HIATUS
"Pilihlah masa depanmu, dan yakinlah ada aku di dalamnya..."
Sekarang Luna sudah punya pacar! Bagaimana rasanya mendapatkan apa yang selama ini dia idam-idamkan?
Season 1 sudah tamat.
Luna, seorang siswi SMA biasa. Kehidupan sekolah yang biasa. Teman-teman yang biasa. Tidak ada yang spesial. Yang berbeda cuma kenyataan bahwa ia memiliki 4 orang adik laki-laki. Adik-adik usil ini selalu menggagalkan rencana kisah cinta SMA nya.
Bak cerita Cinderella yang selalu diganggu kakak tirinya, Luna selalu diisengin adik kandungnya.
"Dek,,, pleaseeeeee,, biarin kakak pacaran sekali aja!" ~Luna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewiluna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Bukan Pacar
Sekarang adalah jam istirahat di sekolah Luna. Dia sedang nongkrong di kantin bersama Tyo dan Jessica. Dan menjadi orang ketiga seperti biasa.
"Lun, kemarin yang jemput elo siapa?" Jessica pura-pura ga tau.
"Yang mana Jess?" Luna sibuk makan bekal sambil membalas pesan El yang entah sejak kapan mulai datang teratur layaknya minum obat.
"Yang pakai mobil itu...." Jessika mulai menggali dengan sangat hati-hati.
Tyo menguping ingin tau.
"Oh itu,," Luna beralih menatap Jessika sebentar. Menimbang. "Bukan siapa-siapa..."
CK, kok dia ga mau cerita sih? Jessika mengeluh kesal.
Pesan masuk.
✉️ Kamu lagi di kantin Lun?
Iya, kak.
✉️ Lagi makan apa?
Nasi dong.
Makan apa lagi coba? Ya kali batu bata dimamam.
✉️ Fotoin coba.
Ya ampyun... Segala di foto... Grrrr...
Terpaksa foto bekal dengan ngasal.
"Elo ngapain Lun?" Jessika mencoba mengintip ponsel Luna. "Chat sama siapa?"
Jessika menutup mulutnya tiba-tiba. "Nggak mungkin kan, elo punya pacar?"
Luna mendelik tidak senang. "Gue ga punya pacar! Kan gue udah bilang gue udah ga cari pacar lagi!"
"Terus itu sibuk chat sama siapa? Sibuk amat balesnya."
✉️ Makan sama siapa?
Ah elah. Nanya terus.
Sama teman,kak.
✉️ Fotoin coba.
"Jess, Yo, sini. Foto bentar." Luna menarik Jessika dan Tyo mendekat.
Sama Jessika & Tyo, temen aku, kak.
"Lun, elo ga dimintain foto kan?" Jessika bertanya curiga.
"Parah banget. Cowok elo ga percaya sama elo, sampai minta foto gitu?" Tyo ikut nimbrung.
"Ih!!!" Luna memukul meja kesal. "Gue dah bilang gue ga punya pacar! Dan dia bukan cowok gue."
Lah, bukan cowok tapi protektif gitu... Jessika dan Tyo membatin bersamaan.
"Elo lagi pedekate sama dia?"
"Engga." Luna menjawab malas.
"Pacaran engga, pedekate engga, tapi kirim pesan terus-terusan. Apaan tuh jadinya?" Sindir Tyo sambil menyeruput minuman.
"Eh iya, elo bener Yo." Luna mengerutkan dahinya. "Udah ah, gue ga mau bales lagi." Luna membiarkan ponselnya tergeletak di meja begitu saja.
Lah?? Jadi dia dari tadi kagak sadar? Pingsan apa mabok dia? Tyo mengecek kening Luna dengan tangannya.
"Apaan sih Lo?!" Luna membuang tangan Tyo. "Jijique..." ucapnya sambil menjulurkan lidah. "Jangan pegang-pegang."
"Dia suka sama elo, kali." Tyo nyeletuk spontan.
Kalau bukan temen gue si Luna yang lagi mabok cinta, berarti yang sebelah sana.
"Dia suka sama elo, Lun?" Jessika mulai heboh.
"Masa sih?" Luna menatap tak percaya.
Emang gue tipenya om-om?
"Ya kayak waktu gue pedekate sama Jessika, gitu." Tyo menunjuk Jessika dengan ibu jarinya.
"Masa sih?" Luna mengulang pertanyaan nya lagi.
"Masa sih, masa sih Mulu," gerutu Tyo. "Kalo elo ga percaya, elo coba aja read pesan dia. Jangan dibales. Kalau sampai dia telepon elo, fix, kalo dia itu---
"Oke, gue read," Luna penasaran dan segera membuka pesan yang baru masuk lalu membiarkannya.
"10,,," Tyo mulai menghitung. "9,,, 8,,, 7,,, 6,,," Luna makin cemas mendengar hitung mundur Tyo.
Arggggghhhh!!! Kenapa gue jadi berharap kak El nelepon sih???
"5,,, 4,,, 3,,, 2,,, 1." Hitung mundur Tyo selesai. Tidak ada telepon.
"Hmmmm... Aneh. Tebakan gue salah gitu?" Tyo memegang dagunya mencoba berpikir apa yang salah.
"Ya salah lah..." Luna menutup kotak bekalnya yang sudah habis.
"Masa iya orang kayak gitu suka sama gue. Udah gila kali dia..." Luna beranjak dari kursi.
Kak El calling...
Beneran gila ternyata!
Bersambung...
EPILOG
"Kayaknya om-om kemaren suka sama Luna, ay.." Tyo berbisik.
"Iya, ay. Perlu lapor Arga ga?"
krn el th, luna pgn kuliah ambil jurusan psikologi.
el mah aneh, smpe g kpikiran bln madu😒😒