Selby dan Bagas saling mencintai dalam diam. Saat Bagas menyatakan cinta Selby menolak karena berpikir mereka saudara sedarah.
Padahal mereka bukan sedarah. Akankah hal itu bisa terungkap?
Akankah ibu dari Bagas mengungkap rahasia yang selama ini dia simpan rapat?
Dapatkah Bagas dan Selby bersatu.(Disarankan baca lebih dulu novel Benih Kakak Iparku.)
Baca kisah mereka hanya di Mangatoon/Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss ning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Selby mundur satu langkah. Dadanya terasa sakit. Lebih sakit dari tusukan sebilah pisau. Ataupun tusukan ribuan jarum. Dia mendengar semua ucapan Bayu. Kalimat yang menghina ibunya. Kalimat yang menyayat hatinya. Dia menjijikkan bagi papanya. Dia memang anak dari wanita jalang. Tidak seharusnya dia tinggal bersama Bayu. Ia memang tidak berarti apa-apa bagi papanya.
“Selby kau baik-baik saja.”
“Bagas.”
“Kau kenapa?”
Selby menggeleng. Bagas mendengar suara dari dalam. Ia diam pun dengan Selby. Mereka mendengarkan mama dan papanya yang sedang berbicara.
“Aku tidak akan keluar sebelum kau tahu satu hal lagi.”
Bayu berbalik menatap Cinta penasaran. Apalagi yang ingin istrinya itu sampaikan. Perihal Bagas bukan anaknya saja sudah membuatnya terkejut dan kesal. Untung dia bisa menahan diri untuk tidak menampar istrinya. Mengingat Cinta yang telat ke rumah sakit dulu memang salahnya.
“Apa yang ingin kau katakan Cinta?”
Cinta menghela nafas.
“Bagas dan Selby saling mencintai. Lupakan soal perjodohan Bagas dan Lili.”
Bayu melotot. Matanya hampir saja keluar mendengar perkataan Cinta.
“Jangan Ngaco kamu.”
Cinta mendengus. Ia tahu tidak mudah meyakinkan Bayu.
“Kau bisa tanya Bagas jika tidak percaya. Dan satu lagi jangan coba-coba untuk memisahkan mereka.
Saling mencintai.
Hahaha
Bayu tertawa.
Lebih baik ia mengusir Selby daripada merestui mereka. Bagas tidak akan menikahi anak dari seorang jalang. Ia tidak akan membiarkan itu.
“Lili 1000x lebih baik daripada Selby yang hanya anak dari wanita jalang itu.”
Plak
Sudah cukup. Bayu benar-benar keterlaluan. Menghina anak sendiri. Darah dagingnya. Anak yang tidak pernah menuntut apapun selama tinggal bersama. Itu yang membuat Cinta marah. Bayu memang ayah yang brengsek. Tidak mencintai putrinya sendiri.
Oh, Cinta berharap Selby tidak mendengar ini.
Tapi sayangnya Selby sudah mendengar.
Pintu dibuka. Cinta dan Bayu melihat kearah pintu. Selby dan Bagas berdiri disana. Menatap ayah dan ibunya secara bergantian.
Selby diam. Jujur dia tidak tahu harus bicara apa. Hatinya terasa pedih. Kata-kata Bayu berhasil menghancurkan hatinya yang rapuh untuk kesekian kali. Ia tidak kebal terhadap rasa sakit. Ia manusia biasa. Ia tetap menerima semua rasa yang menyesakkan itu.
Dari dulu papanya memang tidak menginginkan dirinya. Dia tahu itu.
“Aku harus segera jujur dengan papa. Aku tidak ingin kehilangan Selby. Karena separuh hidupku ada pada Selby.” ucap Bagas dalam hati.
Bagas tidak ingin Bayu terus memaksanya untuk menikahi Lili. Gadis yang tidak ia cintai dan tidak akan pernah ia cintai.
“Pa.”
“Cukup Bagas. Papa tidak ingin mendengar apapun darimu.”
Bayu tahu Bagas akan bicara apa. Ia sengaja mencegah itu. Ia tidak ingin Bagas menolak Lili. Apapun yang terjadi Bagas harus tetap menikah dengan Lili. Terlebih tadi ia bertemu Toni di Perusahaan. Dan lelaki tua itu memaksa dirinya untuk mempercepat pertunangan Bagas dan Lili.
Cinta menatap Bayu kesal. Bayu terlihat tidak peduli dengan perasaan Selby. Wajah Bayu juga tidak menampakkan rasa bersalah sama sekali.
“Tapi Bagas tetap ingin bicara pa.”
Bagas bersikeras. Ia tidak peduli dengan penolakan papanya. Ia akan egois jika itu menyangkut Selby.
Bayu menatap anak yang ia besarkan selama ini.
“Bagas mencintai Selby. Bagas tidak akan bertunangan ataupun menikah dengan Lili. Tidak akan pernah.”
“Jangan jadi anak yang tidak berbakti Bagas.”
“Berbakti masih bisa dilakukan dengan cara lain pa. Tidak dengan memaksakan kehendak papa. Perasaan Bagas hanya untuk Selby. Hanya satu wanita yang Bagas cintai yaitu Selby. Tidak ada wanita lain. Dan tidak untuk Lili.”
Persetan dengan perasaan!
Ini soal bisnis. Soal masa depan perusahaannya.
Okay, jangan sampai Bayu bertindak gegabah. Ia akan memikirkan cara nanti bagaimana menyingkirkan anak si jalang Selly itu. Jangan sampai gadis itu membuat kacau hidupnya.
“Selby harus hilang dari pandangan Bagas. Karena Bagas akan tetap menikahi Lili.”
Bayu tetap egois dan keras kepala.
Selby masih berdiri dengan tenang menatap papanya. Raut wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi meski hatinya hancur tercabik-cabik mendengar hinaan untuk ibunya. Ia tidak peduli papanya menghina dirinya. Tetapi ia tidak terima Bayu terus mengatai ibunya jalang. Maminya sudah bertobat sebelum beliau meninggal. Tidak ada manusia yang sempurna tetapi setidaknya maminya sudah sadar bahwa ia salah dan mencoba untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.
“Baiklah. Cukup pembicaraan malam ini. Sudah malam kalian tidurlah.”
“Bagas dan Cinta keluar.”
“Ayo sayang.”
“Selby ingin bicara empat mata dengan papa Ma. Boleh ya.”
Bagas tidak setuju. Ia tahu bagaimana watak papanya dan mungkin Selby pun tahu.
“Aku akan temani kamu.”
“Tidak perlu. Aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku.”
Bagas menyerah. Ia pun keluar. Tetapi dia tetap berdiri di depan pintu. Jika terjadi apa-apa dengan Selby ia dapat segera menolongnya.
“Pa.”
Sebuah kata yang hampir jarang Selby ucapkan. Selama tinggal bersama Selby jarang sekali berbicara dengan papanya. Bukan tidak mau tetapi Bayu selalu menolak dirinya.
Pyar
Bayu melempar asbak beling ke arah Selby. Beruntung gadis itu cepat menghindar. Bagas yang mendengar benda pecah langsung membuka pintu dan masuk kembali. Ia melihat pecahan asbak yang tidak jauh dari tempat Selby berdiri.
“Papa!!” teriak Bagas.
“Kenapa? Kau ingin jadi anak durhaka karena anak dari wanita jalang itu.”
Tangan Selby terkepal kuat. Ia sudah tidak tahan. Telinganya panas. Dadanya pun terbakar sampai ubun-ubunnya terasa mendidih. Lagi-lagi ibunya dihina. Lagi-lagi Papanya mengatai ibunya jalang.
“Cukup pa!” kesal Selby dengan suara menggeram.
Ia marah mendengar hinaan itu. Sejak kecil dia memang tidak diinginkan oleh Bayu. Ia sadar itu. Sangat sadar. Tetapi ia berusaha abai dengan sikap Papanya. Tetapi kali ini sudah keterlaluan. Lelaki itu terus saja menyebut ibunya jalang. Jalang yang menjijikan.
“Cukup menghina mami. Meski kau tidak menyukainya kau tidak boleh menghinanya. Biarkan ia tenang di alam lain. Jika kau tidak mendoakannya setidaknya kau tidak menjelekkannya terus menerus. Kau juga bukan lelaki sempurna. Kau juga banyak dosa. Hanya saja kau diberi kesempatan hidup lebih lama daripada mami.”
Deg
Kata-kata Selby langsung menghantam ke pusat jantung Bayu.
“Aku tidak ingin mendengar kau menghina mamiku tuan Bayu. Cukup hari ini. Jika aku mendengar kau menghina mami lagi jangan salahkan aku jika bertindak kejam.”
Setelah mengatakan itu Selby keluar dengan dada naik turun. Ia marah. Ia kesal tetapi tidak dapat melakukan apapun. Lelaki itu ayahnya.
Oh Tuhan
Seandainya pria tua itu bukan ayah kandungnya.
“Kau baik-baik saja.”
Selby mengangguk.
Dadanya terasa Nyeri .
Sakit, berdenyut-denyut.
Ah Sial
Kenapa rasanya sakit sekali
Selby memegangi dadanya yang terasa sakit. Padahal sudah sering dia mendapat perlakuan seperti ini dari Bayu. Mungkin karena dia melawan makanya rasa sakitnya bertambah. Ia tidak ingin jadi anak durhaka tetapi ia juga tidak bisa terima ibunya terus-terusan dihina.
wah dalton akhirnya muncul ayo bikin bsyu menyesal dan malu
duh kemana si dalton ko GK muncul