Lima tahun yang lalu dia mengubah identitasnya, membuang jauh masa lalunya karna rasa kecewa pada suaminya.
Dan kini di saat dua buah hatinya menanyakan sang ayah, apakah yang akan di lakukan ALEA, akankah dia berkompromi pada hatinya demi kebahagian buah hati tercinta. Atau dia mengabaikan demi gengsi dan harga dirinya walau sebenarnya dia masih sangat mencintai pria tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencuri ciuman
"Turunkan aku" jerit Leea sambil meronta di atas gendongan Ziga, wajahnya memerah karna malu di perlakukan seperti ini di hadapan anak anaknya. Apalagi kedua anaknya tertawa lepas melihat apa yang di lakukan ayahnya tersebut.
"Daddy, Zel juga mau di gendong" pinta Zeline manja.
"Oh, Zeline juga mau di gendong seperti Mom?" tanya Ziga sambil menurunkan Leea dari gendongannya.
Zeline mengangguk cepat, kemudian berlari menghampiri Ziga dan naik ke atas gendongannya.
"Aiden juga mau Dad" ucap Aiden, kali ini dia merasa iri setelah tadi ibunya yang di gendong kini adiknya jadi sekarang dia meminta pada ayahnya untuk menggendongnya juga.
"Oke" jawab Ziga, kemudian dia pun segera berjongkok di hadapan Aiden.
"Sekarang Aiden naik" ucap Ziga dan Aiden pun segera naik ke punggung ayahnya.
Akhirnya Ziga menggendong Zeline di depan, dan Aiden di punggungnya. Leea yang menyaksikannya tersenyum kecil. Dia merasa bahagia, kini anak anaknya bisa merasakan keluarga yang utuh. Dengan adanya Ziga sebagai ayah yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak anaknya.
Ziga membawa mereka ke restoran hotel, karna memang sudah waktunya untuk makan malam. Di tengah perjalanan menuju restoran mereka bertemu dengan Erik yang baru saja tiba dari rumah sakit.
"Selamat malam Tuan, Nyonya" sapa Erik.
"Bagaimana dengan Nenek Mia, Rik ? tanya Leea tanpa menjawab sapaan Erik, sedangkan Ziga hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Sekarang kondisinya sudah membaik Nyonya" jawab Erik.
"Lalu bagaimana dengan Mia?" tanya Leea lagi.
"Mia masih menemani di rumah sakit Nyonya" jawab Erik lagi.
"Kau sudah urus semuanya?" tanya Ziga kali ini.
"Sudah Tuan" jawab Erik.
"Baiklah, kau bisa istirahat" ucap Ziga.
"Aku akan memberimu libur satu minggu" tambah Ziga.
"Terima kasih Tuan" ucap Erik
"Kalau begitu saya permisi Tuan Nyonya" pamit Erik.
Ziga hanya menjawab dengan deheman.
"Erik, terima kasih telah membantu Mia" ucap Leea tulus.
"Sama sama Nyonya" jawab Erik yang kemudian segera berlalu menuju kamarnya.
Selesai makan di restoran hotel, Ziga membawa mereka pulang ke rumah Leea. Kali ini Ziga mengendarai mobilnya sendiri dengan Leea di sisinya dan kedua anak mereka di kursi belakang. Mungkin karena terlalu lelah Aiden dan Zeline pun tertidur di mobil ketika perjalanan pulang.
"Biar aku yang bawa anak anak" ucap Ziga.
"Kau bantu bawakan saja koperku ke atas" tambah Ziga.
Leea menurut dia membawa koper yang berisi keperluan Ziga ke atas ke dalam kamarnya. Sebenarnya Leea merasa gugup karena mulai malam ini dia akan berbagi kamar dengan Ziga. Jantungnya berdegup tak karuan membayangkan mereka harus berada dalam kamar yang sama setelah lima tahun berpisah. Leea masuk ke kamar mandi untuk mengurangi rasa gugupnya. Dia berendam air hangat untuk merilekskan tubuhnya.
Selesai membawa anak anak ke kamar mereka, Ziga mengetuk kamar Leea tapi tak ada jawaban. Akhirnya Ziga pun memutuskan untuk langsung masuk kedalam kamar.
Baru kali ini Ziga masuk ke dalam kamar Leea, kamar bernuansa hijau tersebut tampak begitu indah dan sejuk. Ada beberapa foto yang terpajang di meja yang terletak di depan tempat tidur Leea, diantaranya foto foto kebersamaan Leea bersama kedua buah hatinya dan juga foto bersama dengan keluarga Petrov yang merupakan keluarga angkat Leea. Ziga sedikit kecewa karna tak menemukan foto dirinya di sana. Akan tetapi ketika pandangannya beralih ke arah tempat tidur senyumnya pun kembali merekah. Leea meletakkan foto pernikahan mereka di atas nakas yang berada di sisi tempat tidur. Dia pun teringat kata kata Zeline bahwa Leea selalu tertidur dengan memeluk foto mereka. Hatinya berbunga-bunga mendapati Leea yang ternyata masih merindukannya. Mungkin dengan seiring berjalannya waktu dia akan mendapatkan kembali hati Leea sepenuhnya.
"Kau mau mandi terlebih dahulu?" tanya Leea membuyarkan lamunan Ziga.
Ziga menoleh ke arah Leea yang kini telah berganti dengan piyama tidurnya. Rambutnya yang basah di biarkan tergerai dan harum tubuhnya membuat junior Ziga bereaksi.
"Iya" jawab Ziga sedikit tegang, dia pun segera meluncur ke dalam kamar mandi sebelum Leea menyadari ada perubahan di tubuh bagian bawahnya.
Di dalam kamar mandi Ziga menyiram tubuhnya dengan air dingin untuk mematikan hasratnya.
"Tidak, ini tidak boleh" gumam Ziga.
"Malam ini adalah malam pertama aku berada disini, aku tidak boleh membuat Via takut" batin Ziga.
Ziga tidak mau terlalu terburu-buru mengingat Leea belum memutuskan untuk menerimanya kembali.
Cukup lama Ziga berada di dalam kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya. Ziga sendiri cukup kewalahan dengan reaksi tubuhnya yang terus saja menegang.
Akhirnya Ziga pun keluar dari kamar mandi, di lihatnya Leea telah tertidur lelap di satu sisi tempat tidur. Wajahnya yang terlelap memancarkan kecantikan dan juga kedamaian. Memandangi wajah cantik Leea membuat hasrat Ziga kembali melonjak. Dia pun merutuki dirinya sendiri, dan dengan langkah gontai Ziga pun kembali ke kamar mandi untuk berdamai dengan juniornya.
Reaksi si junior benar benar hebat, hanya dengan melihat wajah Leea sudah membuatnya tegang. Bagaimana tidak tegang setelah lima tahun dia berpuasa. Sejak kepergian Leea lima tahun lalu Ziga tak pernah menyalurkan hasrat seksualnya. Seakan hasratnya telah mati seiring dengan kepergian Leea. Tapi kini setelah bertemu kembali dengan Leea hasratnya timbul kembali bahkan semakin menggebu gebu. Hanya saja Ziga harus bisa bersabar karna dia ingin terlebih dahulu mendapatkan hati Leea baru kemudian dengan tubuhnya.
Setelah keluar dari kamar mandi Ziga memutuskan untuk tidur di sofa, dia tidak tidur di ranjang karna takut tak bisa menahan dirinya. Mungkin karena sudah lelah setelah seharian ini melayani kedua buah hatinya Ziga pun dengan cepat terlelap.
Leea yang sedari tadi sebenarnya belum tertidur akhirnya membuka matanya setelah menunggu beberapa lama tak juga kunjung ada gerakan di sisi ranjang satunya. Saat Leea menoleh ternyata Ziga telah terlelap di sofa, dia tak menyangka Ziga akan memutuskan untuk tidur di sofa.
Leea pun segera mengambil selimut dari lemari kemudian menyelimuti tubuh Ziga agar pria itu tidak kedinginan.
Di pandanginya wajah tampan Ziga yang tengah terlelap. Wajah yang selama lima tahun belakangan ini selalu ia rindukan. Wajah yang selalu menghiasi mimpi mimpi indahnya. Kini wajah tersebut ada di hadapannya, setelah lima tahun tak banyak yang berubah dari wajahnya bahkan Ziga kini tampak lebih tampan dan lebih dewasa.
Leea mengecup lembut kening Ziga, tapi kemudian dia memandang bibir tipis Ziga yang tadi sempat menciuminya sekilas. Akhirnya Leea pun memberanikan diri untuk mengecup bibir Ziga. Leea langsung berlari menuju tempat tidur setelah mengecup singkat bibir Ziga. Leea menyentuh bibirnya dia pun tersenyum karena telah berhasil mencuri ciuman dari Ziga. Akhirnya karna sudah lelah tak butuh waktu lama Leea pun tertidur menyusul Ziga yang telah terlelap.