NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyelamat / Cintamanis / Fantasi / Time Travel / Romansa
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Putryy01

karya Pertama Author 😊

Reynard Aethelred adalah pewaris tunggal Aethelred Group, raksasa bisnis energi. Reynard, yang selalu memberontak, menolak pernikahan perjodohan dengan Annelise Vanya, seorang gadis yatim-piatu yang dibesarkan di panti, pilihan terakhir almarhum ayahnya. Ia justru memilih Seraphina Valerius, tunangannya, yang ia yakini adalah cinta sejatinya. Selama pernikahan yang dingin, Reynard acap kali meremehkan Annelise, memprioritaskan Seraphina yang ambisius dan haus harta.
Pada hari ulang tahun Annelise yang ke-25, di tengah sebuah pesta, Reynard baru menyadari kebenaran pahit. Seraphina adalah mata-mata yang bekerja sama dengan kekasih rahasianya untuk merebut seluruh aset Aethelred Group dan menghabisinya. Annelise, yang diam-diam telah mengandung anak mereka, mengetahui rencana itu dan bergegas menyelamatkan Reynard. Dalam kekacauan, Annelise dan bayi dalam kandungannya tewas setelah melindungi Reynard dari tembakan mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putryy01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyusup

_________________________________________________

Matahari siang itu menggantung tinggi di langit ibu kota, membiarkan cahayanya yang terik menembus kaca jendela besar di kantor pusat milik Reynard. Setelah makan siang yang tenang namun dipenuhi percakapan hangat, keduanya melangkah kembali ke dalam ruang kerja Reynard yang luas dan beraroma kayu cendana bercampur maskulin khas sang pemilik.

Reynard tidak menuju meja kerjanya. ia menuntun Annalise menuju sebuah pintu jati di sudut ruangan yang tersembunyi di balik rak buku besar. Itu adalah ruang istirahat pribadi Reynard sebuah kamar yang jarang diketahui orang, berisi tempat tidur king-sized dengan sprei sutra abu-abu, pencahayaan redup, dan keheningan yang menenangkan.

"Kau terlihat lelah, sayang," bisik Reynard lembut sembari membukakan pintu untuknya. "Istirahatlah di sini. Aku punya pertemuan yang harus diselesaikan ‘’

Annalise tersenyum tipis, rasa kantuk mulai menyerangnya akibat perut yang kenyang dan suasana yang begitu nyaman. "Kau tidak perlu menungguku, Rey. Aku bisa tidur sendiri."

Reynard tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru menuntun Annalise ke tepi ranjang, membantunya melepas alas kaki, dan memastikan wanita itu berbaring dengan nyaman. Ia menarik selimut hingga sebatas dada Annalise. Reynard kemudian duduk di pinggir ranjang, jemarinya yang panjang mengelus dahi Annalise dengan gerakan ritmis yang menghipnotis.

"Tidurlah," gumamnya pelan. "Aku di sini sampai kau benar-benar terlelap."

Annalise menatap mata tajam yang kini melembut itu. Dalam remang ruangan, Reynard tampak seperti pelindung yang paling kokoh. Perlahan, napas Annalise menjadi teratur, kelopak matanya terasa berat, hingga akhirnya ia menyerah pada kegelapan yang damai.

Reynard tetap di sana selama sepuluh menit. Ia memperhatikan setiap tarikan napas Annalise, memastikan tidak ada kegelisahan yang tersisa. Setelah yakin sang istri telah berada di alam mimpi, ia mengecup keningnya sekejap sangat ringan, seolah takut akan memecahkan gelembung ketenangan itu.

Dengan gerakan yang sangat hati-hati, Reynard bangkit. Ia melangkah tanpa suara di atas karpet tebal, membuka pintu jati itu sedikit saja agar tidak berderit, lalu menutupnya kembali dengan klik yang nyaris tak terdengar.

Begitu pintu ruang istirahat terkunci, aura Reynard berubah seketika. Kelembutan yang baru saja ia tunjukkan pada Annalise menguap, digantikan oleh ekspresi dingin dan tajam yang ditakuti oleh seluruh mitra bisnisnya. Ia merapikan jasnya, membetulkan letak jam tangan mewahnya, dan melangkah keluar menuju ruang rapat utama yang berada di ujung koridor lantai eksekutif.

Tangan kanannya yang paling setia, Leonardo, sudah menunggu di depan pintu ruang rapat dengan tablet di tangan dan wajah yang sangat serius.

"Mereka sudah menunggu, Tuan," ucap Leonardo.

"Bagaimana situasinya?" tanya Reynard singkat sambil terus berjalan.

"sedikit Tegang tuan. Para investor tampak tidak senang dengan penundaan ini. Mereka merasa waktu mereka terbuang," lapor Leonardo dengan nada datar namun waspada.

Reynard hanya mendengus sinis. "Biarkan mereka menunggu. Mereka yang butuh aku, bukan sebaliknya. Pastikan tidak ada satu orang pun yang mendekati ruang kerjaku selama aku di dalam."

"Dimengerti, Tuan," jawab Leonardo tegas.

Pintu ruang rapat terbuka lebar. Di dalam sana, sepuluh pria berjas gelap duduk melingkari meja oval panjang. Suasana yang tadinya bising dengan bisik-bisik ketidakpuasan mendadak senyap saat Reynard masuk. Ia tidak meminta maaf atas keterlambatannya. Ia langsung duduk di kursi utama, memberikan tekanan yang mencekam hanya dengan kehadirannya.

"Mari kita mulai," ucap Reynard, suaranya rendah namun menggema. "Dan pastikan pertemuan kalian tidak membuang-buang waktuku lebih banyak lagi."

Rapat berlangsung alot selama hampir satu jam. Para investor mencoba menekan Reynard terkait akuisisi lahan di pelabuhan lama. Namun, di tengah rapat yang membosankan itu, Leonardo yang berdiri di belakang Reynard tiba-tiba membungkuk dan membisikkan sesuatu yang membuat garis rahang Reynard mengeras.

"Tuan, sistem keamanan di lantai teratas mendeteksi seseorang mencurigakan. Seseorang menggunakan kartu akses duplikat," bisik Leonardo.

Mata Reynard berkilat penuh amarah. Fokusnya seketika beralih dari angka-angka di layar ke keamanan Annalise yang sedang tertidur di ruang sebelahnya.

"Hentikan rapat ini," potong Reynard tiba-tiba, membuat orang-orang yang sedang berbicara tersedak kata-katanya sendiri.

"Ada masalah, Tuan Reynard?" tanya salah satu investor.

Reynard berdiri, matanya menatap tajam satu per satu orang di ruangan itu. "Masalahnya adalah salah satu dari kalian membawa 'tamu tak diundang' ke gedungku. Leonardo, kunci semua akses keluar. Jangan biarkan siapa pun meninggalkan ruangan ini tanpa pemeriksaan menyeluruh."

Kepanikan mulai merayap di wajah para investor. Reynard tidak peduli pada kerugian jutaan dolar yang mungkin terjadi. Baginya, satu helai rambut Annalise jauh lebih berharga daripada seluruh aset para investor tersebut.

Reynard segera melangkah keluar dari ruang rapat, diikuti oleh Leonardo yang langsung memberikan instruksi melalui earpiece-nya kepada tim keamanan.

"Periksa seluruh sudut kantor sekarang! Jangan sampai ada yang menyentuh pintu ruang istirahat di ruangan ku!" perintah Reynard kepada Leonardo.

Saat mereka sampai di depan ruang kerja, Reynard melihat seorang pria tak dikenal mencoba melarikan diri melalui tangga darurat. Tanpa ragu, Reynard mengejarnya dengan kecepatan yang mengejutkan, namun pria itu berhasil menghilang di balik pintu otomatis yang terkunci.

"Biarkan dia, Leonardo. Fokus pada area dalam. Aku harus memeriksa istriku," ujar Reynard dengan napas memburu.

Ia memasuki ruang kerjanya dengan langkah lebar. Ia langsung menuju pintu jati itu dan membukanya dengan sangat perlahan. Di dalam, Annalise masih terlelap, wajahnya tampak tenang dan damai, sama sekali tidak menyadari badai yang baru saja terjadi hanya beberapa meter dari tempatnya tidur.

Reynard mendekat, berlutut di samping ranjang, dan membelai rambut Annalise dengan tangan yang sedikit gemetar karena sisa adrenalin. Ia merasa sangat marah pada dirinya sendiri karena telah membiarkan bahaya mendekat.

Leonardo muncul di ambang pintu, memberikan isyarat bahwa area sudah aman.

Reynard memutuskan untuk tidak kembali ke ruang rapat. Ia akan duduk di sofa di samping ranjang Annalise, menjaganya sampai wanita itu bangun, siap menjadi dinding pertama yang akan menghancurkan siapa pun yang berani mengancam ketenangannya.

1
partini
tunjuk sketsa atau foto nya
partini
boom ,mati lagi
partini
harus standby dong dulu kamu sangat jahat sekali di kasih kesempatan ke dua harus extra lovely doply ❤️
partini
❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍
partini
posesifnya,,kalau kembar ok ga Thor anaknya
partini
dih di cintai PD banggt
partini
good job 👍👍👍👍 Ray
orang kaya mereka harus membusuk
aku
definisi anelise tuh gimana ya.... 😖
partini
kalau ga balik ya aneh udah di kasih kesempatan kedua masa methong lagi ya percumah dong
partini
wah tegang ini thor
partini
😭😭😭😭 so sad
love you
semangat update ny thor, cepet sehat thor😍❤
partini
belum juga beraksi udah tepar duluan 🤦🤦🤦
love you
next thor suka sama kebucinan reynard ditunggu update ny thor😍😍
partini
ayo Yo kenapa ga fokus itu bisa bikin bahaya semuanya ,, protektif boleh tapi Jagan over musuh bisa ambil kesempatan untuk menghancurkan
love you
next thor cerita ny bagus suka banget😍😍
love you
next thor, bagus ceritanya😍
partini
so sweet banget,,tapi tetap hati" musuh mu itu loh kamu harus waspada
partini
aihhh ane bikin spot jantung suami mu aja
partini
ikuti saja permainan mereka kamu cukup siapkan boom nuklir untuk mereka berdua,, istri pantau lewat bodyguard bayang biar ada apa" SATSET kamu di kasih kesempatan ke dua use your brain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!