang bikin Agam tertawa kecil.

Sari mendengar dari Nino tentang penyebab kecelakaan keluarga Gauri, Sari jadi sedih. Sari merasa malu dan merasa bersalah.
Anonim
Gauri dalam pelukan Devan mengungkapan perasaannya - senang karena bisa sembuh dan ungkapin semuanya

Gauri resmi ambil alih perusahaan. Gauri merasa masih muda, menyerahkan pada Devan untuk ambil alih.

Rena tak mau jatuh miskin, dia kini berada di ruangan Gauri dan Devan. Memohon untuk dikasihani.

Enak saja - Rena minta Ibnu tidak di penjara, jangan ambil sahamnya. Widiiiih nglunjak ini Rena, maunya saham diberikan dirinya dan mamanya.

Rena diingatkan Devan - masih punya hutang maaf pada istrinya.

Bagi Gauri maafnya Rena terlambat.

Saham itu milik ayah Gauri, jadi sekarang milik Gauri.

Rena di tarik keluar dua bodyguard keluar ruangan.
Anonim
Ibnu Pratama saudara tiri papanya Gauri mengaku pemilik perusahaan orangtua Gauri.

Bukti-bukti kejahatan Ibnu sudah berada di tangan kuasa hukum Gauri - Andra Pradipta. Andra sudah membuat laporan resmi.

Ibnu masih saja menyalahkan Gauri. Menghina Gauri pula.

Setelah semua keluar ruangan, kini tinggal Gauri dan Devan.

Gauri tak kuasa membendung air matanya - menangis.

Betapa sedihnya Gauri ketika melihat video - Ibnu sengaja memotong rem mobil yang akan di kendarai papa, mama, kakak, juga dirinya. Kecelakaan terjadi, Gauri sendiri yang masih hidup.
astr.id_est 🌻
akhirnya selesai juga kisah gauri dan devan 😍😍😍
Vie
ih aku baru baca lagi karena banyak hal... eh kaget pas baca the end.... gak berasa banget udahan aja kak....
RiriChiew🌺
eh udh tamat aja inii , pdahal Agam dan sari belum tuntass kak maeee
Delfi Antonius Gulo
lanjut tor suru dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!