NovelToon NovelToon
Kebangkitan Dewa Pedang Abadi

Kebangkitan Dewa Pedang Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romantis / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Cerita ini adalah kelanjutan dari Reinkarnasi Dewa Pedang Abadi.

Perjalanan seorang dewa pedang untuk mengembalikan kekuatannya yang telah mengguncang dua benua.

Di tengah upaya itu, Cang Yan juga memikul satu tujuan besar: menghentikan era kekacauan yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, sebuah era gelap yang pada awalnya diciptakan oleh perang besar yang menghancurkan keseimbangan dunia. Demi menebus kesalahan masa lalu dan mengubah nasib umat manusia, ia kembali melangkah ke medan takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 : Petir Mengakhiri Hari

Di tribun VIP, Chang Yan masih menyimpan ketenangannya yang sulit di tebak. Mata tajamnya terus mengamati arena tanpa berkedip.

Merasakan suasana hening di sekitarnya, Xue Er yang duduk di sampingnya mencoba memulai percakapan. "Senior tampak begitu tenang. Apakah pertarungan tadi tidak cukup mengesankan ya?"

Chang Yan hanya meliriknya sejenak sebelum kembali menatap arena. "Cukup menarik," ujarnya datar, "tapi belum mencapai titik yang kutunggu."

Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi, memejamkan matanya sejenak. "Turnamen ini masih panjang. Yang kuinginkan ada di babak-babak puncak nanti."

Tak lama berselang, juri utama kembali ke tengah arena dan mengumumkan pertarungan terakhir babak penyisihan untuk Pembentukan Inti Tahap Awal

"Pertarungan Kesepuluh: Sekte Seribu Senjata vs Sekte Petir Langit!"

Sorakan penonton langsung memecah keheningan. Dua sekte dengan gaya bertarung ekstrem ini akan bentrok, kekacauan senjata melawan kecepatan petir yang menghancurkan.

Dari sisi Sekte Seribu Senjata, Bai Zhen melangkah dengan gagah. Tubuhnya kekar, rambut hitam panjangnya berkibar. Dari depannya, Fang Mu dari Sekte Petir Langit tampil dengan jubah biru gelap bercorak kilat, sikapnya yang tenang namun memancarkan energi berbahaya.

"Pertarungan di mulai!"

Fang Mu langsung hilang dari pandangan, hanya menyisakan jejak petir dan suara menggelegar.

Namun Bai Zhen tak terkejut. Dengan gerakan gesit, ia mencabut pedang besar dan menebaskan nya tepat ke arah bayangan yang mendekat.

Clang...

Percikan listrik berhamburan. Fang Mu melompat mundur sambil menyeringai. "Cukup cepat, tapi belum cukup!"

Tangannya mengumpulkan energi petir hingga membentuk tombak listrik yang menderu. Bai Zhen membalas dengan melemparkan dua kapak besar yang menciptakan gelombang energi penghancur.

Boom...

Tabrakan keduanya mengguncang arena, memaksa para penonton di barisan depan mundur. Para tetua di tribun utama saling bertukar pandang kagum. "Pertarungan level ini di tahap Awal Pembentukan Inti? Luar biasa."

Tak mau kalah, Bai Zhen mengeluarkan teknik pamungkasnya. Sepuluh pedang melayang dari cincin penyimpanannya, siap dikendalikan sekaligus. Seketika Penonton terpana melihatnya.

Fang Mu hanya menghela napas pelan. Tubuhnya berpendar, lalu petir menyelimutinya bagaikan baju zirah. Saat sepuluh pedang itu menyerbu, ia bergerak dengan kecepatan tak terbendung, menangkis setiap bilah dengan presisi mutlak.

"Sudah cukup!" geram Fang Mu. Petir di sekelilingnya terkonsentrasi di telapak tangannya membentuk bola energi yang menderu dengan kuat. "Tamat!"

Zraaak-booom....

Semburan petir raksasa melesat menghancurkan segala pertahanan Bai Zhen dan melemparkannya keluar arena.

Kemenangan mutlak. Fang Mu dari Sekte Petir Langit keluar sebagai pemenang.

Dengan berakhirnya pertarungan kesepuluh ini juri utama mengumumkan penutupan babak pertama. Langit senja telah berubah menjadi kelam, diterangi lentera-lentera yang mulai dinyalakan.

"Para pemenang dipersilakan beristirahat dan memulihkan energi. Turnamen akan dilanjutkan esok pagi!"

Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi pengumuman itu. Para peserta mulai beranjak pergi, sementara penonton masih berdiskusi dengan semangat tentang pertarungan hari ini.

Di tribun VIP, Feng Lingshan berdiri dan mengajak Chang Yan serta Xue Er untuk meninggalkan tempat VIP.

"Mari kita beristirahat. Besok masih ada pertarungan yang mungkin bisa memberi kejutan Saudara Li."

Chang Yan mengangguk singkat. Ketiganya berjalan meninggalkan tribun VIP melalui koridor panjang yang diterangi lentera, diiringi gemuruh suara yang perlahan mereda.

Hari pertama turnamen telah berakhir, meninggalkan debu pertarungan dan kenangan akan duel-daul sengit. Namun ketegangan tidak ikut padam ia hanya tertunda, menunggu untuk meledak kembali di bawah terang matahari esok hari.

******

Keesokan paginya langit cerah menyambut hari kedua kompetisi. Semangat membara di arena yang kembali dipadati penonton dan peserta yang telah siap.

Di tribun VIP, Cang Yan dan Xue Er telah kembali bersama Feng Lingshan. "Hari ini mungkin akan lebih seru," ujar Xue Er dengan mata berbinar.

Feng Lingshan mengangguk. "Babak ini akan menentukan lima jagoan terkuat tahap Awal Pembentukan Inti. Menurutmu, siapa yang akan mendominasi Saudara Li?"

"Masih Sekte Petir Langit," jawab Cang Yan tanpa ragu, matanya tetap tertuju pada arena.

"Memang mereka tak tertandingi Saudara Li," sahut Feng Lingshan.

Saat itu, gong berbunyi. Juri utama maju dan mengumumkan dimulainya babak penentuan. Layar raksasa di udara mulai menampilkan undian acak. Suasana kembali tegang.

Pasangan pertama yang muncul di layar besar:

Jian Feng (Sekte Seribu Pedang) vs Bai Chen (Sekte Langit Suci)

Pasangan kedua:

Feng Zhi (Sekte Langit Suci) vs Xue Lian (Sekte Bunga Teratai)

Pasangan ketiga:

Han Fei (Sekte Gunung Es) vs Lei Feng (Sekte Petir Langit)

Pasangan keempat:

Zhao Feng (Sekte Seribu Pedang) vs Wei Xian (Sekte Bayangan Malam)

Pasangan kelima:

Hei Yue (Sekte Bayangan Malam) vs Fang Mu (Sekte Petir Langit)

Sorakan seketika meledak di seluruh tribun. "Pertarungan pertama, maju." teriak juri.

Jian Feng dan Bai Chen saling berhadapan di tengah arena. Yang satu tenang bagai danau, yang lain bergejolak bagaikan badai petir, walaupun Bai Chen bukan dari sekte petir langit, tetapi keahlian utamanya adalah pedang petirnya.

"Kutunggu kesempatan untuk menguji pedangku melawan Sekte Seribu Pedang," tantang Bai Chen, pedangnya sudah berkilat dilapisi energi listrik.

Jian Feng hanya menatapnya dengan dingin. "Jangan tergesa-gesa. Pertarungan bisa berakhir lebih cepat dari yang kau kira."

"Buktikan!"

Bai Chen melesat. Sambaran petir ungu membelah udara menuju Jian Feng.

Sraakk...

Jian Feng menghindar dengan gerakan halus, lalu muncul di samping lawannya.

Ratusan bayangan pedang tiba-tiba mengelilingi Bai Chen bagai bintang-bintang yang siap menghujani.

"Serangan andalannya!" teriak penonton tribun.

Bai Chen berusaha mengelak, tapi satu pedang energi berhasil melukai bahunya. Darah menetes, namun ia tidak jatuh. "Masih belum selesai!"

Dengan gigih, ia memanggil lebih banyak petir. Tubuhnya menyala bergerak seperti kilat yang tak terbendung.

Clang...

Clang...

Clang...

Serangan beruntunnya mendesak Jian Feng untuk bertahan. Sorakan penonton memuncak melihat Bai Chen berhasil mengambil inisiatif menyerang.

Namun Jian Feng tak terpancing. Ia menarik napas dan matanya berkilat tajam. Saat Bai Chen sedang mengumpulkan tenaga untuk serangan berikutnya, Jian Feng tiba-tiba menghilang.

"Di mana dia?!"

Terlambat. Jian Feng sudah berada di belakangnya. "Tebasan Akhir."

Slash...

Sebuah serangan tak terlihat menyambar.

Boom...

Bai Chen terlempar menghantam tanah hingga debu beterbangan.

Ia mencoba bangkit tapi kakinya gemetar. Akhirnya, ia terjatuh berlutut.

"Pemenangnya, Jian Feng dari Sekte Seribu Pedang!" teriak juri.

Sorakan penonton menggema. Jian Feng mendekati Bai Chen yang masih terengah-engah. "Kau tangguh. Tapi hari ini kemenangan milikku."

Bai Chen tersenyum getir. "Lain kali... aku takkan kalah lagi."

"Kutunggu," jawab Jian Feng singkat sebelum meninggalkan arena.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Kenapa pertempuran mesti menghasilkan dendam
Nanik S
Keren dan keren Xue"er
Nanik S
Li Wei.... orang yang menyukaimu
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Laaaanjuuuutkan
Nanik S
Li Wei bikin penasaran para Tetua
mazz ul
tokoh utamanya mna woi
Nanik S
Sehat selalu Tor dan Gas Pooool
Nanik S
God Joooob Tor 💪💪💪
Nanik S
Mantap.... Dua gadis yang sama sama menyukai Cang Yan
Nanik S
Mcnya lebih baik tidak membiarkan kedua wanita mendekat lebih serius
Nanik S
Mantap
Nanik S
God Joob
Nanik S
Masa iblis punya rasa takut 🤣🤣🤣
Nanik S
Cang Yan... Ahli Pedang dari Alam Abdi... cang si Iblis hanya mimpi kalau mau menang
Nanik S
Li Wei.... sikat habis bayangan Malam
Nanik S
Kejutan Besar... mantap
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!