NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyelamat / Cintamanis / Fantasi / Time Travel / Romansa
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putryy01

karya Pertama Author 😊

Reynard Aethelred adalah pewaris tunggal Aethelred Group, raksasa bisnis energi. Reynard, yang selalu memberontak, menolak pernikahan perjodohan dengan Annelise Vanya, seorang gadis yatim-piatu yang dibesarkan di panti, pilihan terakhir almarhum ayahnya. Ia justru memilih Seraphina Valerius, tunangannya, yang ia yakini adalah cinta sejatinya. Selama pernikahan yang dingin, Reynard acap kali meremehkan Annelise, memprioritaskan Seraphina yang ambisius dan haus harta.
Pada hari ulang tahun Annelise yang ke-25, di tengah sebuah pesta, Reynard baru menyadari kebenaran pahit. Seraphina adalah mata-mata yang bekerja sama dengan kekasih rahasianya untuk merebut seluruh aset Aethelred Group dan menghabisinya. Annelise, yang diam-diam telah mengandung anak mereka, mengetahui rencana itu dan bergegas menyelamatkan Reynard. Dalam kekacauan, Annelise dan bayi dalam kandungannya tewas setelah melindungi Reynard dari tembakan mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putryy01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikatan yang Kuat

__________________________________

Setelah menghabiskan waktu berkeliling mall dan memborong beberapa perlengkapan yang dibutukan saat masa kehamilan, rasa lelah mulai menyergap Annelise. Namun, di tengah rasa lelah itu, sebuah aroma gurih dan segar tiba-tiba menusuk indra penciumannya saat mereka melewati sebuah rumah makan Jepang yang cukup ternama.

Annelise menghentikan langkahnya tepat di depan restoran tersebut. Matanya tertuju pada poster besar yang menampilkan aneka seafood segar mulai dari salmon sashimi yang mengkilap hingga tempura udang yang menggoda. Ada keinginan yang sangat kuat untuk mencicipinya, sesuatu yang jarang ia rasakan sejak mulai mengalami morning sickness yang parah.

Reynard yang menyadari langkah istrinya terhenti, menoleh dan mendapati Annelise sedang memandangi rumah makan itu dengan tatapan penuh minat. "Kamu lapar, Sayang? Mau makan di sana?" tanya Reynard lembut.

Annelise tampak ragu. Wajahnya sedikit pucat saat membayangkan aroma dapur yang biasanya membuatnya mual. "Aku... aku sangat ingin seafood, Reynard. Tapi aku takut. Biasanya kalau bukan masakanmu, perutku langsung menolak," bisiknya pelan, mengingat bagaimana Reynard sampai harus belajar memasak sendiri demi memastikan ia bisa makan.

Reynard tersenyum tipis dan menggenggam tangan istrinya erat. "Jangan takut. Aku ada di sini. Kita coba dulu, ok. Kalau kamu merasa mual, kita bisa langsung keluar," bujuk Reynard dengan nada yang tidak menerima penolakan namun sangat menenangkan.

Akhirnya, mereka melangkah masuk. Reynard memilih meja di sudut yang paling tenang dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar aroma masakan tidak terlalu menyengat. Setelah pesanan datang, Annelise masih tampak ragu menatap piring di depannya. Reynard dengan telaten mengambil sumpit, memotong bagian kecil ikan salmon, dan menyodorkannya ke bibir Annelise.

"Coba sedikit saja," pinta Reynard.

Annelise membuka mulutnya perlahan. Saat makanan itu masuk, ia bersiap untuk rasa mual yang biasanya datang menyerang. Namun, keajaiban terjadi. Rasa mual itu tidak muncul. Sebaliknya, ia merasa makanan itu sangat lezat, terutama karena tangan Reynard lah yang menyuapinya.

Satu suapan berganti suapan lain. Reynard dengan sabar menyuapi istrinya, mengabaikan makanannya sendiri demi memastikan Annelise kenyang. Melihat Annelise makan dengan lahap, Reynard terkekeh kecil.

"Sepertinya anak ini tahu kalau Papanya tidak mau jauh-jauh dari Mamanya," gumam Reynard sambil mengusap lembut perut Annelise yang masih rata. "Makanya dia membuatmu selalu ingin menempel padaku, bahkan urusan selera makan pun harus lewat tanganku."

Annelise tersenyum manis, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu kuat Reynard. Rasa aman dan dicintai ini jauh lebih mengenyangkan daripada makanan apa pun di dunia ini. ia benar-benar merasakan bagaimana menjadi prioritas utama bagi pria yang dulu sangat dingin padanya.

Tak terasa hari mulai sore. Cahaya jingga mulai masuk melalui jendela restoran. Mengingat kondisi Annelise yang harus banyak beristirahat sesuai pesan dokter, Reynard memutuskan untuk segera pulang.

"Sudah cukup untuk hari ini. Ayo kita pulang sebelum kamu terlalu lelah," ajak Reynard sambil membantu Annelise berdiri dan merangkul pinggangnya dengan sangat protektif. Mereka berjalan keluar dari mall, menuju kedamaian mansion mereka, siap menyongsong masa depan yang kini jauh lebih cerah.

Mobil Rolls-Royce hitam itu meluncur mulus membelah jalanan kota yang mulai diterangi lampu-lampu jalan. Di kursi belakang, Annelise menyandarkan kepalanya di bahu tegap Reynard.

Reynard tidak melepaskan genggaman tangannya pada tangan kanan Annelise. Sesekali ia mengecup punggung tangan istrinya itu dengan penuh pemujaan. "Kamu mengantuk, Sayang? Tidurlah sebentar, perjalanan ke mansion masih sekitar lima belas menit lagi," bisik Reynard lembut.

Annelise menggeleng pelan, ia justru mendongak menatap rahang tegas suaminya.

"Aku hanya sedang berpikir..." Annelise mengelus perutnya yang masih rata dengan gerakan lembut. "Apa kamu pikir dia bisa merasakannya? Bagaimana papanya begitu memanjakannya hari ini? Bahkan tadi di mall, kamu hampir saja memborong seluruh isi toko hanya karena melihat baju-baju kecil itu."

Reynard meletakan telapak tangannya di atas tangan kiri Annelise yang berada di perut. "Dia pasti merasakannya, sayang. Dia tahu bahwa papanya sangat menantikannya," jawab Reynard dengan suara berat namun penuh ketulusan.

"Aku merasa dia anak yang sangat pintar," lanjut Reynard sambil menatap mata istrinya. "Lihatlah bagaimana dia hanya mau makan kalau aku yang menyuapi mu. Sepertinya dia sedang memberitahuku bahwa aku tidak boleh sedetik pun mengabaikan ibunya. Dia menjagamu dengan caranya sendiri, bahkan sebelum dia lahir."

Annelise tersenyum haru, "Kamu benar. Dia membuatku ingin selalu dekat denganmu."

Reynard mengecup kening Annelise lama. "Dan aku berjanji padanya, juga padamu, bahwa kali ini aku akan menjadi tempat bersandar yang paling kokoh. Dia akan tumbuh dengan mengetahui betapa berharganya dia, dan betapa hebatnya ibu yang telah berjuang memilikinya."

Tak lama kemudian, gerbang besi besar dengan ukiran huruf 'A' yang megah terbuka secara otomatis. Mobil memasuki halaman luas Mansion Aethelred. Lampu-lampu taman yang ditata sedemikian rupa memberikan kesan mewah sekaligus hangat pada bangunan klasik modern tersebut

Begitu mobil berhenti sempurna di depan lobi utama, Reynard turun lebih dulu. Sebelum pelayan sempat mendekat, ia sudah membuka pintu untuk Annelise. Namun, bukannya membiarkan Annelise turun sendiri, Reynard kembali melakukan hal yang membuat jantung Annelise berdebar ia mengangkat tubuh istrinya dalam gendongan bridal style.

"Reynard! Aku bisa berjalan sendiri, para pelayan melihat kita!" protes Annelise dengan wajah yang merona merah.

"Biarkan saja mereka melihat," jawab Reynard acuh tak acuh. "Dokter bilang kamu harus banyak beristirahat, dan bagiku, membawa kamu sampai ke kamar adalah cara istirahat terbaik untukmu".

Di depan pintu besar, Bibi Rose sudah menyambut dengan senyum haru yang tidak bisa disembunyikan. "Selamat datang , Tuan, Nyonya," sapanya ramah.

Reynard hanya mengangguk singkat tanpa menghentikan langkahnya menaiki tangga marmer menuju kamar utama di lantai dua. Begitu sampai di dalam kamar yang luas dan beraroma vanilla yang menenangkan itu, ia merebahkan Annelise dengan sangat hati-hati di atas ranjang king size mereka.

"Tubuhmu pasti lelah setelah seharian ini. Tunggu sebentar, aku akan menyiapkan air hangat untuk kita," ujar Reynard sambil mengecup kening Annelise lama.

Annelise memerhatikan suaminya yang biasanya begitu berwibawa di dunia bisnis, kini dengan telaten menyiapkan air di kamar mandi. Aroma esensial lavender yang menenangkan mulai menyeruak keluar. Tak lama, Reynard kembali dan mengulurkan tangannya, menuntun Annelise masuk ke dalam kamar mandi yang luas dan hangat.

Reynard membantu Annelise melepaskan pakaiannya dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh penghormatan. Tak ada jejak pria dingin yang dulu ia kenal yang ada hanyalah pria yang menatapnya seolah ia adalah harta paling berharga di dunia. Reynard kemudian ikut melepaskan pakaiannya dan melangkah masuk ke dalam bathtub besar yang sudah dipenuhi busa lembut, lalu menarik Annelise ke dalam dekapannya.

Annelise menyandarkan punggungnya di dada bidang Reynard yang hangat. Air hangat yang merendam tubuh mereka seolah melarutkan seluruh rasa lelah. Reynard mengambil spons, mengusap bahu dan lengan Annelise dengan gerakan memijat yang membuat istrinya itu mendesah rileks.

"Nyaman?" bisik Reynard tepat di telinga Annelise, tangannya kini beralih mengusap lembut perut Annelise yang terendam air.

"Sangat nyaman, Rey..." jawab Annelise sambil memejamkan mata, menikmati detak jantung Reynard yang terasa di punggungnya. "Aku tidak pernah membayangkan kita akan seperti ini."

Reynard mengeratkan pelukannya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Annelise. "Maafkan aku karena baru bisa memberikan ini sekarang. Mulai saat ini, aku tidak akan membiarkanmu merasa sendirian lagi. Bahkan untuk hal kecil seperti mandi, aku ingin selalu ada untuk menjagamu."

Sentuhan-sentuhan kecil Reynard di bawah air bukan lagi tentang nafsu semata, melainkan sebuah cara untuk menyampaikan cinta yang tak terucap. Di dalam kehangatan air itu, Annelise merasa benar-benar dicintai. Mansion yang dulu terasa seperti penjara dingin baginya, kini telah berubah menjadi rumah yang penuh kehangatan.dan terjadilah apa yang harus terjadi .

Setelah momen intens yang menguras emosi dan tenaga itu, Reynard dengan penuh kasih sayang mengeringkan tubuh Annelise dan memakaikannya jubah mandi yang lembut. Ia kemudian membopong istrinya kembali ke ranjang, seolah-olah Annelise adalah permata yang paling berharga.

Begitu kepala Annelise menyentuh bantal, rasa lelah yang luar biasa langsung menyerangnya. Kelopak matanya terasa sangat berat.

Reynard berbaring di sampingnya, menarik Annelise ke dalam pelukan hangatnya dan menyelimuti mereka berdua. Ia mengusap pipi Annelise yang masih bersemu kemerahan, menatap istrinya dengan tatapan yang sangat lembut.

Annelise mencoba membuka matanya sedikit, menatap wajah suaminya dengan senyum tipis yang menggoda. "Rey... bukankah dokter berpesan... aku tidak boleh kelelahan?" bisiknya dengan suara yang hampir hilang karena kantuk.

Reynard tertegun sejenak, lalu sebuah kekehan rendah dan renyah keluar dari bibirnya. Ia mengecup hidung Annelise dengan gemas.

"Maafkan aku, Sayang," bisik Reynard sambil merapatkan pelukannya. "Sepertinya akulah orang pertama yang melanggar perintah dokter itu. Aku hanya... terlalu merindukanmu. Aku berjanji, besok aku akan memastikan kamu beristirahat sepanjang hari tanpa gangguan apa pun."

Annelise hanya bergumam tidak jelas, tangannya secara insting mencari tangan Reynard untuk diletakkan di atas perutnya. Ia merasa sangat aman dan dicintai.

Reynard memandangi wajah tidur istrinya yang tenang. Ironis memang, ia yang begitu protektif dan melarang Annelise ini-itu agar tidak lelah saat di mall tadi, justru ia sendiri yang membuat istrinya kelelahan malam ini. Namun, ia tahu kelelahan ini berbeda ini adalah kelelahan yang membawa kebahagiaan dan kedamaian.

"Tidurlah, Annelise. Aku tidak akan ke mana-mana," gumam Reynard sebelum akhirnya ikut memejamkan mata, membiarkan kehangatan malam itu membawa mereka menuju mimpi indah di dalam mansion yang kini benar-benar menjadi rumah bagi mereka berdua.

1
partini
harus standby dong dulu kamu sangat jahat sekali di kasih kesempatan ke dua harus extra lovely doply ❤️
partini
❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍
partini
posesifnya,,kalau kembar ok ga Thor anaknya
partini
dih di cintai PD banggt
partini
good job 👍👍👍👍 Ray
orang kaya mereka harus membusuk
aku
definisi anelise tuh gimana ya.... 😖
partini
kalau ga balik ya aneh udah di kasih kesempatan kedua masa methong lagi ya percumah dong
partini
wah tegang ini thor
partini
😭😭😭😭 so sad
love you
semangat update ny thor, cepet sehat thor😍❤
partini
belum juga beraksi udah tepar duluan 🤦🤦🤦
love you
next thor suka sama kebucinan reynard ditunggu update ny thor😍😍
partini
ayo Yo kenapa ga fokus itu bisa bikin bahaya semuanya ,, protektif boleh tapi Jagan over musuh bisa ambil kesempatan untuk menghancurkan
love you
next thor cerita ny bagus suka banget😍😍
love you
next thor, bagus ceritanya😍
partini
so sweet banget,,tapi tetap hati" musuh mu itu loh kamu harus waspada
partini
aihhh ane bikin spot jantung suami mu aja
partini
ikuti saja permainan mereka kamu cukup siapkan boom nuklir untuk mereka berdua,, istri pantau lewat bodyguard bayang biar ada apa" SATSET kamu di kasih kesempatan ke dua use your brain
partini
good story
Putry: trimakasih kak untuk bintang nya 😊🥰
total 1 replies
partini
sudah tau kan nah waktu nya pegang permainan be smart dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!