Seorang pemuda yang tewas dalam kecelakaan dan berpindah tempat ke sebuah dunia baru yang penuh dengan kekacauan karena Monster yang menyerang dunia itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoe69, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. Menikmati waktu bersama keluarga baru.
Xiao Long tidak menghiraukan orang orang di belakangnya bahkan Liu Ming yang mengejar dirinya, dia tetap melangkah keluar toko dengan membawa beberapa tas kertas berisi pakaian dan kosmetik adiknya yang menggelayut manja di tangan Xiao Chen. Liu Mei segera menghadang Xiao Chen yang sama sekali tidak menoleh kebelakang dimana gadis itu berada tadi bersama dengan teman temannya dan Zhang Liu.
" Mengapa kau bersikap seperti tidak mengenal diriku ? Apa kau sudah tidak ingin bersama dengan diriku lagi ??? Apa kau sekarang menyukai gadis yang lebih muda dariku beberapa tahun ??? " Tanya Liu Mei dengan nada lembut dan menggoda di sertai senyum manis dan lirikan mengejek ke arah Xie Hua.
" Pertama.. Bukan aku yang tidak ingin bersamamu tetapi dirimu yang terlalu malu untuk bersamaku meski semua yang ada di tubuhmu adalah hasil jerih payahku... Kedua... Aku memang lebih mencintai dia daripada dirimu... Dia akan selalu ada di setiap waktu untukku tidak seperti dirimu yang hanya selalu saja menghabiskan waktuku bahkan hingga waktu istirahatku... Kini kau sudah bebas kemanapun tanpa ada orang yang akan menjadi penguntit untukmu selamanya... Hubungan kita berakhir sekarang..." Ucap Xiao Long tegas yang membuat tidak saja Liu Ming terkejut namun juga sang adik yang ada di belakangnya.
Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu Xiao Long segera berjalan melewati gadis yang terdiam membisu dengan mulut ternganga tidak percaya, semua pelayan wanita yang ada di dalam konter kosmetik saling pandang dan tersenyum melihat pemandangan itu. Mereka sendiri merasa jika mereka kini tidak boleh meremehkan orang orang yang sudah memasuki area perburuan karena selain nyali mereka yang sangat besar, mereka juga ada yang lebih kaya dari seorang tuan muda menengah seperti Zhan Liu.
Dengan langkah tegas Xiao Chen mengajak adiknya pergi meninggalkan tempat itu melewati Liu Ming yang hanya ternganga tak percaya mendengar apa yang di katakan oleh Xiao Chen. Namun baru beberapa langkah Xiao Chen berjalan meninggalkan toko itu, suara angkuh penuh dengan kemarahan dan rasa iri terdengar.
Hanya saja Xiao Chen tidak perduli dan dia tetap berjalan dengan tangan Xie Hua yang memeluk erat lengan Xiao Long karena ketakutan. Zhang Liu yang semakin marah karena di permalukan kembali dengan tidak dihiraukan oleh Xiao Chen. Pemuda itu meraung marah yang membuat para penjaga keamanan segera datang dan mengusirnya dari mall itu yang membuat pemuda itu semakin marah dan mengancam Xiao Long.
Hanya saja kemarahannya menjadi ketakutan di saat Xiao Chen yang berjalan cukup jauh tiba tiba saja menoleh ke arah dirinya, dia merasakan niat membunuh yang sangat kuat yang membuat dirinya hampir terkencing di celana. Zhang Liu merasa jika dia berteriak sekali lagi maka dirinya tidak akan keluar dari mall ini dalam keadaan hidup. Tubuhnya saat ini bergetar hebat yang membuat para penjaga keamanan itu merasa sedikit heran dan akhirnya melihat ke arah Xiao Chen yang pergi bersama dengan Xie Hua.
" Hanya sekedar saran... Anda sebaiknya tidak mencari masalah dengan para terbangun dan orang orang di sekitar para terbangun... Tidak perduli seberapa tinggi posisi Anda di kota ini... Keluarga anda akan segera runtuh begitu Anda menyentuh mereka... Terutama orang itu... Dia adalah pembawa barang terbaik di kota ini... Koneksi orang orang terbangunnya lebih banyak dari jumlah keluarga anda... Begitu mereka marah... Tidak akan ada sisa di keluarga anda sama sekali..." Ucap Seorang penjaga yang mengenali Xiao Long karena dia juga adalah seorang pembawa barang di sela sela pekerjaannya sebagai penjaga keamanan.
Ucapan yang di iringi senyuman mengejek itu membuat kuduk Zhan Liu yang hanya berasal dari keluarga menengah biasa itu menjadi meremang. Dia tidak pernah menyangka profesi yang di sangkanya sangat rendah itu justru membuat Xiao Long sangat di hormati dikalangan para terbangun.
Dia akhirnya hanya bisa menundukkan kepala di saat dia dibawa keluar dari mall itu, sementara itu Liu Ming saat ini benar benar terdiam tanpa suara saat pergi juga dari depan toko kosmetik itu. Tidak ada keceriaan dan sikap sombong yang kini muncul di wajahnya yang menunduk melihat ke arah tas berisi banyak kosmetik mahal yang ada di tangannya.
Dia sedikit menyesal mengapa dia selama ini menganggap Xiao Long sebagai mainannya dan selalu dia peras hasil kerjanya, namun dia juga merasa heran mengapa pria yang selalu bersikap manis dan mengikuti apapun yang dia katakan dan menuruti semua yang dia inginkan kini berubah seratus delapan puluh derajat layaknya orang lain.
" Kakak... Apakah kau benar benar memutuskan hubunganmu dengan Liu Ming ?? Apa kau tidak akan menyesali keputusanmu itu ???.." Tanya Xie Hua dengan nada tidak percaya ke arah Xiao Chen yang berjalan dengan mantab di sebelahnya.
" Mulai sekarang aku akan mendengar kata katamu... Jika menurutmu gadis yang bersamaku buruk... Aku akan meninggalkannya.. Namun jika kau setuju dan bisa akrab dengannya... Aku akan menjadikan dia kakak iparnya..." ucap Xiao Chen sambil mengelus lembut kepala Xie Hua yang membuat gadis itu merasa sangat bahagia.
Dia sudah lama lupa kapan terakhir kali dia keluar bersama dengan sang kakak seperti ini, hari ini dia sangat bahagia terlebih di saat sang kakak mengajaknya makan di tempat yang sangat dia inginkan selama beberapa waktu ini. Xie Long sempat mendengar sang adik ingin kerumah makan ini karena ada beberapa menu yang di katakan sangat lezat oleh teman temannya.
Bahkan Xiao Long menyempatkan waktu untuk menemani adiknya bermain main di wahana permainan yang ada di mall itu, wajah Xie Hua benar benar terlihat sangat bahagia saat mereka meninggalkan mall itu. Namun kembali masalah muncul ditaman yang ada diantara mall dan tempat tinggal mereka di saat sekelompok pemuda mencoba mengganggu Xie Hua.
Xiao Long hanya menatap mereka yang membuat 7 pemuda yang berniat untuk mengganggu Xie Hua segera lari pontang panting karena tatapan yang di sertai niat membunuh membuat mereka sangat ketakutan. Xie Hua menatap tak percaya ke arah Xiao Long yang lagi lagi hanya dengan tatapannya bisa membuat orang orang itu melarikan diri seperti yang tadi dilakukan kepada Zhang Liu.
Mereka tiba di rumah dan keadaan rumah sedang heboh disaat ibu Xie Long terkejut melihat banyak makanan di dalam lemari es, mereka semakin heran di saat melihat Xiao Long dan juga Xie Hua pulang dari keluar bersama dengan membawa banyak tas kertas. Dengan senyum ceria Xie Hua berlari menuju ke arah kedua orang tuanya dan memberikan beberapa tas di tangannya kepada keduanya dan mengatakan itu adalah hadiah dari Xiao Long untuk mereka.
Xiao Long hanya tersenyum canggung dan mengatakan jika itu hanya hadiah kecil untuk mereka sebelum dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan membiarkan ketiga orang itu mengobrol dengan santai. Dia masih canggung untuk berinteraksi dengan kedua orang tua itu karena mereka pasti akan merasakan perubahan dirinya dan mengetahui jika di dalam tubuh ini bukanlah jiwa putra mereka.
Tapi bagaimanapun juga cepat atau lambat dia harus menemui keluarga Xie Long itu dan akhirnya setelah mengambil seratus ribu Chynan dari uang yang dia miliki dari hasil pemberian Lie Han, Xiao Chen keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu dimana kedua orang tua dan adik perempuannya berada. Ketiga orang itu melihat ke arah Xiao Long yang tampak canggung saat berjalan menuju mereka, namun senyuman manis Xie Hua membuat dia akhirnya bergegas ke arah ibunya dan memberikan amplop berisi uang kepada ibunya yang membuat ketiga orang itu menatap heran.
" Ini ada 100 rb hasil dari pekerjaanku hari ini.. Ibu gunakan saja untuk kebutuhan dirumah kita... Untuk uang saku Hua biar aku yang menanggungnya.. Tadi aku juga sudah memberikan uang saku untuk satu Minggu untuknya..." ucap Xiao Long lirih yang membuat sang ibu tersenyum dan memegang telapak tangan Xiao Chen dan menolak uang itu secara halus dan meminta agar Xiao Long menggunakannya untuk kepentingan Xiao Long sendiri.
" Ibu tidak perlu khawatir... Aku masih memiliki cukup uang untukku sendiri terlebih besok aku juga akan di ajak berburu lagi... Jadi ibu bisa memakai atau menyimpannya... Itu aku serahkan kepada ibu..." Jawab Xiao Long yang membuat sang ibu mengalah dan kemudian menerima uang itu.
Setelah mengobrol dengan keluarganya yang membuat Xiao Long sangat bahagia, dia tidak menyangka akan bisa merasakan kehangatan keluarga yang membuat dia sedikit berterima kasih kepada siapapun yang sudah mengirimnya ke dunia ini. Setelah memasuki kamarnya Xiao Long kembali melihat beberapa buku ketrampilan untuk elemen lainnya yang dia temukan di dalam tas itu, seperti beberapa keterampilan warna merah Xiao Long yang berunsur api kini Xiao Long juga memiliki beberapa ketrampilan untuk unsur angin, air dan tanah.
Xiao Long yang belum tahu berapa ketrampilan yang dimiliki seseorang seharusnya sengaja tidak ingin mendaftarkan dirinya sebagai yang terbangun terlebih dahulu. Kecuali dia bisa dengan leluasa memasuki area perburuan seorang diri, dia baru akan menggunakan beberapa elemen ketrampilan miliknya saat ini.
Namun saat ini dia sedang berlatih keterampilan bayangan yang dia dapat dari pria bertopeng yang terbunuh di dekat dirinya bangkit dari kematian. Tubuh Xiao Long di selimuti kabut hitam sebelum kemudian menghilang dari kamarnya tanpa menyisakan bayangan apapun.