NovelToon NovelToon
Mr. Billionare Obsession

Mr. Billionare Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cintapertama
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Yusi Fitria

Semua berawal dari rasa percayaku yang begitu besar terhadap temanku sendiri. Ia dengan teganya menjadikanku tumbal untuk naik jabatan, mendorongku keseorang pria yang merupakan bosnya. Yang jelas, saat bertemu pria itu, hidupku berubah drastis. Dia mengklaim diriku, hanya miliknya seorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusi Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31 - Author's POV

Seorang lelaki baru saja menapakkan kakinya di sebuah bandara Internasional. Ia menghirup dalam-dalam udara disana, sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah lebar menuju kearah pria yang tak lain adalah asisten pribadinya.

"Selamat datang kembali, Tuan..." sapa William seraya menunduk sopan.

Pria itu hanya mengangguk singkat. William bergegas membukakan pintu belakang mobil agar tuannya bisa segera masuk.

"Bagaimana perkembangan perusahaan? Ada kendala?"

William atau yang akrab di sapa Willy menjawab, "Semuanya baik-baik saja, Tuan. Sejak kepergian anda, tidak ada masalah."

Ia mengangguk kembali tanpa berniat mengeluarkan sepatah katapun. Sembari memperhatikan jalanan yang cukup ramai, sekelebat ingatan tentang masa lalu menyeruak masuk dalam pikirannya.

Dialah Alexandre Timothy, pria tampan berdarah blasteran Amerika dan Indonesia. Dia baru saja kembali ke California setelah hampir tujuh tahun lamanya tinggal di Indonesia, tanah kelahiran ibunya.

Tanpa orangtua, tanpa saudara dan kerabat, menjadikan Alexandre pribadi yang lebih banyak diam dan menyendiri. Ia hanya akan bicara jika menurutnya penting.

"Mampir ke Forest Lawn Memorial Park dulu!"

"Baik, Tuan..."

Tak butuh waktu lama, tempat yang ingin Alexandre kunjungi ada di depan matanya. Sambil menggenggam seikat bunga, ia melangkah sendiri dan membiarkan Willy menunggu di mobil saja.

"Hallo, Princess..." Alexandre tersenyum tipis, kemudian berjongkok di gundukan tanah yang bertuliskan Alexandria.

"Aku baru bisa mengunjungimu lagi!" Pria itu menaruh bunga di genggamannya tepat di atas gundukan tersebut.

Bunga Lily merupakan bunga favorit saudarinya. Oleh sebab itu, setiap kali ia berkunjung, Alexandre pasti akan membawanya. Ia membayangkan senyuman gadis itu ketika menerima bunga darinya.

Senyum tipis yang tadi tercetak di wajahnya seketika menghilang. Sorot matanya tajam, namun dalam mata itu terlihat penuh dengan kekosongan.

"I'm alone. I need you, Princess..."

Rasanya begitu menyakitkan saat kehilangan seseorang yang sangat dicintai. Alexandre tak ingin berlama-lama disana, takut tak bisa menahan dirinya.

Bergegas, Alexandre mengajak Willy untuk meninggalkan pemakaman elite itu. Tujuannya adalah mansionnya, rumah mewah yang sudah lama tidak ia tempati. Hanya pelayan yang tinggal disana dan beberapa pengawal untuk menjaga rumahnya agar tetap aman.

Hanya dalam kurung waktu 40 menit, mereka tiba juga di tujuan. Sambutan untuknya begitu ramai, seolah baru saja kedatangan seorang presiden. Semua pelayan dan pengawal berkumpul di teras hanya untuk menyapa dan memberi hormat padanya.

"Selamat datang kembali, Tuan..." ucap mereka secara bersamaan.

Alexandre melirik sekilas kearah Gemma, sekretaris pribadinya. Hanya persekian detik, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk langsung masuk dan mengabaikan wanita tersebut.

"Alex, aku ada info penting untukmu!" Gemma mengejar langkah kaki pria itu hingga sejajar dengannya.

"Apa?" jawab Alexandre tanpa minat.

"Elbarra menahan seorang wanita di mansionnya!"

Yang tadinya Alexandre nampak acuh, kini tertarik dengan cerita Gemma.

"Rosie, siapkan wine untukku. Aku rasa cerita Gemma akan panjang." Alexandre mendaratkan bokongnya di sofa panjang yang terdapat di ruang tamu.

Gemma ingin ikut duduk di sampingnya, Alexandre langsung melayangkan tatapan tajamnya agar wanita itu mencari sofa lain untuk di duduki. Buru-buru Gemma berpindah ke sofa yang ada di samping pria tersebut.

"Siapa wanita itu? Kenapa Si Bajingan De Sanders menahannya?"

"Dia Sisi. Wanita dari Indonesia, sama seperti ibumu. Usianya baru sekitar 22 tahun, maybe. Dulu dia dipaksa oleh Elbarra untuk tinggal dengannya, lambat laun dia jatuh cinta dan akhirnya mereka menikah."

Alexandre tersenyum sinis, "Sungguh kisah yang romantis."

Wanita itu begitu kekeuh ingin mendekati Alexandre hingga menyentuh bagian paha pria tersebut seraya memajukan sedikit tubuhnya. Kancing kemeja Gemma bagian atas sengaja di biarkan terbuka agar menampilkan belahan dadanya.

"Tanganmu begitu mulus, Gemma. Bagaimana jika aku mematahkannya lalu memberikannya kepada anjingku?"

Sontak saja Gemma menjauhkan diri sambil meneguk ludahnya. Matanya melirik Alexandre yang terlihat tenang seraya menikmati wine-nya.

"Jika tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan, pulanglah!" sambung Alexandre.

Sebenarnya Gemma sudah takut setengah mati, tapi demi hatinya, ia harus mengungkapkan perasaannya. Ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi.

Gemma meremas tangannya gugup, ia memejamkan matanya sejenak, lalu... "Aku menyukaimu, Alex."

Willy dan Rosie yang sedang melangkah menuju mereka, langsung terhenti. Keduanya saling berpandangan seraya mengerutkan dahi.

Alex tertawa, "Kau menyukaiku?"

Dengan polosnya Gemma mengangguk.

"Apa yang bisa kau berikan kepadaku?"

"Semuanya!" jawab Gemma lantang. "Apa yang kau inginkan, aku akan berusaha memberikannya. Asalkan, kau mau menikah denganku."

Alis Alex bertaut bingung, "Apa kau sedang tawar-menawar denganku?"

Seketika Gemma menelan salivanya susah. Berdebat dengan pria itu, ia tak akan pernah menang. Justru nyawanya akan terancam.

"Bu-bukan begitu. Maksudku, bukankah sebagai pasangan kita harus saling menguntungkan?"

Kepalanya menganguk-angguk pelan, "Willy, antarkan Gemma keluar!"

Setelah mengatakan itu, Alex bangkit dari duduknya dan hendak melangkah menuju tangga. Tiba-tiba Gemma berlari kearahnya lalu memeluk tubuhnya dari belakang.

"Kau tidak bisa mengabaikanku begitu saja! Aku sudah bersamamu selama bertahun-tahun ini."

"Nyawamu ada berapa, Gemma?"

Perlahan, tangan yang melingkar diperutnya mengendor. Seketika Alex berbalik kemudian mencekik Gemma sekuat tenaga.

"A-alexx..." Nafas Gemma tersendat.

"Apa kau sedang menagih jasamu terhadapku? Jika iya, baiklah. Willy, berikan apa yang Gemma mau. Setelah itu, larang dia untuk datang ke mansion dan perusahaan."

Alex melepaskan cengkeraman di leher Gemma. Senyum sinis terbit di sudut bibirnya, "Rosie, siapkan air hangat di bath-up. Aku ingin berendam."

"Baik, Tuan.." Rosie memberikan kode kepada Willy agar segera membawa Gemma pergi dari hadapan tuan mereka.

Willy nampak mengangguk samar. Bergegas ia menarik tangan Gemma untuk berjalan keluar. Setibanya di depan mobil wanita itu, Willy menghempaskan tangannya begitu saja sembari menatapnya tajam.

"Kau sudah bosan hidup, hah? Kau pikir dengan caramu mengakui perasaanmu kepada Tuan, hidupmu akan jauh lebih baik? Lihat sekarang, Tuan sudah tidak mengizinkanmu untuk datang kesini. Itu berarti Tuan sudah muak denganmu!"

"Hiksss.. Aku tidak mau di pecat, Willy. Kumohon, bantu aku..."

"Sekarang kau takut. Mana keberanianmu tadi?" dengus Willy kesal.

Gemma menggapai tangan Willy masih dengan tangisannya. "Tolong bicara dengan Alex, Wil. Aku janji, tidak akan bicara aneh-aneh lagi."

Willy berdecih sambil memalingkan wajah, "Kuusahakan. Tapi aku tidak bisa berjanji!"

"Willyy..." rengek Gemma dengan nada manja.

"Kau membuatku jijik, Gem." Willy bergidik ngeri.

Dugg!

"Ckk, sialan!" jerit pria itu sambil memegangi tulang keringnya yang baru saja di tendang oleh wanita di hadapannya ini.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Gemma segera memasuki mobilnya kemudian berlalu dari sana. Menyisakan Willy yang terus mengumpat sambil memandangi mobilnya yang kian menjauh.

Mereka tak menyadari bahwa dari balkon kamar yang berada di lantai dua, ada seorang pria yang sedari tadi memperhatikan mereka seraya mengisap rokoknya.

"Pasangan yang menjijikkan!"

1
Ika Yeni
penasarann smaa ellbaraa ,, hilang bagai di telann bumi
Ika Yeni
benerann elbaraa punyaa perempuann lainn ini? ya ampunn kasiann sisi,, apa cumaa slah paham?
Ika Yeni
elbaraa kmanaa istimu hamill ell
Ika Yeni
baguss kak ceritaa nyaa ,, semangat up yaa 😍
Yushi_Fitria: Terima kacih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!