Ding! [Terdeteksi host dalam bahaya. Mengaktifkan skill utama memori Materialization. Memanggil Item]
Dibuang dan difitnah hanya karena alur sebuah game VR? Itu bukan gaya Aruna. Terbangun di tubuh Auristela Vanya von Vance, seorang putri terbuang dengan Mana besar yang tersegel, Aruna memutuskan untuk mengacaukan skenario dunia ini.
Bermodalkan Project: Fate Breaker—sebuah sistem aneh yang hobi error di saat kritis—ia justru asyik menciptakan kekacauan versinya sendiri. Namun, satu masalah muncul: Asher de Volland, sang Ksatria Agung sedingin es, kini terpaksa menjadi pelindungnya.
Akankah petualangan ini mengungkap rahasia besar yang sengaja dikubur, atau justru membuat benua Xyloseria semakin kacau?
Ding! [Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 1%. Kesan ML: "Putri ini... sangat aneh."]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lil Miyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Kabar yang Mengejutkan
Cahaya kemerahan dari kristal Mana yang tertanam di langit-langit Ark of the Sky-Lords perlahan memudar, berganti dengan semburat sinar matahari pagi yang menembus celah-celah menara batu hitam. Sinar itu jatuh di atas karpet bulu Snow-Leopard tempat Aruna berbaring, menciptakan pantulan cahaya pada rambut peraknya yang tersebar berantakan.
"Ouch!" Aruna mulai bangun, menggerakkan seluruh ototnya yang kaku akibat pendakian terjal menuju puncak gunung agar melunak. Namun, rasa hangat di dalam dadanya bukan hanya berasal dari karpet empuk itu, melainkan dari sistem yang sejak tadi bekerja dalam mode hening.
Ding!
[Protokol Pemulihan Selesai
Stamina Host: 88%
Mengakses Memory Materialization...
Mengaktifkan sub-skill: Magi Catering...
Memanggil Item: Omelet Keju Truffle, Roti Gandum Panggang, dan Teh Herbal Penenang.]
Ching... Aroma mentega yang gurih dan wangi teh herbal, seketika memenuhi indra penciuman Aruna. Ia duduk, merapikan rambut silvernya yang tampak sedikit kusut. Di depannya, nampan kayu berisi sarapan mewah sudah tersedia.
Aruna melihat ke sekeliling aula. "Hmm?" Di dekat jendela raksasa yang menghadap ke jurang Abyss. Cahaya pagi menyinari Aerlisto, membuatnya terlihat seperti dewa hutan yang menawan. Ia memegang sehelai daun perak yang berpendar redup, bibirnya bergerak membisikkan mantra kuno.
"Selamat pagi, Aerlisto. Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Aruna dengan suara khas orang baru bangun tidur.
Aerlisto menoleh, senyum elegannya terkembang. "Selamat pagi, Putri. Aku sedang mengirim komunikasi ke ketua suku muda. Aku sudah memintanya mengumpulkan semua informasi tentang Viper's Fang sebelum menemuinya di sini. Roh hutan baru saja memberi tahu bahwa dia sudah berada di perbatasan wilayah naga."
Trak! Trak! Trak! Tiba-tiba, suara derak langkah kaki yang berat memecah suasana. Asher muncul dari balik pilar besar, pedang Solis-Aeterna sudah terpasang rapi di pinggangnya. Wajahnya yang masam tampak semakin mendung saat melihat keakraban Aruna dan Aerlisto.
"Putri, jangan terlalu lengah. Kita berada di benteng naga, bukan di taman istanamu," ujar Asher dengan dingin. Ia berdiri tepat di antara Aruna dan Aerlisto, seolah mencoba memutus kontak visual mereka secara fisik.
"Haaa..." Selera makan Aruna sedikit terganggu. Ia mendongak, menatap Asher dengan mata hijaunya yang masih tampak dingin karena kejadian semalam. "Aku tahu, Asher. Aku sedang sarapan. Apa menurutmu aku harus terus memegang senjata bahkan saat sedang makan roti?"
Asher terdiam, rahangnya mengeras. Ia teringat bagaimana Aruna menepis tangannya semalam saat ia ingin memeriksa kondisinya. "Keamananmu adalah tanggung jawabku. Dan aku tidak percaya pada 'koneksi' yang hanya mengandalkan daun dan angin," sindirnya melirik Aerlisto.
"hahahaha... Ksatria Agung kita ini sepertinya sangat sensitif pagi ini. Mungkin udara Ark of the Sky-Lords terlalu panas?"
"Jaga mulutmu, Elf," geram Asher.
"Sudah, cukup!" lerai Aruna ketus.
Phak... Phak... Phak... Terdengar suara kepakan sayap yang sangat kuat mengguncang udara. Beberapa saat kemudian, seekor Naga Hijau mendarat di pendaratan luas Ark. Seorang pria dengan jubah sutra hijau tua melompat turun. Pria itu adalah Scwartz. Ia melangkah masuk ke aula dengan wajah tegang.
"Putri Auristela," ujar Scwartz tanpa basa-basi. "Aku membawa kabar yang mungkin akan mengubah hidup kamu selamanya."
Scwartz mengeluarkan sebuah gulungan surat kerajaan dengan segel lilin ungu tua—segel khusus Ratu. "Tepat tujuh hari yang lalu, setelah kabar penyerangan terhadap rombongan pengasinganmu mencapai istana, Ratu telah mengumumkan kematianmu secara resmi kepada seluruh kekaisaran."
Wush... Suasana aula mendadak sunyi senyap seolah oksigen lenyap.
"Hah?" gumam Aruna. "Dia mengumumkanku m4ti?!"
"Ya, Putri. Narasi yang disebarkan adalah kamu tewas mengenaskan diterkam monster hutan karena kelalaian pengawalan. Mereka bahkan telah mengadakan upacara berkabung nasional. Peti kosong telah dikuburkan di pemakaman suci, dan namamu... telah dihapus secara resmi dari garis suksesi."
Saat kalimat itu terucap, kepala Aruna tiba-tiba berdenyut hebat. Potongan ingatan Auristela yang asli muncul seperti kilasan menyakitkan.
Ia melihat bayangan dirinya yang masih kecil, berdiri di lorong istana yang gelap tepat setelah ibunya meninggal. Ia melihat ayahnya, Sang Kaisar, berjalan melewatinya dengan wajah tanpa ekspresi, seolah Aruna tidak pernah ada di sana. Bertahun-tahun pengabaian, tatapan dingin sang ayah yang seakan menyalahkannya atas kematian ibunya, hingga akhirnya ia dibuang seperti sampah ke pengasingan.
Aruna menyeringai pahit, sebuah tawa kering keluar dari bibirnya. "Hah... Hebat! Benar-benar hebat! Ayahku benar-benar sudah ingin menghapusku sejak lama, dan sekarang mereka sudah meresmikannya. Jadi sekarang aku adalah hantu di negeriku sendiri?"
Asher melangkah maju, tangannya mencengkeram gagang pedang hingga buku jarinya memutih. "Bagaimana dengan Kaisar? Apa dia hanya diam saja melihat putrinya dihapus begitu saja?"
"Kaisar dikabarkan jatuh sakit parah tepat setelah berita kematian Putri tersebar. Beliau saat ini berada dalam isolasi ketat di bawah pengawasan tabib pribadi Ratu," jawab Scwartz. "Dan kamu, Asher, faksi Ratu menuduh kamu melakukan pengkhianatan. Mereka mulai bergerak untuk menyita aset wilayah Volland."
"S!alan!" umpat Asher.
Aruna berdiri, auranya tiba-tiba berubah. Ketakutannya lenyap, digantikan oleh kemarahan yang tenang namun mematikan. "Mereka bermain sangat kotor. Jika mereka ingin aku m4ti, maka aku akan memberikan mereka kejutan yang tak terlupakan. Kita tidak akan lari lagi."
"Apa rencanamu, Putri?" tanya Aerlisto, matanya berkilat tertarik.
"Kita harus kembali," ujar Aruna tegas. "Tapi tidak ke Kapital secara langsung. Kita akan menuju Wilayah Volland. Asher, kau bilang kau punya pengaruh di sana. Kita akan menggunakan wilayahmu sebagai pangkalan untuk mengumpulkan bukti dan pasukan. Aku akan menuntut kembali namaku."
Asher mengangguk mantap. "Wilayahku adalah benteng yang tak tertembus. Jika kita sampai di sana, aku bisa menjamin keamananmu 100%."
Dranco, yang sejak tadi mengawasi, akhirnya melangkah maju. "Aku akan memberikan kalian naga tercepat untuk membawa kalian sampai ke perbatasan luar Abyss."
Perjalanan pun dipersiapkan dengan terburu-buru. Namun, saat mereka akhirnya terbang meninggalkan Ark dan mendarat di sebuah hutan lebat yang merupakan perbatasan wilayah Beastkin, bencana baru sudah menunggu. Suasananya tampak terlalu tenang.
Ding!
[Peringatan! Deteksi Keberadaan Makhluk Hidup dalam jumlah besar di radius 50 meter!
Energi Mana: Agresif.
Ras terdeteksi: Catkin (Suku Kucing).]
"Berhenti!" teriak Aruna.
"Ada- Ck!" Seketika Asher menarik pedangnya. Dia belum sempat bertanya, puluhan bayangan meluncur turun dari dahan pohon dengan kecepatan luar biasa. Mereka adalah ras Catkin, pejuang kucing yang terkenal dengan serangan cakarnya yang mematikan.
Pertempuran pecah seketika. Serangan Catkin jauh lebih berantakan namun lebih cepat daripada Viper's Fang. Mereka mengepung dari segala arah, memaksa rombongan Aruna mundur ke arah jurang yang seharusnya tidak mereka lewati. Peta yang diberikan Scwartz menjadi tidak berguna saat mereka terdesak ke jalur baru yang akan membawa mereka jauh dari Wilayah Volland, menuju sebuah tempat misterius yang sama sekali tidak ada dalam rencana awal mereka.
Ding!
[Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 75%
Bonus/Catatan: Asher merasa sangat marah atas ketidakadilan yang menimpamu. Melihatmu bangkit dari keterpurukan ingatan masa lalu justru membuatnya merasa terikat lebih dalam. Sekarang, baginya, melindungi host jauh lebih penting daripada mematuhi perintah Kekaisaran yang sudah mengkhianatinya.