NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 16 - Ikatan Keluarga

Xiao Ling langsung mendengus pelan saat mendapat sebuah sapaan hangat dari Xiao Yun. Raut mukanya tampak masam. "Huh! Kau tidak perlu bersikap ramah kepadaku, Xiao Yun." ujarnya dengan ketus

Sikap dingin yang ditunjukkan oleh Xiao Ling, membuat Xiao Yun memilih untuk diam dan menahan diri. Xiao Yun tidak ingin membalas perlakuan tidak ramah tersebut. Karena Ia sangat menghormati Xiao Ling yang menjadi pilar masa depan Klan Xiao. "Kalau begitu, apa yang Kak Xiao Ling inginkan dariku?" tanya Xiao Yun

Dengan wajah serius serta nada yang tegas, Xiao Ling langsung menyampaikan tujuannya menemui Xiao Yun. "Setelah melakukan Latihan Bertarung denganmu. Xiao Lin menerima luka bakar yang cukup parah di kedua lengannya. Dan hingga saat ini, lukar bakarnya masih belum sembuh."

"Ayahku sudah melakukan segala cara untuk mengobatinya. Tetapi, luka bakarnya tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik." jelas Xiao Ling

Xiao Yun langsung tersentak mundur. Tatapan matanya melebar karena tidak percaya, saat mendengar ucapan Xiao Ling. "Itu.. tidak mungkin." gumamnya

Xiao Yun tampak sangat khawatir setelah mengetahui kondisi Xiao Lin. Kemudian, ia segera menghadapkan kembali tubuhnya ke arah kumpulan tanaman obat yang berada di rak-rak kayu. Kedua tangannya terlihat dengan cepat mengambil beberapa tanaman obat seperti, Teratai Salju Suci, Rumput Embun Es dan Akar Gingseng Selatan. Setelah itu, Xiao Yun langsung menyerahkan tanaman-tanaman obat tersebut kepada Xiao Ling. "Gunakan tanaman-tanaman obat itu untuk mengobati luka bakar Xiao Lin, Kak." ucapnya

Sebuah kerutan dalam tampak muncul di antara alis Xiao Ling, tubuhnya terpaku. Sebuah jeda singkat menggantung di udara, saat pandangannya tertuju pada kumpulan tanaman obat yang sudah berada di kedua tangannya. "Apa maksudmu memberikan kumpulan tanaman obat ini kepadaku, Xiao Yun?"

"Maksudku? Bukankah tadi aku sudah mengatakannya dengan jelas? Apa Kak Xiao Ling tidak mendengar karena suaraku terlalu pelan?" tanya Xiao Yun dengan alis yang terangkat

"Aku mendengar dengan jelas ucapanmu. Tetapi.."

"Kak Xiao Ling tidak mungkin mengikutiku sampai ke sini hanya untuk memberi tahu kondisi Xiao Lin kepadaku, bukan?"

Xiao Ling sontak tertegun. Pertanyaan Xiao Yun yang menghentikan perkataannya, membuat mulutnya sedikit terbuka tanpa ada suara yang keluar. Pikirannya masih belum bisa memproses keinginan baik yang ditunjukkan Xiao Yun kepada adiknya. Xiao Yun pun berusaha menjelaskan niat baiknya, agar bisa menyadarkan Xiao Ling dari kebingungan yang memenuhi kepalanya. "Luka bakar pada lengan Xiao Lin disebabkan oleh Teknik Bertarungku. Jadi, sudah seharusnya jika aku bertanggung jawab untuk membantu kesembuhan lukanya, bukan?"

Tatapan mata Xiao Yun terlihat lurus dan tajam, menunjukkan kesungguhan hati yang sulit untuk digoyahkan. Melihat kesungguhan hati yang terpancar jelas di mata biru Xiao Yun, membuat Xiao Ling akhirnya memahami keinginan baik Tuan Muda Klan Xiao tersebut. Bahunya yang sempat tegang, kini perlahan mulai melonggar. Xiao Ling melepaskan napasnya yang tertahan dalam embusan panjang dan tenang.

Bibirnya yang terkatup rapat pun mulai berbicara, "Kenapa kau tidak pernah membalas perlakuan buruk yang selalu kau terima dari para anggota Klan Xiao?"

"Kenapa kau selalu bersikap baik kepada mereka yang selalu menghinamu? Apa kau tidak kenal dengan kata dendam?"

Dibandingkan beberapa saat sebelumnya, wajah Xiao Ling kini lebih terlihat serius dan tegas. Ia menatap dalam-dalam Xiao Yun, menanti jawaban yang akan terlepas dari bibirnya. Sebuah senyum lembut nan tulus seketika terukir di wajah Xiao Yun, saat dirinya mendapat begitu banyak pertanyaan dari Xiao Ling. Ia sudah menduga kalau Xiao Ling akan memberikan pertanyaan seperti itu kepada dirinya. Lalu, Xiao Yun segera menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan tegas, "Aku sangat mengenali kata yang Kakak sebutkan itu. Kata dendam itu, selalu melekat di dalam hatiku."

"Tetapi.. Apakah situasinya akan berubah jika aku menyimpan dendam pada anggota keluargaku sendiri?"

Mata Xiao Ling sontak terbuka lebar.

"Aku tidak ingin terpengaruh oleh dendam yang berada jauh di dalam hatiku. Dan aku tidak akan pernah membalas segala perlakuan buruk mereka terhadapku. Karena bagiku, kalian semua adalah anggota keluarga yang sangat berharga." jelas Xiao Yun

Xiao Ling langsung meremas kuat kedua tangannya. Perasaan geram dan terkejut mengacak-acak dirinya setelah mendengar ucapan Xiao Yun. Selama ini ia tidak pernah menyangka, kalau Xiao Yun yang selalu dipandang rendah oleh para anggota Klan Xiao. Ternyata memiliki cara pandang yang berbeda terhadap mereka semua. Kata-kata penuh kebaikan yang diucapkan oleh Xiao Yun, membuat dirinya segera menghela napas panjang. "Baiklah. Sekarang aku lebih bisa memahami niat baikmu."

"Karena kau sangat bersungguh-sungguh ingin membantu penyembuhan Xiao Lin. Maka, akan kugunakan kumpulan tanaman obat ini untuk menyembuhkan luka bakarnya." ujarnya

"Iya. Tolong sampaikan juga permintaan maafku kepada Xiao Lin, Kak." ucap Xiao Yun sambil membungkukkan setengah tubuhnya

Xiao Ling segera menganggukan pelan kepalanya. Kemudian, ia bergegas pergi meninggalkan Xiao Yun bersama dengan dua murid Klan Xiao yang menemaninya. Ketegangan yang sempat memenuhi atmosfer di sekitar Xiao Yun, kini mulai mereda. Xiao Yun kembali bisa bernapas dengan tenang dan melanjutkan aktivitasnya di Gudang Harta Klan Xiao.

_______

Dua jam telah berlalu dengan cepat, sejak Xiao Yun menginjakkan kakinya di Gudang Harta Klan Xiao. Dan saat ini, ia sedang berada di salah satu ruangan pribadi yang terletak pada lantai empat. Ruangan pribadi yang berukuran cukup besar tersebut, tampak sudah dipenuhi oleh beberapa peti kayu yang berisi puluhan pedang besi dan kumpulan tanaman obat. Setelah selesai mengumpulkan berbagai bahan terbaik yang diinginkannya. Xiao Yun bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut untuk beberapa sesaat.

Langkah kakinya yang tegas dan tenang segera menuju ke lantai lima. Detak jantung Xiao Yun terdengar semakin kencang, setiap kali langkah kakinya menaiki anak tangga. Wajahnya tampak bersemangat dan antusias, menantikan kejutan yang akan hadir di tempat pondasi utama Klan Xiao berada. Selepas menaiki beberapa anak tangga, tubuh Xiao Yun akhirnya dihadapkan oleh sebuah pintu besar di lantai kelima. Pintu berlapis besi keperakan tersebut tampak sangat kokoh dan megah.

Dan di atas pintu tersebut, terdapat sebuah papan nama berwarna cokelat yang bertuliskan Ruang Harta Utama. Detak jantung Xiao Yun semakin kencang saat bibirnya membaca nama dari ruangan tersebut. Kemudian, Xiao Yun langsung mengeluarkan lencana emas milik ayahnya dari cincin ruang. Tangan kanannya terlihat gemetar saat menggenggam lencana ayahnya. Setelah itu, Xiao Yun segera mengarahkan lencana tersebut ke depan pintu seraya mengalirkan energi murninya.

WISH!

Cahaya yang sangat menyilaukan mata seketika keluar dari lencana ayahnya, setelah menerima aliran energi murni dari dirinya. Pintu besar di hadapannya pun langsung beresonansi dan mulai terbuka perlahan-lahan. Suara derit pintu yang terbuka membuat semangat Xiao Yun semakin menggebu-gebu. Ia sangat tidak sabar untuk melihat sumber daya paling berharga milik Klannya.

BRAK! BAMM!

Ketika pintu tersebut telah terbuka penuh. Aroma udara yang pengap langsung menusuk hidungnya bersamaan dengan kilauan cahaya yang terpancar dari beberapa lemari serta etalase berlapis kaca. Meskipun Ruang Harta Utama sangat jarang dibuka dan dijangkau oleh para pemegang kunci tempat tersebut. Namun, tidak ada kumpulan debu yang merusak nuansa mewah ruangan itu. Ini menjadi bukti bahwa kebersihan Ruang Harta Utama selalu terjaga. Lalu, Xiao Yun segera melangkahkan kakinya ke bagian dalam satu-satunya ruangan yang berada di lantai lima.

Kedua matanya seketika berbinar, saat melihat berbagai macam sumber daya berkualitas tinggi yang memenuhi ruangan besar tersebut. Kumpulan artefak tingkat satu sampai tiga, beragam jenis pil, ramuan serta tanaman obat dengan kualitas terbaik. Belasan Teknik Bertarung tingkat Perak dan Emas, Tiga Tungku Api dengan kualitas Menengah. Tersusun rapi dibalik lemari dan etalase kayu yang dilapisi oleh kaca. Walaupun jumlahnya tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia di lantai pertama hingga ketiga.

Namun secara kualitas, berada jauh di atas sumber daya yang dapat diakses oleh semua anggota Klan Xiao. Melihat berbagai sumber daya terbaik di hadapan matanya setelah sekian lama, membuat Xiao Yun tersenyum lebar. "Inikah pondasi utama milik Klan Xiao yang selalu dibicarakan oleh semua orang?" gumamnya

Xiao Yun benar-benar terpukau, hingga hampir melupakan tujuannya untuk datang ke Ruang Harta Utama. Beberapa embusan napas seketika terdengar dari tempatnya berada. Xiao Yun sedang mencoba untuk kembali fokus pada tujuannya. Lalu, perhatiannya langsung terpusat pada Tiga Tungku Api yang berada di sudut ruangan. Daya tarik Tiga Tungku Api tersebut, menggerakkan langkah kakinya untuk lebih mendekat. Mata Xiao Yun terlihat menyipit sedikit saat melihat salah satu tungku berwarna merah pekat dengan ukiran tiga bunga teratai.

Sebuah kerutan tampak muncul di antara alisnya. Tubuhnya terpaku sejenak ketika melihat Tungku tersebut. Kedua tangannya segera membuka pintu lemari kaca di hadapannya, kemudian menyentuh tungku yang menarik perhatiannya tersebut. "Tungku Teratai Langit." ucapnya

Xiao Yun terlihat sangat akrab dengan Tungku Api tingkat Menengah itu. Sebuah ingatan masa lalu yang samar, langsung muncul di kepalanya saat melihat Tungku Teratai Langit. "Hei, Yun! Bukankah Tungku ini adalah milik salah satu bawahanmu di kehidupan sebelumnya? Kenapa sekarang bisa berada di Gudang Harta Klan Xiao? tanya Yan

Xiao Yun segera menggelengkan kepalanya. "Entahlah. Mungkin, salah satu bawahanku memiliki hubungan dekat dengan Klan Xiao. Tungku ini tidak mungkin bergerak sendiri ke tempatnya berada sekarang, bukan?"

"Itu menyeramkan, Yun!"

Xiao Yun sangat menikmati momen dirinya yang berhasil mengolok-olok Yan. Tawanya menggema, mengisi setiap sudut ruangan. Kebahagiaan memenuhi hatinya setelah melihat kembali Tungku Teratai Langit yang pernah ia berikan kepada bawahannya. Lalu, tangan kanannya segera menyimpan tungku tersebut ke dalam cincin ruang. Selepas mendapatkan barang yang diinginkannya. Xiao Yun menatap sesaat kumpulan sumber daya yang masih belum tersentuh di ruangan tersebut. "Jika saja, Ayah bisa bersikap lebih serius sebagai seorang Pemimpin. Dengan dukungan beragam sumber daya ini, Klan Xiao pasti sudah mendominasi kekuatan di Kota Bulan Malam." pikirnya

Embusan napas panjang seketika terdengar dari tubuh tegap Xiao Yun. Ia sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh ayahnya selama ini. Di tengah kegundahan hati yang sedang menyesakkan napas Xiao Yun, nalurinya tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang yang sedang menuju ke Ruang Harta Utama. Xiao Yun pun segera menajamkan indranya untuk mengetahui identitas seseorang tersebut melalui fluktuasi energi murni. Kemudian, senyum kecil tampak merekah di sudut bibirnya.

Menunjukkan tanda bahwa ia sudah mengetahui identitas dari kehadiran yang sempat mengejutkan nalurinya. "Ternyata Paman Baizi, ya." bisiknya

Setelah itu, Xiao Yun langsung berjalan keluar dengan sikap berpura-pura tidak menyadari kehadiran Tetua Ketiga Klan Xiao tersebut. Xiao Baizi pun sontak tertegun ketika melihat sosok Xiao Yun yang baru saja keluar. "Tuan Muda Ketiga?!" ucapnya

"Apakah Anda yang membuka ruangan ini?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!